
"Baiklah, jadi apa kalian punya bahan-bahannya? biar aku bantu untuk memotong dan membersihkannya" ucapku pada mereka.
"Hm… Noel bisa kau keluarkan bahan makanannya?"
...
"Eh! apa cuma ini?" tanya Toki terkejut.
"Memang cuma itu yang tersisa, jangan lupa kita sudah di hutan ini selama berhari-hari!" sahut Noel padanya.
"He hehe… k-kalau begitu sebaikanya kita cari ikan di sungai" ucap Toki mengarahkan tangannya ke sungai dengan senyuman yang dipaksakan.
"Owh! biar aku yang membantu, aku cukup hebat menangkap ikan hehehe" sahutku bersemangat.
Sudah sangat mantap untuk membantu Toki dan yang lainnya memasak, aku kemudian bertanya pada mereka tentang bahan-bahan makanannya agar aku bisa mencuci dan memotong-motongnya sebelum dimasak, tapi mereka malah berdebat setelah Toki meminta Noel untuk mengeluarkan bahan makanan itu dari dimensi penyimpanannya, ya tentu saja karena makanan yang tersedia hanya dua ubi dan satu roti yang tentunya tidak akan cukup untuk orang-orang yang ada di sini.
Mendengar usulan Toki untuk mencari ikan di sungai agar semua orang mendapatkan jatah makannya, aku langsung menawarkan diri untuk membantunya menangkap ikan-ikan itu karena aku sudah terbiasa berburu dan menangkap mangsa seperti monster, sekedar mengambil ikan di sungai bukanlah perkara sulit untukku yang sudah terlatih mengambil makanan sendiri hehe.
"Hehehe baiklah mari kita tangkap!"
"Oi kau mengerikan Shea" sahut toki padaku. ("^_^)
"Ya kalau begitu kami akan mencari kayu bakar, dan mungkin juga kita bisa mendapat beberapa jamur di tempat ini" ucap Sam seraya berdiri bersama dengan para lelaki lainnya.
"Ooke, serahkan bagian sini pada kami hehe" sahutku mengacungkan jempol dari tepian sungai.
…
"Berhati-hatilah Sam" ucap Toki pada Sam.
__ADS_1
"Tentu" sahutnya.
"Pilih kasih…" ucap Nath seraya membersihkan rompinya.
"Eh!"
"Sudahlah kalian akan semakin tersingkir jika terlalu lama berada di sini" ucap Kroz berjalan meninggalkan kami dengan kapak di pundaknya.
"Ya, kau benar" sahut Jaz mengikutinya dari belakang.
S-sepertinya mereka punya masalah sendiri, yahh tidak perlu ikut campur urusan orang lain. ("•_•)
Melepaskan sepatu sandal dan pitanya yang melilit betisku, aku menjadi sangat bersemangat untuk mendapatkan banyak ikan segar meskipun aku sendiri masih kenyang, tapi karena hari sudah semakin siang mempersiapkan makanan terlebih dahulu adalah solusi yang bagus, bersiap untuk bercebur aku kemudian duduk di tepian sungai lalu menceburkan satu persatu kakiku ke air jernih itu, dari belakangku Sam, Kroz, Jaz, dan Nath kemudian berdiri sambil membawa senjatanya untuk mencari kayu bakar dan tumbuhan yang bisa di manfaatkan untuk dijadikan makanan.
Dan satu kalimat dari Toki untuk Sam membuat para lelaki itu terbakar hangus oleh rasa cemburu yang membuat mereka terlihat sangat tidak peduli lagi dengan apapun yang terjadi dan masuk ke dalam hutan dengan tanpa menoleh sedikitpun, mereka benar-benar kesal ketika melihat Sam mendapatkan perlakuan lebih dari Toki, aku tidak tau ada apa dengan kelompok ini, tapi tampaknya Toki adalah wanita yang terkenal di kelompok mereka dan memang dia sangat cantik dan seksi, tidak ingin terlibat dalam situasi panas mereka aku memilih menjalankan tugasku untuk mencari ikan daripada harus mencampuri urusan orang lain.
***
Berdiri di area sungai kakiku terasa sangat dingin dan menggelikan karena arus air yang menabrakku, sementara itu Toki yang berada di bawah pohon terlihat tersenyum tipis pada Sam sebelum akhirnya Sam pergi menyusul Kroz dan yang lainnya, hanya dengan sekedar melihat tatapan mereka aku dapat merasakan hubungan erat dari kedua orang itu, tapi sekali lagi itu adalah urusan mereka yang tentunya anak kecil sepertiku tidak berhak untuk ikut campur, lagipula itu bukan urusanku semua orang berhak untuk memilih pasangannya.
"Hm… airnya sangat bagus untuk berburu, hehe datanglah ikan… aku akan memotongmu menjadi sup yang enak" ucapku sambil mengawasi pergerakan yang ada di dalam air.
.
.
"Ugh! tampaknya ikan di sini agak kurang, hm… yahh mungkin karena air di sini terlalu dangkal, sebaiknya aku mencari di area air yang lebih dalam" ucapku seraya berjalan ke tengah sungai.
"Sepertinya satu-satunya keberuntunganku adalah air yang jernih hahh… eh! owh!! itu dia! hehe… diamlah di tempat itu ikan… haaa!! hup! yeaa…! dapat! aku memang hebat hehehe" ucapku mengangkat ikan yang kudapat sembari berteriak kegirangan.
