JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
ABANG PELIT


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Setelah turun dari panggung pengantin, ibu Ratna langsung berbaur dengan beberapa teman SMA nya. Garo tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia menghampiri Alesha yang sedang duduk dan makan salad buah.



“Malam mbak Lesha,” sapa Garo ramah. Garo melihat Fajri sebagai penjaga Alesha saat itu, selain dua perempuan sepuh dan seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari Alesha.



“Eh mas Garo, datang dengan siapa Mas?” tanya Alesha ramah dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.



“Ngantar ibu, rupanya ayah pengantin perempuan adalah teman SMA ibu,” jelas Garo.



“Silakan makan Mas,” Alesha mempersilakan Garo untuk makan dan dia melanjutkan makan salad nya yang memang tersisa sedikit saja.



“Abang, aku minta sprite sedikit ya?” rengek Alesha pada abangnya yang berdiri didekatnya.



“Enggak boleh, nanti Abang yang kena marah daddy, kalau rewel kamu Abang antar pulang aja ya. Minum bekal yang dibawa dari rumah aja,” Fajri memarahi Alesha seperti dia memarahi anak kecil.



“Eyang, abang pelit,” Alesha mengadukan kelakuan Fajri pada eyangnya.



“Kamu lapor eyang, nenek atau bahkan ke mbak Icha sekali pun pasti enggak ada yang belain,” balas Fajri.



“Kalau gitu aku boleh jalan kesana ambil kambing guling?” tanya Alesha.



“Boleh,” Fajri mengizinkan adiknya. 



“Abang liatin dari sini ya, jangan keburu-buru jalannya.”



“Mas Garo  kita ambil makan yok, saya mau ke saung kambing guling, mas Garo mau ke mana?” tanya Alesha, dia tak mengajak Rezky yang berdiri tak jauh dari Fajri.

__ADS_1



“Saya ke sebelahnya aja, nasi goreng kambing. Ayok Mbak kalau mau bareng,” jawab Garo senang.



Mereka jalan bersisian dan memakan menu yang mereka ambil tanpa kembali ke dekat Fajri. 



Setelah kambing gulingnya habis Alesha mengajak Garo menemaninya ke saung siomay. Garo hanya menemani Gita dan mencarikan tempat duduk di dekat saung siomay. 



Rupanya Alesha membawa tempat minum sendiri karena semua minuman yang tersedia bersoda. Sementara Rezky hanya bisa melihat dari jauh mantan istrinya duduk makan dengan pria lain.



“Mas Garo enggak ambil desert? Buah atau puding mungkin?” tanya Alesha.



“Mbak Echa mau? Biar saya ambilkan,” Garo menawarkan jasa untuk mengambilkan desert bila Alesha mau. Dia mulai memanggil Echa kembali. Padahal tadi masih Lesha. 



“Engga saya sudah enggak sanggup lagi,” jawab Alesha dengan senyum manisnya. 



“*Kowe nang kene tho* ( kamu disini tho), ” bu Ratna menegur Garo yang berada didekatnya.




“*Ora, Ibu karo konco-konco* ( tidak, ibu masih dengan teman-teman ),” jawab bu Ratna.



“Kenalin Bu, ini adik pengantin pria,” Garo menjawab pandangan bu Ratna yang seakan bertanya siapa wanita yang sedang bersama anaknya.



Alesha berdiri dan salim pada bu Ratna. 



'*Dia sedang hamil, tapi dia sangat manis dan sopan sekali*', batin bu Ratna memberi penilaian pada perempuan muda didepannya. 



'*Andai dia belum punya suami tentu aku akan senang Garo bersanding dengannya*.'


\*\*\* 


__ADS_1


Garo mengantar Alesha kembali ke kursi awal tempat mereka bertemu lalu dia pamit untuk kembali mencari ibunya. 



Garo duduk manis dekat ibu berkumpul dengan teman-temannya. Tanpa sengaja dia mendengar para ibu disebelahnya membicarakan anak-anak Purwanagara. 



'*Yang mbarep kan punya sekolah karate, punya kantor hukum juga punya beberapa cafe, kalau adiknya punya sekolah musik dan tak mau kerja kantoran. Nah yang perempuan pertama lagi hamil, dia pemimpin supermarket bangunan juga punya cafe dan yang aku dengar usaha ibunya juga bakal dia yang pegang karena yang lain enggak ada yang mau urus usaha tanaman. Semoga aja anak kembarnya mau nerusin usaha bapaknya yang punya banyak usaha itu, karena anak lelakinya pada enggak mau nurunin*.'



'*Astagaaaa, ini rumpian kenapa jelas banget. Mereka dapat info akurat itu dari mana ya*?' Garo memang sudah tahu sejak sebulan lalu kalau supermarket bangunan yang dulu dia datangi adalah pimpinan Alesha! 



'*Perempuan itu sangat humble*,' batin Garo mendengar rumpian para ibu. Belum lagi bila nursery juga dia yang pegang, bagaimana dia mengatur waktu untuk keluarganya? 



Memang sejak mendengar Alesha bercerai dengan suaminya Garo langsung menyelidiki latar belakang Alesha. 



Sambil menunggu ibu mengajaknya pulang, sesekali Garo mencuri pandang ke arah Alesha, dilihatnya lelaki yang tak pernah jauh dari perempuan itu. 



'*Siapa dia? Apakah itu sosok mantan suami Alesha*?' pikir Garo.


\*\*\* 



“*Kowe wis  suwe kenal po karo Alesha mau* ( kamu sudah kenal lama dengan perempuan bernama Alesha tadi )?” selidik bu Ratna



“Cukup lama, sejak dia SMA, dia lalu kuliah di UI, sekarang dia pemimpin supermarket bangunan dan sebentar lagi nursery ibunya juga dia yang pegang." 



"Bapaknya punya perusahaan di bidang developer. Mereka keluarga super kaya tapi sangat sederhana."



'Sayang nasib dia tak terlalu bagus, suaminya hanya ingin hartanya dan punya banyak anak dari perempuan lainnya."



"Maka sejak ketahuan kelakuan suaminya,  kakaknya yang tadi nikah menyuruh dia bercerai dengan suaminya."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.

__ADS_1


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.


__ADS_2