I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 142: Sira# The Tiger King's Perspective.


__ADS_3

Dia sangat berbahaya... ("•_•)


"Ada apa Sira?" tanya Frenya padaku.


"Tidak ada, lupakan saja" ucapku padanya. •_•


Terus waspada dengan sesekali menatap ke arah Frenya aku benar-benar tidak nyaman berada di tempat ini karena dia adalah wanita yang sangat berbahaya, bahkan sebelumnya tengkorak kepalaku nyaris hancur karena cengkraman tangannya saat melihat nona Shea membakar beberapa pohonnya, dia adalah pembunuh berdarah dingin, tapi tidak sadar dengan dirinya sendiri, Frenya sangat mengerikan.


Ah... sampai kapan aku akan terkurung di tempat ini? seharusnya aku tidak pergi dari nona...


"Hah… setidaknya berada di sana akan lebih menyenangkan" ucapku sembari menghela napas.


"Ha? apa kau tidak suka berada di dekatku, Sira?" tanya Frenya dengan senyuman menyeramkannya.


"Aku bahkan tidak berpikir seperti itu."


Bohong. ("•_•)


"Kuharap kau tidak berbohong" ucapnya padaku.


"T-tidak, di atas pohon ini terasa sangat dingin fuuh… ehe hehe napasku berasap" ucapku sambil mengubah arah pandanganku.


"Alasanmu terlalu mudah untuk ditebak, tapi kau beruntung suasana hatiku sedang sangat cerah, jadi aku tidak akan melemparmu" ucapnya sambil tersenyum menatap ke arah nona Shea dari balik cerminnya.


"Glek…!" ( "•_• )


Menghela napas berat sambil memikirkan bisa mengulang kembali waktuku tadi pagi, aku benar-benar salah memilih tindakan setelah meninggalkan nona Shea, meski begitu jika aku diam di dekat nona pertanyaannya akan terus berulang sampai dia bisa menemukan jawabannya walaupun aku bisa mengalihkan perhatian, tapi kadang kejadian tak terduga tidak bisa ditebak dan jika aku salah bicara Frenya pasti akan melemparku, ekspresinya terlihat sangat mencekam saat aku mulai menghela napas meskipun nyatanya dia sedang tersenyum.


Berbohong padanya memerlukan keberanian yang ekstra lebih dari berbohong pada nona Shea yang masih bisa dinikmati, aku bahkan harus mencari alasan lain untuk mengecohnya walau aku yakin itu tidak akan berhasil sepenuhnya, tapi setidaknya itu dapat menghambatku untuk jatuh lebih lama, dan sayangnya kebohongan yang kulakukan sudah terbaca olehnya dan aku nyaris terlempar dari tempat setinggi ribuan meter ini jika saja nona Shea tidak tersenyum dalam cermin besar Frenya.


"Selamat siang Fre…nya, oh ternyata ada tamu! apa aku mengganggu?" tanya seorang perempuan pada Frenya.


Roh?


"Tidak, jangan hiraukan dia" sahut Frenya padanya.


"Woi Frenya! bukannya kau yang menarikku masuk ke rumah ini?" ucapku padanya. •_•


"Itu memang benar, dan karena itulah aku akan segera menendangmu dari rumahku, kau sudah tidak diperlukan" sahutnya padaku.


"Frenya, tidak baik mengusir tamu" ujarnya sambil duduk di salah satu kursi di samping kami.


"Aku hanya tidak ingin ada banyak bulu yang berhamburan di lantaiku" ucap Frenya menatapku sembari tersenyum licik.

__ADS_1


"Hup! dia menakutkan…!" ucapku melompat ke belakang gaun roh itu.


"He hehe… maaf ya, dia memang seperti itu" ucap roh itu padaku.


"Ya, aku tau itu…"


"(^‿^)"


"("^_^)"


"Y-ya kalau begitu aku pamit, sampai jumpa…" ucapku sembari melompat turun dari rumah Frenya.


***


"Ah sial... AAARRRGGGGGGHHHHH!!!"


Terasa cukup menegangkan saat mendengar dan melihat Frenya tersenyum ke arah nona Shea, tiba-tiba saja seseorang muncul di samping kami dengan menggunakan sihir teleport, dia terlihat seperti wanita cantik yang anggun dan sangat didominasi oleh warna biru bahkan rambutnya kecuali kulitnya yang putih bersih, tanpa harus melihat auranya yang berbeda aku sangat yakin bahwa dia adalah seorang roh sama seperti Frenya hanya dengan melihat penampilannya itu.


Roh air itu terlihat terkejut ketika melihat ke arahku dan mungkin dia juga terkejut karena melihat Frenya mendapat tamu mengingat dia orang yang sangat tertutup, tapi dengan angkuhnya Frenya memintanya untuk tidak mempedulikanku seakan aku hanya serangga yang kebetulan hinggap di dindingnya, dan tentunya aku sedikit kesal dengan sikapnya itu karena aku berada di tempat ini bukan karena keinginanku, tapi karena aku ditarik paksa datang ke sini.


Dan saat mendengar ucapanku itu Frenya langsung membalasnya dengan ucapan yang disertai dengan senyuman dan gerak tangan yang mengerikan seakan sudah sangat ingin melemparku, dan sekilas instingku mengatakan untuk segera melompat turun dari rumah tanpa tangga ini, tapi roh air itu kemudian menasehati Frenya untuk memperlakukan tamu dengan baik, akan tetapi malah semakin mendesakku dengan ucapan dan senyumannya yang mengerikan dan karena itu aku kemudian melompat turun dari atas meja dan bersembunyi di balik gaun roh air itu.


