
Shaly seperti itulah orang-orang memanggilku, aku adalah seorang petualang dari ibu kota kerajaan Amonia salah satu dari negara perekonomian terbesar dengan julukan Plantation Country.
Tapi di balik itu semua negara ini adalah negara dengan popularitas petualang terbesar di seluruh daratan benua elo (el').
Status petualang yang kumiliki cukup buruk bisa dibilang yang terlemah
Nama : Shaly Doma
Umur : 16 tahun
[ Status ] : petualang
Rank : E
Level : 31
Ras : Manusia
Aku hanya bisa menggunakan sihir-sihir sederhana yang terbilang lemah, hehe.
Sudah sekitar dua tahun aku pergi dari rumah untuk menjadi petualang dan berlatih setiap hari tapi nyaris tak ada kemajuan sama sekali, perkembanganku sangat lambat.
Mungkin karena itulah aku selalu ditolaknya saat melakukan pengajuan diri untuk bergabung dengan sebuah party petualang, memang aku ini orang yang lemah.
Aku hanya akan menjadi beban dalam tim saat menjalankan misi, aku sadar itu tapi menjalankan misi sendirian itu sangat tidak menyenangkan kuharap ada sebuah party yang mau menerimaku apa adanya.
"Baiklah... baiklah aku bangun." Ucapku sambil mengusap mata.
Seperti biasa, aku terbangun karena sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam kamarku dari sela-sela jendela.
Setelah bangun tidur aku langsung menuju ke kamar mandi untuk membasuh muka dan mandi tentunya.
Sussss...!
Air bak mandiku tumpah saat aku berendam di dalamnya, rasanya sangat nyaman dan menyegarkan apakah kehidupanku hari ini akan senyaman saat aku mandi? entahlah kau takkan tau sebelum menjalaninya.
Sussss...!
Airnya kembali tumpah saat aku bergerak untuk keluar dari bak mandi, aku kemudian duduk di bangku kecil dan mulai menggosok tubuhku mulai dari bahu, tangan sampai ujung kaki tentunya juga bagian dada, hehe.
Setelah selesai menggosok semua bagian tubuhku aku menyiramkan air ke kepalaku untuk membasuh sisa sabun yang ada, dan kemudian mengambil handuk lalu keluar dari kamar mandi.
"Kuharap hari ini berjalan dengan lancar " Ucapku sambil bercermin dan memasang baju.
"Waktunya sarapan..."
Selesai memasang baju aku bersiap untuk sarapan pagi dan seperti biasanya sarapanku hanya sepotong roti dan susu hangat itu sudah cukup untuk menunda rasa lapar.
"Selamat makan." Ucapku sambil menggigit roti.
Aku tak boleh makan terlalu banyak itu akan memperlambat pergerakan ku saat menjalankan misi, lagi pun aku berhemat dan menabung untuk membayar sewa bulanan penginapan ini walaupun faktor pendapatan juga mempengaruhinya, dan juga untuk berdiet, hehe sebagai seorang wanita kau harus menjaga tubuhmu agar tetap bagus.
Dan mengenai pendapatan ku, hanya sekitar 7 keping koin emas kecil dan 4 perak besar dalam satu bulan, bahkan kadang kurang dari itu.
Apa kata emas membuat kalian berpikir kalau itu banyak? jika kalian memang berpikir seperti itu, kalian harus tau harga penginapan ini dan harga dalam satu bulannya sekitar 2 koin emas besar atau setara dengan 4 koin emas kecil itu artinya sisa uangku hanya 3 koin emas kecil dan 4 perak besar untuk makan selama sebulan.
Tapi aku tak pernah mengeluh tentang itu, penginapan ini adalah yang termurah dari yang termurah yang di kelola oleh temanku yang berusia 14 tahun, lebih muda 2 tahun dariku dan dia adalah seorang perempuan bernama yumi.
Ya temanku seorang perempuan yang suka mencari kesempatan dalam kesempitan bahkan jika itu adalah temannya sendiri.
