I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 129: Malam Yang Sunyi


__ADS_3

"Emm... ha!! apa ini ayam? tapi... rasanya agak sepi jika hanya makan sendiri… ini sangat nostalgia ya… mama, Yuuna bagaimana keadaan kalian sekarang? apa kalian juga sudah makan?" ucapku mengambil potongan daging di depanku.


"Yahh… kuharap mereka sudah makan… owoh!! apa ini dibakar dengan madu?! ini daging terenak yang pernah aku makan!!" ucapku masih sambil mengunyah potongan daging.


Sedikit melamun sembari mengambil sepotong daging di atas meja yang terdengar di telingaku hanya suara kesunyian dan tidak ada satupun suara orang beraktivitas kecuali ketukan-ketukan kecil dari piring dan meja saat aku bergerak mengambil makanan yang ada, suasana seperti ini benar-benar mengingatkanku pada kehidupanku yang dulu, adikku masihlah sangat kecil dan ibuku selalu pulang larut malam ataupun pagi karena kerja lembur dan aku harus makan sendiri jika tiba waktunya makan malam.


Dan kali ini kehidupanku yang sunyi seakan terulang lagi, tidak ada teman yang bisa diajak bicara, tidak ada teman yang bisa diajak makan bersama, memikirkan kembali tentang hal itu aku tanpa sadar berbicara sendiri sembari menatap ke atas langit-langit ruang makan, aku juga menjadi sedikit khawatir pada ibu dan adikku karena ibuku selalu terlambat untuk makan malam sedangkan adikku terlalu kecil untuk menjalani kehidupan seperti itu.


Walaupun aku memikirkan itu perlahan dengan pasti masih sambil menatap ke atas aku menggigit dan mengunyah potongan daging bakar itu yang terasa seperti daging ayam bahkan bentuknya memang terlihat seperti ayam, dan rasanya benar-benar mengejutkanku karena sangat enak lebih dari daging mentah ataupun daging bakar yang sering aku makan di dunia ini, karena memang aku tidak menggunakan bahan-bahan apapun untuk mengolesinya saat membakar dengan apiku.


"Emm!!! ah! akhirnya kenyang hehe… tapi, makanannya masih sangat banyak haah, nafsu makanku besar, tapi perutku tidak mendukung… ugh! menyebalkan!" kataku sambil menatap ke arah tumpukan makanan di meja.


"Yaah! waktunya membereskan sisa makanan ini!" ucapku sambil merapikan piring dan sisa makanan yang ada.


.


.


Puas dengan memakan banyak hidangan yang ada perutku kini sudah terisi penuh dan rasanya sangat luar biasa, selesai makan aku kemudian merapikan piring kotor dan meletakkannya di tempat pencucian piring di dapur, aku juga menyimpan sisa makanan yang ada di dalam lemari kecil dapur.


Walau sebenarnya aku ingin menghabiskan semua makanan itu karena aku tidak punya lemari es sedangkan kekuatanku tidak bisa digunakan lagi untuk sembarangan hal dan juga rasanya yang enak, tapi perutku tidak sebesar dulu dan dengan terpaksa aku harus menyisakannya meski aku takut itu akan basi.


"Hm... apa malam sudah sangat larut ya? aku ingin jalan-jalan sebentar" ucapku beranjak dari dapur.


.


.


"Sira!! aku akan pergi! kau ingin ikut?!" teriakku memanggil Sira dari bawah tangga.


" ... "


"Um… mungkin dia sudah tidur, ya sudahlah… sebaiknya aku tidak mengganggunya" ucapku sambil perlahan menutup pintu.

__ADS_1


Karena aku tidak bisa tidur dengan perut yang terlalu penuh aku kemudian berniat untuk jalan-jalan menikmati udara malam sambil sambil menunggu perutku sedikit lebih baik, berjalan perlahan menuju pintu depan aku kemudian memanggil Sira dari bawah tangga lantai dua karena mungkin saja mau ikut bersamaku, tapi karena tidak ada sahutan darinya aku memutuskan untuk pergi sendiri saja lagipula aku tidak benar-benar ingin mengajaknya karena dia terlihat sudah sangat mengantuk.


...***...


"Ugh! meski terbiasa dengan dingin ternyata suhu di malam hari masih sangat menusuk" ucapku sembari menggosok-gosokkan tanganku.


"Fuhh… meski aku naga es, tapi ternyata tubuhku masih sama seperti makhluk hidup lainnya, ugh! dingin!" ucapku meniup telapak tanganku.


.


.


.


"Emhh!! di luar sini tidak jauh lebih dingin dari di labirin, yosh… aku ingin mampir ke tempat Cryle... hup…" ucapku sembari melompat untuk terbang.


Keluar dari rumah di dindingku suhu dingin labirin benar-benar terasa di kulitku bahkan sampai menusuk ke dalam tulang membuatku merinding kedinginan sambil menggosok-gosok lengan atasku, menjadi naga es tidak menjamin kekebalan terhadap perubahan suhu apalagi saat ini aku berada dalam wujud manusiaku tentunya angin dingin akan langsung menabrak kulitku.


Berjalan cukup lama setelah keluar dari rumahku aku akhirnya sampai di depan mulut gua dan disambut dengan hembusan dingin dari angin malam yang menggetarkan tubuhku, aku bahkan merimpitkan kedua tanganku dan melipat sayapku ke depan seperti mantel untuk menghalangi hembusan angin.


...***...


"Ternyata pemandangan di malam hari tidak kalah indah dengan siang hari hehe... owh itu dia!" ucapku mulai mendarat.



"Hup! masih dengan sempurna... kira-kira dia di mana ya? apa dia juga sudah tidur?"


