
"Hahahaha!"
"Sepertinya nona menikmati penerbangannya, hei bocah cepatlah naik!" ucap harimau itu sambil menatap ke atas kemudian mempersilahkan padaku untuk duduk di punggungnya.
“A-aku jalan kaki saja” kataku padanya.
“Jangan memintaku mengatakan itu untuk yang kedua kalinya, cepat naik! aku tidak ingin membuat nona menunggu lama” sambungnya sembari menatapku dengan kesal.
“B-baik” sahutku sambil duduk menungganginya.
Aku sangat terkejut dengan apa yang kulihat, kucing gemuk dengan bulu tebal itu ternyata adalah seekor monster harimau yang sangat besar dan itu menjelaskan keanehan pada kekuatannya yang kulihat sebelumnya.
Setelah gadis itu terbang tinggi dan suara tawa keceriaannya terdengar menggema di udara harimau itu kemudian mempersilahkan padaku untuk duduk di atas punggungnya, meski begitu aku tetap merasa khawatir dengan keadaanku karena terlihat jelas harimau itu sangat kesal dan seolah ingin menerkamku lalu mengeluarkan isi tengkorakku, jadi aku menolaknya dengan alasan ingin berjalan kaki, tapi dia malah terlihat sangat kesal dan aku tidak punya pilihan selain mengikuti keinginannya.
"Aku tidak mengerti dengannya, kenapa dia terlihat begitu tidak nyaman saat aku mengatakan itu padanya, bukankah semua iblis menginginkan imbalan yang setimpal untuk sebuah permintaan bahkan yang sederhana sekalipun?" ucapku kebingungan sembari melihat gadis itu terbang di udara.
“Hah! dasar bodoh! pikiranmu terlalu sempit untuk menilai sesuatu, nona Shea itu tidak seperti apa yang kau bayangkan, nona Shea adalah orang yang baik, perhatian, ceria, suka menolong, dan berhati tulus, nona Shea adalah sosok yang penyayang, pertemuan yang singkat tidak akan membuatmu mengerti tentang dirinya” sahutnya sambil memperlambat langkahnya dengan nada yang meyakinkan.
Menatap ke arah gadis itu mengingatkanku pada ucapanku sebelumnya, gadis iblis itu benar-benar membuatku kebingungan dengan sikapnya yang terkesan sangat rapuh, padahal seingatku iblis adalah sosok yang kejam dan tidak berperasaan, akan tetapi perkataanku itu di bantah dengan pernyataan dari harimau itu yang mengatakan hal sebaliknya dari apa yang aku pikirkan selama ini.
Pertemuan kami memang singkat dan aku sama sekali tidak bisa membantah pernyataannya, mungkin benar apa yang dikatakan oleh harimau itu aku terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan, dan itulah yang membuatku merasa penasaran dengan sosok gadis putih itu.
“Sebenarnya siapa dirinya?” tanyaku sekali lagi.
“Kenapa kau baru menanyakannya sekarang?”
“ … ”
“Hahh, ya sederhananya dia hanyalah seorang anak gadis biasa yang setengah dari usiamu adalah keseluruhan dari usianya" sambungnya sambil terus berjalan dengan suara yang meyakinkan.
"Kau pasti bercanda" sahutku tidak percaya padanya.
"Apa kau tertipu dengan penampilannya? hahahaha!! nona Shea memang sangat cantik bukan? dia terlihat seperti idaman setiap lelaki" ucapnya sambil tertawa.
“A-aku tidak bisa berkomentar untuk itu."
Meski rasa penasaranku tidak terjawab dengan jelas, tapi ucapan yang keluar dari mulut harimau itu terdengar sangat meyakinkan walaupun begitu aku masih meragukan usianya, perawakannya jelas seperti wanita dewasa dan setidaknya aku akan menerima angka 16 tahun untuk menggambarkannya.
Tapi, jika yang diucapkan oleh harimau itu memang benar jujur penampilannya sangat menipu, meski begitu dia terlihat sangat cantik dengan kulit putih dan perawakan yang sempurna.
