
Srekk srekk...
"Agh! dasar lumut sialan! beruntung aku sempat menggunakan sihir teleport, kurang ajar!" ucapku sambil keluar dari semak-semak.
Setelah terjun bebas dari rumah Frenya aku beruntung masih bisa berpikir jernih untuk menggunakan sihir teleport, tapi tetap saja aku harus mendarat darurat dengan sangat tidak nyaman di atas pohon-pohon yang bahkan semak-semakpun terasa jauh lebih baik daripada ranting kayu.
Berjalan dengan beberapa daun dan ranting kayu yang menempel di buluku, aku benar-benar tidak suka dengan Frenya, tapi entah kenapa aku selalu tidak bisa melawannya padahal aku sangat ingin membalas semua perlakuan buruknya, dia sangat menyebalkan.
"Hah!!? ada apa?! menyingkirlah dari hadapanku, dasar rendahan!!"
Duarr...
"Cih! GRAAAHHHHHH!!!!!"
"Hah hah hah!! huhh…! sebaiknya sekarang aku mencari nona" ucapku menghela napas sambil kembali berjalan pelan.
Berjalan selangkah keluar dari semak-semak seekor monster kadal armorius yang berada di sampingku menatapku dengan mata melotot dan itu sangat mengesalkan terlebih lagi kepalaku sedang tidak bisa diajak berdamai karena mengingat Frenya yang mengesalkan, jadi dengan cepat aku langsung menghancurkannya dengan cakar anginku, aku kemudian meraung keras sebelum akhirnya aku pergi untuk mencari nona Shea karena tujuan awalku terganggu oleh tindakan Frenya yang semaunya sendiri memaksaku untuk datang ke pohonnya.
...✧✧✧...
"Argh! itu sangat tinggi!"
Dasar lumut sialan! aku tidak bisa menggunakan sihir teleport untuk keluar dari gunung ini!
"Hahh!! gunung ini menyebalkan!!" ucapku berdiri di dinding kawah gunung pohon Frenya.
Pergi berlari menyusuri hutan di bawah pohon Frenya aku akhirnya tiba tiba di dinding pembatas kawah gunung Dryad yang sangat tinggi, aku melompati bebatuan dengan menggunakan sihir teleport agar dapat meraih batu pijakan yang lebih baik untuk memanjat tebing besar itu, aku dapat merasakan hembusan angin yang sangat kencang dan bahkan bebatuan kecil yang jatuh karena kakiku terpeleset pun terdengar sangat menakutkan, gunung besar ini sangat menyusahkan terlebih lagi aku sama sekali tidak bisa menggunakan sihir teleport untuk berpindah tempat keluar dari gunung ini, dikarenakan ada efek dari penghalang sihir yang membentang mengelilingi gunung ini.
Dan karena itulah aku hanya bisa menggunakan sihir teleport beberapa meter di depanku saja, tapi setidaknya itu jauh lebih baik daripada harus berlari setiap saat, dan setelah melewati beberapa tempat yang sangat terjal di antara bebatuan besar di lereng gunung aku kemudian sampai di puncak tebing dengan hembusan angin dingin yang tidak berhenti mendorongku untuk terjatuh, gunung Dryad ini terlihat sangat luas dengan kawah besar dan dinding batu yang penuh dengan butiran es yang mengelilinginya seperti mangkuk dan pohon rumah Frenya tepat berada di tengah kawah itu dengan hutan rindang di antara akar-akarnya yang besar.
Sesampainya di atas dinding kawah gunung Dryad aku langsung mengamati keadaan hutan agar lebih mudah menemukan nona Shea karena gunung ini adalah pusat dari hutan, walaupun begitu mustahil untuk melihat sesuatu yang sangat kecil dari atas gunung yang sangat tinggi dan juga dari jarak yang sangat jauh, tapi karena dulu aku pernah tinggal di kawasan hutan El'o setidaknya aku masih bisa mengingat sedikit tentang seluk-beluknya meski sudah lama tidak berkeliaran di hutan ini.
"Hm... seharusnya nona Shea berada di hutan sebelah sana, di tempat itu ada cabang jalan utama yang cukup dekat dengan air terjun, baiklah waktunya untuk memeriksa" ucapku sembari menggunakan sihir teleport.
...✧✧✧...
"Hahh… ini cukup menguras tenaga, tapi jauh lebih baik daripada menuruninya secara manual" ucapku sambil menatap ke arah puncak gunung Dryad.
