I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 133: Pemandian Pribadi


__ADS_3

"Ugh!! dasar Sira! lain kali akanku buat ,dia bicara!" ucapku menyilangkan tangan dengan kesal.


"Ya sudahlah… hm… meski aku sudah menghilangkan bercak darahnya dengan sihirku, tapi bau darahnya tetap tercium, hahh… yosh! waktunya mandi! tapi, setelah aku membersihkan piring-piring ini" ucapku sembari menumpuk piring dan gelas yang ada di meja.


Cemberut kesal sambil menyilangkan tanganku aku merasa tidak dipedulikan karena Sira seakan menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin mengatakan apapun yang sebenarnya terjadi, tapi memikirkan tentang itu perhatianku kemudian teralihkan pada aroma darah yang masih menempel di tubuh dan gaunku karena pertarungan sebelumnya.


Aku memang sudah membersihkan darahnya dengan membekukan dan menghancurkannya, akan tetapi itu hanya sekedar apa yang terlihat sedangkan aromanya masih sangat jelas tercium, aku kemudian mengesampingkan masalah sebelumnya dan berniat untuk segera mandi karena bau darah itu cukup menggangguku.


Hanya dari bau darahnya aku seakan dapat merasakan kentalnya aura kejahatan dari pemilik darah itu, tapi sebelum itu aku terlebih dahulu membersikan peralatan makanku yang ada di atas meja, aku menumpuk semua piring dan gelas lalu pergi ke dapur kemudian meletakkannya di atas tempat pencucian piring.



"Oke, sudah! bersihkan? hm… nanti saja… lagipula tidak ada kran air di sini" ucapku sembari pergi meninggalkan dapur.


Selesai merapikan piring kotor sehabis makan aku hanya menumpuknya di tempat pencucian karena walau bagaimanapun rumah ini hanya replika dari rumahku yang dibuat di dalam dinding labirin dan hal seperti kran air tidak ada di dalam rumah ini yang artinya aku harus mengambil air secara manual untuk membersihkannya, dan aku cukup malas untuk melakukannya lalu memilih untuk mandi saja karena itu yang terpenting saat ini.


"Emh! dia pergi keluar… huuft! sampai segitunyakah dia tidak ingin bicara?!" ucapku cemberut menatap ke ruang tamu.


"Hahh… biarlah" sambungku sembari menghela napas sambil perlahan menaiki tangga.


.


.


"Yosh! dapat!" ucapku sembari mengambil handuk di lemari.

__ADS_1


Keluar dari dapur aku kemudian berjalan menuju tangga yang ada di ruang tamu untuk mengambil handukku di kamar, sesampainya di depan anak tangga aku menatap ke segala arah untuk mencari Sira, akan tetapi bahkan untuk auranya saja aku tidak bisa merasakannya dia benar-benar pergi dari rumah ini, dan itu membuatku cukup kesal sembari sedikit menggembungkan pipiku dengan cemberut.


Tapi, tidak ingin terlalu lama kesal dengan itu aku kemudian perlahan menaiki tangga menuju ke kamarku, dan tidak perlu waktu lama untuk menaikinya aku sudah sampai di lantai dua rumahku lalu dengan melewati tiga kamar yang saling bersebelahan aku langsung masuk ke dalam kamarku kemudian mengambil handukku di lemari dan langsung pergi turun kembali ke lantai bawah sebelum akhirnya aku pergi ke arah dapur.


...*****...


"Hm… sepertinya lubang ini terlalu besar, mungkin saja ada yang akan masuk saat aku lengah… kalau begitu…" ucapku menatap ke arah lubang dinding yang kubuat di dapur.


"Ja… ngan… masuk…! a…tau… kau… a…kan ku…bunuh!! yosh selesai!"


[JANGAN MASUK! ATAU KAU AKAN KUBUNUH!!]


"Sepertinya ini cukup, setidaknya untuk saat ini…. dan aku tidak akan ragu untuk melakukannya, ini khusus untuk perempuan!" ucapku masuk ke dalam pemandian.


Sesampainya di dapur aku langsung pergi menuju ke tempat di mana aku telah membuat dinding berlubang untuk masuk ke pemandian, tapi setelah aku memperhatikan bentuk lubang dinding itu aku merasa kalau lubang itu terlalu besar dan berisiko akan ada orang yang mengintip masuk ke dalam pemandian alamiku, dan tentunya aku tidak ingin itu terjadi jadi aku kemudian membuat sebuah tulisan di atas lubang itu agar tidak ada orang yang berani masuk ke dalamnya.


