I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 15: Amukan


__ADS_3

"Ahh... merepotkan!" ucapku menatap kearah empat kalajengking itu.


Saat aku ingin mengantarkan para manusia itu aku malah dihadang oleh monster kalajengking yang merepotkan, bukannya aku takut dengan mereka, tapi para monster ini cukup tangguh untuk ukuran serangga.


Biasanya mereka hanya akan diinjak dan ditendang, tapi itu adalah kalajengking di dunia lamaku, di dunia ini ukurannya jauh lebih besar, mungkin setinggi 14-15 meter tapi masih di bawahku.


Sstttt!!!


Brukkk!!!


"Hey!! itu curang tau!" ucapku dengan kesal.


Salah satu dari mereka menyerangku dengan ekornya yang panjang sedangkan yang lainnya menyerangku dengan capitnya yang besar.


"Ooh! ingin main keroyokan ya! baiklah akan ku terima tantangan kalian!" ucapku kesal.


Ssttttt!!!


Doarrrrrr!!!


"Rasakan itu serangga!"


Aku berhasil memukul salah satu kalajengking itu dan membuatnya terkapar, yeahhh pukulan telak untukmu, monster payah!


.


.


.


Sttttt!!!


"Wooww... sangat disayangkan...! itu takkan berhasil!" ucapku meledek serangan monster itu.


Tampaknya monster itu marah karena aku memukuli temannya, salah siapa karena telah menyerangku?!


sebaiknya aku jangan terlalu lama bermain-main dengan mereka, aku harus memastikan para manusia itu bisa pulang dengan selamat.


Brussss!!!


Crasss!!!


"Apa segitu sudah cukup?!" ucapku melihat ke arah monster kalajengking beku itu.


Aku menyerang mereka dengan semburan es untuk menghentikan pergerakan mereka, mungkin itu juga membuat mereka mati.


Krakks!!!


"Eh! mereka masih hidup?! ya sudahlah... kalau begitu..."


[ Frozen Eyes ]


"Yoshh sudah selesai, selamat menikmati pembekuan yang abadi! yeee!! 100 poin untukku, hore!"


Para monster itu membeku terkena sihir Frozen eyes milikku, tentu saja karena sihir itu tidak membekukan area sekitar tubuh, tapi membekukan tubuh kulit/cangkang, daging, darah, dan jaringan sel lainnya, sangat berguna untuk membunuh musuh secara instan.


Tapi sayangnya sihir itu hanya berfungsi pada musuh yang lebih lemah dariku, sedangkan untuk musuh yang kuat.


aku tidak tau apakah itu masih akan berfungsi atau tidak, kemungkinannya orang itu dapat menahannya.

__ADS_1


"Baiklah waktunya mencari mereka, tapi mulai dari mana?!" ucapku dengan Bingung.


"Didepan ku ada tiga tikungan! tadi mereka masuk yang mana yah?! hmm... kesini sajalah!"


ucapku berjalan ke arah tikungan sebelah kanan.


.


.


.


.


[ Eyes of vision ]


"Hmm... aku sudah berjalan melewati empat lantai labirin, tapi aku belum menemukan mereka, apa mereka menggunakan lingkaran teleport untuk berpindah tempat?!" ucapku sambil mengamati setiap sudut labirin.


"Ini seharusnya lantai delapan kan?! apa Blacky masih berkeliaran di sini?!" kataku melihat-lihat keadaan sekitar.


"Woahh... aku merasakan aura keberadaannya, jadi dia ada di dekat sini!? yoshh waktunya menghampiri teman lama." ucapku dengan senang.


Aku sangat senang karena akhirnya bisa bertemu lagi dengannya dia adalah naga penyelamatku, sudah cukup lama aku tidak bertemu dengannya semenjak aku pergi ke lantai yang lebih dalam.


"Bagaimana keadaannya yah...? apa dia baik-baik saja!?" ucapku tak sabar ingin bertemu dengannya.


"Disana! hey Black...y."


"Eh...!


Setelah aku tiba di sebuah batu tempat Blacky bersandar, aku benar-benar terkejut dengan apa yang kulihat, dia sedang sekarat dengan tubuhnya yang penuh dengan luka dan darah.


Ggrrrrrr...!


Dia menggeram lemah ke arah ku, air mataku langsung menetes melihat keadaannya yang lemah tak berdaya, dia yang dulu sangat kuat sekarang terkapar lemah dengan sangat menderita.


"Hey!! Blacky!! Blacky!! hey! hey! bangun!!


Ggrrrrrr...!


"Tidak! jangan menatapku, seperti itu... aku tidak suka itu... kau itu kuat! kau pasti sembuh! Blacky!!"