"Hm... sebaiknya aku mencari makanan untuk nona, lagipula tempatnya berada cukup dekat dengan jalan utamanya."
Menggunakan sihir teleport untuk menuruni gunung aku cukup beruntung karena sudah berada diluar penghalang gunung Dryad untuk bisa menggunakan sihir dengan jarak yang lebih jauh, puncak gunung itu terlihat penuh dengan awan yang membutakan mata saat aku melihatnya dari kaki gunungnya, aku kemudian langsung kembali berlari secepat yang aku bisa dengan sesekali juga menggunakan sihir teleport agar lebih cepat sampai di jalan utama untuk mencari beberapa cemilan agar nona Shea tidak menanyakan apapun padaku selama aku pergi.
Walaupun terkesan konyol, tapi nona Shea anak yang polos dia pasti akan berhenti bertanya jika melihat sesuatu yang dia sukai salah satunya adalah makanan, meski yang sebelumnya sempat terhenti karena Frenya menggangguku, aku tetap melakukannya untuk berjaga-jaga lagipula nona Shea berada tidak jauh dari jalan utama hutan dan karena itu aku tidak perlu sampai harus menyusuri hutan yang luas ini untuk mencari nona Shea, selama nona Shea tidak pergi jauh dari tempat yang ditunjukkan oleh cermin Frenya aku bisa menemukannya.
…
Hahh... ini melelahkan.
"Baiklah, di mana kalian lewat mangsa berhargaku?" ucapku berdiri di tengah jalan sambil menoleh ke kanan dan kiri.
"Tidak ada! ke tempat selanjutnya!" ucapku sambil berteleport ke jalan selanjutnya.
...
"Aku mencium gerombolan bau manusia hewan di sana" ucapku sambil berlari ke jalan sebelah kanan.
Berteleport langsung ke ke jalanan besar hutan El'o dari tempat awalku di bawah kaki gunung Dryad yang penuh dengan pepohonan besar, meski tenagaku cukup terkuras karena terus menggunakan sihir untuk berpindah tempat, tapi setidaknya aku tidak perlu membuang-buang tenaga dan waktu untuk berlari hari pusat hutan ke bagian terluar hutan di jalanan utama.
Setelah aku tiba di jalanan tempat Frenya menarikku tentu saja semua sudah terlambat karena pedagang yang sebelumnya aku lihat sudah pergi entah kemana, melihat tidak ada satupun karavan yang lewat aku langsung pergi menuju ke tempat selanjutnya, walaupun tidak terdapat tanda-tanda keberadaan kelompok pedagang di dekatku saat aku sampai di tempat ke dua, tapi aku dapat mencium bau gerombolan orang yang terbawa oleh hembusan angin dari jarak yang jauh, setelah aku memastikan arah keberadaan orang-orang itu aku kemudian langsung pergi berlari secepat yang aku bisa agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena mungkin saja nona Shea sudah tidak berada di hutan bagian itu.
...✧✧✧...
"Hahh… itu dia… sumber makanan!" ucapku sambil menghela napas.
.
.
Kring kring
"Woi! berhenti di sana, telinga bulu" ucapku sambil mencegat kereta kuda terdepan.
Sepertinya mereka baru selesai beristirahat.
"Monster!! semuanya bersiaplah!!" ucap salah satu penumpang yang duduk di kursi kusir.
"""Baik!!""" sahut beberapa orang dalam kereta secara bersamaan.
__ADS_1
Ini merepotkan! orang-orang bodoh ini sangat payah.
"Aku tidak ada urusan dengan kalian, urusanku hanya dengan pedangan itu, jadi menyingkirlah dari hadapanku!" ucapku pada mereka.
""Argh!!"" jerit mereka tersungkur ke tanah.
Cukup lama berlari aku akhirnya menemukan kumpulan pedagang yang baru akan melanjutkan perjalanan sehabis beristirahat di pinggiran jalan, mereka punya dua kereta kuda dengan tudung kain yang berwarna seperti lumpur sebagai atapnya, di bangku terdepan duduk dua orang lelaki yang salah satunya adalah seorang petualang pengawal, sedangkan yang satunya lagi adalah kusir manusia hewan dari jenis kucing yang mungkin juga adalah pedang dari kereta itu.
Mereka terlihat sangat panik ketika melihat aku muncul di depan mereka, bahkan para petualang pengawal yang berada di kereta kuda itu langsung keluar dan menodongkan senjatanya padaku, dan karena aku tidak ingin membuang-buang waktu aku kemudian menekan tubuh orang-orang itu dengan gravitasi agar tidak ada waktuku yang terbuang karena harus melayani mereka bertarung.