"Waktunya berangkat... aku pergi." ucapku sambil membuka pintu dan keluar dari penginapan.
"Yaa... selamat berjuang Shaly!" sahutnya dengan semangat.
Lokasi guild tidak terlalu jauh dari tempatku menginap, hanya berjarak 1 kilo meter saja.
"Hai Shaly, bagaimana kabarmu?" ujar bibi penjual sayur langganan ku yang ada di dekat perempatan jalan menuju guild.
"Aku baik-baik saja bibi, dahh...!" ucapku sambil melambaikan tangan.
Tempat ini penuh dengan aktivitas perdagangan ada banyak orang berjualan di pinggiran jalan.
"Huhhh...! akhirnya sampai juga." kataku dengan napas terengah-engah karena berlari sepanjang jalan.
Aku berlari sepanjang jalan untuk sampai ke guild petualang, itu adalah salah satu kebiasaan rutin yang kulakukan untuk meningkatkan stamina.
"Yo... Shaly sama seperti biasanya kau berlari lagi, apa kau tidak takut betismu akan membesar!?" ujarnya sedikit mengejek.
Mark adalah salah satu petualang kenalanku sebenarnya dia orang yang baik, hanya saja nada bicaranya yang kurang menyenangkan yang sering membuat orang lain tersinggung.
"Hah...! berisik, itu bukan urusanmu... lagi pun ini adalah kebiasaan ku." ucapku dengan napas terengah-engah dan sedikit marah.
"Maaf... maaf, hahahaha" lanjutnya sambil tertawa.
Yup selamat datang di guild Armain, guild terbesar di ibu kota kerajaan Amonia, aku kemudian masuk ke dalam guild dan menemui kenalanku yang merupakan resepsionis guild bernama Lucy dia berasal dari ras elf.
"Selamat pagi Lucy..." ucapku dengan semangat.
"Oh... Shaly selamat pagi,bagaimana kabarmu?" Ujarnya sambil bertanya.
"Yahh... sama seperti biasanya, selalu sehat." Kataku menjawabnya dengan sangat bersemangat.
"Hey... hey... Lucy apa ada pekerjaan yang bagus untukku hari ini?" ucapku dengan sedikit manja.
__ADS_1
"Hmmm... biar kulihat dulu... owh...sepertinya ada." jawabanya.
"Wahhh... benarkah? apa itu? pekerjaan apa?" kataku dengan penasaran.
"Yang pertama, membantu petani menanam sayuran dan membereskan hama yang menggangu, yang kedua; mengumpulkan tanaman obat seperti rumput lorus, jamur merah, buah strawberry dan lain sebagainya, dan yang ketiga adalah bergabung dengan party petualang agar kau mendapat teman perjalanan dan tidak terlihat seperti orang yang menyedihkan yang tidak punya teman, bagaimana?!" ucapnya sambil menyebutkan misi yang cocok denganku.
Lucy memberitahu ku beberapa misi ringan yang bisa kulakukan.
"Hmmm... berkebun ya... tampaknya menyenangkan tapi... aku tidak sedang tidak ingin berurusan dengan hama."
"Eh... tunggu apa maksudmu dengan tidak punya teman!?" ucapku sedikit marah.
"Tidak punya teman artinya tidak punya teman" jawabnya sedikit datar.
"Ehhhhh... aku ini orang yang populer dan punya banyak teman lohh... aku bukannya tidak mau bergabung dengan party petualang tapi kau seharusnya sudah tau kalau aku ini orang yang lemah, mana ada orang yang mau menerimaku bergabung dengan party mereka" ucapku dengan malas.
"Anu... " ujar seseorang yang ada di belakang ku.
"Emm... ada apa?" ucapku sambil menengok ke belakang.
"Wahhh... Shaly ternyata benar kau Shaly." ujarnya kegirangan.
"Eh... siapa...? ehhhhh... Mary!?" ucapku dengan kaget.
