
Sebuah capit raksasa muncul dari bawah air dan menjepitku dengan sangat kuat, aku tak bisa bergerak bahkan tangan kiriku –kaki depan– ikut terjepit dan hanya tangan kanan saja yang bisa bergerak dengan bebas.
"Ekhhhh...!!!ekhhh...!!!" jeritku berusaha melepaskan diri.
Tokk!!tokk!!tokk!!
"L-lepaskan aku dasar capit brengsek!!! waaaaa!!! hentikan! hentikannn!!! itu sakit!"
Aku memukul-mukul capit keras itu dengan tanganku berharap monster ini mau melepaskan ku, tapi bukannya melepaskan, capitannya malah semakin kuat, berkali-kali aku menjerit kesakitan.
Brussss!!!!
Monster itu mulai menampakkan dirinya yang ternyata adalah seekor kepiting raksasa setinggi 8 meter dan lebar kerapasnya kurang lebih mencapai 19 meter, dengan dua capit besar yang mengerikan.
Dia bisa menggunakan capitnya itu untuk memotong-motong tubuhku, bagaimana tidak tentunya karena perbandingan ukuran kami yang terlampau jauh.
Tubuhku hanya setinggi 1 meter dan panjang kurang lebih 3 meter, jika aku berdiri dengan empat kakiku dan mungkin bisa lebih tinggi dengan hanya berjalan menggunakan dua kaki.
Krekk!!krekk!! ( suara tulang patah )
"Aaaaaaa!!!! sakit!! itu sakittt!!! hentikannn!!!" ucapku teriak kesakitan.
Kepiting ini menjepit ku sangat kuat sampai-sampai aku dapat mendengar suara tulangku yang patah, terutama tulang lenganku, lukaku yang menutup kembali terbuka lagi dan darahku mulai mengalir keluar.
Dukk!Duk!Duk!
"Lepas! lepaskan!" ucapku dengan lemah.
Rasa sakit ini jauh lebih menyakitkan daripada yang sebelumnya, ini benar-benar menyiksaku semakin aku bergerak semakin kuat jepitannya.
Menangis kesakitan aku memukul-mukul capit kerasnya dengan lemas, apa kali ini aku akan mati?
Kesadaran ku mulai menghilang tubuhku mati rasa ini adalah rasa sakit terparah yang pernah kurasakan.
Rasanya tubuh seperti hampir terputus, aku tak bisa lagi merasakan lenganku.
"Tidak! aku tak boleh menyerah! aku harus berjuang, sesakit apapun itu aku harus terus berjuang!"
Disaat aku mulai menyerah, semangat kehidupan tiba-tiba berkobar didalam jiwaku dan memberiku keberanian.
Aku harus berpikir dengan cepat, apa yang harus kulakukan!? berpikir! berpikir! berjuanglah wahai diriku!
"Owhhh!! benar juga Dewa Dewi itu bilang kalau dunia ini adalah dunia yang penuh dengan sihir, karena aku terlahir sebagai naga seharusnya aku bisa menyemburkan sesuatu!?"
Sambil memukulkan tanganku akhirnya aku mendapatkan ide.
Huppphahhhh!!!
Crasss!!!
Dengan kuat aku menarik nafas dalam-dalam dan bom! aku berhasil menyemburkan sesuatu,
Semburan ku mengenai mata kepiting itu dan langsung membekukan area matanya, yeahh!! rasakan itu kepiting brengsek!
"Tapi kenapa es dan bukannya api!? arghhh...! peduli setan, apapun itu yang penting aku bisa mengenainya.
"Kalau begitu rasakan ini sekali lagi!"
Crasss!!!
Krahhhhh!!!! (jerit kepiting itu)
__ADS_1
"Woa…!woa…! woaahhhh!!!"
Brukkk!!!
Monster itu mulai kehilangan kendali lalu menjatuhkan ku, awhh… itu sakit aku terjatuh cukup tinggi aku terkapar di tanah tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Arghhh!!! sakitt!!! sialan kau kepiting rebus!!" ucapku menahan sakit.
"Tapi, Rasakan itu kepiting brengsek!!" lanjutku dengan suara nyaring.
"Eh...! waaaa!!! tidakkk!!!! aku hanya bercanda! aku hanya bercandaa!! kau kepiting baik! kepiting dermawan!"
Monster kepiting itu menatap ku dengan marah dan mulai mengarahkan capit besarnya dengan kuat kearah ku.
"Waaaaa!!!! tidak! tidak! tidak! jangan lakukan itu! kumohon jangan lakukan itu! tubuhku bisa remuk." kataku dengan ekspresi ketakutan.
Graahhhhhh!!!!!
Doarrrrrr!!!
Sesuatu menghantam capit kepiting itu dengan sangat keras sampai-sampai menyisakan bekas retakan pada cangkangnya.
Graahhhhhh!!!!!
Dup…! Dup…! Dup…!