"A-apa yang dilakukan monster ini?!" ucap salah seorang dari mereka.
"Sudahku bilang aku tidak punya urusan dengan kalian" sahutku sembari berjalan melewati mereka.
"Apa kau pedagangnya?" tanyaku pada manusia hewan yang masih berada di atas kereta.
"I-iya… a-aku.../" jawabnya terputus-putus.
"Bagus! kalau begitu berikan aku semua yang kau punya, terutama buah yang segar" ucapku memotong ucapannya.
" …? "
"Jangan cuma diam bodoh! ambil ini!" ucapku sambil menendang kantong uang ke atas kereta.
Membuat para pengawal tersungkur, mereka terlihat berusaha untuk kembali bangkit meskipun itu tindakan yang percuma, aku kemudian langsung berjalan mendekati kusir kuda lalu sedikit bertanya untuk memastikan bahwa telinga bulu itu memang pemilik barang dagangan, orang itu terlihat sangat ketakutan saat melihatku padahal seharusnya seorang pria tidak pernah takut dengan apapun, dia terlihat sangat memuakkan dengan ekspresi takut di wajahnya bahkan suaranya tidak terdengar dengan jelas karena dia terbata-bata saat menjawab pertanyaanku.
Dan bahkan saat aku memintanya untuk menyediakan buah-buahan segar orang bertelinga bulu itu malah terdiam tak bersuara, dia benar-benar membuatku kesal, aku kemudian mengeluarkan kantong uang lalu memukulnya sampai kantong itu terlempar ke arah kusir kuda.
"Cepat.../"
Cring Cring
"Eh! suara itu… dari mana?!" ucapku sembari menatap ke segala arah.
"Atas! ha?! tunggu! bukannya itu nona?!" sambungku terkejut sembari menatap ke atas.
Masih terdiam bahkan sesudah aku melemparkan uang ke tangannya aku kemudian mendesaknya agar dia bergerak untuk mengambilkan barang-barang yang aku minta, tapi ucapanku langsung terhenti saat aku mendengar samar-samar gemerincing besi yang tiba-tiba muncul, setelah menengok ke segala arah aku kemudian terkejut melihat nona Shea terbang melesat di atasku.
"Aku harus cepat! woi payah!! cepat keluarkan barang-barangmu!!"
"B-baik" sahutnya sambil mengambil beberapa kotak buah dari keretanya.
...
Kesal dengan sikap dari pedagang payah yang sama sekali tidak bergerak meski sudah ada uang di tangannya, aku kemudian kembali mendesaknya dengan suara keras untuk mengeluarkan buah dan makanan yang aku minta karena aku tidak ingin kehilangan jejak nona Shea yang baru saja melintas terbang di atasku, walaupun dia masih terbata-bata dan tampak berkeringat setidaknya pedagang itu mau bergerak mengambilkan dan menurunkan tiga buah
keranjang buah yang langsung aku masukkan ke dalam dimensi penyimpanan.
Setelah mendapatkan buah-buahan segar dari pedagang itu aku langsung pergi mengikuti aroma nona Shea ke dalam hutan.
...✧✧✧...
"Pohon-pohon ini sangat mengganggu! tapi aku harus fokus pada nona!"
Mengikuti nona Shea yang sedang melesat di udara, aku cukup kewalahan berlari di antara pepohonan yang menghalangi langkahku, aku bahkan beberapa kali nyaris menabrak pohon karena pandanganku hanya tertuju pada nona Shea yang berada tinggi di udara, aku tidak bisa harus terus fokus memperhatikan nona Shea yang sedang terbang karena ada pepohonan yang berada di depanku, tapi aku juga tidak bisa terus memperhatikan apa yang ada di depanku karena mungkin saja aku akan kehilangan jejak nona Shea, lengah sedikit saja aku benar-benar akan kehilangan nona Shea karena aromanya sangat cepat menyebar di udara.
Keadaan ini cukup merepotkan karena aku harus fokus pada dua hal sekaligus, aku mungkin bisa menghancurkan pepohonan di depanku dengan sekali serang untuk membuka jalan agar lebih mudah melewati hutan ini, tapi aku bisa menebak apa yang akan terjadi padaku jika aku melakukan itu.
