I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 51: Membuat Baju


__ADS_3

"Waktunya membuat baju."


"Pertama-tama aku harus mengukur tinggi tubuhku, lebar kepala, lebar bahu, pinggang, panjang lengan, ukuran dada agar tidak terlalu sesak, dan panjang kaki untuk bawahan."


.


.


Aku kemudian memulai proses pembuatan baju dengan melakukan pengukuran dan mencatat semua ukurannya, semua orang yang membuat baju memang memulai prosesnya dari sana.


"Ok, sudah selesai, kalau begitu sekarang tinggal membuat manekin." Ucapku sambil bercermin.


"Emm... 152 cm? pendek? tidak tidak tidak ini normal, tidak perlu dipikirkan! tapi setelah dilihat lebih jelas aku terlihat imut dan cantik hehehe... tapi...."


Boing Boing


Apa dulu ukurannya memang seperti ini?


"Emh... kuharap ini masih normal untuk seukuranku." Ucapku sambil memegang dadaku.


Setelah selesai mencatat semua ukuran, aku kemudian melepaskan jubahku lalu bercermin, aku dapat melihat bentuk tubuhku secara jelas dari atas sampai bawah semuanya terlihat dengan sangat jelas.


Karena tidak ada orang di sini aku bisa melepaskan pakaianku agar dapat melihat detail tubuhku untuk membuat patung manekin yang sama persis denganku, tanpa harus khawatir dan malu karena ketahuan sedang bugil.


Sangat cantik itulah bayangan diriku yang kulihat di cermin rambut putih bersinar, kulit yang halus, mata biru cerah, dan lekuk tubuh yang sangat sempurna setidaknya menurutku karena rasanya agak aneh memuji diri sendiri hehehe.


"Sekarang bagaimana model bajunya?" ucapku sambil menatap ke patung manekin.


Aku berputar-putar mengelilingi dan memandangi patung manekinku sambil mencari ide untuk membuat model baju yang sesuai dengan perawakanku.


"Tapi, apa yang cocok untuk sayapku? dan juga untuk lingkungan seperti ini? hmm... owhh!! bagaimana kalau gaun dengan rok mini sepertinya itu cocok." Ucapku sambil mulai menggambar model bajuku.


Setelah memikirkan matang-matang aku kemudian memutuskan untuk membuat baju dengan model gaun dan rok mini mengingat bentuk tubuhku yang memiliki sayap, jadi agar lebih mudah untuk bergerak dan agar ada lubang di punggung untuk sayapku.


"Yoshh selesai, ini sudah cukup bagus." Ucapku sambil menatap gambar bajuku.


.


.


.


Aku kemudian mulai menggunting kain sesuai dengan model baju yang kubuat lalu perlahan menjahitnya, aku tidak menggunakan mesin jahit atau jarum untuk menyatukan dan membentuk bajuku, itu karena aku bisa mengendalikan benangnya, aku hanya perlu menggunakan sihir untuk menyatukannya sangat mudah dan praktis hehe.


Setelah membuat desain awal aku kemudian memasangnya di patung manekin untuk melihat detail dan kekurangannya dan untuk memastikan apakah ukurannya sudah sesuai atau tidak.


"Sudah setengah jadi, tinggal melakukan sedikit penyesuaian lagi dan gaun ini akan siap untuk dipakai." Ucapku sambil menatap ke gaunku.

__ADS_1


"Hm... tapi, seperti ada yang kurang? owhh!! benar! bulu! kalau begitu aku akan menambahkannya di sini dan juga di sini." Ucapku sambil menempelkan bulu cave bear di bagian dadanya dan juga di pinggang.


.


.


Aku membuat gaun sedada dan juga rok yang sedikit di atas lutut agar lebih mudah untuk bergerak apalagi dengan kondisiku yang sering terjadi pertarungan, aku harus membuat baju yang tidak terlalu menyulitkan pergerakanku.


"Yup... sudah jadi, waktunya mencobanya."


Setelah melakukan sedikit penyesuaian dan menambahkan bulu cave bear di setiap ujungnya seperti dada, ujung gaun, dan lengannya perlahan aku memakainya untuk menguji kecocokannya walaupun aku sudah membuat manekin yang sama persis sepertiku, tapi tidak menutup kemungkinan baju itu akan tidak cocok denganku.


"Emh... r-rasanya agak terlalu terbuka, y-ya... ini gaun jadi memang wajar kalau memperlihatkan banyak kulit."


"T-terlebih lebih lagi bagian atasnya terlalu mencolok dan juga apa mungkin roknya terlalu naik ya?" lanjutku sambil menatap diriku di cermin.


Rasanya memang agak terbuka terutama pada bagian dada dan kakinya, jujur saja aku terlihat menggoda dengan gaun ini –tapi juga terlihat imut dan anggun–, aku tidak terbiasa menggunakan pakaian yang terbuka karena dulu aku selalu pakai baju yang tertutup dan rok yang panjang, aku merasa sedikit malu menggunakan ini.


