I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 32: Flashback Sira


__ADS_3

Dalam perjalanan ke lantai 15 kami tidak sengaja berpapasan dengan seekor monster naga atau mungkin lebih tepatnya dia yang sengaja mendatangi kami, setidaknya itu yang bisa kusimpulkan dari apa yang ada di pikiranku saat ini, karena naga seukuran itu tidak mungkin ada di lantai 14 biasanya mereka hanya ada di lantai 20 ke atas.


Melihat tatapannya pada tuan sontak membuatku langsung mengambil posisi bertarung, walaupun aku tau ini akan sedikit sulit, tapi tiba-tiba tuan memintaku untuk mundur ke belakangnya.


Jujur saja aku lebih suka bertarung habis-habisan daripada harus melarikan diri, tapi karena tuan memintaku dengan tatapan yang serius aku menurutinya dan mundur ke belakangnya.


Saat aku ingin melangkahkan kakiku tiba-tiba naga itu melancarkan serangan Pertamanya dan dengan gesit tuan menggenggam tubuhku lalu melompat ke samping menghindarinya.


"Bagaimana keadaanmu Sira?"


"Saya baik-baik saja tuan, terima kasih" jawabku.


Naga itu kemudian melakukan serangan keduanya, tapi lagi-lagi tuan berhasil memblokir serangan itu, tapi secara tiba-tiba tanah pijakan tuan berubah menjadi gundukan-gundukan tanah runcing yang menjulang tinggi menembus sayap dan juga mengunci pergerakannya, ada satu yang hampir mengenaiku, tapi untungnya tuan masih menggenggam tubuhku jadi aku bisa terhindar dari serangan itu.


Tapi sepertinya tuan sedikit terluka karena serangan itu kedua sayapnya robek dan berlubang dan juga ada sedikit retakan pada sisik perut bawahnya tampaknya tuan tidak menyadari itu, dia kemudian membekukan semua ranjau itu lalu meletakkanku di atas tebing di sampingnya, dan langsung bergerak untuk menyerang balik naga itu, sejujurnya itu adalah hal yang berbahaya bukan dari naga lemah itu tapi dari orang yang memerintahkannya, aku sangat yakin ada seseorang di baliknya, orang yang merepotkan tentunya.


Naga itu semakin menggila dengan serangannya, tapi tuan dapat menghindari dan menangkis semua serangan itu dan berhasil mendaratkan serangan telak padanya, sebenarnya aku ingin membantu tuan daripada harus berdiam di tempat ini, tapi sepertinya agak sulit memikirkan itu dari atas sini, di sini sangat tinggi.


Ah... sial! kenapa dia meletakkanku di atas sini...


"A-a...!"


"Tuan!!"


Naga itu berhasil menusuk tuan dengan serangan sihir buminya, itu adalah serangan yang tak terduga, aku terlalu sibuk dengan ketinggian sehingga lupa memperingatkan tuan.


Serangan seperti itu seharusnya tidak mungkin bisa melukai tuan, tapi bagaimana mungkin... jangan-jangan... aku kemudian mengamati titik serang dari monster naga bumi itu dan benar saja itu adalah bagian di mana ada retakan pada sisik tuan, jadi begitu, titik itu yang diincarnya dari awal


Sringgg!!


"Aghhh!!!"


Aku hanya bisa terpelongo melihat naga itu berhasil melukai tuan sekali lagi, dia berhasil membuat luka yang cukup besar pada pergelangan tangan tuan, naga bumi memang terkenal dengan cakarannya yang mematikan jadi tidak diragukan lagi jika dia bisa menembus pertahanan tubuh milik tuan.


"Arghh!! tak ada waktu untuk menonton, aku akan membantu tuan."


Aku kemudian melompat menuruni tebing terjal itu secara perlahan-lahan, karena semua hal itu harus dikerjakan secara perlahan jika tidak mungkin nyawamu akan melayang terbang meninggalkanmu tanpa harus berpamitan.

__ADS_1


"Huhh... berhasil."


Dengan cepat aku berlari ke arah tuan untuk membantunya, meskipun hanya sedikit yang bisa kulakukan, tapi itu lebih baik daripada harus diam menonton tanpa berbuat apa-apa.


" Sepertinya tuan berhasil menahan pergerakan naga itu, kalau begitu ini kesempatanku untuk membantunya."


