
Um... kira-kira kapan terakhir kali aku memegang buku seperti itu ya?
"Baiklah aku juga sudah selesai mencatat laporan hutan di area ini" ucap Toki menutup bukunya yang tebal.
Terus memperhatikan Toki yang sedang menggaris peta dan menulis sesuatu di buku tebal miliknya, buku yang dipegang oleh Toki benar-benar mencuri perhatianku karena aku sudah lama tidak melihat buku tulis seperti itu terlebih lagi apa yang dilakukan Toki sangat mengingatkanku pada diriku yang dulu, aku yang dulu pernah menjadi maniak buku karena memang aku tidak bisa berinteraksi tanpa buku untuk menuliskan kata-kataku, tak lama setelahnya Toki selesai menuliskan sesuatu di buku itu kemudian menutup bukunya dan memasukkannya ke dalam wadah kulit yang ada di pinggangnya.
"Laporan?" tanyaku kebingungan.
"Ya ini adalah catatan kejadian yang kami alami, mulai dari awal sampai kami berdiri saat ini dan juga laporan tentang keadaan hutan" jelas Toki.
"Owh!! apa aku juga diceritakan di sana? apa namaku juga ditulis?" tanyaku penasaran sambil menatapnya dari dekat.
"Tidak, aku tidak menulis apapun tentangmu di dalam buku ini" sahutnya padaku.
"Eghhh... kenapa? apa kita bukan teman?" tanyaku seraya cemberut padanya.
Karena sempat kebingungan dengan apa yang ditulis Toki, aku kemudian menanyakannya tentang hal itu dan ternyata apa yang dia tulis hanya sebuah rentetan kejadian yang mereka alami selama di hutan dan mereka akan menggunakannya sebagai sebuah laporan, mendengar itu sontak saja aku langsung memegang tangannya dengan rasa penasaran sembari bertanya tentang namaku karena dia bilang semua yang mereka alami ada di dalam buku catatan itu, tapi ternyata tidak Toki sama sekali tidak menulis namaku di buku itu, mendengar ucapannya itu cukup membuatku terkejut dan cemberut padahal aku sangat berharap namaku ada di bukunya karena kami sudah berteman dengan akrab meski hanya beberapa jam.
"B-bukan begitu Shea, tapi ini adalah laporan tentang monster yang berbahaya… t-tapi kau tidak perlu khawatir aku menulis namamu di buku harianku lohh" ujarnya sambil menunjukkan buku yang berbeda.
"Benarkah?! boleh aku lihat?! apa boleh?!" ucapku semangat bertanya kepadanya.
"Tidak masalah, ini bukunya" katanya padaku sembari menyerahkan salah satu bukunya.
"Owh! tulisanmu sangat bagus" ucapku memujinya.
"Y-yah mungkin karena itu juga aku yang bertugas untuk mencatat laporan, mereka semua payah"
…
"Seandainya mataku tidak rabun, aku yang akan menulis itu" ucap Kroz seraya meminum air.
"Yahh… seperti itulah salah satu alasan dari mereka" sahut Toki.
Ehehe... mereka mulai lagi. ("•_•)
"Aku mengatakan yang sebenarnya" balas Kroz kembali mengambil minum dari sungai.
"Lalu bagaimana kau bisa bertarung dengan mata rabun yang tidak jernih itu?!" tanya Toki terlihat kesal.
"Hanya insting dari pengalaman hidup" sahut Kroz dengan santai.
"Jangan terlalu banyak beralasan."
…
"Hehehehe, hahh… seperti melihat diri sendiri" ucapku sambil menutup buku yang kubaca.
Terlihat panik melihat ke arahku yang mulai murung Toki kemudian mengambil salah satu buku yang ada di pinggangnya sembari menjelaskan tentang isi dari bukunya yang sebelumnya, setelah mengeluarkan buku yang lebih tipis semangatku langsung bangkit terlebih karena itu adalah bukti hariannya, aku langsung menggenggam tangan Toki memintanya agar mau meminjamkannya padaku karena aku sangat penasaran dengan isinya hehe.
Tanpa terlihat keberatan Toki langsung meminjamkan bukunya padaku dan aku sangat senang dengan itu, aku bahkan tidak peduli lagi dengan perdebatan mereka tentang siapa yang menulis laporan karena memang itu bukan urusanku jadi aku tidak ingin mencampurinya, terlebih lagi aku dapat melihat tulisan namaku di dalam buku itu bersama dengan semua kegiatan yang kami lakukan sebelumnya, membaca semua itu terasa sangat menyenangkan aku seperti membaca ceritaku sendiri dan semua itu mengingatkanku pada buku-buku yang pernah aku tulis.
"Hm... apa mereka sudah selesai?" ucapku pelan sembari menatap ke arah Toki dan teman-temannya.
