I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 141: Naga? ~pov Toki~


__ADS_3

"Eh? tidak tidak kau sangat tidak berbeda dengan naga itu" ucapku menggerak-gerakkan telapak tanganku


"Um…?" gumamnya sembari memiringkan kepalanya.


Groah...?


"Tunggu, kau serius?!"


"Ya… sayangnya begitulah apa adanya" jawabnya menatap ke atas sembari meletakkan ujung telunjuknya di pipinya.


Sempat kebingungan dengan ucapan Shea yang mengatakan tentang rasnya aku kemudian menggeleng-gelengkan kepalaku sambil menggerakkan tanganku tidak percaya dengan perkataannya barusan karena terlihat dengan jelas fisiknya sangat berbeda dari monster naga itu, akan tetapi saat aku menyangkalnya dia malah memiringkan kepalanya, begitupun juga dengan naga bumi di sampingnya yang terus meniru gerakannya, dan itu membuatku menarik kembali ucapanku sembari bertanya untuk memastikan bahwa Shea sedang tidak bermain-main dan sayang sekali Shea memang sedang tidak berbohong tentang rasnya.


"Kau pasti bercandakan?" tanya Sam ikut meragukan ucapan Shea.


"Aku tidak berbohong…! hahh… seandainya bisa, aku pasti akan memperlihatkannya pada kalian, tapi untuk sekarang aku tidak bisa berbuat apa-apa" jawabnya sedikit menghela napas sembari menyentil rantai yang ada di lehernya.


"Ugh… jariku panas" ucap Shea pelan sambil menghisap telunjuknya.


Dan masih dengan pertanyaan yang meragukan ucapan Shea, Sam juga ikut bertanya padanya dengan ekspresi ketidakpercayaan, mendengar pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya ditambah dengan banyaknya ekspresi yang seolah meragukan ucapannya, membuat Shea sedikit berteriak sebelum akhirnya menghela napas karena tidak bisa memperlihatkan sesuatu pada kami dan aku cukup kebingungan dengan apa yang dia maksud, Shea juga menyentil rantai yang ada di lehernya sebagai alasan tidak bisa melakukan sesuatu, dan entah kenapa Shea kemudian menghisap telunjuknya yang baru saja dia gunakan untuk menyentuh rantai itu seolah jarinya baru saja terkena sesuatu yang panas.


"Jadi, apa masih ada yang ingin bertanya?" tanya Shea pada kami.


"Bagaimana dengan naga di sampingmu itu, mengapa kau bisa mengendalikan monster kuat dan berbahaya itu?" tanya Kaov padanya.


"Eh?!" ucapku terkejut.


"Woi sejak kapan kau sadar?" tanya Sam.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu? aku sudah sadar dari tadi hanya saja kalian yang terlalu serius mengikuti pembicaraan" sahutnya.


"Lupakan saja" ucap Sam memalingkan wajahnya. •_•


Mempersilahkan pada kami untuk kembali bertanya Shea duduk bersila sembari menekan roknya dengan kedua tangannya dengan senyuman manisnya yang menunggu adanya pertanyaan yang kami ucapkan, dan secara tiba-tiba Kaov bersuara dan melancarkan sebuah pertanyaan padanya yang langsung membuatku bahkan juga rekanku yang lain terkejut, karena seingatku Kaov masih pingsan dan belum sadarkan diri, tapi ternyata dia sudah sadar cukup lama dan bahkan sudah menyimak pembicaraan kami, dan alasan kami tidak menyadari keberadaannya karena kami terlalu fokus pada Shea daripada dirinya yang berada di pojokan kami.


"Jadi, seperti apa kau menjelaskannya nona?" sambung Kaov kembali bertanya pada Shea.

__ADS_1


"Hm… aku juga bingung kenapa dia bisa begini, padahal dulu para naga terlihat tidak suka denganku" jawab Shea menatap ke arah naganya.


"Tidak suka? apa maksudmu Shea?" tanyaku padanya.


"Ya bisa dibilang dulu aku sempat melakukan tindak kejahatan pada mereka, karena itulah aku punya rantai ini di leherku" jelasnya padaku.


