I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 93: Undead?


__ADS_3

"Oh ya Sira, jangan terlalu cepat ya… kita harus menyelidiki keadaan sekitar dulu" ucapku padanya.


"Tentu nona."


Sebelum kami berangkat menuju ke arah hutan tempat para undead berkumpul, aku terlebih dahulu meminta pada Sira agar tidak mengebut saat berlari karena kami tidak tau apa yang sedang terjadi di hadapan kami saat ini, jadi berhati-hati di awal adalah hal yang bagus dan juga aku ingin sedikit menjaga jarak ketika sedang mengamati keadaan.


Setelah aku memintanya seperti itu Sira kemudian berlari dengan kecepatan sedang dan malahan terkesan seperti sedang berjalan saja, sekilas bulu-bulunya tampak bergoyang saat dia sedang melangkahkan kakinya seperti gumpalan kapas yang tertiup angin terlihat sangat lembut hehehe.


***


Ahh… ini sangat lembut, mungkin cocok dijadikan sebagai mantel bulu atau syal atau…


"Eh tunggu dulu! tapi emhh… dia tidak bisa ganti kulit" ucapku sambil menatap bulu tebal di leher Sira.


"Ada apa nona?" tanya Sira sembari berjalan.


"Tidak tidak, bukan apa-apa hehehe" sahutku.


Lupakan saja, lagipula aku sudah punya bulu cave bear. •_•


Cukup lama berjalan menunggangi Sira sambil memandangi bulu lebat yang ada di lehernya benar-benar sangat menyenangkan apalagi itu sangat lembut dan halus saat aku memegangnya, menungganginya ternyata jauh lebih menyenangkan daripada saat dia berada di kepalaku


Dengan sedikit senyuman tenang menikmati bulu lembut itu aku sekilas berpikir untuk menjadikan itu sebagai mantel dan syal karena bulunya terlihat begitu hangat, tapi saat aku berpikir seperti itu Sira mungkin sedikit terganggu dengan tatapanku yang aneh dia berhenti dan bertanya dengan kebingungan dan untungnya aku bisa mengelak dari itu, karena Sira mungkin akan tersinggung dengan apa yang aku pikirkan.


Mengkoleksi bulu harimau sebagai syal itu tidak masalah bukan? berburu monster harimau atau monster berbulu tebal lainnya mungkin adalah hal yang lazim di dunia ini tidak seperti di dunia lamaku yang dilindungi, tapi tentunya itu tetap tidak mungkin terjadi jika cuma harimau liar kurasa tidak apa-apa, tapi ini adalah Sira yah… dia teman yang berharga bagiku terutama karena dia selalu menemaniku dan dia juga makhluk pertama yang aku ajak bicara.


Hoarghh!!


Sstt!!


"Hup! sepertinya ada beberapa gerombolan undead di depan sana nona" ucap Sira padaku setelah melompat naik ke atas dahan pohon menghindari beberapa undead yang menyerang.


...


"Yahh… sepertinya akan sulit untuk melewatinya tanpa harus terjadi pertarungan" sahutku padanya sambil turun dari punggung Sira.


Sstt!!


"Iiyuhh! menjijikkan! uwekk! aghh isi perutku terkuras!" ucapku sambil jongkok menutupi mulutku ibaru saja muntah.

__ADS_1


...


Pada saat kami sedang berhenti lagi-lagi aku dan Sira dihampiri oleh beberapa orang undead yang membuat Sira langsung melompat naik ke atas dahan pohon untuk menjaga jarak dengan mayat hidup itu, kurang lebih ada 11 orang undead yang berkumpul di bawah kaki kami bersiap untuk menyerang menggunakan senjata mereka, ada yang memegang tombak, pedang, dan juga ada yang cuma menggunakan tangan kosong yang penuh dengan bekas sayatan yang bahkan sampai memperlihatkan tulang mereka.


Melihat salah satu dari mayat hidup itu membawa tombak yang panjang Sira langsung memberinya tebasan telak menggunakan sihir anginnya yang membelah tubuh undead itu sampai-sampai semua organ tubuhnya yang membusuk berhamburan ke mana-mana, dan yah… itu menjijikkan sekali aku bahkan harus menahan muntah karena saking bau dan menjijikkannya mayat hidup itu meskipun sebenarnya itu sudah tidak bisa ditahan lagi, karena aku sudah terlanjur mengeluarkan isi perutku.


Tidak hanya satu undead yang dibelah dua oleh Sira melainkan juga semua mayat hidup yang ada di bawah kaki kami, satu persatu dari undead itu hancur terdorong dan terbelah oleh sihir angin yang Sira lancarkan dari atas dahan pohon ini, mereka semua kembali mati dengan tubuh yang berserakan di mana-mana dan itu sangat tidak mengenakkan terutama aku yang harus terus menahan muntahku selama Sira membelah undead itu, yah… belum apa-apa aku sudah terlebih dahulu memuntahkan setengah isi perutku dan entah apa yang terjadi padaku nantinya jika terus berlangsung seperti ini, itulah akibatnya jika memiliki indra penciuman yang tajam terkadang membantu dan terkadang juga menyusahkan.