"S-sudahlah Toki, a-aku akan membantumu nanti" ucap Noel menenangkan Toki yang emosi.
Ehehe... mereka masih berdebat. ("^_^)
...
"Toki, ini bukumu" ucapku mengembalikan bukunya.
"Owh! kau sudah selesai membacanya?"
__ADS_1
"Iya, tapi Toki… ternyata kau punya keseharian yang menyenangkan, aku juga ingin bersenang-senang seperti kalian! aku juga ingin berpetualang ke berbagai tempat seperti kalian!" ucapku sangat bersemangat.
Selesai membaca lembaran buku yang bergambar itu aku kemudian langsung menutup sampulnya sembari mendekat ke arah Toki yang masih terlihat bertengkar dengan Kroz yang tampak tidak peduli dengan ucapannya, datang menghampiri mereka aku langsung menepuk pundak Toki untuk mengembalikan bukunya yang luar biasa itu, aku benar-benar terkesima melihat semua tulisan yang dipadukan dengan goresan dari warna sebuah lukisan, aku sangat menyukai cerita dari buku itu terutama tentang petualangan mereka dan orang-orang yang mereka temui di berbagai petualangan mereka, membaca semua cerita menarik itu benar-benar membangkitkan semangatku untuk mendapatkan teman dan berpetualang ke berbagai penjuru dunia.
"Di balik cerita yang indah terdapat pengalaman yang tidak bisa dilupakan, aku senang kau bisa menikmati cerita itu, Shea" ucap Toki menatap bukunya.
.
.
"Baiklah baiklah jangan sampai terlarut dalam suasana sedih lagi, kita sudah bersiap untuk pulang oke" sahut Sam sambil meletakkan pedangnya di punggungnya.
"Oi! sejak kapan kalian bersiap-siap?" tanya Toki keheranan.
"Sejak kau bertengkar dengan pak tua itu" jawab Kaov ikut bicara.
"Ehhh! kalian akan pergi?" tanyaku pada mereka.
"Iya seperti itulah, kami tidak bisa terlalu lama berada di tempat ini, kami punya tugas yang harus dikerjakan" jawab pak tua Kroz padaku.
Apa dia tidak bisa berbicara dengan lebih lembut?!
"Itu benar Shea, lagipun tempat ini tidak cocok untuk orang lemah seperti kami, hutan ini sangat berbahaya untuk kami" sahut Toki sambil tersenyum menatap dedaunan pohon.
"Aku bisa melindungi kalian/"
"Shea... kau mungkin bisa bertahan karena kau orang yang kuat, tapi tidak dengan kami, ini bukan tempat kami, Shea" ucapnya lagi sembari menatapku.
Tersenyum tipis menatap sampul bukunya suasana seakan berubah haru saat Toki berbicara, tapi tiba-tiba Sam datang dan menghilangkan suasana sedih yang mulai terbentuk, begitupun dengan Kaov dan Jaz mereka datang dengan semua barang-barang mereka dan perlengkapan persenjataan yang sudah tertata rapi di pinggang dan punggung mereka, dan tentu saja Toki terlihat kebingungan dengan mereka karena sebelumnya dia hanya sibuk dengan pak tua Kroz tanpa memperhatikan mereka bertiga, melihat mereka yang bersiap untuk pergi membuatku merasa sedih karena sebentar lagi aku harus berpisah dengan mereka.
Tapi, bukannya prihatin dengan ekspresiku pak tua itu malah terlihat tidak peduli sembari mengencangkan tali sepatunya yang terbuat dari bahan kulit dan menambah buruk suasana hatiku.
Tapi, berbeda dengannya Toki terlihat bisa merasakan kesedihanku meski begitu tetap saja dia juga bisa tinggal lebih lama bersamaku, walaupun aku bisa memaklumi kondisi mereka karena hutan memang tidak pantas untuk kehidupan mereka, tapi aku tetap berharap bisa lebih lama lagi bersenang-senang dengan mereka, aku juga menawarkan diri untuk melindungi mereka saat sedang bersamaku, akan tetapi Toki menolak itu dengan ucapan yang tenang dan tatapan sedu.
Agak memalukan rasanya jika harus menangis di hadapan mereka, tapi aku tidak bisa menyembunyikan ekspresi sedihku dan menunduk murung berusaha menahan air mataku untuk keluar, meskipun hanya sebentar, tapi aku sudah sangat nyaman duduk bersama dan berbincang-bincang dengan mereka.
"Tapi… aku tidak ingin berpisah dengan kalian, aku ingin bersama dengan kalian lebih lama lagi" ucapku menunduk murung.
"Aku juga Shea, meski hanya beberapa saat, tapi aku sudah menganggapmu bagian dari kami, aku sangat berharap bisa berbagi kebahagiaan denganmu" sambungnya sembari mengelus kepalaku.
