I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 111: Sebuah Alat


__ADS_3

"Uhuk!! hah hahh! kau cukup merepotkan nona!!" ucap iblis Leron sembari batuk penuh darah.


Ah ya, sebaiknya aku menghabisi iblis ini terlebih dahulu.


Ssttt!! Ssttt!!


"A-apa?! gawat! kenapa aku tidak menyadarinya?" ucapku terdiam merasakan keadaan di sekitarku.


DUARR!!


Haaah, selamat! walau kekuatanku sudah kembali ternyata aku masih saja sangat lengah.


"Anda baik-baik saja nona?" ucap Sira bertanya seraya menghentikan sihirnya.


"Ya, terima kasih Sira" sahutku sambil tersenyum.


Walaupun sangat waspada pada iblis Kin dan masih menaruh tatapan curiga pada pergerakannya, tapi perhatianku kembali teralihkan pada iblis Leron yang banyak memuntahkan darah dari mulutnya, aku kemudian berjalan perlahan menuju ke arah iblis Leron dengan pedang yang terbuka untuk segera mengakhirinya, akan tetapi tiba-tiba saja saat baru satu langkah kakiku berjalan dengan pandangan yang tetap fokus ke depan aku merasakan ada banyak serangan yang sudah sangat dekat denganku.


Kakiku seakan tidak mau bergerak merasakan sensasi serangan yang hanya tinggal sejengkal di atas kepalaku juga beberapa serangan lainnya yang ikut mendekat mengepungku melesat dengan cepat, terasa sangat jelas sensasi slow motion di tempat ini apalagi dengan tubuhku kaku kebingungan dengan apa yang harus aku lakukan dalam waktu yang sangat singkat ini.


Tapi, dalam keadaan yang sangat terdesak ini secara tiba-tiba Sira berteleport ke belakangku dan langsung menggunakan sihir angin sebagai pelindung sekaligus untuk menghempaskan semua serangan-serangan itu, yaah aku sangat bersyukur untuk itu karena aku tidak perlu terluka karena kecerobohan yang aku lakukan.


Meski telah bisa menggunakan kekuatanku dengan bebas, tapi aku masih saja sangat ceroboh dalam pertarungan yang dapat mempertaruhkan nyawa ini, walaupun begitu aku masih beruntung karena ada Sira yang selalu datang tepat pada waktunya hehe.


"Nona, ada apa dengan rantai di leher anda?"


"Eh! a-anu… hehehe sebenarnya aku juga tidak mengerti kenapa bisa seperti itu hehe..." ucapku sambil menggaruk-garuk kepalaku.


"… t-tapi, bisakah untuk sekarang jangan membahas masalah ini dulu, a-aku sedang berusaha untuk tenang he hehehe." •_•


Yaah, aku tidak ingin memikirkan masalah itu.•_•


"Y-ya, maaf nona" ucap Sira masih dengan kebingungan.


Dengan wajah yang tampak kebingungan Sira menatapku dan bertanya tentang rantai yang sudah menghilang dari leherku, tapi aku langsung memintanya untuk tidak mengingatkanku pada hal itu karena aku sendiri sedang berusaha untuk tetap tenang dengan semua kejadian ini, apalagi memikirkan kembali jika nanti aku bertemu lagi dengan pria labirin itu, yaah mengingat semua itu membuatku tidak fokus pada pertarungan ini.


Setelah aku mengatakan itu padanya Sira kemudian diam sembari kembali mengarahkan matanya pada iblis Leron dan para undead bawahannya yang sebelumnya menyerangku.


"Harghh! dasar monster menjijikkan, berani-beraninya kau mengganggu seranganku!" geram iblis Leron sambil menghina Sira.


"Salahkan dirimu sendiri karena menarik bawahanmu kembali ke tempat ini, apa kau sudah kehabisan akal untuk menghadapi nona Shea sampai-sampai harus melakukan itu?" balas Sira padanya.


Wow itu keren!


"…!"


"Sebaiknya anda menyerah sebelum saya berubah pikiran" seruku pada iblis Leron dengan tatapan meyakinkan.

__ADS_1


Dari raut wajahnya dia tidak mungkin mau menyerah begitu saja! keras kepala!


"Kau pikir siapa dirimu berani memerintahku!! kalian hanyalah makhluk rendahan yang menjijikkan, kalian pengganggu yang harus dilenyapkan!" sahut Leron dengan suara kasar.