...✿✿~Sira~ The Tiger King's Perspective ✿✿...
“Haah, dengarlah bocah ' jangan pernah membangunkan naga yang tertidur ', tapi meskipun kau membangunkannya naga itu mungkin hanya akan merengek dan menangis keras, karena perasaannya tidak jauh lebih kuat dari ranting lapuk di tengah jalan” ucapku sembari menatap lurus ke depan.
__ADS_1
“ ... ”
Tin Ting Ting Ting Ting Ting Ting!!
"Suara apa itu?" ucap lelaki itu kebingungan.
“I-itu…! berpeganganlah yang erat jika kau tidak ingin terjatuh!" seruku padanya sambil menatap ke atas.
Setiap orang harus bisa menghargai orang lain apapun ras, dan jenisnya, dari daerah dan golongan apa dia berasal, apalagi jika itu adalah seorang wanita yang sangat rapuh bagaikan sehelai rambut mengatakan sesuatu yang menyinggung akan benar-benar melukai perasaannya.
Sambil berlari dengan kecepatan sedang aku memberikan sedikit nasehat pada lelaki payah itu dan dia hanya terdiam saat aku mengatakannya.
Cukup lama berlari dengan keadaan yang sepi tanpa suara kecuali hanya terpaan angin yang berhembus menggoyangkan dedaunan hutan, tiba-tiba saja terdengar suara nyaring seperti sebuah ketukan besi yang sangat banyak yang menggema memecahkan keheningan hutan, berusaha mencari tau tentang suara itu mataku secara tidak sengaja tertuju pada ratusan hingga ribuan jarum putih bening yang menggantung di udara menciptakan sebuah warna pelangi karena pantulan cahayanya.
Melihat itu sontak saja aku kemudian langsung meminta orang itu agar berpegangan dengan erat karena aku akan menambah kecepatan untuk menghindari serpihan dari jarum-jarum es itu, hanya dengan melihatnya aku dapat menebak bahwa serangan itu berasal dari nona Shea dan pastinya itu sangat berbahaya meskipun bentuknya yang kecil mungil.
"A-apa itu serangan musuh?!"
“Tidak! itu serangan nona Shea, sepertinya beliau sudah sampai di atas tebing itu” ucapku sambil berlari dengan kencang sambil menatap ke arah ujung tebing besar di depanku.
DUARR!!
“Apa dia ingin membunuh…/”
“ … ”
Melihat serangan jarum yang mulai berjatuhan dan menciptakan ledakan di sekeliling kami lantas membuat lelaki payah itu terlihat panik dan mulai akan berpikir bahwa itu adalah serangan musuh, akan tetapi aku langsung memberitahukan kepadanya bahwa serangan itu berasal dari nona yang sedang duduk di ujung tebing, meski masih jauh dan berada di ketinggian tebing aku dapat melihatnya dengan jelas nona sedang mengayun-ayunkan kakinya sembari melambaikan tangan ke arah kami dengan tersenyum lebar.
Walaupun aku sudah memberi tahunya tentang serangan itu, tapi orang payah itu malah mengira nona ingin mencelakainya dan dengan cepat aku kemudian menegaskan padanya bahwa nona tidak akan pernah melakukan itu, –jika hanya dia itu mungkin saja terjadi karena dia telah melukai perasaannya, tapi ada aku di sini dan sangat tidak mungkin nona Shea akan melakukan itu padaku–, mungkin pemikirannya sedang kacau dan panik karena banyak ledakan di sekitar kami.
Tapi meski begitu aku tetap tidak bisa menerima ucapan si payah itu dan mengancam akan membunuhnya jika dia berani mengatakan hal itu lagi sontak saja orang itu kemudian terdiam tanpa berkata-kata lagi saat aku mengatakan itu padanya, ucapannya itu pasti akan membuat nona Shea kembali murung jika itu sampai ke telinganya.