Aku menatapnya dari atas sampai bawah dan akhirnya aku mengenalinya, dia adalah Mary teman masa kecilku di pinggiran kota bagian Utara, kedatangan Mary benar-benar membuatku kaget, kenapa dia ada disini?
"Hmhm... benar, ini aku teman masa kecilmu, Mary." Katanya dengan semangat.
"Oh... jadi kau punya teman!?" ujar Lucy dengan sedikit mengejek.
"Sudah kubilang aku ini punya teman." jawabku dengan datar.
Aku kemudian mengajaknya duduk di sampingku agar lebih mudah untuk berbicara.
"Jadi, kenapa kau datang kemari?" kataku sambil bertanya.
"Bukan cuma aku lohh... Jeane dan Han juga ikut ke sini." jawabnya dengan sambil menunjuk kesamping.
"Eh...! Jeane, Han!?" ucapku kaget mendengarnya.
"Benar lohh... kami juga ikut kesini." kata seseorang yang sedang berjalan ke arahku.
Yup dia adalah Jeane salah satu dari teman dekatku dan yang di sampingnya pasti Han anak laki-laki yang sering menjahiliku waktu aku kecil dia cukup tampan untuk seorang anak nakal, mereka berdua kemudian mengambil tempat duduk disebelahku dan Mary.
"Mau apa kalian kemari? bukankah kalian bilang tidak ingin menjadi petualang?" ucapku bertanya pada mereka.
"Yahh... kurasa kau memang benar, hehehe." katanya dengan sedikit tertawa.
"Bukankah itu terlalu tipis untuk dijadikan alasan." jawabku.
"Wah wah kau punya teman yang baik ya." Ucap Lucy sambil menyuguhi minuman kedepan kami.
"Apa itu hinaan!?" ujarku sambil menatapnya.
"Itu pujian." jawabnya dengan santai lalu duduk di sampingku.
"Jadi, apa kalian ingin menjadi seorang petualang?" tanya Lucy pada mereka.
"Tentu, karena itulah kami datang kesini, benarkan Han Mary?" jawab Jeane sambil bertanya dengan mengangkat tehnya.
"U-um... yahh seperti itulah." jawab Han dengan sedikit malu-malu.
Hey kawan, kau bukan orang yang seperti itu biasanya kau selalu bicara kasar dan tidak sopan padaku, apa karena ada gadis cantik di sekelilingmu, dasar otak gadis!
"Kalau begitu, Silahkan isi formulir keanggotaan ini." ucap Lucy sambil menyerahkan formulir pendaftaran guild.
"Ooke..." jawab Mary dengan yakin.
Mereka bertiga kemudian mengisi formulir keanggotaan guild dan menyerahkannya pada Lucy.
"Baiklah... mari ikuti aku, kita akan menilai kekuatan kalian untuk mempermudah menentukan jenis misi yang cocok dengan kalian,
"Oh ya... sebelum itu perkenalan namaku Lucy salam kenal." ucap Lucy sambil memperkenalkan diri dan mengajak mereka keruangan batu penilaian.
"Namaku Mary dan mereka adalah Jeane dan juga Han." ucap Mary sambil menunjuk ke arah Jane dan Han.
"Salam kenal..." kata Jeane dengan tenang, sementara Han hanya mengangguk saat Lucy menatapnya.
Jeane sudah seperti sosok kakak bagiku dia selalu melindungiku saat aku dijahili oleh anak - anak lain seusiaku, contohnya Han.
Orang ini selalu menjahiliku hanya karena dia anak kepala desa dia sering mengacak-acak rambutku dan meletakkan pasir diatas kepalaku, sungguh sifatmu yang sekarang membuatku bingung.
"Kita sudah sampai, silahkan masuk!" ucap Lucy menyuruh mereka untuk masuk.
"Woahh... apa itu!? hey Shaly apa itu!?" ujar Mary dengan Bingung penasaran.