"Hm... oh! bagaimana kalau kamu ikut dengan kami Shea?" ucap Noel padaku.
"Ikut dengan kalian?" kataku sambil perlahan mengangkat wajahku.
"Ya! tadi kamu bilang ingin berpetualangkan? kamu bisa ikut dengan kami!" ucapnya lagi bersemangat.
"Hm…?"
"Kurasa itu ide bagus Shea/"
"Woi woi kalian berdua tidak berniat menjadikan sebagai penjahat bukan?" ucap Kroz memotong ucapan Toki.
"Memangnya ada apa?" tanya Toki padanya.
"Em em, memangnya kenapa kalau Shea ikut kita?" ucap Noel ikut bertanya.
Sempat terdiam beberapa saat tanpa ada pembicaraan sedikitpun Noel kemudian angkat bicara dengan memberikan sebuah usulan membiarkanku untuk ikut bersama dengan mereka, mendengar ucapannya itu aku kemudian perlahan mengangkat wajahku sembari memperbaiki ekspresiku yang masih sangat murung, dia juga mengatakan alasannya dengan sangat bersemangat yang membuatku berpikir untuk ikut bersama mereka, dan Toki pun juga terlihat menyukai ide dari Noel itu, akan tetapi berbeda dengan mereka Kroz tampak tidak menyukainya dan seolah menentang jika aku ikut bersama di kelompok mereka, ucapannya itu sontak mengundang tanya dari Noel dan Toki serta juga aku tentunya karena dia benar-benar mengatakannya dengan sangat jelas.
"Permisi, aku benci mengatakannya, tapi aku setuju dengan pendapat Kroz" sahut Sam mengangkat tangannya.
"Apa maksudmu Sam?" tanya Toki padanya dengan terlihat tidak senang.
"Mereka ada benarnya, kami juga setuju dengan mereka berdua, t-tenanglah Toki… bukannya kami menentang jika Shea ikut di kelompok kita, tapi kau taukan bagaimana kerasnya perlakuan orang-orang terhadap ras… ah ya… tidak, bukan apa-apa, permisi" sahut Kaov.
__ADS_1
"Itulah salah satu penyebabnya dan sisanya mungkin keberadaannya tidak akan diterima masyarakat, kau seharusnya sudah melihatnya sendiri bukan… anak ini sangat menakutkan" sambung Kroz menatap tajam ke arahku.
"Kroz!! hentikan itu!!"
Apa aku memang terlihat seperti itu?
Bukan hanya Kroz yang berpikir untuk tidak membiarkan aku ikut, akan tetapi juga Sam dan yang lainnya pun juga tampak setuju dengan ucapan Kroz, dan ucapan Sam yang menyetujui Kroz juga sangat memancing perhatian para wanita yang ada di sini terutama Toki yang terlihat mulai kesal dengan pendapat para lelaki, tapi Sam hanya terdiam saat Toki menanyakan maksudnya dari ucapan mereka yang kemudian disambung dengan ucapan Kaov tentang perlakuan tidak menyenangkan dari penduduk kota, meskipun Kaov sendiri langsung terdiam dan tidak melanjutkan ucapannya saat dia menatap ke arahku.
Setelah Kaov pergi ke tempat Jaz karena tidak ingin membahas tentang masalah itu, pak tua Kroz kemudian kembali berbicara dengan membenarkan ucapan Kaov, pak tua itu juga menatapku dengan sangat tidak menyenangkan, mendengarkan ucapan mereka benar-benar membuatku berpikir tentang seberapa menakutkannya aku di mata orang-orang, aku menggenggam erat tanganku di dadaku saat aku mulai membayangkan banyak sorotan mata yang sangat tajam mengarah padaku, tentu saja Toki yang melihat perlakuan Kroz yang tidak sopan padaku kemudian langsung membentaknya sampai pak tua itu diam dan pergi nenyusul Kaov dan Jaz yang berdiri di pinggir sungai di susul dengan Sam di belakangnya.
"Maaf Shea, dia mungkin tidak bermaksud seperti itu padamu" ucap Noel padaku.
"Tidak perlu dipikirkan Shea, aku akan menghajar siapapun orang yang bersikap tidak sopan padamu, jadi apa kau mau ikut dengan kami?" ujar Toki sembari tersenyum padaku.
"Aku…?"
…
Nona...
Eh! Sira? ah begitu ya, untuk apa aku khawatir, aku masih bisa mengubahnya, ini baru awal dari hidupku...
"Hehe... hahh... aku sangat berterima kasih dengan tawaran itu, tapi maaf Toki, maaf Noel, aku punya urusan yang harus aku selesaikan sebelum aku keluar dari hutan ini" ucapku sembari tersenyum pada mereka.
"Apa artinya kamu tidak akan ikut dengan kami, Shea?" tanya Noel padaku.
