I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 123: Jeratan Rantai


__ADS_3

"Di balik tikungan lorong itu…" ucapku kembali menghentikan langkahku di depan belokan lorong gua.


Haaah, bertahanlah Shea! setidaknya tidak ada salahnya untuk mencoba…lagipula aku bukan penjahat, jadi untuk apa aku khawatir.


Masih sedikit ragu dan khawatir untuk bertemu dengan orang-orang itu aku kemudian kembali menghentikan langkahku beberapa meter dari belokan lorong yang tak jauh dari sana ada para rekan dari pria sebelumnya, bahkan aku dapat mendengar suara orang-orang itu yang sedang berbicara satu sama lain.


"Nona?" panggil Sira berdiri di depanku.


"Y-ya... tunggu sebentar!" sahutku berlari kecil ke arah Sira.


...


"Anu… Sira, mau berubah dulu?" tanyaku padanya sambil berjalan pelan.


"Hm... baik nona… hup! apa seperti ini sudah cukup?"


"Em em... sempurna" sahutku tersenyum sambil mengangguk.


Saat aku terdiam ragu ingin melangkah Sira yang sudah melewatiku beberapa langkah kemudian memanggilku dan dengan cepat aku kemudian melangkahkan kakiku sambil berlari kecil ke arahnya lalu kembali berjalan pelan saat sudah sejajar dengannya.


Melihat wujud harimau Sira membuatku sedikit berpikir tentang ekspresi orang-orang itu ketika melihatnya, dan sambil berjalan aku bertanya pada Sira sembari menyisipkan saran agar sebaiknya dia kembali berubah ke bentuk kecilnya, karena dengan keadaan yang cukup menegangkan dan ada aku yang mungkin saja akan mereka anggap sebagai iblis ditambah lagi tiba-tiba muncul monster harimau besar di depan mereka secara bersamaan, mungkin itu akan menjadi penyiksaan mental yang berat untuk mereka dan aku tidak ingin itu terjadi.


Sempat terdiam sejenak untuk berpikir Sira kemudian setuju dengan saranku itu, dan setelah mempersiapkan ancang-ancang Sira langsung melompat lalu berputar di udara dengan sedikit diselimuti asap putih Sira kecil kemudian jatuh mendarat di tanah dengan mulus dan itu penampilan menggemaskan yang sempurna.


"Yosh! diamlah di atas sana, Sira" ucapku sambil mengangkat Sira ke atas kepalaku.


"Y-yah baik, nona" sahutnya padaku.


"Baiklah, mari lanjutkan" kataku sambil kembali berjalan.


Setelah Sira berubah menjadi kecil aku kemudian mengangkatnya lalu meletakkannya di atas kepalaku atau lebih tepatnya dari sela-sela tandukku seperti biasanya, dengan posisi tiarap Sira berbaring di atas kepalaku dan itu terasa menggelikan aku bahkan dapat melihat ujung kaki depannya di atas dahiku.


Menunggu sebentar agar Sira bisa memposisikan dirinya dengan baik di atas kepalaku aku kemudian perlahan kembali berjalan untuk melewati tikungan gua di depanku.



"Tidak ada waktu untuk menjelaskan itu, selagi situasi masih aman kita harus pergi dari tempat ini…/" ucap lelaki itu pada teman-temannya.


"A-anu… permisi, a-apa ada yang bisa aku bantu?" ucapku perlahan berjalan di belakang pria sebelumnya.


"I-iblis!"

__ADS_1


"Tidak perlu khawatir, dia ada pihak kita" ucap pria itu sambil berdiri membelakangiku.


"Zoe! ke marilah!" ucap seorang perempuan menarik kerah baju lelaki manusia itu.


Owh, jadi namanya Zoe! hm... kebun binatang? tidak tidak, itu zoo...


Perlahan, tapi pasti aku kemudian berdiri di belakang pria sebelumnya yang sepertinya sedang menjelaskan sesuatu pada rekan-rekannya itu, dengan sedikit menunduk memegangi tanganku karena gugup aku menawarkan bantuan kepada mereka, akan tetapi salah satu orang yang tampaknya adalah seorang prajurit tiba-tiba saja menyebutku sebagai iblis dengan wajah yang ketakutan, dan ini ketiga kalinya dalam hari ini orang-orang memanggilku dengan sebutan itu.