"Memangnya kejahatan seperti apa yang kau lakukan?" tanya Jaz padanya.


"Ya… dulu aku sering merasa terancam dengan mereka, karena mereka terlihat ingin membunuhku… jadi, aku melawan dan membunuh setiap naga yang aku temui, sampai akhirnya beberapa hari lalu seseorang datang padaku dan menghukumku atas tindakanku itu, dan rantai ini ada untuk membatasi pergerakanku" jawabnya menjelaskan dengan senyuman yang terlihat murung.


.


.


Lehernya memerah?


"Hm… rantai ini… akhh!!" ucapku menjerit memegang rantai yang ada di leher Shea.


"M-maaf! kau tidak apa-apa?! biarku obati!" ucap Shea terlihat panik.


"Ini memang sangat sakit benar-benar sangat sakit, terlebih lagi setiap kali aku menggunakan sihirku rasa sakitnya selalu bertambah, tapi… aku seperti ini karena ulahku sendiri… dan aku tidak bisa mengeluh untuk ini" jawab Shea dengan wajah terlihat sedih.


Meminta Shea menjelaskan tentang naga di sampingnya wajah Kaov terlihat sangat serius dengan tatapan yang mengarah pada Shea tanpa berkedip sedikitpun, dan perlahan Shea kemudian menjelaskan pada kami sembari menatap heran ke arah Noel yang tidak kunjung menunjukkan wajahnya, akan tetapi Shea juga tampak kebingungan dengan sikap naga bumi itu, dia juga bilang bahwa sikap naga itu berlawanan dengan naga yang pernah dia temui yang cenderung membencinya dan tentu saja keanehan ini sangat membuatku kebingungan dan kembali bertanya padanya, tapi tetap saja aku bahkan tidak bisa mencerna pembicaraan ini karena bagaimana mungkin membunuh monster dianggap tindakan kriminal dan lebih mencengangkan lagi sanksi yang nyata benar-benar Shea dapatkan.


Diselimuti oleh ketegangan dan keheranan Jaz akhirnya bertanya pada Shea, akan tetapi meski kami mendapatkan jawabannya kami semua sangat tercengang bahkan tidak bisa berkata-kata dengan keringat dingin yang mulai keluar dari kulit wajah kami saat mendengar ucapan Shea, bahkan sekilas rasa takutku kembali keluar dan melihat Shea seperti sebuah ancaman karena tidak mungkin ada orang yang bisa membunuh banyak naga, tapi sesuatu yang bahkan membuatku sangat terkejut adalah saat Shea bercerita tentang kedatangan seseorang yang menghukumnya dan siapapun orang yang bisa melakukan itu pada Shea pastilah bukan sosok yang bisa dianggap enteng, dia pasti monster yang memiliki kekuatan penghancur di luar nalar.


Selesai menceritakan semua itu wajah Shea terlihat pucat dengan beberapa keringat di wajahnya yang terus bermunculan, melihat hal aneh itu aku kemudian mengamati tubuh Shea yang juga sedang berkeringat membasahi gaunnya yang putih dan tepat di lehernya yang terlilit rantai, kulit Shea terlihat memerah seperti sedang terbakar bahkan Shea terus mengambil napas dengan kasar dan berat, perlahan aku mengarahkan tanganku padanya lalu menyentuh rantainya, tapi baru sedikit aku menyentuh rantai itu sensasi panas terbakar membuatku kembali menarik tanganku dan itu membuat Shea terlihat panik seraya ingin berniat akan mengobati tanganku, tapi aku terus memegangi tanganku dan tidak membiarkan Shea mengobatinya karena luka bakarku tidak sebanding dengan apa yang dia rasakan, Shea terlihat sangat tersiksa dengan rantai itu meski begitu dia tetap terlihat optimis dengan tanpa ingin mengeluh walaupun dia sangat menderita.


"Kau sangat kuat ya Shea, kau bisa menahan rasa sakit sebesar itu" ucapku padanya.


"Tidak, aku tidak kuat… aku memang bisa menahannya, tapi aku... aku… bisa melakukan itu karena… ini masih cukup ringan untuk ditahan…" sahut Shea dengan ucapan terputus-putus.