"Aku yakin ada sesuatu yang dia sembunyikan… hahh… tapi, memangnya kenapa? apa itu hal yang penting?" ucapku sambil perlahan berendam di danau air hangat.



"Hm… seandainya ada sampo mungkin akan lebih mudah menjaga rambut ini" ucapku sambil menyisir rambutku dengan jari.


Masuk ke dalam pemandian aku kemudian melepaskan semua pakaian dan juga aksesorisku lalu meletakkannya di atas batu, dan sama seperti biasanya aku berendam di danau air hangat atau mata air panas yang ada di danau kecil, aku sudah cukup puas dengan suhu dingin saat aku tidur di padang rumput hutan ini jadi aku memutuskan untuk berendam di air hangat daripada air dingin.


Bersandar di batu yang ada di dekat pinggiran danau hangat itu aku sedikit termenung sembari menenggelamkan setengah badanku memikirkan tentang tingkah laku Sira yang seolah merahasiakan sesuatu dariku, dan sambil memikirkan itu aku membasahi kepalaku lalu menyisir rambutku dengan jari untuk meresapkan airnya dan membasahi seluruh bagian rambut.

__ADS_1


Keramas dengan air hangat itu sangat berguna untuk menghilangkan semua kotoran dan minyak pada rambut dan kulit kepala, dan aku selalu melakukannya di dunia lamaku sebelum akhirnya aku membilasnya dengan air dingin, bisa dibilang itu adalah caraku untuk merawat rambutku.


"Ahh… ini sangat nikmat, kuharap rantai ini berkarat terkena air hangat" ucapku memejamkan mata.


Emh! jangan main-main denganku penyusup!


"HARGHHHH!!!!"


DUARR!!!


"Serangan tadi pasti mengenainya!" ucapku berjalan di pinggiran danau.


Menengadah ke atas menatap langit-langit gua yang cukup tinggi dengan beberapa hiasan batu runcing sama seperti bebatuan yang ada di sekitar dan dalam danau, memejamkan mataku menikmati hangatnya air danau aku kemudian membuka sedikit mataku karena tiba-tiba saja aku merasakan aura keberadaan seseorang di dekatku ditambah lagi dengan suara gemericik air yang terdengar di keheningan danau ini.


Setelah menatap ke samping kanan dan kiriku dengan tetap bersandar sembari menyimpitkan mataku suasana hatiku langsung berubah saat melihat bayang-bayang seseorang yang berada di ujung danau tepat di depanku, dan karena tertutup oleh uap air dari danau aku tidak bisa melihat sosok orang itu dengan jelas jadi dengan cepat aku kemudian melompat keluar dari danau lalu dengan satu kali putaran 360° derajat aku kemudian menendang sebuah batu runcing yang ada di pinggir danau ke arah orang itu.


Butiran air kecil bertebaran ketika rambut basahku terurai saat sedang menendang batu itu, gemerincing besi rantai di leherku terdengar jelas seolah menggema di dalam lantai ini dan aku sangat senang karena seranganku meluncur tepat ke arahnya dan membuat uap air terbelah sehingga aku dapat melihat jelas ke tempat orang itu.


"Cih!! benar-benar memuakkan! setelah datang tanpa izin sekarang dia menghilang tanpa jejak! dasar pengecut!" ucapku dengan marah sembari menatap tajam ke depan.


"Hah…! sebaiknya cukup sampai di sini, suasana hatiku tidak cukup bagus untuk menikmati ketenangan ini!" ucapku kesal sembari melilitkan handuk di tubuhku.


Berjalan di pinggiran danau sambil menatap ke arah tempat orang itu dari seberang danau aku sangat marah karena seranganku sama sekali tidak mengenainya dan malah mengenai batu besar di seberang danau, dan dengan sekejap aura keberadaan orang itu langsung menghilang bahkan tanpa ada jejak sedikitpun dan itu membuatku sangat kesal dengan mengepalkan tanganku.


Kekesalan yang aku rasakan benar-benar membuat suasana hatiku menjadi sangat buruk dan tidak bisa menikmati hangatnya mata air danau, aku kemudian langsung menasat handukku lalu mengambil semua pakaian dan aksesorisku sebelum akhirnya aku pergi meninggalkan gua danau ini.

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Sedikit pengumuman mungkin chapter ini akan digabung dengan chapter selanjutnya.


__ADS_2