__ADS_1
Sangat bersemangat untuk mendapatkan ikan yang besar aku terus mengawasi arus air kalau-kalau ada ikan yang lewat di sekitarku, tapi cukup lama aku menunggu satu-satunya yang melewatiku ada daun pohon yang terbawa arus dan itu cukup mengesalkan padahal aku sudah sangat bersemangat untuk semangkuk sup yang panas, dan karena tidak ada satupun ikan yang lewat aku kemudian pindah tempat ke tengah sungai yang airnya lebih dalam meskipun kedalamannya tidak mencapai lututku, tapi aku bersyukur untuk itu karena aku tidak perlu khawatir dengan gaunku yang akan basah jika memasuki sungai yang lebih dalam dan arus air yang deras.
Banyak bebatuan yang berserakan di dasar sungai terlihat dengan sangat jelas ketika aku berjalan, bahkan saat aku sampai di tengah sungai berbatuan yang berbeda ukuran itu masih saja terlihat dengan jelas dikarenakan air yang jernih, tak seberapa lama kemudian aku melihat ada seekor ikan yang mulai keluar berenang tak jauh dariku, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan aku langsung berjalan secara perlahan agar ikan itu tidak lari saat aku mendekatinya, dan dengan satu cengkeraman erat dari tanganku akhirnya aku bisa mendapatkan ikan itu dan aku sangat senang karena bisa menangkapnya.
"Emh… tunggu dulu, ikan ini masih terlalu kecil… hahh… sebaiknya dilepas saja, ini masih terlalu kecil untuk dijadikan sup" ucapku sambil melepas kembali ikan kecil itu.
"Owh! ternyata ikannya cukup banyak hup! eh! emh…! ini terlalu kecil, owh! bagaimana dengan yang itu! hup! dapat lagi hehe… tapi, ini juga masih kecil" ucapku sembari menangkap ikan dengan kedua tanganku.
"Hm… setelah dilihat-lihat lagi ikan di sungai ini cukup banyak, tapi ukurannya masih sangat kecil… hahh…" kataku sembari menghela napas.
"Ugh! padahal aku sudah berharap bisa memakan ikan dengan daging yang tebal, tapi… hahh… memangnya hilang ke mana ikan-ikan besar di sungai ini?" ucapku cemberut kesal menatap beberapa ikan kecil yang berlalu lalang di kakiku.
Terdiam sejenak menatap ikan di tanganku hasil tangkapan pertamaku terlihat kurang memuaskan dengan ukuran yang kecil, dan karena itu aku kemudian langsung melepaskannya karena dia tidak termasuk dalam ukuran ikan yang akanku hidangkan, setelah melepaskan ikan itu aku kemudian mengamati keadaan arus air dan melihat ada banyak ikan yang berlalu lalang di hadapanku, sontak saja aku kemudian kembali menangkap dua ekor ikan dengan kedua tanganku, akan tetapi sama seperti sebelumnya ikan-ikan itu memiliki ukuran di bawah standar yang kuinginkan jadi aku kembali melepaskannya.
Sedikit menghela napas menatap ikan-ikan yang bergerak di dalam air aku benar-benar tidak habis pikir dengan keadaan di sungai ini, cemberut kesal menatap ikan kecil di dalam sungai aku benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk memakan daging ikan yang tebal, ikan yang ada di sungai ini hanya seukuran dua jariku bahkan ada yang lebih kecil dari itu, keadaan ini benar-benar membuatku bingung dan kesal karena ikan-ikan besar di sungai ini seakan lenyap ditelan bumi padahal ada banyak anak ikan kecil di tempat ini.
"Ugh! memangnya ikan lahir dari daun pohon?! tidak mungkin tidak ada ikan besar di sungai inikan?! padahal anak ikannya sangat banyak" ucapku duduk kesal sembari melemparkan kerikil yang aku pungut dari dasar sungai.
"Hahh… kalian beruntung aku hanya memburu ikan besar, hehehe… itu geli…" ucapku tertawa kecil melihat ikan-ikan yang bergerak mendekati kakiku.
Hm... hanya perasaanku saja atau memang arus air ini telah berubah? ini sangat aneh...
"Owh! ada ikan besar! hehe! bersiaplah menjadi santapan yang enak!"
"Hup! woah!! dapat! aku dapat!! yeah! hehe… akhirnya aku dapat ikan yang besar, baiklah selamat tinggal ikan kecil dan selamat datang ikan yang enak!"
Duduk dengan kesal di atas batu tengah sungai aku melemparkan-lemparkan batu kerikil yang aku pungut dari dasar sungai sembari menatap ke arah ikan-ikan kecil yang berlalu lalang, dan secara bersamaan segerombolan ikan kecil tiba-tiba datang lalu menggigit-gigit kedua kakiku dan itu terasa sangat menggelikan bahkan rasa kekesalanku langsung menghilang karena ikan-ikan kecil itu seakan menggelitik kakiku.
Menikmati ikan-ikan yang menggelitik kakiku aku merasakan arus air yang tiba-tiba berubah, aku dapat merasakannya dengan sangat jelas arus air yang seharusnya melewati kakiku dari depan ke belakang kini malah sebaliknya, dan anehnya hanya air yang berada di tengah sungai yang bergerak seperti itu sedangkan setiap air yang ada di kedua sisi sungai tetap mengalir sebagaimana mestinya, akan tetapi semua keanehan itu langsung menghilang dari pikiranku saat aku melihat seekor ikan besar yang berada di balik batu besar tak jauh dariku, dengan sangat perlahan aku mulai mendekatinya selangkah demi selangkah dan dengan cengkeraman erat dari kelima jariku yang penuh dengan kuku tajam yang imut aku akhirnya berhasil mendapatkannya.
__ADS_1
Dan agar ikan itu tidak memberontak melepaskan diri aku langsung pergi membawanya ke tepi sungai untuk mengamankannya, tangkapan sebesar itu tidak akan pernah aku biarkan lepas.
...🌹🌹🌹🌹🌹...