I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 94: Undead part 2


__ADS_3

"Baiklah ayo kita singkirkan mereka setelah itu kembali bergerak ke depan!" ucapku sambil menghentakkan ujung tombak yang kudapat.


"Yahh, tentu nona" sahut Sira.


"Yoshh, mari bergerak!"


***


"Hoeekkk! aghh sial! hoekk!"


"Anda baik-baik saja nona?"


"Yahh sedikit kurang baik, hei Sira kenapa kau bisa tahan dengan bau sebusuk ini? hoekk!" tanyaku sambil menutupi mulutku.


"Jika anda sering bertemu dengan mereka sebelumnya anda pasti terbiasa dengan hal semacam ini" jawabnya.


"Jadi begitu ya, hoekk! aghh isi perutku yang berharga, tidak ini tidak bisa dibiarkan akanku balas mereka!" ucapku berusaha berdiri masih sambil dengan menahan muntah.


Dengan penuh semangat aku menebaskan tombak yang kudapat membelah para undead yang menyerangku, begitupun dengan Sira yang juga membantai undead yang berada di belakangku, ayunan demi ayunan ujung tombak terusku arahkan kepada mereka dan yah… senang rasanya bisa melakukan itu, tapi sayangnya bermodalkan semangat saja itu tidak cukup kekuatanku tidak bisa bertahan lama karena bau busuknya benar-benar menghantui penciumanku dan membuat perutku sangat mual sampai-sampai aku harus memuntahkan setengah isi perutku yang masih tersisa.


Melihat keadaanku yang kurang baik Sira kemudian melompat menghampiriku bertanya padaku sambil menghempaskan beberapa undead yang juga menghampiri kami menggunakan sihir angin yang dibentuknya seperti sebuah pusaran badai, jujur saja semangatku hanya sebatas melihat Sira yang tidak terpengaruh oleh bau busuk mayat hidup ini padahal kami sama-sama memiliki penciuman yang tajam, aku berpikir bisa bertahan dengan cukup lama menghadapi undead ini karena mereka sangat lemah, tapi ternyata aku salah perkiraan dengan baunya.


Berbeda dengan Sira yang tampak sudah terbiasa dengan bebauan busuk menjijikkan dari undead ini, aku baru pertama kalinya bertemu dengan mereka dan jelas aku belum terbiasa dan sangat jelas tidak akan pernah terbiasa.


Sambil dengan memegangi mulutku yang ingin muntah dan perutku yang juga terus ingin mengeluarkan isinya aku tertunduk lemas kesulitan untuk mengangkat kakiku yang gemetar tidak bertenaga karena isi perutku yang terkuras, dan dengan wajah yang pucat aku bertongkat pada tombak itu menopang tubuhku kemudian berusaha untuk berdiri kembali dengan perut yang terguncang hebat tidak karuan, yah… ini hari yang buruk untukku.( ꈍ_ꈍ)


"Arghhh!! sialan kalian dasar orang mati, akanku buat kalian merasakan kematian untuk yang kedua kalinya" ucapku menatap marah pada puluhan undead yang baru muncul.


"Nona sebaiknya anda istirahat saja mereka tidak akan/"


"Rasakan ini mayat brengsek!! tidak berguna!!"


Ssttt!!!


DUARRR!!!


"Hah hah hah!! hahaha rasakan itu mayat bau!" ucapku dengan nafas kasar sambil tertawa melihat tumpukan tengkorak yang berserakan.


Dengan cukup marah aku tidak mendengarkan ucapan Sira dan langsung memutar-mutar tombakku kemudian menghentakkannya dengan keras sampai-sampai membuat tanah sekitarku retak dan hancur bersamaan dengan puluhan para undead yang juga remuk beserta tombak itu ikut patah karena saking kerasnya ayunan tombak itu.


"Nona mereka/"


"Hoarghh!!"


"Eh!? apa-apaan itu?!! memangnya undead tumbuh dari biji hah?!! sialan brengsek tidak berguna arghhh!! tidak!! baunya semakin bertambah" ucapku sambil memukul-mukul tanah.


Walaupun mereka semua sudah hancur, tapi secara perlahan satu-persatu dari undead itu kembali bermunculan dari dalam tanah keluar seperti kecambah tanaman yang tumbuh dan itu sangat mengesalkan, aku terjatuh dengan lututku sambil memukul-mukul tanah jengkel dengan keadaan ini yang jelas tidak ada gunanya.


Sementara Sira masih berada di sampingku menatapku dengan aneh dan yah… itu wajar, melihat seorang gadis liar yang tidak mau mendengarkan ucapannya sampai akhir dan malah tersungkur karena kebodohannya sendiri, tatapan Sira seolah mengatakan padaku bahwa ' itulah akibatnya tidak mendengarkan ucapan orang lain sampai selesai sekarang rasakan itu dan nikmatilah ' maksudku aku tau itu aku salah, tapi aku hanya ingin membantu dan malah berakhir seperti ini menyedihkan.