"Yahh mau bagaimana lagi, setelah dilihat lebih jelas ini tidak terlalu buruk dan juga ini tidak seterbuka yang kukira, mungkin hanya perasaan bawaan dari dunia lama." Ucapku menatap ke cermin.


Gaun ini memang cocok untuk tubuhku, tapi mungkin tidak terlalu cocok untuk kepribadianku, meski begitu aku tetap menyukai ini aku terlihat imut dan dengan bulu-bulu halus dari cave bear sebagai sabuk panjang menjuntai ke bawah.


"Baiklah kalau begitu, tinggal memakai aksesoris..."


...


"Yup selesai... wahh! aku benar-benar cantik."


Selain membuat baju gaun aku juga membuat beberapa aksesoris seperti anting-anting kristal kecil, aku juga menganyam gelang merah dengan lonceng kecil di kedua ujungnya lalu mengikatkannya di tangan kananku.


Aku juga memakai sandal es dengan lilitan bulu cave bear sampai hampir ke lutut sebagai penahannya dan agar terlihat lebih elegan hehe.



( Kira-kira seperti ini, tapi sendalnya lebih tebal "foto ini agar anda lebih mudah mengimajinasikannya")


"Penampilan ini... seperti bukan diriku saja, ini sangat berbeda." Ucapku sambil menatap telapak tanganku.


Aku dapat merasakan perbedaan yang sangat jauh dari diriku yang dulu, banyak hal yang telah berubah sejak aku direinkarnasi ke dunia ini, penampilan, kepribadian, dan kehidupanku benar-benar sangat jauh berbeda.


"Kira-kira sampai kapan aku bisa bertahan di dunia ini? yahh tidak perlu dipikirkan, yang penting aku bisa hidup tenang dan damai, dan dapat menjalani kehidupanku dengan baik."


"Baiklah... selamat datang dunia baru hehee." Ucapku sambil membuka pintu.


.....


"Sira." Panggilku.

__ADS_1


"I...y..."


"Jadi bagaimana pendapatmu?" tanyaku padanya.


" ... "


Setelah selesai berpakaian aku kemudian keluar dari kamar untuk menanyakan pendapat Sira tentang penampilanku saat ini, aku tidak bisa menilai bagus tidaknya sesuatu hanya dengan pendapat sendiri walaupun aku yang memakainya tetap saja aku perlu bagaimana pendapat dan pandangan orang lain.


"Sira?"


" ... "


Tapi, saat kutanya pendapatnya Sira malah diam dan tidak menjawab apa-apa, dari yang kulihat tatapan dan ekspresinya dia pasti ingin mengatakan sesuatu yang sulit, mungkin aku terlalu berharap banyak pada penampilanku.


Apa penampilanku seburuk itu, sampai-sampai Sira tidak ingin mengatakan pendapatnya huhhh... padahal aku sudah berusaha untuk membuatnya.


"Si...ra?"


"Eh! anu... itu... a-anda sangat cantik nona." Ucapnya sambil berbalik.


Ternyata memang seburuk itu...


"Kau tidak perlu memaksakan diri Sira, aku tidak marah jika kau mengatakan sebaliknya."


Sira memang tampak sulit untuk mengatakannya, dia bahkan langsung berbalik saat mengatakan itu seolah-olah tidak ingin berlama-lama melihatku, itu mungkin karena penampilanku terlalu buruk, Sira pasti muak melihat penampilanku ini.


"Tidak tidak bukan begitu nona, a-anda benar-benar terlihat cantik dan imut nona."


"Benarkah? lalu kenapa kau berbalik?"


"I-itu a-agak sulit untuk dijelaskan hehehehe." jawabnya sedikit terbata-bata.


"Huhh... terima kasih Sira." Ucapku sambil tersenyum.


Duarrr


"A-apa itu?!" ucapku kaget.


Saat aku ingin duduk tiba-tiba pintu rumahku meledak dan bebatuan dinding berserakan di mana-mana, sampai-sampai ledakan itu membuat sebuah lubang besar di tempat bekas pintuku.


Dan dibalik ledakan itu berdiri seseorang yang bertubuh gegap dan diselimuti oleh jirah sisik berwarna hitam pekat dan mata merahnya yang menatap tajam ke arahku, dia adalah orang yang sama yang pernah aku temui di lantai 75.


Sama seperti sebelumnya tatapannya sangat dingin dan penuh amarah, entah apa yang terjadi dia tampak sangat marah padaku.


"Akhirnya aku berhasil menemukanmu, naga pemberontak." Ucapnya sambil menatapku dengan dingin.


...~•~...

__ADS_1



...Wangy Wangy 😋...


__ADS_2