"Hm?"


"Tidak tidak, bukan apa-apa hehe" ucapnya lagi sembari tertawa kecil dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Tersenyum dengan perasaan sedih pada Shea aku sangat kagum padanya karena dia bisa mampu untuk bertahan dari sakit yang bahkan aku tidak bisa membayangkannya jika itu sampai terjadi padaku, terlihat sedih dengan wajah yang murung Shea tiba-tiba menghentikan ucapannya lalu tersenyum dan terlihat sedikit berpikir sejenak sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya, dan itu terasa sangat membingungkan.


"Maaf mengganggu cerita sedihmu, jika kau penjahat yang dihukum karena membunuh naga, kenapa kau tidak membunuh kami saat kami mengeroyok nagamu? bukankah kau yang akan disalahkan karena tidak menolongnya jika sampai dia terbunuh" tanya Kroz pada Shea.


"Kroz! hentikan itu!" ucapku padanya.


"Kau tau… hidupku dulu sudah terlalu suram, aku tau seperti apa rasanya rasa sakit… jadi, aku tidak mungkin menyakiti orang lain kecuali aku memiliki alasan yang cukup untuk melakukannya…" ucapnya pelan sambil tersenyum kecil.


"… aku memilih melindungi kalian dari naga ini karena aku yakin kalianlah yang akan terbunuh jika aku tidak menghentikannya, walau kalian merasa sanggup untuk menghadapinya naga tetaplah monster yang tidak terduga" sambung Shea menatap naganya.


Masih kebingungan dengan tingkah laku Shea, Kroz tiba-tiba bertanya padanya dengan tatapan yang tidak berubah, dia terlihat masih menaruh rasa curiga pada Shea dan tentunya aku langsung membentaknya karena pertanyaan itu terdengar cukup menyinggung Shea, dan dengan tersenyum tipis menatap langit biru yang cerah Shea kembali mengatakan alasannya yang terdengar seperti sebuah pengalaman yang menyakitkan.


"Aku memiliki tujuan untuk hidup karena itulah aku diberikan kesempatan untuk menghirup udara segar dari dunia ini, aku ingin memiliki banyak teman dan sahabat… jika kalian tewas, siapa yang akan membuatku berbicara sebanyak ini? aku sangat senang bisa bertemu dengan kalian" ucapnya sambil tersenyum.


Kriuk kriuk...


"Hm…?"


"Jangan menatapku!" ucap Noel mendekapkan wajahnya di perutku.


"Wah wah anak penakut ini mulai kelaparan" ucapku padanya.


"Hahahaha! kupikir ada naga lainnnya yang meraung-raung, tapi ternyata naga itu ada di perutnya" ujar Sam mengejek Noel.


"Ini karena salah kalian tau!! kalian terus menunda sarapan karena ingin ke sungai ini! tapi, kita malah bertarung dengan naga itu…"


Groah...


"Waa!!! jangan mendekat!!" ucap Noel berteriak.


"Hehehe… hahaha… ah maaf maaf… hahh… kalau begitu aku akan bantu menyiapkan makanannya" ucap Shea sembari tertawa.


Berada dalam situasi yang mengharukan dari pembicaraan kami tiba-tiba saja semua itu pecah menjadi suasana konyol karena perut lapar Noel yang meraung-raung meminta jatah, wajahnya yang bersembunyi di perutku terlihat memerah terlebih lagi saat Sam mulai mengejeknya wajahnya benar-benar merah sampai ke ujung telinganya, dan meski kesal dengan sikap Sam itu Noel tetap tidak berani menatapnya karena ada wajah naga yang tepat berada di belakangnya dengan napas yang berhembus menerpa kepala Noel.


Dan aku cukup terkejut saat mendengar suara tawa Shea yang cukup keras meskipun dia menahannya, karena dia selalu bercerita tentang sesuatu yang menegangkan dan menyedihkan aku tidak pernah tau kalau dia bisa tertawa seperti itu, puas dengan tawanya Shea kemudian menghela napas lalu menawarkan diri untuk membantu menyiapkan makanan kami.

__ADS_1


...❄️❄️❄️❄️❄️...


__ADS_2