H**u dasar payah… bahkan di saat seperti ini dia masih sempat-sempatnya berkata kasar, apa dia tidak menyadari posisinya?


Dengan wajah ketidaksukaan menyaksikan Sira yang menghempaskan semua serangan-serangannya, iblis Leron menggeram menghina Sira kemudian bangkit berdiri berdampingan dengan para undead bawahannya, apalagi saat Sira memukul telak harga dirinya dengan ucapan yang pasti akan langsung menjatuhkan martabatnya dia bahkan tidak bisa berkata-kata dan hanya menggertakkan giginya dengan kesal dan itu sangat keren.


Melihat keadaan iblis Leron yang sudah terluka sangat parah aku kemudian menawarkan padanya untuk segera menyerah dan aku akan membiarkannya tetap hidup, tapi seperti sebelumnya dia masih menolak untuk menyerahkan dan malah melanjutkan penghinaannya tanpa sadar dengan posisinya yang sedang terdesak.


Yaah kadang aku merasa bingung dengan sikapnya itu apakah hanya harga diri atau percaya diri yang jelas dia sangat berani mengatakan hal seperti itu di hadapan musuhnya dengan kondisi yang sudah sangat parah.


"Serang mereka!" perintahnya pada para undead komandan.


"Nona mundurlah!" ucap Sira padaku sambil berdiri di hadapanku.


"Haaah, yang benar saja… tapi sudah cukup! aku merasa muak dengan pertarungan ini!"ucapku sambil membuat empat buah sumpit tajam di tangan kananku.


"Eh! nona?"


Ssttt!!!


"Apa?!" ucap iblis Leron secara spontan.


"Sudah berakhir loh, saya tau anda sudah hampir mencapai batasnya jadi sebaiknya hentikan saja pertarungan ini!" ucapku sambil berjalan perlahan menuju Leron.


"Cih!"


Gerakan para undead itu memanglah cepat, tapi itu belum cukup untuk menghadapiku apalagi saat ini iblis Leron tampak kesulitan untuk mengontrol mereka berempat, jadi aku dapat dengan mudah memanfaatkan kelemahannya itu untuk menyerang mereka, aku melemparkan keempat jarum sumpit di tanganku ke arah para undead dan berhasil mengenai tubuh mereka.


Tepat setelah keempat undead terkena tusukan jarum sumpitku pergerakan mereka berempat langsung terhenti dan terjatuh dengan tanpa bisa bergerak lagi, yap itu karena aku telah membekukan tubuh bagian dalam mereka seperti tulang dan otot-ototnya, meski begitu aku tidaklah benar-benar membekukan tubuh mereka sampai menjadi es, tapi aku hanya membuat tubuh mereka menjadi kaku seperti ikan atau daging yang dimasukkan ke dalam lemari es sampai membeku kaku tanpa mengubah fisiknya menjadi potongan es.


"Hei iblis tidak berguna sampai kapan kau akan diam menonton seperti itu?!! cepat bantu aku!!"


"Ha? bukannya ini pertaruanganmu komandan?!" jawab iblis Kin padanya.


...


"Sira bersiaplah! dia berbahaya!" ucapku mengingatkan Sira.


"Baik nona!" sahutnya.



"Jangan menentangku dasar bodoh! jika kita kalah gelombang raja iblis vetra akan gagal!" lanjutan Leron pada iblis Kin.


"Baiklah kalau begitu" sahut iblis Kin sembari melompat turun lalu melemparkan kedua cakramnya.

__ADS_1


Ssttt!!


"Awas nona!!" seru Sira sembari menutupiku dengan tangannya.


"Eh! meleset?" ucapku kebingungan menatap kedua cakram iblis Kin yang hanya melewati kami.



Crekk!


"Akh!! ke…napa?!"


Entah karena telah kehabisan cara iblis Leron kemudian memanggil Kin untuk ikut serta dalam pertarungan ini akan tetapi iblis Kin tampak tidak begitu peduli dengan seruannya itu dan berdalih bahwa ini adalah pertarungan dari iblis Leron bukan pertarungannya, tapi meski begitu aku tetap tidak bisa menghentikan pandangan kecurigaanku padanya dan bahkan aku juga mengingatkan Sira agar selalu waspada pada pergerakan iblis yang satu itu.