Tapi, melihat teman-temannya yang ketakutan ketika menatapku lelaki sebelumnya langsung berdiri di depanku sambil menjelaskan pada mereka bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dariku dan memang seperti itulah apa adanya, sejak awal aku memang ingin membantu mereka dan bukan untuk menakut-nakuti ataupun menyakiti mereka.


Setelah dia melakukan itu secara tiba-tiba ada seorang perempuan yang menarik leher bajunya menjauh dariku lalu berkumpul bersama teman-temannya beberapa meter di depanku seperti segerombolan orang yang sedang berdiskusi.


Dan walaupun sangat terlambat karena banyak halangan yang tidak terduga aku akhirnya mengetahui nama orang itu yang terdengar seperti kebun binatang, jujur jika saja pendengaraku kurang bagus mungkin aku akan mengiranya seperti itu, tapi sayangnya sekilas aku mendengar penyebutan huruf E di belakang namanya dan jelas itu bukan kebun binatang, karena akan sangat lucu jika ada orang yang menamai seseorang dengan nama itu.


...…...


"Bagaimana mungkin kau bisa percaya dengan iblis di saat seperti ini?! dia mungkin sedang merencanakan sesuatu, apa kau ingin membahayakan kelompok kita hah?!" ucap perempuan itu padanya.


"Sudah kubilang dia ada di pihak kita, sebelumnya dia sudah menyelamatkanku juga Luna, Lia dan Kie, aku bisa menjaminnya."


"Lalu di mana mereka bertiga? kenapa kau hanya sendirian datang ke sini?" sahut lelaki lain di sampingnya sembari bertanya.


"Mereka bertiga sudah dia antar pulang ke kota…/"


...…...


Sepertinya ini memang mustahil, mereka tidak akan mempercayaiku...


"Jika tidak ada yang perlu dibantu aku akan menunggu di luar, permisi… maaf mengganggu kalian" ucapku sedikit menunduk sembari berbalik membelakangi mereka.


Heal...


Masih dengan memegangi kerah baju Zoe perempuan yang tampaknya sedang terluka itu berbicara padanya dengan suara yang pelan dengan ekspresi kurang setuju dengan tindakan Zoe yang membawaku ke tempat ini walaupun pembicaraan mereka sangat pelan, tapi aku dapat mendengar semua perdebatan mereka dengan sangat jelas, mereka benar-benar tidak senang dengan kedatanganku di tempat ini.


Karena aku tidak ingin membuat mereka tidak nyaman dan ketakutan aku kemudian pamit untuk pergi ke luar gua lebih dulu sembari sedikit meminta maaf karena mengganggu kenyamanan mereka, dan meski aku sedikit sedih dengan sudut pandang mereka padaku sebelum aku pergi meninggalkannya mereka aku secara diam-diam menyalurkan sihir penyembuhan pada kristal es yang menyelimuti gua ini.


Sehingga setiap langkah yang mereka lakukan saat keluar gua ini akan menjadi langkah penyembuhan bagi mereka dan saat mereka keluar dari gua ini mereka akan benar-benar sembuh total, aku bisa saja melakukannya langsung pada mereka, tapi melihat ekspresi wajah mereka yang tidak senang saat melihatku aku tidak ingin terburu-buru mengambil langkah yang akan membuat mereka menjadi semakin mencurigaiku dengan tuduhan yang tidak-tidak.


...*****...


"Aghhh! takdirku sangat buruk ya… Sira" ucapku pada Sira sambil berjalan pelan.

__ADS_1


Seandainya Dewa payah itu bisa melakukan tugasnya dengan baik mungkin kehidupanku akan sangat berbeda, haaah... setelah dipikir-pikir tidak ada gunanya memikirkan itu sekarang.