Setelah turun dari tebing terjal itu aku langsung berlari untuk memasuki pertarungan pertarungan mereka, memasuki pertarungan monster besar itu merepotkan salah sedikit saja aku akan menjadi kucing gepeng dan akan berakhir menjadi karpet bulu.


"Akhirnya... sampai... huhh... terlalu banyak goncangan di sini."


Perlahan aku memanjat ekor tuan untuk naik ke atas kepalanya dan dengan sedikit perjuangan yang penuh goncangan aku akhirnya sampai di atas kepala tuan.


"Waktunya sedikit beraksi."


Aku melompat ke arah kepala monster naga itu lalu mencakar mata kirinya, sontak saja naga itu menjerit sangat keras sambil menggoyang-goyangkan kepalanya berusaha melepaskan cakaranku dan karena kondisi sudah mulai tidak aman aku melompat meninggalkan kepalanya lalu kembali ke tanah.


Melihat kesempatan itu tuan langsung mengibaskan ekornya dengan cepat dan keras ke arah monster naga itu, seketika saja monster itu terhempas dan langsung meregang nyawa setelah tuan melubangi tengkoraknya.


"Apa anda baik-baik saja tuan? luka anda sangat parah." tanyaku padanya.


"Ya tak masalah, lukaku bisa sembuh dengan cepat, jadi tak perlu khawatir." Ucap tuan.


Luka tuan terlihat sangat parah itu membuatku khawatir dengan keadaannya, apalagi luka yang ada di perutnya itu pasti sangat menyakitkan, tapi sepertinya tuan memiliki kemampuan pemulihan yang terbilang cepat, baru beberapa menit yang lalu aku bertanya padanya, luka sudah mulai mengering, pendarahannya juga sudah berhenti dan secara perlahan menutup.


Setelah lukanya sembuh tuan mengangkat kepalanya mayat naga itu lalu mengajakku untuk memakannya bahkan dia beberapa kali menanyaiku dan tentu saja aku menolaknya, sebagian besar dari ras monster naga itu beracun, mulai dari daging sampai darahnya mengandung racun yang mematikan.


Mendengar penolakanku tuan malah langsung memakannya bahkan sebelum aku sempat untuk memperingatkannya, tapi entah kenapa tidak terjadi apa-apa dengannya dia seperti tidak merasakan apa-apa padahal itu sangat beracun.


Mungkin sesama ras naga memiliki ketahanan tersendiri saat melahap satu sama lain, entahlah itu hanya perkiraanku, setelah dipikir-pikir aku memang tidak pernah melihat ada naga memakan kawanannya sendiri, jadi kemungkinan besar apa yang aku pikirkan ini ada benarnya.


Sulit dipercaya tuan benar-benar menghabiskannya, apa nantinya ini akan menjadi masalah? kuharap tidak akan terjadi apa-apa pada tuan.


Setelah selesai dengan makanannya tuan mengajakku untuk melanjutkan perjalanan, tak berselang lama kemudian ksmi akhirnya sampai di lantai 15, saat aku turun dari kepalanya tuan langsung mengambilkan seekor monster yang telah dibekukannya lalu meletakkannya di depanku untuk kumakan, majikan yang sangat baik bukan.


Aku langsung memakannya dengan lahap karena memang sudah sangat lapar, jika kau tanya padaku bagaimana rasanya tentu saja enak, sangat cocok untuk memuaskan rasa lapar.


"Eh!! A-A-apa itu tadi?!" ucap tuan dengan kaget.

__ADS_1


"S-sira apa kau merasa ada sesuatu yang aneh?" tanyanya padaku.


"Auneh... emhh... aneh seperti apa maksud anda?" ucapku sambil mengunyah makanan.


Ada apa dengan tuan? dia tampaknya sedang ketakutan... apa mungkin... ah... ini gawat, apa dia sudah mulai bergerak?


Ekspresi tuan tiba-tiba berubah drastis entah apa yang dia rasakan, seperti ada sesuatu yang sedang membuatnya ketakutan, aku hanya bisa menduga-duga kalau ini ada hubungannya dengan orang itu, orang yang merepotkan dan juga menyebalkan, jika benar ini berhubungan dengannya ini adalah masalah besar, orang itu tidak bisa diajak main-main.