"Ini sangat menyusahkan.../" ucapku sembari menembus semak-semak hutan.
Tokk!!
"Graahhh!! sialan!! bajingan... " ucapku sembari ingin menghancurkan sebatang pohon di depanku.
"Cih! lupakan! aku sudah tertinggal cukup jauh" sambungku seraya melompat naik ke dahan pohon.
Terus berlari mengejar nona Shea yang sedang mengudara di atas hutan aku sangat kesulitan dengan keadaan ini, aku cukup kesal dengan banyaknya semak dan pohon yang menghalangi langkahku, aku bahkan kerap kali berhenti mendadak untuk menghindari tabrakan walaupun nyatanya aku tetap menabrak pohon dengan keras saat aku sedang mencoba untuk melewati semak-semak yang cukup besar, benar-benar sangat memuakkan aku sangat ingin menghancurkan pohon-pohon itu, tapi aku langsung menghentikan cakarku lalu kembali fokus pada nona Shea yang sudah berada jauh di depanku.
Aku kemudian melompat naik ke atas dahan pohon dan melompat menyebrang ke dahan selanjutnya untuk mengejar ketertinggalanku dari nona Shea, meskipun melompat dari dahan ke dahan bukan keahlianku setidaknya aku dapat menyusul nona Shea sebelumnya akhirnya aku kembali turun ke tanah.
...✧✧✧...
"Eh! nona!! graahhh!!!" ucapku sambil berubah ke wujud monster manusia harimau.
.
.
__ADS_1
"Hup! dapat!" sambungku sembari menangkap tubuh nona Shea.
…
"Nona?! nona?!"
"Ekhh!! arghh!"
Masuk sangat jauh ke dalam hutan mengikuti arah terbang nona Shea, aku akhirnya bisa berlari dengan tenang tanpa halangan karena pepohonan sudah mulai berjarak dengan cukup lebar bahkan semak-semak besarpun juga sudah jarang terlihat, akan tetapi secara tiba-tiba nona Shea terlihat kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari ketinggian, melihat itu aku langsung berubah ke bentuk monster manusia harimauku lalu melompat ke dahan pohon untuk mendapatkan pijakan yang lebih tinggi agar bisa menangkap tubuh nona Shea.
Setelah berhasil meraih nona Shea aku langsung menyandarkan punggung kecilnya di sebuah batang pohon, aku juga memanggil dan menggoyang-goyangkan pundak nona untuk menyadarkannya, tapi nona Shea tidak meresponku dan terlihat sangat kesakitan seraya terus merintih memegangi rantai di lehernya bahkan tangannya tampak terbakar karena memegang rantai itu.
"Sebaiknya aku membawa nona Shea pulang, setidaknya dia akan lebih nyaman jika berada kamarnya" ucapku sambil kembali menggendong nona Shea.
Melihat nona Shea yang benar-benar sangat kesakitan dan terus merintih bahkan seolah tak menyadari bahwa ada aku di sampingnya, aku kemudian kembali menggendongnya untuk membawanya pulang agar nona Shea bisa beristirahat dengan lebih tenang dan nyaman, aku langsung menggunakan sihir teleport agar tubuh nona Shea tidak terguncang jika aku berlari dan agar nona Shea tidak merasa semakin kesakitan jika tubuhnya terguncang.
...✧✧✧...
"Ekhh!!"
"Tunggu sebentar lagi nona" ucapku sambil menaiki tangga menuju lantai dua.
.
.
"Beristirahatlah nona" ucapku sembari membaringkan tubuh nona Shea di atas tempat tidurnya.
"Hup! hm... ini sangat panas, sebaiknya aku mengambilkan kain dan air hangat" sambungku kebingungan sambil kembali berubah menjadi harimau.
Baru beberapa langkah aku menaiki anak tangga saat sampai di rumah untuk menuju ke kamar nona Shea di lantai dua, nona Shea kembali merintih dengan ekspresi yang sangat tersiksa bahkan napasnya menjadi tidak stabil, wajahnya mulai memerah dengan banyak keringat yang keluar, aku dapat merasakan tubuhnya gemetaran karena rasa sakit itu.
Aku kemudian mempercepat langkahku dan setibanya di kamar aku langsung membaringkan nona Shea di tempat tidurnya sebelum akhirnya aku kembali berubah menjadi harimau kecil, melihat nona Shea yang terlihat seperti terkena demam tinggi terlebih lagi kepala nona Shea terasa sangat panas ketika aku menyentuhnya, aku langsung melompat turun dari atas tempat tidur untuk mengambil selembar handuk kecil yang ada di lemari kecil nona lalu membasahinya dengan air hangat yang aku buat dengan menggunakan sihir air.
