I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 137: Gurauan Pedang dan Kapak


__ADS_3

"Tunggu dulu, tenanglah! aku sudah bilang kalau aku bukan orang jahat… jadi, bisakah hentikan seranganmu? itu sangat tajam loh…" ucapku padanya sambil menghindari beberapa tebasan.


"Aku tidak akan pernah menyerah pada iblis sepertimu!" sahut perempuan bertelinga dan ekor serigala padaku.


"Bukan! bukan begitu maksudku! aaghh…"


Hiks… kenapa ucapanku selalu disalah artikan... hahh… tenanglah Shea, kau tidak akan bisa berpikir jika terlalu panik.


Terus menghindari serangan tebasan tombak perempuan serigala dari kelompok orang-orang yang ingin aku tolong sebelumnya, aku benar-benar nyaris kehabisan kata-kata untuk memberitau padanya bahwa aku bukan orang yang berbahaya, aku berusaha memintanya untuk berhenti menyerangku karena tombak itu terlihat sangat tajam dan pastinya akan sangat menyakitkan jika tergores ujung tombaknya, tapi dia malah menolak dan semakin cepat mengayunkan tombaknya bahkan mungkin dia salah mengartikan ucapanku, karena aku sama sekali tidak memintanya untuk menyerah melainkan hanya sekedar menghentikan pertarungan tidak berarti ini.


"Hei jangan menyerangnya ya!"


Groah…


"Bagus, hehe" ucapku tertawa kecil sembari tersenyum.


"Jangan cuma bisa menghindar iblis sialan!!" ujar perempuan serigala itu padaku.


"Huu… dia memang cantik, tapi sifatnya galak pemarah" ucapku pelan sambil memalingkan wajahku.


Menengok ke samping untuk melihat naga bumi dan lelaki sebelumnya yang sedang bertarung, aku menemukan sesuatu yang menggemaskan karena berbeda dengan pertarunganku yang terkesan menegangkan, lelaki manusia itu terlihat lucu ketika sedang bertarung dengan monster naga bumi yang sebelumnya mematuhi ucapanku, naga bumi itu terlihat sangat menggemaskan saat menghindar dengan cara melompat-lompat setiap kali ada serangan yang diarahkan padanya dan itu terlihat seperti kucing yang sedang bermain dengan sesuatu, tapi karena khawatir naga itu akan melukainya aku kemudian mengatakan pada naga itu agar dia tidak membalas menyerangnya dan sekali lagi dia mengangguk padaku sembari bersuara kecil.


Aku merasa sangat senang setelah melihat naga itu mengiyakan ucapanku dan aku bisa sedikit lebih tenang tanpa harus mengkhawatirkan keadaan orang itu, dan dengan pandangan yang sangat kesal perempuan serigala itu mengomentari gaya bertarungku yang selalu menghindar tanpa ada menyerang sedikitpun, ya mungkin dia lelah karena harus terus mengangkat tombaknya tanpa ada satupun serangannya yang mengenaiku dan karena itu aku sedikit mengata-ngatainya, ya dia cantik, seksi, dan imut dengan telinga dan ekornya yang bergoyang, tapi kakak serigala cantik itu terlalu sempit dalam pemikirannya dan sangat pemarah bahkan dia tidak pernah mau mendengarkanku.


"Hah!! apa katamu iblis cebol?!!"


"Hei aku bukan iblis! aku juga tidak cebol! aku hanya dalam masa pertumbuhan!!"


"Lagian usiaku baru 10 tahun, kau bahkan lebih tua dariku tau"


"Eggh!!"


"Aku kasihan padamu" ucap lelaki manusia berambut cokelat ke arah kami.

__ADS_1


""Diamlah bego!!"" ucap kami bersamaan.


" …? "


Groah...


Perempuan serigala itu terlihat marah dan tidak suka ketika mendengar aku mengatakan sesuatu tentang dirinya, tapi jujur aku sempat terkejut saat dia berekspresi seperti itu aku bahkan tidak menyangka bahwa suaraku masih bisa terdengar olehnya, ya meski begitu aku langsung tersadar saat melihat telinga serigalanya dan tentu saja serigala memiliki pendengaran yang melebihi manusia, dan karena itu dia kemudian membalasnya dengan menyebutku sebagai iblis cebol, tentu saja aku tidak terima dengan perkataannya itu karena jelas aku bukan iblis dan juga aku memang sedang dalam masa pertumbuhan walaupun memang untuk sekarang aku terlihat lebih pendek darinya.


Masih agak kesal dengan memalingkan wajahku aku kembali bersuara pelan sambil sedikit menyinggungnya tentang perbedaan usia kami, dan entah dia mendengarnya atau tidak dia terlihat menyeringai kesal sambil sedikit menunjukkan gigi dan taringnya begitupun juga denganku sembari menyilangkan tangan, dan dalam suasana yang kacau penuh dengan emosi kekesalan, lelaki manusia yang berada di samping kami tiba-tiba berbicara mengganggu yang langsung saja membuat kami berdua meluapkan emosi padanya, dan reaksi kami itu membuatnya terdiam bingung dengan mengangkat alisnya, sementara naga bumi yang berada di sampingnya meraung pelan sambil menatap ke atas.


