
"Haaahh, dan alasan ketiga saya, jangan pernah meremehkan kami berdua!" ucapku menghela napas sambil tersenyum tajam mengangkat senjataku.
Dan yang keempat: karena telah mengingatkanku pada hal yang menyedihkan.
Melihat raut wajah mereka yang sudah sangat berambisi untuk mengalahkanku membuatku juga merespon mereka dengan mengacungkan senjataku pada mereka sembari mengatakan alasanku yang ketiga dengan tanpa keraguan, dilihat dari segi tujuan hal utama yang mereka inginkan adalah untuk menjadikanku sebagai boneka, tapi jika aku mengambil kesimpulan dari ucapan iblis Kin dan Leron sebelumnya keinginan mereka mungkin sedikit berbeda.
Hal pertama yang diinginkan oleh iblis Kin mungkin adalah menggunakan kekuatanku untuk membantunya melaksanakan tugasnya membantai orang-orang, tapi itu hanya pemikiranku saja karena dia sebelumnya terlihat sangat ingin membuatku bergabung dengan mereka, sebelumnya dia juga seperti sedang mengamati sesuatu yang ada padaku dan caranya mengamatiku sangat mencurigakan, walau begitu aku yakin pikirannya tidak seburuk iblis Leron.
Sedangkan untuk iblis Leron saat ini dia pasti sedang memikirkan cara terbaik untuk melancarkan hasrat bejatnya padaku, secara keseluruhan mereka menginginkan hal yang berbeda dariku, tapi menggunakan cara yang sama untuk mendapatkannya, si mesum Leron menginginkan tubuhku sebagai pemuas pribadinya sedangkan iblis Kin ingin memanfaatkan kekuatanku untuk pengabdiannya dan aku benci mereka berdua. "•_•
Aku juga merasa sangat kesal dengan perbuatan mereka yang mengingatkanku pada hal yang menyedihkan dan memilukan yang pernah terjadi padaku dulu, terutama pada setiap ucapan Leron yang benar-benar mengingatkanku pada hal itu, dan karena itu aku sangat membencinya lebih dari iblis Kin.
"N-nona?!" ucap Sira.
"Tidak apa-apa Sira, saat ini aku sedang ingin membunuh beberapa iblis" ucapku melirik tajam ke arah iblis Kin dan Leron.
"T-tapi nona keadaan anda saat ini/"
Pak Pak Pak!
"Hehehe, tenang saja Sira aku baik-baik saja…" ucapku menepuk-nepuk punggung Sira sambil tertawa kecil padanya.
Tapi, aku tidak boleh lengah!
"… he hehehe."
Apa aku harus kembali menggunakan sihir? tidak sebaiknya jangan lakukan itu, jika aku melakukannya pasti itu akan sangat sakit.
...
Melihat aku yang seakan menantang mereka - walaupun aku memang melakukan itu - membuat Sira terkejut dan tampak seakan bertanya-tanya dengan sedikit wajah khawatir mengingat aku sedang tidak bisa menggunakan kekuatanku dengan bebas juga efek penggunaan sihirku yang masih sangat terasa di tubuhku meskipun aku masih bisa menahan itu.
Karena Sira yang tampak khawatir aku kemudian menepuk-nepuk punggungnya dengan sedikit paksaan sambil tertawa kecil padanya karena aku sendiri juga ragu untuk melawan mereka bertujuh dengan kondisiku yang tidak sehat, walaupun begitu aku bahkan masih sempat mengancam mereka berdua dengan tatapan tidak menyenangkan yang mengarah pada mereka.
Yaah… aku cukup berani mengajak bertarung dua iblis dengan gelar komandan hanya menggunakan pedang sihir dan keahlian fisik yang bahkan mungkin tidak sebanding dengan mereka, tapi walau hanya bermodalkan pedang sihir dan kemampuan fisik aku tidak akan pernah gentar menghadapi mereka karena aku percaya dengan kemampuanku dan ini untuk membela harga diriku sebagai seorang perempuan baik-baik. •_•
Tapi, seperti yang kuduga mereka tidak akan takut dan mundur hanya karena tatapan juga ancaman yang aku lakukan, malahan mereka berdua terlihat sangat bersemangat dan semakin terlihat mengerikan dengan ekspresi yang penuh gairah bertarung, tatapan mereka semakin tajam dan senyuman mereka yang juga tambah menyeramkan, aku bahkan sempat ragu apakah harus menggunakan kekuatan sihirku atau tidak, tapi pikiranku itu terhenti saat memikirkan kembali tentang rasa sakitnya ketika aku menggunakan kekuatan itu jadi aku memutuskan untuk tidak menggunakannya karena itu akan sangat merepotkan.