...
"Luka bakar di tangannya tidak sembuh?" ucapku pelan sambil menatap ke arah telapak tangan nona Shea.
"Healthy... hahh… ini percuma, sama seperti sebelumnya."
"Hah hah ha argh!" jerit nona Shea dengan napas yang terengah-engah.
"Nona!! kondisi nona terlihat semakin parah! sialan! apa tidak ada yang bisa aku lakukan... Frenya, ya Frenya dia pasti bisa membantu."
Kondisi nona Shea terlihat sangat mengkhawatirkan dengan rintihan yang yang selalu terdengar setiap saat, aku terus menempelkan handuk basah di dahinya untuk mengurangi panas tubuh nona Shea meski aku tak yakin itu akan berhasil, aku juga cukup kebingungan dengan apa yang sedang terjadi pada nona Shea terutama saat aku tak sengaja melihat luka bakar yang ada di telapak tangannya ketika aku ingin mengangkat tangan nona Shea kembali ke perutnya.
Meski itu hanya sebuah luka, tapi seharusnya tubuh nona Shea akan langsung bereaksi untuk menyembuhkannya walaupun kemampuan regenerasi nona sedang tidak stabil karena tertahan oleh rantai kutukan Ardner, akan tetapi luka bakar itu bahkan tidak menunjukkan adanya proses penyembuhan, dan aku benar-benar sangat kebingungan dengan apa yang harus lakukan untuk membantu nona Shea, aku tidak terbiasa mengurus orang sakit, aku tidak mengerti bagaimana harus memilih tindakan untuk merawatnya, satu-satunya yang bisa kupikirkan hanyalah menempelkan handuk basah di dahi nona sampai akhirnya aku berpikir untuk meminta bantuan kepada Frenya.
"Tunggu sebentar nona, saya akan segera kembali" ucapku sembari berjalan ke luar kamar.
Setelah memutuskan untuk meminta bantuan kepada Frenya, aku langsung pergi keluar dari kamar nona Shea untuk menemuinya meski akan sedikit merepotkan karena harus berurusan dengannya, tapi aku tidak punya pilihan lain selain bergantung padanya untuk mengurus nona Shea yang terlihat semakin parah.
...
"Aku benci melakukan ini, tapi tampaknya memang tidak ada pilihan lain, aku memang harus bertemu Frenya.../"
"Ohh... ada perlu apa denganku Sira?"
"Haarghh!!"
Brukk!!
"Apa akhir-akhir ini kau memang sering melompat Sira?" ucap Frenya tersenyum dari lantai dua.
...
"Argh! bajingan... aku seharusnya ingat dia selalu datang saat nona dalam masalah" ucapku terbaring di lantai.
Berjalan hingga depan tangga lantai dua, saat aku bersiap untuk menuruni tangga Frenya tiba-tiba muncul dan berbisik langsung ke telingaku, dia benar-benar menyebalkan, bagi orang lain mungkin suaranya terdengar indah sebagai seorang wanita dewasa, tapi bagiku suaranya sangat mencekam bahkan tanpa sadar aku malah melompat dari lantai dua dan mendarat dengan sangat tidak nyaman, aku mendarat dengan kepalaku sampai nyaris menancap di lantai, tapi aku beruntung karena aku mendarat dengan fisik harimau kecil, setidaknya bebannya sedikit lebih ringan.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Frenya padaku.
"Kau tidak perlu lagi menanyakan hal itukan Frenya, tanamanmu masih berdiri kokoh di atas meja nona Shea" sahutku sambil kembali berdiri.
"Aku hanya ingin bertanya" ucapnya tersenyum sambil berjalan menuju ke kamar nona Shea.
Berpegang pada pegangan tangga sambil menopang pipinya Frenya tersenyum sembari bertanya padaku tentang keadaan nona Shea, tapi tentunya aku tidak perlu menjawab itu dengan rinci karena Frenya pasti sudah tau bagaimana keadaan dari nona Shea, setelah mendengar ucapanku dia kemudian berjalan menuju pintu kamar nona Shea, begitupun denganku yang langsung kembali berdiri dan berjalan menaiki tangga sebelum akhirnya aku berjalan tepat di samping Frenya.
__ADS_1
...🌺🌺🌺🌺🌺...