DUARR!!
“Simpan saja ucapanmu untuk nanti!! jangan sampai terjatuh dan terkena jarum-jarum es itu meskipun hanya sekedar serpihannya!!"
Walau serangannya kecil, tapi efeknya pasti akan sangat membahayakan.
DUARR!!
Dengan semua ledakan yang terjadi di sekitarku aku kemudian memintanya untuk berhati-hati dan waspada pada setiap ledakan yang terjadi agar dia tidak terkena efek serangan nona, dihujani ledakan adalah hal yang biasa bagiku, tapi dihujani jarum yang berasal dari nona Shea adalah hal yang buruk walaupun jarum itu terlihat kecil, tapi karena itu serangan yang berasal dari nona Shea tentu saja efeknya akan sangat berbeda dari bentuknya yang terlihat kecil mungil.
DUARR DUARR!!
__ADS_1
.
.
"Itu dia tebingnya…"
"Graahh!!" geram seekor monster beruang muncul di hadapanku.
"Biarku urus" ucap lelaki manusia itu sambil mengarahkan tangannya sembari mengeluarkan sihirnya menyerang monster itu.
Duarr!!
"Kita sampai!!" ucapku melompati semak-semak hutan.
Hujan ledakan dari jarum es terdengar meletus berdekatan dengan kami, setiap ledakannya berubah menjadi kristal besar berkilauan karena cahaya matahari yang bersinar terang, cukup lama berlari melewati pepohonan rimbun aku akhirnya dapat melihat tubuh dari tebing besar itu, akan tetapi saat aku ingin melompati semak-semak terakhir seekor monster beruang tiba-tiba muncul di hadapanku dan bersiap untuk menyerangku.
Melihat beruang besar itu akan menyerang kami lantas membuat laki-laki payah itu langsung mengeluarkan sihirnya dan berhasil menumbangkan monster lemah itu dengan sambaran petir yang membuat kepalanya berasap, dan dengan satu lompatan besar aku akhirnya bisa melewati semak-semak hutan juga mayat monster itu hingga sampai ke tempat kosong di depan tebing besar.
…
“NONA!! KAMI SUDAH SAMPAI!!"teriakku memangil nona Shea yang duduk di atas tebing.
"BAIK!! TUNGGU SEBENTAR!!" balas nona Shea berteriak dari atas tebing sembari melompat turun.
…
“ H-hei! y-yang benar saja! apa dia ingin bunuh diri? tebing itu sangat… ”
DUARR!!!
“ Em… jadi, apa ada yang terluka? ” tanya nona tersenyum dengan wajah yang berseri.
“… tinggi… tidak, lupakan saja ucapanku tadi ” ucap manusia itu dengan terbata seraya menarik kembali ucapannya.
Setelah melewati area tanpa hutan dan mendekat ke arah tebing aku kemudian menurunkan orang itu lalu memanggil nona Shea dengan keras, mendengar panggilanku nona kemudian menoleh ke arah kami lalu dengan santainya melompat turun dari atas tebing tinggi itu.
Melihat nona Shea yang melompat tanpa beban lantas membuat manusia itu terlihat pucat dengan menelan ludahnya sendiri, itu adalah reaksi normal untuk orang yang pertama kali menyaksikan tindakan nona Shea, melihat seseorang yang terjun bebas dari ketinggian tentu saja akan membuat seseorang tidak dapat berkata-kata lagi kecuali itu adalah tindakan yang gila.
Tapi, lelaki payah itu kemudian menarik kembali ucapannya setelah melihat nona yang mendarat dengan sangat keras tanpa luka sedikitpun, alih-alih terlihat kesakitan nona Shea malah terlihat sebaliknya dengan senyuman yang berseri-seri menanyakan keadaan kami.
“ Kau salah mengkhawatirkan seseorang ” ucapku padanya.
“ Yahh, lain kali tidak akan terjadi ” sahutnya sambil memalingkan wajahnya.
__ADS_1
...🍃🍃🍃...