Krik krik krik krik… hu huhuhu…


"Sepi… seandainya aku menjadi manusia… apa aku bisa mengubah suasana ini menjadi keramaian? aku ingin memiliki banyak sahabat dan juga teman" ucapku pelan sambil merangkul kakiku sembari merapatkan sayapku ke depan.


Terbang tinggi dengan terpaan angin malam yang menggetarkan sayapku tak perlu waktu lama untukku mencapai danau tempat Cryle berada, dan tanpa ada getaran aku melakukan pendaratanku dengan sangat mulus, aku mendarat di dekat pohon apel sebelumnya, tapi karena tidak ada satupun aktivitas di danau ini aku cukup yakin bahwa Cryle juga sudah tidur.

__ADS_1


Ditemani suara-suara serangga dan burung yang bergema di sekitarku aku duduk di bawah pohon apel sembari merangkul kedua kakiku dan melipat sayapku ke depan sambil menenggelamkan wajahku di antara lutut, aku tidak setakut dulu saat aku pertama keluar dari labirin.


Meski begitu aku malah merasakan hal yang berbeda saat berada di kesunyian ini seakan ada sesuatu yang berlubang di dalam diriku, dan karena itu juga aku kembali berangan-angan untuk menjadi manusia agar aku bisa menempuh kehidupan yang berbeda, tapi memikirkan hal itu membuatku tersadar akan kenyataan bahwa aku yang sekarang adalah seorang monster dan yang bisa aku lakukan selanjutnya hanyalah menjadi diriku sendiri dan mencari banyak sahabat untuk berbagi bersama.


"Kuharap temanku nanti sebanyak bintang-bintang di langit, tidak tidak… setelah dipikir-pikir bintang itu lebih banyak dari makhluk hidup" kataku sambil menatap ke arah langit yang penuh bintang. (◉_◉)


"Hm... telur itu seharusnya akan menetas setelah tiga bulan… tapi, tubuhku bisa tumbuh seperti ini dalam waktu sembilan tahun, apa dunia ini juga berbeda untuk penetasan telur ya?" ucapku tak sengaja menatap ke arah lubang galian tempat telur Cryle berada.


"Lupakan saja, aku belum banyak mengenal dunia luar, haah… tapi, danau ini terlihat sangat indah karena pantulan cahaya bintang… kurasa aku akan berada di sini sementara waktu…" ucapku sambil perlahan memejamkan mataku.


Duduk memandangi hamparan bintang di langit aku kemudian sedikit berharap bisa mendapatkan banyak orang teman sebanyak bintang-bintang itu, tapi sayangnya seingatku jumlah bintang jauh lebih banyak dari jumlah manusia dan artinya itu mustahil, akan tetapi itu bukan artinya aku mustahil untuk mendapatkan teman karena kalimatku itu hanya sebatas perumpamaan saja.


Cukup dengan bintang dan sahabat mataku tiba-tiba tertuju pada tempat bekas galian kura-kura Cryle yang menaruh telurnya di sana, dan seingat ingatanku yang sudah memudar karena kehidupan reinkarnasi yang sulit telur kura-kura seharusnya akan menetas kurang lebih sekitar tiga sampai enam bulan, tapi itu hanya sekedar perkiraanku saja karena aku tidak tau apakah hukum dunia ini berbeda atau tidak dengan dunia lamaku mengingat aku sudah tumbuh sebesar ini hanya dalam waktu 9 tahun yang seharusnya 16 tahun.


Dan karena aku tidak mengerti tentang cara dunia ini bekerja aku kemudian perlahan bersandar sambil menatap ke arah langit dan untuk beberapa saat rasa kantuk tiba-tiba menghampiriku di tambah dengan angin sepoi-sepoi tanpa aku sadari mataku sudah mulai tertutup dengan sendirinya.


"TUNGGU DULU!!! aku datang ke sini bukan untuk tidur di luar!! sebaiknya aku jalan-jalan dulu" teriakku sembari kembali berdiri.


.


.


"Aku tidak boleh lengah lagi! duhh!! sadar Shea! jangan sampai kau terpedaya dengan kenikmatan untuk tidur!" ucapku sambil menepuk-nepuk pipiku.


"Lagipula kalau ingin tidur juga pilih-pilih tempat, payah!"


"Benar!! bagaimana jika ada binatang buas atau monster berkeliaran di sekitar sini? bagaimana jika ada orang mesum yang mengintip saat aku tidur? tidak! tidak akan pernah!! langkahi dulu mayatku jika ingin melakukan itu!!"


"Hoaah…! sebaiknya aku terbang daripada harus mengantuk di tempat yang belum tentu aman" ucapku sambil kembali terbang mengudara m


Belum sempat satu menit memejamkan mata aku kemudian kembali tersadar sambil teriak-teriak tidak jelas karena nyaris kalah dengan rasa nyaman dari hembusan angin sepoi-sepoi, aku kemudian kembali bangkit dan berjalan-jalan di pinggiran danau sambil menggerutu pelan untuk memilih tempat untuk tidur.


Meski dulu aku bisa tidur di manapun aku mau, itu karena aku masih bertubuh naga dan ditakuti oleh banyak monster juga makhluk hidup lainnya, tapi sekarang sudah sangat jauh berbeda, tidur disembarang tempat dengan tubuh gadis menggemaskan pasti akan menjadi banyak incaran orang-orang bejat bahkan monster tidak akan takut melihatku jika saja aku tidak memperlihatkan aura membunuh pada mereka.

__ADS_1


Masih dengan rasa kantuk karena hasutan dari angin malam aku kemudian memutuskan untuk kembali terbang mengudara agar aku dapat mengurangi rasa kantukku.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2