__ADS_1
"Bagus bagus!! akan lebih menyenangkan jika kau bertarung dengan kekuatan penuhmu!!" ucap iblis Kin menatap tajam ke arahku dengan wajah penuh semangat bertarungnya.
"Kekuatan penuh ya? shishishi, tidak tidak… anda akan menyesal jika saya menggunakan kekuatan penuh saya, lagipula saya sudah bilang kalau ' saya sedang dihukum ' tuan" sahutku tersenyum dan tertawa kecil sambil menatapnya.
Meski begitu, aku sudah cukup sering melanggarnya dan terus menggunakan sihirku, haaah… berharap saja orang itu tidak marah padaku, aku tidak ingin menambah masalahku dengannya.
"Ha!! jangan terlalu sombong nona! menyerah saja dan bersedialah menjadi mainanku, aku tidak ingin menggores kulit indahmu itu" ucap iblis Leron padaku dengan lidah yang menjilati mulutnya penuh nafsu.
Aaah, menyebalkan!
Sring!!
"Graaahh!! nona saya akan menghadapi para undead ini!"
"Ya berhati-hatilah Sira" ucap sedikit khawatir dengan Sira.
Aghh, aku tidak ingin menjadi bagian dari mayat undead itu.•_•
Saking bersemangatnya mereka dalam pertarungan ini si iblis cakram itu bahkan memintaku menggunakan seluruh kekuatanku untuk bertarung dengannya, sontak saja setelah mendengar itu aku langsung kembali tersenyum sambil menutupi mulutku untuk meredam suara tawaku dengan sedikit merendahkan dan memasukkan kalimat ancaman halus pada mereka, bagaimana tidak? mereka berdua adalah iblis yang sombong walaupun iblis Kin tampak seperti sudah mengetahui tentang kekuatanku tetap saja dia seperti ingin merasakan seberapa besar kekuatanku itu.
Mereka lebih lemah dariku bahkan jika mereka menggabungkan kekuatannya hanya saja cara bertarung mereka yang sulit ditebak membuatku harus tetap waspada karena itu tetap menjadi ancaman bagiku, dan juga karena kekuatanku itu memang tidak bisa digunakan dikarenakan aku masih dalam masa hukuman walau aku sudah cukup sering melanggar itu.
...........
"Maaf tuan, kenapa kalian begitu menginginkan saya, bukankah itu bertentangan dengan tugas kalian untuk melakukan pembantaian?"
Walaupun sudah jelas jawabnya, tapi aku akan memastikannya sekali lagi.
" …?"
"Wei Wei nona! kau yang mencoba menghalangi kami melakukan itu, jadi kami tidak ada pilihan selain mengalahkanmu terlebih dahulu dan anggap saja mendapatkanmu adalah sambil menyelam minum air, mendapatkan pion yang berharga mungkin akan berguna untuk pertempuran selanjutnya" jawab iblis Kin padaku.
Itu seperti dugaanku sepertinya tidak ada pilihan lain aku memang harus membunuh mereka.
"Setelah itu kau akan berakhir sama seperti mereka berlima, aku yakin tubuhmu yang indah itu akan membuatku sangat bergairah jika dinikmati dengan perlahan" sahut iblis Leron padaku.
"Saya rasa ucapan itu tidak pantas dikatakan dihadapan anak-anak..."
__ADS_1
Ahh, menyebalkan! akanku bunuh dia lebih dulu.
"Anak-anak…?" ucap iblis Kin terlihat bingung.
Setelah Sira pergi menghadapi kelima undead suruhan Leron aku kemudian bertanya pada kedua iblis itu untuk memastikan tujuan mereka walaupun aku sudah dapat menebak semua tujuan mereka, tapi tetap saja aku ingin menanyakan hal itu.
