I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 103: [ The Tiger King's Perspective ]


__ADS_3

"Sialan! menghadapi para mayat ini membuatku berada jauh dari nona, walau ada Frenya yang melindungi dari kejauhan, tapi dilihat dari pergerakannya Frenya tidak akan muncul semudah itu, kuharap nona baik-baik saja."


"Aku merasa kasian dengan kalian yang sangat ingin terbebas dari raja iblis, tapi tidak pernah mendapatkan kebebasan kalian bahkan setelah kematian menghampiri kalian, sangat tidak mengenakkan mengalami kematian berkali-kali, meskipun begitu ini akan menjadi yang terakhir kalinya bagi kalian karena sebentar lagi Leron akan selesai, tapi… " ucapku menatap kelima undead di hadapanku.


Dari jarakku saat ini cukup sulit untuk mengawasi keadaan nona Shea dengan jelas, aku benar-benar dibawa pergi menjauh dari sisi nona oleh para undead ini, yang bisa aku lakukan hanyalah percaya pada nona dan Frenya yang berada di belakangnya meskipun begitu Frenya tidak akan pernah muncul semudah itu di hadapan orang-orang.


Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan nona menghadapi Leron dan Kin sendirian apalagi saat ini aku berada cukup jauh dari nona dan terhalang rimbunnya hutan dan para undead komandan yang semuanya adalah wanita, aku sendiri bingung kenapa hanya mayat komandan wanita yang dibangkitkan kembali, tapi mengingat siapa yang membangkitkan mereka aku menjadi sedikit prihatin dengan kondisi mereka berlima.


...*****...


"Maaf tuan saya menolak, saya benci dengan pria yang tidak menghargai wanita, saya benci dengan orang yang suka memaksa, saya benci dengan orang yang tidak sopan, saya bukan seorang pelac*r, saya bukan wanita murahan yang biasa ditemukan di gang-gang gelap, sebagai seorang perempuan saya punya harga diri dan nama baik, tidak ada yang bisa menekan dan memerintah saya kecuali orang yang saya pilih"


...***...


"Haaahh, sudah saya ucapkan sebelumnya bahwa saya tidak suka dengan orang yang merendahkan kaum wanita, saya tidak suka dengan ucapan anda yang bilang kalau ' saya harus duduk manis di atas kasur ' memang benar bahwa perempuan itu harus diam di rumah dan melakukan pekerjaannya, tapi kami berhak untuk memilih keinginan kami sendiri terutama untuk perempuan lajang seperti saya yang masih memiliki kebebasan."


"Ah satu lagi…! saya tidak tertarik dengan permainan ranjang dan jangan pernah mengatakan hal itu lagi di hadapan saya, karena saya benci dengan orang yang berkata tidak sopan pada perempuan, dan karena tidak ada yang tau sampai kapan anda bisa mempertahankan kepala anda itu!"


...*****...


"Cih!! ini benar-benar membuatku kesal! ah benar, kira-kira siapa yang mengajarinya kata-kata itu?!"


"Yaah, Leron, pecinta mayat itu! kau sangat memuakkan! bedebah sialan itu berani-beraninya dia mengotori pikiran nona Shea, kubunuh yaah akanku bunuh dia" ucap tersenyum kesal melihat para undead komandan di hadapanku.


Cerdas atau jenius atau malah hanya inisiatif mengembangkan bahasa? ucapan nona benar-benar membuatku tercengang dan tidak bisa mengikuti pembicaraannya dengan Leron dan Kin, nona baru belajar menggunakan kalimat beberapa bulan yang lalu dan aku tidak pernah mengajarkan padanya tentang kata-kata gelap itu.

__ADS_1


Tidak ada orang pun yang bertemu dengan nona saat dia belajar berbicara dan jika nona mengetahui kata itu sebelum dia bisa berbicara kemungkinannya sangatlah kecil bahkan tidak ada sepersekian persen pun, karena nona tidak mengetahui dan mengerti apa-apa tentang arti dari sebuah kalimat ucapan sebelum dia belajar berbicara padaku, dan aku tidak pernah mengucapkan kata-kata itu selama aku berada di dekatnya, jadi dari mana asalnya pengetahuan tentang kata itu?


Nona Shea adalah anak-anak yang masih sangat polos tentang hal-hal seperti itu, selama aku berbicara dan mengajarinya mengucapkan sebuah kalimat aku tidak pernah membicarakan sesuatu yang berbahaya seperti itu karena pikirkan nona yang sangatlah polos dan masih bersih dari hal-hal yang berbau dewasa.


Dengan raut wajah kekesalan aku menatap kelima undead komandan yang berdiri di hadapanku, aku juga mengucapkan kekesalanku tentang ketidaksenanganku pada perkataan Leron yang membawa pengaruh buruk pada nona Shea, mengingat kembali kapan nona mengatakan itu membuatku sangat marah pada Leron karena semua ini adalah salahnya yang sangat terobsesi dengan tubuh wanita sampai-sampai dia banyak mengatakan hal kotor pada nona.