Blacky menatapku dengan tatapan yang aneh, tatapan matanya seolah memintaku untuk mengakhiri penderitaannya, aku tidak menyukai hal semacam itu


Ggrrrrrr...!


"Sudah kubilang jangan tatap aku seperti itu... aku tidak akan melakukannya! kau pasti sembuh!! kau pasti selamat!! berjuanglah Blacky... hiks! hiks! kau itu kuat..." ucapku menangisi dirinya.


Ggrrrrrr...!


Dia kembali menggeram padaku, sayup-sayup suaranya menusuk langsung kehati ku itu menyakitkan.


Mana mungkin aku membunuhnya, dia adalah monster yang berkali-kali telah menyelamatkanku, aku sudah menganggapnya seperti orang tuaku sendiri.


Ggrrrrrr...!


"Baiklah kalau itu mau mu! aku akan mengakhirinya!" ucapku sambil berusaha menghilangkan air mata.


Krakk

__ADS_1


Graahhhhh...!!


.


.


.


Blacky meraung sangat keras setelah cakar tajamku menembus lehernya dan perlahan tak terdengar lagi, dia benar-benar sudah mati dan aku yang telah membunuh atas keinginannya sendiri, menyakitkan sangat menyakitkan.


" ... "


"Akan kucari orang yang telah membuatmu menderita, akan kutemukan orang itu! akan kubuat mereka merasakan penderitaan yang sama dengan yang kau alami bahkan lebih buruk lagi!" ucapku dengan kesal penuh dengan amarah.


Aku kemudian menyusuri jalanan yang berbau seperti darah Blacky untuk menemukan titik awal dari pertarungan mereka, dari aroma yang kucium Blacky sempat berlari sebelum akhirnya terjatuh lemas karena rasa sakit dan kehilangan banyak darah.


Setelah cukup lama akhirnya aku sampai di lantai keenam, jadi begitu ya... di sini tempatnya, tempat awal Blacky terluka, jadi di lantai lima.


"Tempat ini penuh dengan bekas pertarungan dilihat dari cakaran di dinding dan tanah serta ada bekas serangan sihir dimana-mana.


"Mungkin jumlah penyerang lebih dari satu orang?! dilihat dari luka yang ada di tubuh Blacky itu pasti serangan sihir tingkat tinggi." ucapku dengan memikirkan setiap kemungkinan.


Aku kemudian mengendus-endus aroma yang ada disekitar tempat ini dan benar saja aku mencium aroma lebih dari enam orang manusia yang sempat berada di sini.


"Kutemukan! bersiaplah kalian untuk melihat mimpi buruk!" ucapku penuh dengan amarah yang membara.


Groaahhhhhhh!!!!!


Gbukkk! Gbukkk! Gbukkk!


Aku berlari dengan kencang menuju tempat manusia itu berada, menembus dinding dan jalur yang sempit, lantai labirin bergetar saat aku berlari.


Setiap jalur sempit yang ku lewati akan retak hancur dan menciptakan lubang yang besar, tubuhku memancarkan aura yang menyeramkan yang membuat semua monster kecil berlarian ketakutan menghindari ku.


Akhirnya aku melihat sebuah pintu keluar yang kecil, pintu itu pasti digunakan oleh para manusia untuk masuk ke dalam labirin.


Groaahhhhhhh!!!!!


Aku meraung sangat keras menciptakan suasana yang mencekam dan menyeramkan, kemudian mendobrak pintu kecil itu dengan sangat kuat, disana ternyata terdapat sebuah benteng beton yang cukup besar.


Doarrrrrr!!!


Dengan cepat aku keluar dan langsung menyerang para manusia yang berada di tempat itu tanpa ampun, tanah di sekitarku seketika langsung retak saat aku keluar dan memukul benteng beton itu.


Semua orang yang ada dalam benteng itu berteriak dan berlarian mencoba pergi dari serangan ku.


"Kalian pikir kalian bisa lari dariku!!"


Groaahhhhhhh!!!!!


Crasssss!!! Crasssss!!!


Aku menyemburkan es pada mereka sampai semua tempat itu membeku tak tersisa bahkan aku dapat memastikan semua orang yang mempunyai energi sihir paling kuat di tempat itu telah tewas, dan tak ada lagi orang yang tersisa di sana.


Groaahhhhhhh!!!!


Groaahhhhhhh!!!!


Aku meraung sangat keras sambil menginjak-injak benteng roboh itu.

__ADS_1


"Selamat menikmati mimpi buruk yang mengerikan!! rasakan lah akibat dari perbuatan kalian sendiri!"


__ADS_2