Sesuai dengan yang ada di pikiranku ' Sambil menyelam minum air ' tujuan utamanya adalah menjalankan perintah dari rajanya untuk melakukan pembantaian, sedangkan keinginannya yang seolah ingin merekrutku adalah membuatku menjadi kekuatan tambahan untuk menjalankan misinya itu, dia orang yang cerdas dan sangat patuh pada perintah tuannya sampai-sampai memiliki pemikiran sendiri untuk mempermudah tugas kedepannya.
Dan pastinya pertanyaanku itu lagi-lagi memancing ucapan yang tidak menyenangkan dari iblis Leron meski begitu aku cukup puas dengan jawaban dari iblis Kin mengingat dia satu-satunya iblis normal yang bisa diajak bicara dengan bahasa yang normal juga, tidak seperti temannya yang hanya bisa meresponku dengan membicarakan hal-hal kotor yang ada di pikirannya. •_•
Satu hal yang cukup menarik bagiku adalah kedua iblis itu memang tidak menyadari kalau aku masih berada di bawah umur, yaah… penampilanku itu cukup untuk membuat orang salah paham saat melihatku untuk pertama kalinya kecuali aku sendiri yang membocorkan tentang hal itu pada orang lain.
"Hei tuan… apa anda punya kata-kata terakhir?"
"Ha?!!" sahut Leron kesal.
"Ah benar, seharusnya saya bilang ' bolehkah saya meminta nyawa anda?' tuan!"
Ssttt!!
DUARRR!!!
"Cih!!" geram Leron terlihat marah.
"Ahh, efek serangannya jauh lebih besar dari dugaanku!" ucapku sambil menatap bilahan pedangku.
"Kau lumayan cepat nona, hei! komandan kau yang urus dia aku akan menonton saja, karena tampaknya dia lebih punya urusan denganmu daripada denganku" ucap iblis Kin mundur seraya menatap kami dengan senyuman liciknya.
Kekesalanku benar-benar sudah sangat memuncak terutama pada iblis Leron yang selalu mengatakan hal tidak menyenangkan padaku, sambil menunduk menatap ujung pedangku aku kemudian perlahan menatap mereka lalu mempersilahkannya untuk mengatakan pesan terakhir yang mereka ingin katakan sebelum aku membunuh mereka berdua, dan karena aku orang yang baik terlebih dahulu aku meminta izin untuk membunuh mereka.
Setelah mengatakan hal itu dengan cepat aku melesat berdiri di hadapan kedua mereka lalu menebaskan pedangku untuk memotong leher mereka secara bersamaan, karena setiap makhluk hidup pasti akan mati ketika kepalanya terpotong -kecuali untuk beberapa spesies tertentu-, tapi nyatanya itu tidak akan mudah karena mereka masih bisa menghindari itu dan dengan gesit melompat jauh ke samping.
Walau begitu aku tidak mengira kalau pedang itu ternyata sangatlah kuat, hanya dengan satu ayunan pedang itu aku menghancurkan pepohonan hutan sejauh setengah mil -setidaknya itu menurutku hehe- yang bahkan aku tidak bermaksud untuk menggunakan kekuatan sihir dari pedang itu, itu sangat mengejutkanku aku benar-benar tidak menyangka bahwa pedang itu memiliki kekuatan yang besar, tapi aku suka itu karena kekuatannya akan menjadi satu poin kemenangan untukku karena aku tidak bisa menggunakan kekuatanku untuk sementara waktu.
Saat sedang menatap pedangku entah takut atau karena dia memiliki rencana lain yang licik iblis Kin kemudian menyerahkan tugas menghadapiku pada iblis Leron lalu mundur dari medan pertempuran ke tempat yang cukup jauh dari kami, meski terlihat seperti pengecut aku tidak akan menganggapnya seperti itu karena aku dapat menebak dia bukan iblis yang pengecut, walau begitu aku setuju dengan pemikirannya itu dia seolah bisa menebak jika aku ingin membunuh iblis Leron terlebih dahulu dan membiarkanku menghadapinya secara duel dan adil tanpa pihak ketiga yang mengganggu.
...🌹*****🌹...
__ADS_1
...~Maaf terlambat, author lagi kurang enak badan~...