"Takdir itu memang sudah ditentukan, tapi baik atau buruknya tergantung cara kita melihatnya nona, teruslah berpikir positif tentang apapun dan yakinlah bahwa itu adalah sesuatu yang baik, karena kebahagiaan itu selalu datang setelah duka" sahut Sira terdengar bijak.


"Emhh… setelah dipikir-pikir itu memang ada benarnya, tapi Sira… kurasa ucapanmu itu terlalu dewasa untuk ukuran tubuhmu yang kecil mungil" ucapku padanya. •_•


"Itu tidak ada hubungannya nona, yang terpenting adalah arti dari ucapan itu dan perlu diingat saya seperti ini karena anda" sahutnya padaku terdengar kesal. ("•_•)


"Y-ya… m-maaf hehe hehehe" °-°


Cukup lama berjalan menyusuri lorong yang sama aku sedikit mengeluhkan tentang keadaanku yang sangat menyedihkan ini, terlahir tanpa ada teman yang bisa diajak bicara –secara garis besar aku punya satu teman dan itu adalah Sira– bahkan saat aku mendapatkan tubuh humanku sekarang aku diteriaki sebagai iblis.


Sungguh takdir yang malang, mengingat kembali apa yang dilakukan oleh dewa cebol itu membuatku sedikit kesal, tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur dan seperti inilah kehidupanku sekarang dan seperti yang dikatakan Sira aku harus terus berpikir positif tentang apapun.


Aku memang setuju dengan ucapan Sira, tapi mendengarnya berbicara dengan tubuh kecil itu sekilas ucapannya terkesan sangat aneh, karena terlihat jelas kondisi yang sangat perbedaan antara fisik dan perkataannya, seperti seorang anak kecil yang dipaksa dewasa dengan pemikiran yang jenius.


Tapi, mendengar ucapanku itu Sira kemudian membalasnya dengan ucapan yang terdengar kesal dan sontak itu membuatku tertawa kecil sembari menggaruk kepalaku dengan sedikit merasa bersalah padanya karena memang aku yang memintanya seperti itu hehe.


Yahh, sebaiknya aku jalani saja kehidupanku ini.


"Haah, meski mendapat tanggapan buruk dari orang-orang itu, anda tetap melakukan sihir penyembuhan secara diam-diam bukan?" ucap Sira melompat turun sembari kembali berubah menjadi harimau besar.


"Ya… aku hanya berpikir mereka bisa berkata seperti itu karena mereka tidak mengenalku dan juga akan lebih baik bukan jika mereka keluar dari gua ini dengan keadaan yang segar bugar?"


"Ya seperti itulah, nona" sahut Sira berjalan di sampingku.


Entah sedang terbentur atau ada angin lalu yang menggetarkan otaknya hari ini Sira dapat dengan mudah mengetahui apa yang aku lakukan, padahal aku sudah sangat yakin bahwa sihir penyembuhan yang aku lakukan sebelumnya sudah sangat tersembunyi, tapi ternyata Sira dapat mengetahui itu.


Dan memang akan lebih baik jika orang-orang itu keluar dari gua dalam keadaan yang sehat, karena akan sangat bermasalah jika mereka harus melewati hutan yang pemuh ancaman dalam keadaan yang buruk dan tidak siap untuk bertarung.


...*****...


"Hoahh! kuharap aku bisa berteman dengan mereka..."


Deg!!


"Aura ini!!? dia sudah datang ya…" ucapku berhenti berjalan beberapa meter sebelum mulut gua.


Terus berjalan melewati lorong gua ini aku akhirnya sampai di depan mulut gua dengan sedikit berharap orang-orang itu mau menjadi teman-temanku, akan tetapi langkahku tiba-tiba terhenti setelah aku merasakan aura yang sudah tidak asing lagi untukku, dan tentunya dia adalah pria naga yang sebelumnya telah menghukumku.


"Apa yang akan anda lakukan nona?" tanya Sira padaku.

__ADS_1


"Kuharap dia mau mendengarkan penjelasanku" jawabku sambil kembali berjalan ke luar gua.


...🌹🌹🌹...


__ADS_2