JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
LIKE MOTHER LIKE DAUGHTER


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Alesha bangun saat tengah malam seperti biasa,  waktunya dia memberi ASI untuk Jingga. Alesha tak melihat kehadiran Garo di sisi tempat tidurnya. Ternyata calon imamnya itu sedang mengeloni putri kecilnya.



Alesha memastikan Jingga  sudah berganti diapers,  itu terlihat dari stock diapers yang ia siapkan disisi tempat tidur sudah tak ada,  juga tissue basah sudah pindah tempat.



"Mas bangun," bisik Alesha ditelinga Garo.



"Kenapa Yank? Udah diganti koq diapersnya," jawab Garo dengan surah lirih.



"Aku mau kasih ASI dulu seperti semalam," Alesha memberitahu tujuannya membangunkan Garo.



"Iya, ini Ayah pindah Bun,"  Garo pindah ke tempat tidur penunggu, tapi saat akan berganti posisi dengan nakal dia menyempatkan diri mencium pipi Alesha sekilas.



Garo tidur memunggungi  bed atau brankarnya Jingga. Agar Alesha leluasa menyusui tanpa perlu menggunakan APRON MENYUSUI.



Cukup lama juga Jingga menyedot ASI nya.



"Alhamdulillah Dek, Kamu minum ASI lagi ya nak. Semua yang terbaik untukmu akan Bunda upayakan."



Alesha mencium kening putrinya yang telah selesai menyusu. Dia lap pipi Jingga dengan tissue basah agar tak iritasi.



Setelah itu Alesha pun tertidur di sisi Jingga.



"Yayah!"  teriak Jingga ketika pagi-pagi tak melihat Garo ada di sebelahnya yang ada saat itu malahan bundanya.



"Sstttt … Sssttttt. Ayah sedang salat De," Alesha menggendong Jingga mendekat arah Garo yang sedang melakukan salat subuh.



"Ayahnya lagi salat ya, Ayah salat," kata Alesha membopong memperlihatkan bahwa Garo sedang salat.



"Yah, At," Jingga melihat ayahnya sedang salat maka dia berhenti menangis. 



"Benar, Ayah salat ya. Dedek tunggu sini sebentar Ayah lagi salat,"  Alesha tahu maksud perkataan Jingga barusan.



"Kita ganti diapers dulu yok sambil tunggu Ayah," ajak Alesha.



"Auuuuuu," tolak Jingga. Dia hanya mau duduk disitu menunggu ayahnya selesai salat.


__ADS_1


"Ih diapersnya udah basah tahu,"  Alesha membujuk Jingga yang terus menggeleng sambil mulutnya manyun.



Garo memberi salam di akhir salat. Dia melihat kalau putrinya sudah bangun.



Garo membuka sarungnya dan melipatnya rapi juga melipat sajadahnya.



"Kenapa anak Ayah? Udah bangun cari Ayah?" kata Garo dia mencium kening Jingga yang duduk dalam pangkuan Alesha. 



Garo juga mengecup kening kekasih hatinya tapi tangan Jingga mendorong. Tak mengizinkan Garo mencium Alesha.



Garo mengangkat Jingga dari pangkuan Alesha. "Ayah enggak boleh cium Bunda? Bolehnya cium kamu aja gitu?"



"Anak Ayah kan emang cemburuan," jawab Alesha yang langsung berdiri untuk menyiapkan air hangat untuk mengelap badan Jingga.



"Like bunda like Jingga. Nurun dari Bundanya kan? Bukannya Bundanya yang super cemburuan," Garo mencekal tangan Alesha yang hendak berlalu menjauh.



"Jadi enggak mau dicemburuin?" Tanya Alesha sambil mendelik pada Garo.



"Mau banget dicemburuin bila itu tanda sayang Bunda yang sangat besar buat Ayah. Ayah cuma enggak mau dijauhin Bunda saat Bunda marah karena cemburu," jawab Garo sambil menggoda Alesha dengan menaik turunkan alisnya.



Jingga yang melihat itu mengikuti menaik turunkan alisnya.




Garo pun ikut terbahak melihat aksi Jingga. Lalu dia mengulangi lagi agar Jingga juga terus melakukannya.



Alesha meneruskan niatnya. Dia menyiapkan air hangat, baju bersih, handuk, diapers, bedak bayi dan minyak telon.



"Sudah siap nih Yah," ucap Alesha.



"Asyiiik,  yuk kita mandi yuk," ajak Garo pada Jingga.



Alesha langsung membuat kopi untuk Garo dan dia juga membuat  secangkir M-ilo su5u untuk sarapan dini hari.



Alesha makan roti yang banyak dibawakan oleh Icha kemarin.



"Dedek mau roti?" tanya Alesha pada putrinya.



"Au," jawab Jingga sambil menggeleng. Jingga tetap tidak mau apa pun yang diberikan oleh Alesha.


__ADS_1


"Dedek sama Ayah ya maem roti mau kan?" Tanya Garo.



"Ti, aem," kata Jingga yang menyetujui maem roti yang Garo tawarkan.



"Ih kamu tuh nakal ya Dek. Kalau ditawarin Bunda nggak mau," kata Alesha keqi.



"Kalau ditawarin Ayah aja mau." Alesha membuka plastik roti berisi keju untuk disantap Garo dan Jingga.



"Yang isi ayam atau daging dulu Bun.  Takutnya kalau untuk nanti sore daging atau ayam basi. Kalau keju buat nanti kan enggak basi." Usul Garo.



"Oh ya udah," kata Alesha,  dia menutup kembali plastik roti isi keju dan ditukar dengan roti yang isi daging untuk Alesha dan Garo.



"Dua ya Mas jangan satu.  Kayaknya satu enggak ngenyangin kalian berdua."



"Jingganya atau ayahnya yang nggak kenyang?"



"Yang pasti ayahnya sih, ayahnya mana cukup satu roti," jawab Alesha sambil membukakan roti kedua untuk Garo dan Jingga.



"Dua cukuplah. Yang penting Dedek maem dulu aja subuh-subuh gini sebelum jatah makan dari rumah sakitnya datang," Garo senang karena nafsu makan Jingga  membaik.



"Lumayan loh dia maemnya.  Semoga aja radangnya sudah kempes jadi besok boleh pulang," harap Garo.



"Aaamiiiin," jawab Alesha.



"Semoga besok pulang ya Dek," ujar Garo pada Jingga.



"Uang," jawab Jingga. Yang artinya pulang. Pokoknya semua yang ditanya Garo atau di omong Garo dia akan jawab. Tapi tidak bila Alesha yang ngajak ngomong.



"Kopinya jangan lupa Mas," Alesha mengingatkan Garo meminum kopi yang dia siapkan.



"Iya sayank, makasih ya,"  jawab Garo.



Sudah selesai sarapan pertama mereka. "Kita liat-liat keluar yok,"  Garo ingin mengajak Jingga jalan keluar agar anaknya nggak terlalu terkukung di dalam kamar saja.



"Kayaknya nggak bagus deh Mas di luar ruangan. Takutnya banyak penyakit menular."



Akhirnya Garo pun kembali masuk, dia tak mau anaknya kena penyakit lain di rumah sakit ini.


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND


__ADS_1


Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN



__ADS_2