Walau secara lambat-laun nona pasti juga akan mengetahui tentang arti sebuah kedewasaan, tapi aku ingin nona mengetahui tentang hal itu saat dia sudah tumbuh dewasa dan dapat berpikir tentang masa depannya, aku ingin menyerahkan semua pengetahuannya pada waktu dan membiarkan waktu sendiri yang akan menyampaikan itu semua padanya, bukan dari orang bejat penggila mayat wanita seperti Leron.


"Baiklah akanku mulai dari mengirim kalian ke dunia yang seharusnya, GRAHHHH!!"


DUARRR!!


Sihir perisai berlapis! ternyata mereka masih bisa merespon serangan dengan cepat.


"Tidak akanku biarkan kau menggunakan sihir itu!" ucapku menatap sambil melakukan serangan pada undead di samping kiriku.


"Ah sial!!"


Shuttt!!


Cih!! gawat!! kalau begitu…


DUARRR!!!


"Hah haha hahahaha!! ini sangat kuat, tapi belum cukup untuk mengalahkanku!"

__ADS_1


Tidak ingin membuat nona menunggu lama aku kemudian langsung berlari dengan kepalan tangan yang siap menghantam dua undead yang juga ikut berlari ke arahku, dan dengan satu pukulan keras aku berhasil menghantam tubuh keduanya sampai terlempar cukup jauh ke dalam hutan dengan menghantam pepohonan, walau sudah menjadi mayat yang dikendalikan aku cukup kagum dengan mereka karena dapat merespon seranganku dengan sangat baik dan sempat menggunakan sihir perisai berlapis untuk menahan pukulanku, meskipun begitu mereka tetap saja terlempar jauh karena pukulanku itu.


Setelah melemparkan dua undead itu perhatianku kemudian teralihkan pada salah satu undead wanita cantik yang sedang menyiapkan sihir penghancur tidak jauh di samping kiriku, walau tidak mengucapkan mantra sihir undead itu tetap berhasil mengaktifkan sihirnya, lingkaran sihir bewarna merah dan kuning dengan beberapa simbol rune sihir yang mengelilinginya juga lingkaran rune berlapis yang mengambang tinggi di atasku, saat melihat semua itu aku langsung tau kalau itu adalah sebuah sihir penghancur yang sangat berbahaya dikarenakan efek ledakannya yang sangat besar dan tentu itu akan sangat merusak jika terkena secara langsung.


Melihat keadaan yang berbahaya tentunya aku tidak akan tinggal diam menerima serangan itu, aku kemudian dengan cepat mengibaskan sihir cakar angin padanya, tapi sayangnya dua undead lainnya menghalangi seranganku lalu akhirnya sihir penghancur itu aktif dengan melesat cepat turun ke bawah memancarkan cahaya menyilaukan dari atas kepalaku, karena serangan itu berada tepat di atasku aku tidak lagi memiliki kesempatan untuk menghindarinya.


Walaupun tidak dapat menghindar aku tidak akan pernah gentar dengan serangan itu, aku kemudian menerima semua serangan itu dengan tanpa bergerak dari tempatku berdiri saat ini, meski itu serangan yang berbahaya, tapi kekuatanku juga tidak bisa dianggap remeh tentu karena aku tidak mungkin menerima gelarku tanpa adanya pembuktian kelayakan untuk mendapatkannya.


"Aku kagum dengan kalian, meski sudah mati kalian tetap bisa melakukan serangan sehebat ini" ucapku menatap ketiga undead itu.


Memang mengesankan, tapi ternyata percuma mengucapkan pujian pada mayat.


Ssttt!!


"Kalian masih bisa bertarung!!? mayat memang tidak bisa merasakan rasa sakit!!"


...


"Ini akan sedikit lama, nona!" ucapku menatap undead di sekelilingku.


Sekali lagi aku merasa kagum dengan para undead cantik ini selain respon menghadapi serangan mereka juga dapat menggunakan sihir tingkat menengah yang berbahaya, meski mereka telah lama mati, tapi tidak ada tanda pembusukan pada tubuh mereka, terlihat jelas kulit yang masih bersih walaupun sangat dingin tanpa ekspresi, mungkin karena itu aku menganggap mereka masih hidup dan tetap berbicara seperti biasanya, walau begitu menyebalkan berbicara sendiri tanpa ada yang menjawab atau menyahut ucapanku, tapi mengingat mereka hanya mayat yang dikendalikan membuatku sangat kesal.


Dari arah belakangku tiba-tiba saja sebilah belati melesat dan nyaris mengenai kepalaku jika saja aku tidak menyadarinya, belati itu berasal dari undead yang sebelumnya telah terlempar jauh karena pukulanku, mereka berdua kini telah kembali ikut mengepungku bersama dengan para prajurit undead yang bermunculan dari semak-semak hutan.


Melihat banyaknya undead dan juga kelima undead mantan komandan pertarungan ini tidak akan berjalan dengan lancar dan keinginanku untuk cepat mengakhiri pertarungan ini agar bisa melindungi nona yang sedang dalam keadaan tidak baik akan terhambat cukup lama.

__ADS_1


...🍃~🍃...


__ADS_2