"Nona"


"Aku tau Sira aku payah, aku hanya ingin membantu haaa! aku tidak tahan lagi ini sangat menyiksa hiks hiks!"


"Anu, bukan itu maksud saya nona."


"Eh! bukan?" tanyaku sedikit terkejut. (•_•)


"Yahh, yang ingin saya katakan para undead ini akan terus berdatangan jika kita tidak menghentikan orang yang mengaktifkan sihirnya" lanjut Sira.


"Owh jadi begitu, eh tunggu dulu! kenapa kau tidak mengatakan itu dari awal Sira?!" ucapku kesal.


"Hehehe, saya juga baru ingat beberapa saat yang lalu" sahut Sira sambil sedikit tertawa.

__ADS_1


"Eemhhh hmph! aku marah!" gumamku sambil memalingkan wajah.


"E-hehehe" ("•_• )


Setelah nyaris patah semangat karena begitu banyak undead yang berdatangan dengan bau busuknya aku kemudian kembali bangkit dengan semangat dan keyakinan yang menggebu-gebu karena yang perlu aku lakukan saat ini hanyalah membunuh dalang dibalik kemunculan undead ini.


Wajah cemberut kesal dibalas dengan tawa kecil Sira sambil memalingkan pandangannya aku kesal karena Sira terlambat untuk memberi tauku tentang itu, dan malah membuatku harus merasakan siksaan dari bau busuk mayat hidup itu –walaupun aku yang memaksa untuk untuk ikut bertarung–, tapi seandainya saja Sira memberi tauku dengan lebih cepat aku tidak perlu merasakan itu semua dan hidungku tidak akan mati rasa seperti ini.


"Yoshh, ayo kita cari orang yang melakukan ini!" ucapku sambil menggenggam telapak tanganku.


"Ya, tentu nona" sahut Sira.


Ya, akanku hajar orang itu hehehehe.


"Hoarghh!!"


"Cukup sampai di sini sandiwara kita undead busuk, rasakan ini!! HOOAAAA!!!"


DUARRR!!!


Hum… sepertinya tadi aku mengangkat kakiku terlalu tinggi, aghh! lupakan saja! akanku akhiri semua ini, lihat saja nanti!


"Ayo Sira!"


"B-baik" sahut Sira sambil kembali berdiri.


Mengetahui hal sesederhana itu aku kemudian bangkit lalu mengangkat satu kakiku dengan cukup tinggi lalu menghentakkannya ke tanah dengan sangat keras yang membuat tanah pijakanku kembali hancur, satu hentakan kakiku sudah cukup untuk membuka jalan agar kami bisa melewati para undead yang berdatangan ke arahku, tapi aku beruntung tidak ada orang yang melihat itu karena kakiku terlihat sangat jelas seutuhnya saat aku melakukan itu, sementara Sira yang berada di belakangku berpegangan erat dengan menancapkan cakarnya pada tanah retak itu saat terjadi guncangan.


Dengan cukup santai setelah selesai melakukan itu aku langsung pergi melewati tumpukan tengkorak yang perlahan hancur menjadi tanah, untuk mencari siapa dalang yang berada di balik kebangkitan para undead ini, tidak ada ampun lagi untuk mereka terutama untuk orang yang menyebabkan semua ini karena aku sudah cukup kesal dengan pencemaran udara ini.


...*****...


DUARRR!!


"Sepertinya itu berasal dari hutan sebelah sana nona" sahut Sira sambil menatap ke sisi kirinya.


"Hoarghh!!"


Duarr!!


"Yahh, kalau begitu ayo kita ke sana!" ucapku sambil berjalan menuju ke arah suara ledakan itu.


Tidak berselang lama setelah kami berjalan tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang cukup besar sampai-sampai membuat para burung dan monster kecil bersuara ricuh berterbangan menjauh dari sisi hutan itu, karena suara itu cukup menarik perhatianku aku kemudian pergi menuju ke sana dengan masih menendang beberapa kepala undead diikuti oleh Sira yang berjalan beriringan bersamaku.


...***...


"Hoarghh!!!"


"Duh, dasar pengganggu/"


"Nona!!"


Ssttt!!


"Apa itu?!" ucapku kaget sambil melompat ke belakang.


"Waspadalah nona!" ucap Sira sambil berdiri di depanku.


Aura ini… hum, aku seperti tidak asing dengan aura ini, tapi… sepertinya tidak berbahaya.


Cukup lama berjalan menyusuri hutan yang penuh dengan undead tiba-tiba saja ada beberapa buah sulur tanaman yang bermunculan dari tanah pijakanku disertai dengan aura kehadiran yang tidak begitu asing bagiku yang langsung menghancurkan semua undead yang berada di depan dan sampingku, aneh bukan? tidak ada angin tidak ada hujan, dibilang jebakan pun juga tidak sesuai sulur-sulur tanaman sebesar pergelangan tangan orang dewasa itu bermunculan menangkap dan menghancurkan semua mayat hidup itu, sangat membingungkan.