Tapi, tidak cukup sampai di situ Frenya terus melancarkan senyuman intimidasinya padaku meskipun aku sudah bersembunyi di balik gaun roh temannya, walaupun aku merasa aman di belakang wanita roh air itu aku tetap bisa merasakan banyaknya bahaya jika terus berada di tempat itu, dan tanpa sadar aku kemudian melompat tanpa beban dari balkon rumah pohon milik Frenya, itu sangat bodoh, aku dapat merasakan hembusan angin kencang bahkan pepohonan tampak sangat kecil dari udara dan pandangan menjadi tidak karuan.


"A-apa dia akan baik-baik saja?" tanya Lolovi padaku.


"Hehehe… tenang saja dia akan sembuh meski lehernya patah" jawabku sambil tertawa kecil.


"K-kurasa bukan hanya lehernya yang akan patah/"


"Tidak apa, monster seperti dia tidak akan mati semudah itu" ucapku memotong ucapannya.


"Y-ya baiklah…"


Melihat keadaan Shea yang sudah jauh lebih baik dan bisa tertawa bersama dengan orang-orang yang dia temui, dan juga tujuanku untuk membawa Sira melihat tingkah laku Shea selama dia tidak ada di dekatnya sudah terpenuhi, Sira harus tau seperti apa rasa sakit Shea agar dia tidak seenaknya saja berperilaku tidak sopan pada Shea padahal dia adalah pelayannya meskipun Shea sendiri melarangnya untuk bersikap formal, tapi Sira harus tau batasannya sebagai seorang pelayan, dan karena aku telah memperlihatkan keadaan Shea padanya, aku sudah tidak memerlukannya lagi untuk berada di tempatku.


Walaupun agak mengejutkan dia mau melompat secara sukarela tanpa harus merepotkanku untuk menendangnya, tapi aku suka itu karena Sira cukup menghibur waktuku sampai Lolovi datang, kekonyolan Sira itu bahkan membuat Lolovi terlihat terkejut dan tercengang saat melihat dia terjun bebas dari balkon rumah pohonku.


"Frenya, kau masih mengawasi anak itu?" tanya Lolovi sembari menatap ke arah cermin.


"Hehe… ya karena dia sangat menarik untuk dilihat dan aku akan terus mengawasinya" jawabku padanya.


"Hm…?"

__ADS_1


"Ah… tidak perlu dipikirkan" sambungku sambil tersenyum.


"Dia memang sangat menggemaskan ya, pantas saja kau sangat betah untuk melihatnya" ucap Lolovi sembari tersenyum melihat Shea yang sedang mencari ikan di sungai.


Ah... aku penasaran seperti apa masa depannya nanti...


"Hehehe… Lovi aku punya dua permintaan, apa kau bisa melakukannya?" tanyaku padanya.


"Permintaan seperti apa?" ucapnya balik bertanya.


"Bisa kau arahkan ikan-ikan ukuran besar ke sungai itu? tampaknya anak itu sedang kurang beruntung dengan hasil tangkapannya" pintaku padanya.


"Hm… baiklah itu sangat mudah, selama ada air dan ikannya aku pasti bisa melakukannya" jawabnya sembari tersenyum.


Menatap bingung ke arah Shea, ini adalah kedua kalinya Lolovi melihat Shea berada di dalam cerminku dan mungkin karena itulah dia terlihat penasaran dengan apa yang kulakukan, Shea memang sangat menarik untuk diperhatikan karena dia memiliki masa kecil yang menggemaskan dan hari-harinya yang selalu membuatku tertarik untuk melihatnya, bahkan aku penasaran dengan


hari esok yang akan dia jalani.


Tersenyum melihat Shea yang turun ke sungai untuk mencari ikan segar, dia terlihat seperti sedang bermain air saat mencoba untuk menangkap ikan-ikan kecil yang berlalu lalang di air jernih yang deras itu, tapi Shea tampak kurang beruntung karena hanya mendapatkan tangkapan ikan-ikan kecil yang akan habis dalam satu gigitan, dan karena itu aku kemudian meminta Lolovi untuk mendatangkan beberapa ikan besar ke arahnya karena raut wajahnya sudah terlihat cemberut kesal dengan hanya mendapat dua ekor ikan kecil.


...***...


"Owh! ada ikan besar! hehe! bersiaplah menjadi santapan yang enak!"


"Hup! woah!! dapat! aku dapat!! yeah! hehe… akhirnya aku dapat ikan yang besar, baiklah selamat tinggal ikan kecil dan selamat datang ikan yang enak!"


...***...


"Dia terlihat sangat senang" ucapku sembari menatap Shea.


"Raut wajahnya langsung berubah…" sahut Lolovi tersenyum.


"… hahh… jadi, apa yang kau inginkan selanjutnya Frenya?" sambungnya bertanya padaku.


"Oh benar juga, baiklah permintaanku yang kedua tolong jangan katakan apapun yang kau lihat saat ini pada Ratu Delima" ucapku padanya.


"Eh yang mulia? memangnya kenapa aku tidak boleh mengatakan ini pada Ratu?" tanyanya padaku.


"Kau boleh menceritakan tentang Sira yang terjun bebas ke dasar pohon ini, tapi jangan mengatakan apapun tentang anak itu padanya, aku tidak ingin kesenanganku terganggu."


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Catatan dari penulis: untuk semua pembaca IWRAAD yang menunggu ch ini update, saya mohon maaf karena sudah membuat kamu menunggu lama untuk update terbaru novel ini... ya karena saya baru nulis saat malam hari jadi kadang ketiduran hehe😅 sekali lagi saya minta maaf 😔 kalau menulis siang-siangkan agak panas ya jadi gak fokus, apalagi pulang sekolah sore-kan ya jadi cuma bisa menulis malam saat kepala sedang dingin... sekali lagi saya minta maaf karena sudah membuat kamu menunggu lama.

__ADS_1


__ADS_2