
( enam tahun kemudian )
Blubukk Blubukk
"Bwaaa... aahhh ... berendam memang sangat menyenangkan, hehehe."
Saat ini aku berada di lantai 74 dan sudah sekitar enam tahun lamanya aku berpetualang menyelidiki tentang tatapan tidak menyenangkan yang dulu aku rasakan dulu, entah kenapa aku merasa orang itu berada di dalam labirin ini, tapi aku bahkan tidak bisa menemukan satupun petunjuk tentangnya.
Dan selama enam tahun ini juga tinggi dan besar tubuhku terus bertambah, tanduk, sayap, dan ekorku juga semakin panjang dan lebar tak terkecuali dengan kekuatanku yang juga bertambah kuat karena aku sering melatihnya untuk menghadapi orang itu.
Sebenarnya aku sedikit khawatir tentang pertumbuhan ini, jika terus seperti ini aku mungkin tidak akan bisa bergerak dengan bebas, tapi untungnya kekhawatiranku ini tidak terjadi semakin aku masuk ke dalam labirin semakinkin luas pula lorong dan ruangan yang ada di dalamnya langit-langit labirin juga semakin tinggi, jadi ini sudah bukan hal yang perlu dikhawatirkan lagi.
"Tuan!"
"Owhh Sira! kau sudah kembali? jadi bagaimana apa kau memukannya?"
"ya tuan."
Karena kami sering kali tersesat dan berputar-putar melewati jalanan yang sama, aku terlebih dahulu meminta Sira untuk mencari tau keberadaan setiap pintu yang mengarah ke lantai bawah, tujuannya agar kami bisa memetakan lokasi dan dapat langsung pergi ke lantai bawah tanpa harus tersesat.
Dalam perjalanan ini aku selalu membangun tempat tinggal sementara untuk beristirahat dan bersembunyi setiap kali aku melewati sepuluh lantai labirin termasuk tempat yang ku tinggali saat ini, tentunya itu dibuat di tempat yang tersembunyi dan juga aku mengelilinginya dengan sihir ilusi agar tidak ada yang bisa menemukannya.
Ada satu hal yang membuat sedikit kebingungan adalah tentang udara yang ada di dalam labirin ini seharusnya semakin dalam aku masuk ke lantai labirin maka udaranya akan terasa semakin sesak, tapi ternyata tidak, membingungkan bukan?
Yup setelah melakukan sedikit penelusuran dan penyelidikan akhirnya aku menemukan jawabannya, itu karena ada banyak tumbuhan merambat yang tumbuh di dalam labirin ini dan menciptakan semacam ekosistem sendiri.
"Ada terdapat sekitar 7 jalur lorong di depan kita, tiga diantaranya terhubung dengan pintu labirin lantai 75 sementara sisanya hanya jalur berputar-putar dan jalan buntu." Jelas Sira.
"Terima kasih Sira."
Pintu ya pintu, itulah sebutanku untuk mulut gua yang menghubungkan setiap lantai yang ada di labirin Great Elo(el'), aku bahkan baru tau nama labirin ini dari Sira lima tahun yang lalu padahal aku sudah tinggal cukup lama di dalam labirin ini.
Great Elo(el') itulah nama labirin ini, dari yang Sira bilang labirin ini adalah labirin terbesar dan satu-satunya yang pernah ada dan hanya memiliki 90 lantai yang menghubungkan tiga benua di dunia ini, tapi sebagian besar dari labirin ada di bawah benua Elo (el') itulah sebabnya dinamakan sebagai labirin Great Elo.
Sembilan puluh lantai kenapa tidak seratus? entah lah tanyakan saja pada orang yang membuatnya, siapa yang membuatnya? jangan tanya aku karena aku baru terlahir beberapa tahun yang lalu, mungkin ada alasan tersendiri mengapa lantai labirin ini hanya berjumlah 90 lantai.
Untuk sekarang aku akan terus berendam hehehe, jarang-jarang aku bisa menemukan danau seluas ini, mengenai pintu labirin itu akan ku kesampingkan dulu, he.
"Tuan..."
"Ya ada apa?"
"Mungkin ketika kita melewati salah satu dari ketiga pintu itu, kita akan sedikit bentrok dengan beberapa monster besar seperti black scorpion, kelabang, dan sarang lebah..."
Hm... mereka bukan monster yang berbahaya, ukuran mereka lebih kecil dariku dan juga kekuatan mereka jauh lebih lemah dariku, jadi itu bukan masalah.
__ADS_1
"Tak masalah Sira, yahh mari kita hadapi." Ucapku sambil berjalan keluar dari danau.
"Tapi tuan... mereka tampaknya memiliki banyak kawanan di sekitar jalur itu... dan juga tampaknya kita juga akan berhadapan dengan beberapa naga yang ada di depan pintu labirin itu."
" ... "
Ah... sial, satu atau dua tak masalah, tapi kawanan adalah hal yang merepotkan dan lagi aku tidak ingin berurusan dengan para naga itu... mereka jelas lawan yang cukup tangguh dan meresahkan.
"J-jadi bagaimana tuan, apa kita lawan saja?"
"Um... setelah dipikir-pikir lebih baik berenang di sini daripada harus jalan-jalan ke luar sana, Y-yahh... sambil menunggu mereka pergi, hehehe." Ucapku sambil berbalik dan kembali berendam.
"Baik tuan."