"Tidak, sebelum aku menyelesaikan sesuatu, yahh…! kebetulan aku ingin mencari kucingku yang hilang di hutan ini, jadi aku benar-benar minta maaf aku tidak bisa ikut berpetualang bersama kalian."
"Kucing? hahh… sangat disayangkan ya… tapi, itu adalah keputusanmu Shea, meski begitu aku tidak akan mencabut perkataanku, kau boleh ikut bersama kami saat dirimu sudah menyelesaikan urusanmu itu" sahut Toki padaku.
"Iya, aku pasti akan menemui kalian."
Terlihat tidak enak dengan perlakuan Kroz padaku Noel langsung menggenggam tanganku untuk meminta maaf, tapi aku tidak mempermasalahkan itu karena ucapannya mungkin saja benar, aku tidak bisa menentukan sudut pandang orang lain saat mereka menatapku, aku jarang bertemu dengan orang-orang, tapi aku dapat sedikit membayangkan tentang cara pandang mereka padaku hanya dengan mendengar ucapan mereka.
Toki yang terlihat tidak senang juga memintaku untuk melupakan ucapan Kroz dan tidak terlalu memikirkannya, tapi kenyataannya aku memanglah monster jika mereka takut itu adalah hal yang wajar, tapi aku tetap berharap bisa diperlakukan seperti orang biasa pada umumnya bukan untuk dijauhi dan ditakuti apalagi dibeda-bedakan, sakit rasanya jika aku harus mengulangi lagi kehidupanku yang selalu diperlakukan tidak adil, menunduk sambil merenung merasakan perasaanku yang sangat campur aduk aku kembali mengangkat wajahku saat Toki memegang pundakku dan mengajakku untuk ikut bersama mereka, tapi sekilas terbayang di benakku tingkah konyol dari Sira yang selalu membuatku tertawa dan itu bisa kembali berpikir jernih tanpa harus memikirkan tentang masa laluku yang kacau.
Dengan jelas aku kemudian meminta maaf kepadanya dan juga Noel karena aku tidak bisa ikut berpetualang bersama dengan mereka, aku baru teringat bahwa aku menyusuri hutan luas ini karena untuk mencari Sira yang pergi entah kemana, Toki terlihat cukup kecewa saat mendengar ucapanku, tapi dia juga tidak mau memaksaku untuk ikut karena aku sudah membuat keputusanku dengan sangat yakin, meski begitu Toki tetap mempersilahkanku untuk ikut di kelompok mereka jika aku sudah selesai dengan urusanku dan itu membuatku sangat senang.
"Kalau begitu izinkan aku untuk mengantar kalian sampai di jalanan yang aman" ucapku pada mereka sambil tersenyum tipis.
""Tentu"" sahut mereka bersamaan seraya tersenyum padaku.
"Baiklah apa kau juga mau ikut Blue?" tanyaku pada naga di sampingku.
Groah...
"Hehehe, mari berjalan!!" teriakku melangkahkan kaki beriringan dengan Noel dan Toki.
GROAHHH!
Itu suara semangat yang keras hehehe.
Karena sebentar lagi aku akan berpisah dengan mereka aku kemudian menawarkan diri untuk mengawal mereka hingga ke tempat yang lebih aman di jalan utama hutan ini dan aku sangat senang karena mereka tidak menolaknya, mereka berdua saling bertatapan sejenak lalu tersenyum dan mengangguk secara bersamaan, melihat itu aku pun juga ikut tersenyum lebar membalas senyuman mereka, tersenyum beberapa saat aku kemudian mengajak naga di sampingku untuk ikut bersamaku menemani kelompok Toki hingga mereka keluar dari wilayah berbahaya, meskipun aku tidak mengerti perkataannya dan dia yang mungkin juga tidak mengerti ucapanku naga itu tetap mengangguk dan meraung kecil seperti sebelumnya.
Tanpa berlama-lama di tempat ini aku kemudian mengangkat tanganku lalu berteriak dengan cukup keras sebelum akhirnya berjalan di tengah-tengah Noel dan Toki yang tersenyum melihatku bertingkah seperti itu, dan secara tiba-tiba Blue meraung keras, suaranya benar-benar terdengar sangat bersemangat bahkan sekilas aku berpikir ekspresinya sekarang sedang tertawa.
*****
"Hei Shea, sebenarnya kucing yang kau maksud itu/"
"Ah dia punya badan yang gemuk karena bulunya yang tebal hehehe, dia sangat menggemaskan lohh… dia kadang terlihat sangat konyol, tapi sangat membantuku" ucapku pada mereka.
"Apa dia benar-benar kucing?" tanya Toki padaku. ("•_•)
__ADS_1
"Iya" sahutku sambil tersenyum.
...🌹🌹🌹🌹🌹...