
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Tapi kanjeng Tumenggung tak kapok. Seminggu kemudian Ardi kembali dia nikahkan. Kali ini dengan seorang perempuan desa. Yang tak mengerti tata krama ningrat.
Gadis desa berusia 15 tahun sedang usia Ardi sudah 33 tahun. **Sekarningrum** nama gadis kecil itu. Dia baru mengalami 2x menstruasi.
Kali ini eyang Tumenggung Putri mengikuti jejak ibunya Yanti. Dimalam pengantin itu dia mencekoki Ardi dengan jamu fitalitas.
Dengan Sekar walau tanpa cinta, karena dapat perawan Ardi tak pernah bosan tidur dengan anak kecil itu.
Tak sampai satu tahun Sekar mulai hamil
Tentu saja semua senang. Termasuk Ratna yang tak pernah punya rasa iri pada madunya itu.
Bahkan Ratna sering kasihan pada gadis kecil itu.
"Sayang kandungan Sekar tidak kuat. Dia keguguran saat usia kehamilan empat bulan.
Dan saat itu dokter memesankan kalau Sekar tak boleh hamil dulu. Usianya masih sangat muda sehingga rahimnya belum kuat.
__ADS_1
Sekar diminta jangan hamil lagi sebab berbahaya bagi kesehatannya. Namun keharusan dari bendoro Tumenggung membuat Sekar tanpa berani membantah tetap hamil lima bulan sesudah keguguran.
Kehamilan kedua dijaga ketat oleh Ratna dan ibunda Ardi.
Ardi tak boleh menyentuh Sekar. Dan Sekar juga tak boleh banyak bergerak. Akhirnya si jabang bayi lahir dengan selamat dan diberi nama GARO HIMAWAN YUSUF.
Garo lahir sehat dan dalam usia kehamilan yang cukup, tapi ibunya mengalami perdarahan hebat.
Dan sejak itu Sekar sakit-sakitan. Walau sakit Sekar tetap memberi ASI pada Garo. Hanya Sekar tak bisa merawat Garo. Sejak lahir Garo dirawat Ratna karena tubuh sekar sama sekali tak mendukung dia merawat buah hatinya.
Pada saat usia Garo sembilan bulan Sekar meninggal karena kondisinya makin melemah. Garo yang sejak lahir dirawat oleh Ratna istri pertama ayahnya tak pernah tahu kalau Ratna bukan ibu kandungnya.
Garo diberitahu semuanya saat berumur sepuluh tahun. Saat itu Ratna merasa Garo sudah bisa menerima kenyataan kalau dia bukan anak kandung Ratna.
**FLASHBACK OFF**
Jadi yang berada di depan Alesha saat ini bukan ibu kandung Garo, tapi bagi Garo dialah ibunya, karena Garo merasakan ketulusan perempuan itu merawatnya dengan penuh cinta.
Saat makan malam bu Ratna bertanya “Kapan Ibu boleh melamarmu?”
Alesha gelagapan, tapi memang hal ini harus dia jawab sendiri.
__ADS_1
“*Nyuwun sewu* Ibu, sejak awal mas Garo mengatakan ingin berhubungan dengan saya, saya sudah katakan saya belum bisa membuka hati. Saya masih takut memulai."
"Namun mas Garo meyakinkan saya dia mau sabar menunggu sampai saya siap."
"Kemarin pun keluarga saya menanyakan saya, kapan kami meresmikan hubungan. Dan saya juga menjawab belum siap, dan saya mempersilahkan mas Garo mencari perempuan lain bila tak ingin menunggu saya,” dengan jelas Alesha mengatur kata-katanya agar tak menyakiti siapa pun.
“Bukan saya tidak mencintai mas Garo, atau saya tidak serius. Namun saya belum berani kembali dalam pernikahan. Bantu saya agar saya bisa nyaman dan sanggup melangkah kesana lagi,” dengan tertunduk Alesha menyelesaikan kalimatnya.
Garo menggenggam jemari Alesha, memberi kehangatan agar Alesha agak tenang.
“Cha … Echa,” Garo memanggil kekasihnya agar memandangnya.
“Enggak ada yang akan meninggalkanmu. Mas akan bersabar disisimu. Tenang ya,” bujuk Garo
“Kalau Ibu berkenan, Ibu bisa hadir berkenalan dengan kedua orang tua saya saat lamaran adik saya hari Minggu besok,” Alesha mengundang bu Ratna saat lamaran sikembar
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.
__ADS_1