"Sudah cukup bermain-mainnya iblis! aarghh!!!" ucapnya berteriak sembari menghempaskan tombaknya ke arahku.


"Sudah kubilang aku bukan iblis!!" ucapku seraya menghindari serangannya.


DUARR!!!


"Huh… itu tadi sangat berbahaya!" sambungku sembari menatap ke arah bekas tebasan tombaknya.


Sihir angin ya...


Ssttt!!!


Serangannya semakin cepat!!


Terdiam sejenak untuk mengambil napas perempuan serigala itu kemudian berbicara dengan nada menyeramkan sebelum akhirnya dia menyelimuti tombaknya dengan sebuah sihir, melihat serangan berbahaya itu aku langsung melompat ke samping kananku sembari kembali menyebutkan bahwa aku bukanlah iblis dan aku cukup geram dengan ucapannya karena aku sudah berulang kali menyebutkan itu, akan tetapi dia sama sekali tidak mempercayaiku dan bertingkah seakan tidak mendengarku.


Dengan cepat tebasannya melaluiku dan beruntungnya aku bisa menghindarinya karena jika tidak mungkin aku sudah terpotong menjadi dua bagian, tebasannya seperti hembusan angin tipis dengan bentuk bulan sabit bahkan beberapa batang pohon yang berada di belakangku terpotong dengan sangat rapi akibat terkena serangan tebasan tombak itu, dan setelah serangan pertama itu dia kemudian melesat cepat ke arahku lalu menebas-nebaskan tombaknya padaku, bukan hanya ayunan tombaknya melainkan juga gerakan menjadi lebih cepat dan lincah daripada sebelumnya dan itu membuatku sedikit kesulitan untuk terus menghindarinya.


"A-aduh!"


Ssttt!!


"Ke mana kau akan menghindar?!"

__ADS_1


Gawat! mereka dalam bahaya!


"Aarghh!!" teriak perempuan serigala itu sambil menebas-nebaskan tombaknya dengan kuat.


Stt...


"Maaf aku pinjam dulu tombakmu!" ucapku sembari merebut senjata tombak miliknya.


Ssttt!!


DUARRR!!!


"Hah?"


"T-tampaknya lemparanku terlalu kuat…"


Dihujani rentetan serangan aku terus mundur ke belakang untuk menghindarinya dengan beberapa kali harus terluka gores pada samping mata dan juga bahuku, dan karena kurang berhati-hati dengan pijakan kakiku sempat terkilir yang membuatku terpojok di antara batang pohon dan tajamnya ujung tombak, aku memang panik dengan keadaan ini karena luka gores kecil saja sudah terasa sangat sakit bagiku meskipun aku memiliki regenerasi, tapi aku juga sangat panik ketika melihat ketiga rekan mereka yang sangat kewalahan karena harus menghadapi minotaur.


Bahkan orang-orang itu sangat terdesak menghadapi keganasan dari monster beringas itu, melihat keadaan yang sangat berbahaya aku kemudian dengan cepat merebut senjata dari perempuan serigala itu saat dia sedang mengayunkannya ke arahku, dan setelah sedikit memutar-mutar tombaknya aku kemudian melemparkannya dengan kuat ke arahku minotaur itu dan berhasil meledakkannya, sontak saja tindakanku membuat perempuan serigala itu terlihat sangat tercengang terlebih lagi saat aku dapat merebut senjatanya dengan sangat mudah.


GROAHHH!!!!


"Sepertinya itu belum cukup!"


Seharusnya aku melemparnya dengan lebih lembut lagi! meski tombaknya hancur, tapi untungnya serpihannya berhasil mengenainya.


"Baiklah, kalau begitu ambil ini!!"


Ssttt!!!


Penuh dengan debu tebal seusai ledakan tombak itu, tubuh minotaur kembali terlihat dengan luka yang serius dan raungan keras yang terdengar dari mulut kerbaunya, meskipun begitu sejujurnya seranganku itu tidak benar-benar mengenainya secara utuh, dikarenakan tombak itu meledak hancur sesaat sebelum menghantam tubuh minotaur dan ya itu terjadi karena tombaknya tidak kuat menahan tekanan saat aku melemparkannya, aku dapat melihat hancurnya tombak itu dengan sangat jelas karena mataku cukup tajam untuk melihatnya.


Dan karena masih terlihat ingin menyerang, aku kemudian mengubah gelangku menjadi pedang lalu melemparkannya ke arah kapak besar bermata dua milik minotaur itu, sementara orang-orang itu masih sangat tercengang dengan ledakan yang ada di hadapan mereka dan berbeda dengan tombak sebelumnya, pedangku terlihat jauh lebih kuat dan tidak hancur saat aku melemparkannya dan bahkan pedangku mampu menembus besi tebal dari kapak besar itu seperti selembar kertas basah yang ditusuk dengan lidi, bahkan kapak itu sampai terlepas dari tangan monster kerbau minotaur dan menggantung di batang pohon bersama dengan pedangku.

__ADS_1


Sedikit bagian dari kapak besar itu terlihat memerah seperti besi yang panas tepat di bagian besi yang menyentuh pedangku, ya perbedaan bahan mempengaruhi kualitas dan pedangku jauh lebih baik dari besi tebal dari kapak itu hehe.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2