Ada sesuatu yang mendekat itu sangat besar dengan raungan yang lebih mengerikan.
"Waaaa!!!! itu naga! itu naga! kenapa? kenapa aku selalu bertemu dengan monster mengerikan?" teriakku dengan mata berair menangis ketakutan.
Graahhhhhhh!!!
Doarrrrrr!!!
Naga itu menyemburkan sebuah bola api, lalu menghantam kepala kepiting itu sampai cangkangnya retak, seketika monster kepiting itu langsung tak sadarkan diri, mungkin dia sudah mati.
"Tidak, jangan mendekat! jangan mendekat!" ucapku dengan ketakutan.
Monster naga itu mendekatiku, aku benar-benar ketakutan dia menatapku dan mengendus-endus tubuhku dengan moncong dan taring yang mengerikan.
Dia pasti akan memakanku, dia pasti akan memakanku...Kenapa aku selalu bernasib sial? kenapa selalu seperti ini?
Sambil menutup mata dan memegang kepalaku, aku menunduk tak berani bergerak, aku dapat merasakan napasnya saat dia mengendusku, mengerikan! mengerikan! aku tak mungkin selamat!
.
.
.
.
Graahhhhhhh!!!!
Dup!Dup!Dup...!
.
.
.
__ADS_1
Perlahan suaranya mulai menjauh dan tak terdengar lagi, kemudian aku membuka mataku untuk melihatnya benar saja monster naga itu telah pergi meninggalkanku, bahkan tanpa menyentuhku sama sekali.
Hohhh!!!! (napasku lega)
"Syukurlah...! dia tidak memakanku, tapi kenapa yahh... aku tak perlu memikirkannya yang penting sekarang aku sudah aman.
"Apa monster kepiting itu sudah mati?"
Bingung dengan apa yang terjadi, aku mengalihkan pandanganku ke arah kepiting raksasa yang sudah tak bergerak.
"Yahhh... untuk sekarang aku harus menyembuhkan lukaku, tapi bagaimana? aku tak bisa menggunakan sihir penyembuhan, semburan ku itupun hanya sebuah kebetulan." Ucapku sambil berpikir.
"Aku harus mencari tempat yang aman untuk beristirahat dan menyembuhkan diriku." Lanjutku.
"Uhh... uhhh...! sakit!"
Aku terus menyeret tubuhnya ke sebuah lubang kecil di antara tumpukan batu kristal yang bercahaya.
"Ekhhhh...! akhirnya sampai sakit! tanganku benar-benar patah... ahhh... ini buruk, lain kali aku harus lebih waspada."
Setelah cukup jauh menyeret tubuhku, aku akhirnya sampai di lubang yang ku tuju, lubang itu tak terlalu jauh dari danau mungkin hanya berjarak 20 meter, tapi bagiku itu sangat jauh terlebih dengan luka yang sangat parah ini berjalan dekatpun terasa jauh.
"Jadi, sekarang bagaimana? hmmm... setelah dipikir-pikir, sebelumnya aku sembuh setelah pingsan cukup lama dalam persembunyian, yahh... mungkin aku hanya perlu tidur!?" kataku setelah berpikir cukup lama.
"Yoshh, tidak ada yang salah dengan tidur, lagi pun aku sudah sangat lelah dan perlu istirahat, jika aku sembuh nanti aku ingin belajar menggunakan sihir untuk memperkuat pertahanan ku."
"Hoahhhhh... baiklah waktunya tidur."
.
.
.
.
.
.
"ekhh... berapa lama aku tidur? hoahhhhh...
.
.
"Yeahhh!!! lukaku sudah sembuh... woahhh...! bahkan tanganku juga sudah bisa digerakkan, ternyata tidur memang bisa menyembuhkan lukaku, yeeeeehhh!! horeee...!"
Kriuk! kriuk!
"ekhhhh... sudahi dulu kesenangannya,aku belum makan! sebelumnya aku hanya makan satu kepiting kecil, ohh...! benar juga bukankah tadi ada monster kepiting, it's perfect aku bisa memakannya, terima kasih naga baik."
Senang karena sudah sembuh aku langsung menuju ke tempat kepiting raksasa itu untuk mengambil daging besarnya.
"Woaahhhh...! ini benar-benar santapan besar! aku tak perlu mencari makan lagi, ini cukup untuk persediaan makanan selama berbulan-bulan, sekali lagi terima kasih naga Baik." ucapku dengan semangat.
Perlahan aku mendekati kepiting yang sudah mati itu, sulit dipercaya cangkangnya yang keras hancur hanya dengan satu pukulan, naga itu sangat kuat.
Aku langsung melompat ke atas cangkangnya yang retak dan membukanya untuk memakan dagingnya.
"Yoshh... selamat makan... emmm... enaknya, daging kepiting memang enak, tapi lain kali aku harus memasaknya."
__ADS_1
"yeeeeehhh!!!" teriakku dengan semangat.
...~•~...