Aku tidak ingin melawan mereka bukan berarti aku takut, aku hanya tidak ingin repot menghadapi mereka semua, singkat saja jika ada hal yang menyenangkan yang bisa kulakukan kenapa aku harus memilih hal yang merepotkan seperti itu, aku bisa saja mengalahkan mereka semua, mereka tidak lebih dari sekedar makanan untukku, hehehe.
Sira kemudian naik ke atas batu di dekat danau lalu berbaring sembari menutup matanya dan menunggu perintahku selanjutnya, enam tahun yang lalu dia telah mengucapkan sumpah setianya sebagai bawahanku dan selama itu juga dia terus menemaniku berpetualang di dalam labirin ini, walaupun begitu aku lebih suka menganggapnya sebagai teman seperjalanan ketimbang sebagai bawahan.
Aku sering belajar sihir darinya, walaupun aku sangat jarang menggunakan sihir yang dia ajarkan, aku kadang merombak sihirnya dan meningkatkan kekuatan dari sihir itu, menyesuaikannya dengan kekuatan yang aku miliki.
Salah satu sihir yang dia ajarkan adalah storm attack, tapi karena aku bukan pengguna spesialis satu elemen jadi aku menggabungkannya dengan elemen lain yang aku kuasai menjadi serangan fire storm, dan juga blue sky, tapi aku sangat jarang menggunakan kedua skill ini karena memiliki daya ledak yang cukup besar dan berisiko menghancurkan lantai labirin jika kugunakan jadi aku lebih memilih untuk menyegelnya saja.
Aku juga menggabungkannya dengan elemen es dan menciptakan sesuatu yang mengagumkan, aku menyebutnya winter waves hehe, aku memang suka menciptakan sesuatu yang baru.
Sihir yang satu ini kurang lebih sama seperti Freezing yang aku miliki bisa dibilang ini adalah versi lain dari Freezing itu sendiri, bedanya hanya terletak pada cara dan jangkauan serangannya.
Sedangkan untuk Winter waves sendiri hanya mengandalkan tekanan udara yang ada di sekitarku dan untuk jangkauannya sangatlah luas, tapi yang satu ini tidak cocok untuk tipe penyerang mungkin lebih cocok untuk pertahanan.
Intinya semua efek dari kedua serangan ini tergantung pada seberapa besar kekuatan yang aku miliki.
Walaupun begitu serangan yang satu ini tidak terlalu berbahaya karena hanya mengubah benda mati saja dan bukannya makhluk hidup, berbeda dengan Freezing yang dapat mengubah makhluk hidup menjadi tumpukan es yang mencair.
Biasanya sihir ini aku gunakan untuk membuat ruangan yang aku tinggali agar terlihat bersih dan berkilauan, cukup berguna untuk membantu dekorasi hehe, semuanya tergantung pada bagaimana caraku menggunakan kekuatan itu.
"Huhh... sebaiknya sudah dulu berenangnya, aku ingin jalan-jalan mencari makan."
Perlahan aku keluar dari danau dan sedikit melakukan perenggangan untuk mengeringkan air di tubuhku.
"Sir...a, ah... dia tidur... yahh... biarlah dia pasti kelelahan setelah menelusuri labirin sendirian." Ucapku sambil menatap ke arah Sira lalu pergi meninggalkannya.
Zzz... Zzz... Zzz...
"Aku pergi Sira... " Ucapku pelan
.
__ADS_1
.
.
.
.
"Hm... karena sudah terlanjur sebaiknya aku melihat-lihat keadaan jalur yang dibilang Sira tadi."
Karena Sira sedang tidur aku memutuskan untuk mencari makan sendiri sekaligus aku juga ingin mencari tau tentang keadaan monster yang berada di jalan masuk seperti yang Sira katakan sebelumnya, untuk mengawasi dan mencari celah melewatinya agar lebih mudah untuk masuk ke lantai 75.
"Tapi, di mana jalur lorongnya?" ucapku sambil menatap ke arah lorong yang ada di depanku.
"Oowhhh... benar juga."
[ Eyes of vision ]
"Hm... bukan, bukan, bukan, tidak bukan yang ini, Oowh... yang ini, tapi ternyata lebih banyak dari yang kukira huhh... perlu sedikit perjuangan untuk menembusnya, yahh... nanti saja lah, sebaiknya aku mengurus perutku terlebih dahulu."
.
.
.
GRAAHHHHHH!!!
"Apa! sejak kapan?!"
Aku kemudian berbalik meninggalkan ke tujuh lorong itu, tapi ternyata aku telah di kepung oleh beberapa ekor naga dari belakang meraung ke arahku dengan serentak dan bahkan mereka menutup jalan keluarku sehingga aku benar-benar terjebak dalam kepungan mereka.
Craahhhhh!!!
"Ah... benar-benar meresahkan!"
Karena raungan dari para naga itu semua monster yang ada di dalam lorong labirin akhi juga ikut keluar dan mengepungku, jalan buntu untukku tak ada pilihan lain selain melawan mereka semua.
Tujuh ekor black scorpion, tiga monster kelabang besar, satu salamander api, dan tiga naga. Kalajengking, salamander, dan naga memiliki ukuran yang cukup besar hanya 10 meter di bawahku, mereka lawan yang tangguh apalagi para naga itu mereka jelas memiliki kekuatan di atas para monster labirin pada umumnya.
GRAAHHHHHH!!!
"Oohhh... jadi main keroyokan ya... baiklah kalau begitu akan kuterima tantangan kalian, mari kita mulai!!"
GROAAHHHHHH!!!
__ADS_1
...~•~...