I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 12: Menyelamatkan Manusia


__ADS_3

"Hoaahhh... semoga aku dapat mimpi yang indah." Ucapku sambil berbaring menutup mata.


.


.


.


Karena suasana yang begitu tenang ditambah dengan perut yang sudah terisi aku tertidur pulas di atas kasur yang ku buat, walaupun itu lebih mirip dengan sarang burung daripada sebuah kasur sih, hehe.


Sangat tenang bahkan terlalu tenang, bagaimana bisa? tentu saja karena aku menutup seluruh pintu yang mengarah ke tempat ini.


Tidur itu perlu ketenangan jika tempatmu dengan penuh kebisingan maka tidurmu tak akan nyenyak.


Toing! Toing! Tak! Tik! Tok! (Suara batu berjatuhan)


"Aghhh... pelankan sedikit suaranya..." Kataku sambil mengigau.


"Haha... itu geli hentikan it...u."


Aku merasa ada sesuatu yang berjatuhan di atas kepalaku dan terasa menggelikan.


Toing! Toing! Tak! Tik! Tok!


"Arghhhhh!!! berisik!!"


Doarrrrrr!!!


"Waaaa!! apa itu!?" Teriakku kaget.


Saat aku mulai tidur nyenyak aku mendengar suara seperti benda yang berjatuhan, tak tahan dengan suara pengganggu itu aku berteriak sambil mengigau.


Tapi tiba-tiba saja ada batu besar mendarat di depanku dan hampir mengenai kepalaku, sontak saja aku langsung teriak dan terbangun karena terkejut dengan itu.


Jantungku berdebar kencang dan terasa hampir lepas, menyebalkan dari mana datangnya batu ini.


"Uhhh!!! beraninya kau mengganggu tidur pulas ku batu brengs*k!!! apa kau tidak tau aku sedang tidur di bawah sini hah!!" ucapku dengan marah pada batu besar itu.


Aku seperti orang gila saja memarahi benda yang jelas-jelas tidak bernyawa, apa akal sehatku sudah mulai hilang saat aku menjadi monster, tidak tidak tentu saja tidak.


Kau juga pasti akan melakukan hal yang sama denganku ketika tidur nyenyak mu di ganggu.


"Rasakan ini batu pengganggu!!"


Doarrrrrr!!!

__ADS_1


Dengan marah aku melempar batu itu Kedinding dengan sangat kuat sampai batu itu hancur berkeping-keping.


"Hmm... sejak kapan ada lubang diatas itu." Ucapku kebingungan.


"Ya sudahlah... waktunya tidur lagi, hoahhhh..." lanjutku sambil kembali berbaring untuk tidur.


.


.


.


Brukkk!!!


"Waaaaaa...! sakittt!" teriakku kaget dan kesakitan.


"Kali ini apa lagi...!? eh! ehhhhh...! orang!"


Disaat aku mulai tidur kembali tiba-tiba saja ada dua orang yang jatuh tepat di punggungku dan itu rasanya sangat sakit, punggungku terasa seperti sedang ditumbuk.


"Apa mereka mati!?" ucapku mulai panik.


"Tidak tidak, aku masih bisa merasakan detak jantungnya dan juga tubuh mereka masih terasa hangat, baiklah kalau begitu biarku obati saja mereka." Kataku setelah memeriksa kondisi tubuh mereka.


Aku mulai mengobati mereka secara bersamaan, tanpa memindahkan tubuh mereka dari atas punggungku.


"Apa masih ada yang jatuh?" ucapku sambil menatap ke atas.


[ Eyes of vision ]


"Waaaa...! ada! masih ada yang jatuh!" kataku terkejut melihat masih ada beberapa orang yang jatuh dari atas.


"Mohon maaf nona manis, pria tampan aku akan menurunkan kalian... aku harus menangkap mereka dulu ya." Ucapku pada mereka.


Aku mengamati keadaan diatas dengan menggunakan sihir penglihatan ku dan benar saja masih ada empat orang yang jatuh dari atas, sontak aku langsung menurunkan gadis manis dan pria tampan itu, agar lebih mudah menangkap kempat orang itu.


Aku kemudian melebarkan sayapku dan mempersiapkan punggungku untuk menangkap mereka, aku tidak menggunakan tangan karena tanganku cuma ada dua, hehe jadi kubiarkan mereka jatuh di atas sayap dan punggungku.


Brukkk!!


Brukkk!!


"Dapat!"


Aku langsung mengobati mereka dengan cepat setelah mereka jatuh di atas sayapku, luka mereka jauh lebih parah dan lebih serius daripada dua orang sebelumnya.

__ADS_1


Mereka mengalami pendarahan patal dan patah tulang hampir di seluruh bagian tubuh mereka.


[ Heal ]


"Puihh... syukurlah, untungnya masih sempat, tapi kenapa banyak orang yang berjatuhan? Hmmm... tak perlu dipikirkan itu bukan urusanku." Ucapku sambil mengobati mereka


Tampaknya mereka sedang sangat beruntung karena aku masih sempat untuk mengobati luka mereka, terlambat sedikit mereka pasti akan mati.


"Baiklah nona manis silahkan bergabung dengan teman-temanmu." Ucapku sambil mengangkat gadis dan pria tampan itu.


Aku meletakkan mereka berdua kembali keatas punggungku bersamaan dengan empat lainnya.


"Disini terlalu terang, mereka pasti akan sangat ketakutan melihatku, kalau begitu akan ku redupkan cahaya sekitar sini." Ucapku dengan pelan.


Aku kemudian berbaring agar tubuh mereka tidak bergoyang dan juga meredupkan cahaya penerang dari kristal es yang ku buat, tentunya agar mereka tidak ketakutan.


Siapa yang tidak ketakutan saat kau bangun tiba-tiba ada monster menyeramkan di depanmu, tunggu dulu aku ini monster yang imut tau, setidaknya menurut ku.


"Hoahhh... sebaiknya aku tidur... sambil menunggu mereka sadar." Ucapku mengantuk


.


.


.


.


.


"A-aduh...! dimana ini?" kata gadis muda itu.


"Goro? Goro? kau dimana?" lanjutnya.


"Arghh... saya disini tuan putri." Sahut lelaki itu.


Aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka katakan ini sama seperti yang waktu itu, mereka menggunakan bahasa yang tidak ku pahami.


*Hm... sepertinya mereka sudah sadar, syukurlah kalau begitu, Sebaiknya aku tidak menggangu mereka dulu, mereka pasti akan sangat terkejut melihatku.


Yahh... kalau begitu aku akan mengawasi mereka saja dan untuk sekarang aku akan mengobati sisa luka mereka. (Ucapku dalam hati*)


Aku mengobati sedikit-demi sedikit sisa luka yang ada dan memulihkan tenaga mereka, aku tak perlu menyentuh mereka dengan tanganku, ya tentu saja karena mereka berada di punggungku.


Mereka semua tak akan menyadarinya.

__ADS_1


...~•~...


__ADS_2