Aku kemudian menanyakan hal yang membuatnya ketakutan seperti itu untuk memastikan apa yang kupikirkan, tapi tuan hanya beralasan karena tubuhnya sedang kurang sehat, jelas itu adalah kebohongan, aku dapat merasakan ketakutan yang dialaminya.


Sepertinya ini memang berhubungan dengan orang itu, tapi kenapa dia masih belum bergerak menyerang kami, seharusnya membunuh dua ekor naga sudah cukup untuk membuatnya datang kemari, dia bukan tipe orang yang bisa diajak berkompromi...


Apa ada sesuatu yang lebih penting yang sedang dia lakukan? aku sangat mengenal sifat dan kebiasaannya, aku harus tetap waspada untuk sekarang sepertinya aku tidak perlu memberi tau tuan tentang ini, aku tidak ingin membuatnya semakin ketakutan.


Entah apa yang tuan rencanakan dia mengajakku untuk pergi menelusuri lantai labirin, dia bilang dia akan menyelidiki sesuatu dengan menelusuri labirin yang lebih dalam, dia memang terlihat ketakutan tapi akui tuan memiliki keberanian yang besar untuk menghadapinya.


"Jadi, apa kau ingin ikut?" tanyanya sekali lagi.


"Tentu tuan, saya ikut."


Walaupun ini akan menjadi masalah yang rumit, tapi aku akan selalu mengikutinya, aku sedikit menyukai kepribadiannya dia naga yang unik dan seakan penuh misteri, dia sangat berbeda dengan naga yang kukenal dingin, kejam, menyebalkan, keras kepala dan suka berbuat semaunya, tapi tuan adalah kebalikan dari semuanya entah bagaimana caranya tuan sepertinya tidak terikat dengan siapapun, itulah hal yang membuatnya istimewa dia berjalan atas kemauannya sendiri.


Aku kemudian naik ke atas kepalanya dan perlahan tuan mulai melangkahkan kakinya, tapi sepertinya ada sesuatu yang menarik perhatiannya dia kemudian mengambilnya lalu menanyakan itu padaku, tapi aku tidak tau mengenai benda itu, jika dilihat dengan jelas itu adalah sebuah batu penilaian.


Mengingat-ingat kembali mengenai simbol yang ada di atas liontin kalung itu tuan lalu bilang kalau itu milik putri, jika aku mengingatnya dengan jelas simbol itu memang mirip dengan simbol kerajaan, tapi aku berusaha untuk tidak mengingat lambang dari setiap kerajaan.


Tuan kemudian memutuskan untuk tetap menyimpan benda itu karena dia sedang terburu-buru dengan urusannya, tapi tiba-tiba tuan kaget melihat ada tulisan yang muncul dari liontin kalung itu, karena bingung tuan kemudian kembali menanyakannya padaku, wajar saja dia bertanya dia monster yang hidup lama di dalam labirin tanpa tau dunia luar, jadi dia tidak mungkin mengerti apa yang tertulis di dalamnya.


Bagaimana bisa...?!


Perlahan aku menjelaskan padanya tentang apa yang tertera di dalam tulisan itu karena tuan tampaknya sangat penasaran dengan isinya, jujur aku sangat terkejut dan terpelongo melihat semua tulisan itu dan dari sanalah aku mulai menarik kembali semua pemikiranku tentangnya, apalagi tentang hidupnya.


Kukira dia telah hidup sangat lama sehingga memiliki kekuatan sebesar itu, tapi ternyata tuan hanyalah seorang anak kecil yang baru lahir kemarin sore... lalu dari mana datangnya semua kekuatan itu? kekuatan yang dimilikinya seakan bertentangan dengan hukum alam... bagaimana bisa? kenapa dia bisa memilikinya? apa ini hanya kebetulan atau memang tuan yang istimewa?


Semua pertanyaan itu menghantui pikiranku, otakku seakan tidak diberi celah untuk memikirkannya, pada akhirnya aku menyerah untuk memikirkan itu satu-satunya yang kupikirkan adalah bagaimana aku akan melindunginya, setelah mengetahui semua itu aku semakin tertarik untuk tetap berada di dekatnya, aku ingin mengetahui semua keanehan itu dengan mengamatinya dari belakang.


Setelah mengetahui isi tulisan itu tuan kemudian kembali berjalan menuju lorong yang terhubung dengan lantai 16 untuk melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


...~•~...


__ADS_2