Mendengar penolakan Kin lantas membuat iblis Leron sedikit membentaknya dan kemudian membawa nama raja iblis serta gelombang serangannya agar iblis Kin mau bergerak, dan benar saja setelah mendengar itu iblis Kin langsung memasang wajah serius lalu melompat turun sembari melemparkan kedua cakramnya ke arah kami.


Cakram merah kehitaman itu berputar kencang dengan kecepatan tinggi mengarah pada kami dan sontak saja Sira langsung menghalangiku dengan tangan besarnya yang penuh bulu, akan tetapi entah kenapa serangan cakram itu seakan meleset dan hanya melewati kami saja tanpa sedikitpun mengenai kami.


Dalam keadaan yang membingungkan itu tiba-tiba saja iblis Kin yang berada cukup jauh dari kami dengan sangat cepat berpindah tempat tepat ke belakang iblis Leron dan langsung menusukkan tangannya hingga menembus perut iblis Leron.



"Hah?! a-apa yang terjadi Sira, kenapa dia?!" tanyaku kebingungan.


"Itu hal yang biasa nona, seperti itulah yang terjadi kepada kelima undead sebelumnya, jika seseorang sudah tidak bisa lagi menjalankan tugasnya maka yang lain akan bertindak agar tidak ada informasi yang jatuh ke tangan musuh" ucap Sira dengan nada yang meyakinkan dan wajah yang serius menatap Kin yang menusuk iblis Leron.



"Kau mengetahui banyak hal Sira hahaha, itu memang benar…" sahut iblis Kin seraya melepaskan tusukannya pada perut Leron.


"… iblis lemah sepertinya tidak pantas menjadi pelayan raja iblis vetra, dia hanyalah sebuah alat yang akan buang jika sudah tidak bisa digunakan" sambungnya sembari menatap iblis Leron yang tersungkur di tanah.


"K-kurang ajar!"


"Hahahaha!! kau tau gelarmu sebagai seorang komandan hanya sebuah iming-iming agar kau tergiur dengan pekerjaan ini, kau hanyalah sampah rongsokan yang dipungut untuk melakukan penyerangan agar tidak ada korban yang jatuh dari anggota komandan utama" jelas Kin sembari menertawai iblis Leron.


"BERANINYA KAU MELAKUKAN IN…!!"


"Tugasmu sudah selesai" ucap iblis Kin kembali memegang cakramnya.


Belum cukup dengan keadaan membingungkan dari serangan iblis Kin yang meleset aku kembali menyaksikan Kin yang menusuk iblis Leron dengan tangannya hingga menembus perutnya, bagaimana bisa ada seseorang yang mengkhianati rekannya dan menusuknya dari belakang?


Tapi, setelah aku mendengarkan penjelasan dari Sira semuanya terlihat sangat masuk akal, apalagi aku telah melihat contoh yang sangat jelas dari kelima undead komandan sebelumnya dan lagi penghianatan itu juga di dasari oleh ketidakmampuan dari iblis Leron untuk menjalankan tugasnya.


Ikut mendengar ucapan Sira sontak membuat iblis Kin tertawa dan melepaskan tangannya yang membuat iblis Leron tersungkur ke tanah dengan luka besar yang terus meneteskan darah, bersikap tidak peduli dengan iblis Leron, Kin hanya mengata-ngatai Leron dan menyebutnya sebagai seorag sampah yang dibuang karena sudah tidak digunakan lagi.


Tentunya penghinaan Kin itu membuat iblis Leron kemudian murka dan berusaha untuk bangkit, apalagi setelah dia menyadari bahwa posisinya itu hanyalah sebuah sandiwara yang diciptakan oleh para bawahan raja iblis sebagai pengganti untuk menggantikan peran para komandan iblis yang sesungguhnya, akan tetapi sesaat sebelum iblis Leron berhasil melancarkan serangannya pada Kin dia sudah terlebih dahulu tumbang karena cakram yang sebelumnya telah dilempar oleh iblis Kin menembus dadanya.

__ADS_1


Aku dan Sira hanya bisa terdiam menatap ke arah iblis Kin yang membantai Leron dengan cara yang keji, aku mengepalkan tanganku dengan sangat kuat melihat sebuah pengkhianatan dan pemanfaatan yang sangat keji yang dilakukan oleh Kin dan raja iblis, meski aku membenci iblis Leron aku juga merasa sangat kasihan padanya karena aku masih berharap jika dia bisa tewas dalam keadaan yang terhormat bukan dengan cara pengkhianatan.


...🌹🌹🌹...


__ADS_2