I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 48: Hal Yang Membingungkan (The Tiger King's Perspective)


__ADS_3

"Sepertinya nona sudah selesai." Ucapku sambil menatap ke arah nona.


Nona menghabisi satu koloni laba-laba dengan mudah dan cepat, nona tampak sangat menikmatinya, senyumannya terlihat sedikit menyeramkan terdapat aura membunuh yang terpancar di dalamnya, sangat berbeda dari biasanya.


Senyumannya biasa dipenuhi oleh keceriaan dan kegembiraan seperti bunga yang bermekaran, tapi yang aku lihat dan rasakan sekarang hanyalah aura membunuh, mungkin nona memiliki masalah tersendiri dengan laba-laba itu.


"Nona."


"HAH!!!"


Saat aku memanggil nona dia tiba-tiba menatapku dengan tatapan yang tajam seolah-olah masih ingin membunuh sesuatu, aku spontan mengambil langkah mundur karena terkejut dan juga sedikit gemetar, tatapan mata nona tiba-tiba terasa sangat menakutkan bagiku.


A-apa itu tadi!? n-nona marah?! tidak tidak tidak, aku harus tenang.../


..


"Eh! maaf Sira, kurasa aku sedikit terbawa suasana." Ucap nona padaku.


Eh...!


Jantungku terasa hampir terlepas saat nona mulai mendekatiku, aku masih sedikit menutup mataku mengingat aura menyeramkannya tadi keadaan menjadi semakin tegang.


Tapi, ternyata dia mendekat hanya untuk minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf padanya, tapi bukan nona namanya jika tidak meminta maaf lebih cepat dari orang yang bersalah, yahh nona yang kukenal sudah kembali seperti semula, satu hal yang pasti aku tidak boleh membuatnya marah.


"T-tidak apa-apa nona saya mengerti."


Suasana pertarungan memang sering seperti itu. "•_•


"Sekali lagi maaf ya Sira."


"Tidak tidak, bukan masalah nona." Sahutku.


Setelah mendekatiku sambil meminta maaf nona kemudian mengangkatku dan langsung meletakkanku di atas kepalanya sama seperti biasa, walaupun aku sudah sering bilang tidak perlu, tapi nona masih melakukannya.


"Nona, ada jaring laba-laba di rambut anda." Lanjut Sira.


"Eh! d-di mana? di mana?" tanya nona.


"Di ujung rambut nona."


Karena aku berada di atas kepalanya, aku bisa melihat ke sana-kemari dengan mudah apalagi dengan tubuh sekecil ini, jujur saja rambut nona sangat lembut jadi terasa sangat nyaman di atas sini hehe.


"Wahh... terima kasih Sira." Ucap nona.


.


.


"Oowhh!! benar! tapi apa aku bisa?" ucap nona.


Hm... apa maksudnya?


"Ada apa nona." Tanyaku.


"Aku hanya berpikir apa aku bisa membuat baju dengan benang laba-laba ini?"


Nona tiba-tiba terdiam sejenak lalu mengatakan hal yang mengejutkan, sesuatu yang mungkin tidak akan dipikirkan oleh siapa pun, nona bilang dia ingin membuat baju dari benang laba-laba.


"Apa itu mustahil untuk dilakukan?" tanya nona padaku.

__ADS_1


"Entahlah nona, jika menggunakan benang biasa mungkin bisa, tapi jaring laba-laba itu terlihat sangat lengket untuk dijadikan benang jahit." Jawabku


"Itu ada benarnya, tapi..."


"Yahh... aku tidak akan tau jika tidak dicoba, lagipula kalau dilihat lebih jelas benang ini terbuat dari mana sihir, yup apapun yang berhubungan dengan sihir aku pasti bisa melakukannya." Ucap nona dengan bersemangat.


"Saya rasa juga begitu, tidak ada salahnya untuk mencoba nona." Ucapku pada nona.


Eh! tunggu dulu apa nona berpikir ingin membuat benang sendiri? a-apa itu bisa dilakukan?


Aku semakin terkejut mendengar ucapan nona, ucapannya seolah-olah nona ingin membuat benang sendiri dengan menggunakan sihir, itu adalah hal yang tampak sangat mustahil, jika menirukan sihir biasa mungkin bisa untuk dilakukan.


Tapi meniru skill yang hanya bisa dilakukan oleh monster sejenis laba-laba aku sedikit meragukannya walaupun nona adalah orang yang berbakat.


"Tidak terjadi apa-apa, huhh... sekali lagi, aku harus fokus."


Nona kemudian fokus untuk mencoba membuat benangnya sendiri, nona terlihat sangat bersemangat aku tidak tega memberitahunya bahwa itu adalah hal yang mustahil.


"Hm... apa ini? eh! t-tunggu!"


Saat aku memperhatikan nona yang sedang fokus dengan percobaannya tiba-tiba ada beberapa helai benang tipis melilitku lalu mengangkatku ke atas, awalnya aku mengira kalau itu dari salah satu laba-laba yang masih hidup.