"Ayo kita pergi Sira."

__ADS_1


"Y-yahh baik nona" sahut Sira sambil mengikutiku berjalan dengan tanpa menurunkan kewaspadaannya.


Walau terlihat mencurigakan, tapi aroma bunga jauh lebih baik dari mayat. •_•


Meskipun langkahku sempat terhenti setelah melihat tanaman-tanaman yang bermunculan itu, aku kembali melangkahkan kakiku dengan tidak terlalu mempedulikan tanaman karnivora yang memangsa undead itu dengan lahap sementara tanaman lainnya mengeluarkan kuncup bunga dari batangnya yang langsung mekar mengeluarkan aroma wangi yang menetralisir bau busuk dari mayat hidup sebelumnya.


Walaupun aku tidak begitu peduli dengan semua tanaman itu aku tetap tidak menurunkan kewaspadaanku terhadapnya karena jelas itu masih mencurigakan, Sira bahkan tidak henti menatap ke arah tanaman itu saat dia melewatinya.


...***...


"Hoarghh!!!"


"Grahhhh!!"


...


"Huhh, memangnya berapa banyak mayat hidup ini berkeliaran?! hu dasar menyebalkan!" ucapku kesal menatap ke arah para undead yang lagi-lagi kembali bermunculan.


"Hoarghh!!"


"Ini merepotkan, tapi aku tidak ingin gaunku kotor Hup!" ucapku sambil menendang batang pohon.


Krakk


Duarr!!


Entah berapa banyak undead yang sudah aku bunuh kembali mereka terus-menerus berdatangan menghalangi langkahku, Sira bahkan harus melompat ke sana - ke sini untuk menghancurkan gerombolan mereka, dan karena tidak ingin gaunku kotor aku kemudian menendang sebatang pohon sampai potongan pohon itu terlempar menghantam gerombolan mayat hidup yang berada di depanku.


"Bagaimana Sira?"


"Sudah selesai nona" sahutnya.


"Baiklah kalau begitu… hum, cahaya apa itu?" ucapku sambil memalingkan wajahku menatap ke arah cahaya silau yang mengenai mataku.


"Ada apa nona?" tanya Sira mengikutiku.


"Entahlah, tapi itu cukup menarik perhatian" jawabku sambil berjalan menuju semak.


...


Srekk Srekk


"Hm, aku yakin cahaya tadi berasal dari sini… owh! itu dia!"


.


.


"Pedang? sepertinya pedang sihir oow! ukirannya bagus juga, yosh… aku suka ini hehehe" ucapku sambil mencabut sebilah pedang yang tertancap di akar pohon.


...


"Lihat Sira, hehe aku dapat pedang ini" ucapku sambil memperlihatkan pedang yang kudapat pada Sira.


"Pedang sihir? hm, saya seperti pernah melihat ukiran itu tapi…, apa tidak apa-apa membawa itu nona?" ucap Sira menatap pedang itu.


"Tidak perlu khawatir, lagipula tidak ada pemiliknya dan juga aku suka bentuk fisiknya yang ringan dan indah hehehe" ucapku sambil sedikit tertawa.


Selesai membereskan undead yang menghalangiku mataku tiba-tiba tertuju ke arah cahaya terang yang menyilaukan mata dari balik semak-semak di sampingku, karena penasaran aku langsung menghampirinya lalu menyisir semak-semak untuk mencari tau benda apa yang membuat cahaya silau itu, dan setelah beberapa saat kemudian aku akhirnya menemukan sebilah pedang dengan bilahan yang tipis seperti katana yang tertancap di akar pohon dengan akar-akar yang melilitnya, tanpa berlama-lama aku langsung membersihkan akar-akar pohon itu lalu mencabutnya untuk melihat bilahan pedangnya.


Setelah sedikit dibersihkan dari akar pohon yang menempel terlihat sangat jelas bahwa bilahan pedang itu memiliki ukiran seperti pohon bunga mawar yang meliuk-liuk dengan tiga bunga mawarnya yang terlihat jelas mekar di setiap ujung dan tengah bilahannya dari kedua sisi pedang itu, karena suka dengan bentuknya yang ringan dan tipis serta ukiran yang memanjakan mata terlebih lagi aku suka dengan bunga mawar aku kemudian membawanya dan memperlihatkan itu pada Sira yang menungguku di luar semak-semak.


Walaupun Sira tampak ragu untuk membiarkanku membawa itu, tapi tidak ada keraguan bagiku untuk membawanya karena jarang-jarang aku bisa menemukan senjata sebagus ini juga dengan keadaan yang memaksaku untuk menggunakan senjata apalagi ini adalah senjata sihir yang pasti akan sangat berguna untuk keadaanku yang belum bisa menggunakan sihir, jadi aku tetap membawanya hehehe.

__ADS_1


...🌹*****🌹...


__ADS_2