"Huh… seandainya aku bisa menggunakan sihir akanku selesaikan ini dengan tanpa harus menyentuh mereka" gerutuku pelan menatap beberapa undead di bawah kakiku.


"Sebaiknya anda jangan melakukan itu dulu nona" ucap Sira padaku.


Aku merasa menjadi orang yang tidak berguna dalam pertarungan ini - benar-benar sangat tidak berguna - hanya menonton itu tidak menyenangkan, tapi ikut serta juga akan membuat keadaanku memburuk walaupun Sira hanya melancarkan serangannya dari atas pohon, tapi setidaknya aku ingin sedikit membantunya dan sayangnya satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah bertarung dengan tangan dan kaki, tapi tentunya itu akan sangat menyusahkan.


"Aku tau itu Sira, aku hanya ingin membatu" kataku padanya sambil duduk di dahan pohon.


"Anda sudah cukup membantu dengan tetap diam di sana, lagipula ini hanya musuh yang lemah" sahut Sira sambil sesekali melakukan serangan.


"Ughh, tapi aku tetap ingin membantu" ucapku sambil mengayun-ayunkan kakiku.


...


"Sudah saya bilang, jangan lakukan itu lagi nona!" ucap Sira menahan dan menurunkan tanganku sambil tersenyum.


"E-eh! a-apa yang kau katakan Sira? aku hanya melihat kuku jariku hehe he…" kataku sambil memalingkan wajahku.


Ketahuan "°-°


"Huhh… jangan beralasan nona, ini demi kebaikan anda sendiri" ucap Sira sambil menghela nafasnya.


"Maaf…"


Bosan hanya menonton aku duduk di dahan pohon menekan rokku sambil mengayun-ayunkan kakiku menatap para undead yang bermunculan dari semak-semak tanpa bisa melakukan apa-apa karena Sira melarangku untuk membantu, bahkan saat aku ingin diam-diam menggunakan sihir untuk membantu, Sira malah langsung mengetahuinya dan menghentikan itu dengan tatapan dan senyuman yang jelas adalah teguran keras agar aku tidak melakukan itu.


Hei tunggu… siapa majikannya di sini? tentu itu aku, tapi entah kenapa malah aku yang dimarahi dan diomeli, dengan sedikit tertunduk meminta maaf padanya aku menghela nafas kembali tidak bisa melakukan apa-apa kecuali hanya menonton lagi.


Hahh... sekarang bagaimana?


...

__ADS_1


"Hum… itu…" ucap pelan menatap tombak yang ada di bawah mayat zombie itu.


"WOAA!!!/"


"AAA!! huh huh huh… a-ada apa nona?" tanya Sira sambil duduk menjuntai dengan perutnya.


"Hehehe, maaf ya Sira."


Yoshh... itu bisa dipakai.


Sambil duduk menatap ke bawah aku terus memperhatikan para mayat hidup yang dibantai oleh Sira sampai akhirnya mataku tertuju pada sebuah tombak besi yang berada di antara mayat zombie itu, dan WOAA!!! aku spontan berteriak sampai-sampai Sira terkejut dan hampir terjatuh dari dahan pijakannya, dengan setengah tubuhnya menggantung sementara cakar depannya mencengkeram erat dahan pohon itu berusaha untuk naik dengan nafas terputus-putus lalu duduk menggantung dengan perutnya.


"Yahh, kalau begitu aku akan membantumu bye bye" ucapku padanya sambil melompat turun.


"T-tunggu nona!"


...


"Hup! baiklah waktunya melipat sayap ini" ucapku sambil mengayunkan tombak yang aku dapat.


Tanpa berlama-lama setelah melihat tombak itu aku kemudian melompat turun dan langsung mengambilnya, tombak adalah senjata yang bagus untuk digunakan dalam situasi seperti ini terutama karena aku yang menjaga jarak dari mayat hidup itu, dan setelah merapatkan kedua sayapku aku memutar-mutar tombak itu lalu menghentakkannya ke tanah sebelum akhirnya mengarahkannya kepada beberapa mayat hidup yang ada di depanku.


"Huh… ya ampun seharusnya anda diam saja nona" ucap Sira ikut turun bersamaku.


"Tidak, aku sudah bilang akan membatu kan!"


"Y-yahh… tapi anda tidak harus melakukan ini nona, saya sendiri bisa menyelesaikannya" sahut Sira padaku.


"Hum… "


Ssttt!!


"Kau tau Sira, aku sulit menarik menarik ucapanku… lagipula bosan jika hanya menonton tanpa membatu" ucapku setelah menebas salah satu undead.


"Huhh… saya harap anda tidak kehabisan isi perut" ucap Sira sambil sedikit menghela nafas.


"Hehehe, aku akan berusaha" kataku sambil tertawa kecil.


...🌹*****🌹...

__ADS_1


__ADS_2