Tapi ternyata benang itu berasal dari nona dan entah kenapa benangnya malah mengarah padaku dan menggantungku cukup tinggi.


"Nona?" panggilku.


"Tunggu Sira, tolong jangan menggangguku dulu, aku bisa merasakan sensasinya di ujung jariku."


"Nona kau sudah berhasil melakukannya, nona?!" ucapku sambil berusaha memotong benangnya dengan cakarku.


" ... "


Tampaknya nona tidak menyadari kalau dia sudah berhasil membuat benang sendiri, tapi tidak kusangka nona benar-benar melakukannya bahkan benangnya lebih kuat dari benang laba-laba yang ditirunya.


Aku mengeluarkan salah satu cakarku berusaha memotong benang itu, tapi tidak ada hasil sama sekali benang itu terlalu kuat dan sulit untuk dipotong.


"Sebentar lagi, sebentar lagi, sebentar... WOOAHH!!! Sira! aku berhasil! Sira?" ucap nona dengan senang.


Anda sudah berhasil dari tadi nona "•_•


.


.


"Anu nona, b-bisa turunkan saya? di sini terasa sangat tinggi."


"Ehh! apa yang kau lakukan di atas sana Sira?" tanya nona.


"Y-yah... hanya bermain tali hehe." Jawabku.


Bermain dengan terpaksa. "^_^


..


"Terima kasih nona."


"Hehehe maaf ya Sira."


Nona kemudian melonggarkan benangnya lalu menurunkanku dengan perlahan dan meletakkanku di atas batu besar di depannya, semenjak nona memanggilku aku sudah tidak asing lagi dengan ketinggian, benar-benar menjadi keseharian yang menegangkan.

__ADS_1


"Selanjutnya apa yang akan anda lakukan nona?" tanyaku padanya.


Nona sudah berhasil membuat benangnya sendiri jadi seharusnya langkah selanjutnya adalah membuat sebuah kain, tapi itu tidaklah mudah, padahal nona bisa membeli saja tanpa harus bersusah-payah untuk membuat sendiri.


Walaupun nona bisa membuat benang, tapi apa dia bisa membuat kain dari benang itu? aku tau nona orang yang pintar, tapi apa dia tau bagaimana cara untuk membuat sebuah kain?


Nona bahkan hampir tidak pernah keluar dari labirin jadi dia tidak mungkin tau caranya yang bahkan orang awam pun banyak yang tidak mengetahuinya.


"Hm... untuk sekarang kita akan pergi ke rumah kristal dulu, setelah itu aku akan memikirkannya." Jawab nona.


"Baik nona."


"Kalau begitu ayo naik." Ucap nona padaku.


"Tidak perlu nona, saya jalan sendiri saja hehe."


Memang lebih baik jalan sendiri, kekuatannya kadang lepas kendali he he he he.


.


.


.


"Tempat ini tidak jauh berbeda dari yang dulu." Ucap nona sambil menatap sekitar.


Setelah cukup lama berjalan kami akhirnya sampai di rumah kristal, tempat ini benar-benar tidak berubah sama sekali, masih sama dengan yang dulu saat nona dah aku meninggalkannya.


"Yoshh baiklah, waktunya untuk melakukan sedikit percobaan."


"Percobaan?" ucapku bertanya.


"Ya, jika aku tidak salah memperhitungkan seharusnya aku bisa membentuk apa pun dengan kristal es ini." Jelas nona sambil duduk di atas kursi taman di samping danau.


"Memangnya apa yang ingin anda buat nona?" tanyaku sekali lagi.


"Kau bisa melihatnya nanti Sira." Jawab nona sambil tersenyum.


.


.


Memangnya apa yang ingin nona buat dengan senjata dan peralatan dapur itu?


Nona kemudian melakukan percobaannya sambil duduk di pinggir danau, dari yang kulihat nona membuat berbagai macam jenis senjata seperti belati, tombak, anak panah, pedang, miniatur lemari, meja dan juga alat-alat dapur lainnya.


"Sepertinya aku memang bisa membuatnya, kalau begitu... ta daa hehehe."


"A-A-A-apa itu nona?"


Dari mana nona tau benda itu?!


Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kulihat, bukan dari bentuk bendanya, tapi lebih ke dari mana nona mengetahui itu, nona bahkan tidak pernah sekali pun datang ke toko baju, tapi kenapa nona bisa mengetahui bentuknya secara mendetail seperti ini.


Apa nona benar-benar orang yang jenius? tapi bahkan orang yang jenius sekalipun pasti akan memilih untuk membelinya dari pada membuat itu, kenapa harus membuatnya sendiri jika kau memiliki banyak uang yang bisa digunakan untuk membeli semua baju.


"Alat tenun." Jawabnya sambil tersenyum.


...~•~...

__ADS_1


...♡...


__ADS_2