Mary memang anak yang suka bertanya, aku suka sifat polosnya itu, sementara Han dan Jeane hanya diam sambil menatap batu penilaian, memang batu itu terlihat mengagumkan tingginya sekitar 2 meter dengan warna putih bening seperti permata.
"Ini adalah batu penilaian, batu ini sering digunakan untuk menilai kekuatan dan kemampuan setiap petualang baru." jawab Lucy
"Silahkan kalian pegang batu ini satu persatu!" lanjut Lucy.
"Ooke..." jawab Mary.
__ADS_1
"Woaahhhh... ini bersinar, hey hey Shaly apa kau melihatnya!?" ucap Mary bertanya padaku.
"Yahh... itu adalah hal yang biasa." jawabku.
Nama : Mary
Umur : 15 tahun
[ Status ] : petualang pemula
Rank : E
Level : 25
Ras : Manusia
Dia cukup bagus untuk petualang pemula karena level nya masih level 1 rank E adalah hal yang wajar.
"Baiklah selanjutnya." ucap Lucy
Nama : Jeane
Umur : 17 tahun
[ Status ] : petualang pemula
Rank : D
Level : 4****7
Ras : Manusia
"Hmmm... kau lumayan juga untuk seorang pemula." Ucap Lucy dengan ekspresi kaget.
Aku tau kalau Jeane itu kuat tapi tak pernah terpikir olehku kalau dia ada di rank D dengan kekuatan yang cukup besar.
Level sangat menentukan di rank apa kau berada F,E,D,C,B,A atau S itu tergantung dengan level dan juga kekuatan, tanpa kekuatan kau takkan bisa menaikkan level.
"Selanjutnya..." lanjut Lucy.
Nama : Hanz Gurel
Umur : 16 tahun
[ Status ] : petualang pemula
Level : 49
Rank : D
Ras : Manusia
"Wah Wah kau cukup berbakat anak kecil." ucap Lucy sambil merimpitkan mata, mencoba menggodanya, dia takkan tergoda dengan itu, dia bahkan nyaris tak tertarik dengan wanita.
Tidak ku sangka anak nakal yang sering menjahiliku ini berada di tingkat yang sama dengan jeane bahkan lebih, itu tidak adil kenapa aku sangat lemah sementara dia sangat kuat, menyebalkan.
"Baiklah penilaiannya sudah selesai dan ini tanda pengenal kalian." kata Lucy sembari memberikan besi tipis berbentuk segi enam seperti kalung.
"Tanda pengenal ini nantinya akan berguna untuk kalian agar bisa keluar masuk di berbagai daerah, jadi jangan sampai hilang." Lanjutannya.
"Woaahhhh... Shaly lihat ini aku punya tanda pengenal." Ucapnya dengan girang
"Iya... aku melihatnya." jawabku sambil tersenyum padanya, aku sangat suka dengan sifat polosnya itu.
Sepertinya jeane dan Han juga ikut tersenyum melihat tingkah lakunya.
"Karena kalian teman, bagaimana kalau kalian membuat party saja." usul Lucy.
"Ide yang bagus." Jawab Han.
Hey apa kau sedang merencanakan sesuatu!? jawabanmu itu terdengar mencurigakan terutama untukku.
"Aku setuju, kedatangan kami juga karena ingin bersamamu." ucap jeane.
"Yeeee!!! kalau begitu sudah diputuskan kita akan membuat party." ucap Mary dengan semangat.
"Kau tak mungkin menolaknya kan Shaly?" tanya Lucy padaku dengan sedikit mengejek.
"Baiklah! baiklah... aku takkan menolaknya, apa kau senang!?" jawabku sedikit pasrah.
"Tentu, aku akan menyiapkan semuanya." jawab Lucy dengan senang.
"Yeeee!! kita akan bersama lagi, katakan hore!!!"
ucap Mary sambil memelukku.
"H-hore!" sorakku
Dan hari-hari kebersamaan kami pun dimulai kembali.
...~•~...
[ Notes : mulai dari chapter 6-9 menggunakan perspektif Shaly ( karakter lain ) ]
__ADS_1