
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Alesha dan Garo tiba di hotel lewat tengah malam. Mereka jalan-jalan dulu sekalian cari makan tengah malam. Barang belanjaan mereka tak terlalu banyak. Jadi mereka nyaman saja jalan kaki tengah malam hingga ke hotel tanpa merasa lelah.
Itu pun mereka masih lanjut melakukan perang dunia mumpung tak ada Jingga.
Ha ha ha alasan saja. Ada Jingga atau tidak, tentu tak berpengaruh karena Jingga tak tidur satu ranjang dengan ayah dan bundanya. Sehingga tak akan terganggu dengan gempa bumi yang diakibatkan oleh perang dunia.
\*\*\*
"Ayo bangun Yank. Nanti enggak keburu salat Subuh," ajak Garo.
"Rasanya habis salat Subuh enak kalau tidur lagi," Alesha bangun dengan malas.
"Kalau di rumah sih bisa. Lha kita pagi ini kan mau ke Wat Arun lalu akan menunggu petugas ekspedisi ambil barang kita?" Garo mengingatkan Alesha jadwal kegiatan mereka.
Alesha bergegas bangun lalu mandi.
\*\*\*
"Mau sarapan dimana?" Garo memeluk tubuh istrinya.
"Warung depan hotel aja yok. Kemarin aku lihat ada nasi kuning dan lauk ayam serta ikan. Pedagangnya pakai jilbab jadi kita enggak perlu ragu dengan minyak atau daging yang dia siapkan." Ujar Alesha.
\*\*\*
__ADS_1
"Mas kenapa sih milih Wat Arun sebagai salah satu lokasi buat foto prewedding kita?" Alesha ingin tahu alasan suaminya.
"Karena Wat Arun Thailand merupakan salah satu landmark terindah yang ada di negara ini. Sebagai ikon negara, kuil ini memang mempunyai landscape yang indah dan mewakili jati diri warga Thailand Yank. Beberapa kali Mas kesana, pernah terbesit '*bagus kali ya kalau foto preweddku disini*.' Padahal saat itu belum punya pacar. Baru satu minggu lihat anak bu Arienka pemilik KEBOEN MOMMY." jelas Garo. Alesha tahu siapa anak bu Arienka yang Garo maksudkan.
"Mas kagum aja ama Wat Arun yang merupakan candi Budha tertinggi yang ada di Thailand. Mas ingat, susaaaaaah banget inget nama asli candi Wat Arun yaitu **Arunratchawararam Ratcha Wora Maha Vihara**. Banyak orang yang mengenal kuil ini sebagai Candi Fajar atau The Temple of Dawn."
"Itu karena kuil ini akan terlihat sangat indah ketika matahari terbenam ya Mas. Dikesempatan berikut kita datang kesana pas sore yok Mas. Biar bisa lihat keindahan yang berbeda," Alesha pun belum pernah datang kesana saat sore tiba.
"Aku pernah baca sejarah Wat Arun saat masih SD, saat berkunjung dengan daddy, dia minta kami membaca sejarahnya jadi kami benar-benar bisa *masuk menjiwai* ke dalam keindahan tempat yang kami kunjungi," Alesha menerima nasi kuning dari pedagangnya lalu dia menambahkan ayam goreng tepung di piring Garo dan udang goreng tepung dipiringnya.
"Kalau yang aku ingat, sejarah Wat Arun adalah sebuah saksi janji dari raja ketiga Thailand yaitu King Rama III. Seharusnya yang berhak menjadi raja ketiga Thailand adalah kakak dari King Rama III Mas."
"King Rama III berjanji kepada kakaknya akan mengembalikan kekuasaan Thailand setelah tugasnya selesai. Rupanya pribadi King Rama III juga sangat terpuji ya Mas."
"Beliau menepati janjinya, sebagai simbol beliau meletakkan mahkota kerajaan di atas kuil ini. Dari situlah kami jadi mengerti apa yang kami kunjungi. Semua karena daddy selalu mengarahkan kami."
"Dari mommy kami diminta menyaksikan kemegahan kuil ini sejak dari kapal di Sungai Chao Phraya. Dari kejauhan keagungan kuil ini sudah sangat tampak jelas. Mommy menerangkan semua sesuai daya tangkap kami kala itu."
"Saat sudah sampai di sana kami diminta mommy memperhatikan desain arsitektur kuil atau candi. Bang Fajri yang penggila arsitektur tentu senang karena selain penuh makna filosofi bagi Thailand, kuil ini juga mempunyai desain yang sangat megah."
"Kuil ini dibangun dengan perpaduan gaya Phra Prang dan Khmer. Mommy menjelaskan kami detail hal itu."
__ADS_1
"Kami diajak daddy berkeliling kuil, sementara mommy menjaga dua gadis kecil agar tak terlalu kelelahan. Dari pertama masuk kuil kami takjub dengan desain dan ornamennya. Ornamennya tidak hanya pada dinding kuil saja tapi juga ada di anak tangganya lho Mas."
"Setiap sudut kuil mempunyai desain ornamen yang unik dan menarik. Setiap detail ornamen sangat kentara yaitu keramik China bermotif bunga. Selain itu, ada juga pecahan-pecahan kerang yang tersusun indah. Keseluruhan detail ornamen di kuil ini sangat indah dan terpadu dengan sempurna."
"Daddy selalu memperingatkan kami harus lebih berhati-hati. Pasalnya anak tangga di setiap sudutnya sangat sempit dan menukik. Kami tidak boleh berlarian mau pun berlari cepat di kuil. Tentu sebagai anak-anak kami ingin berlarian. Tapi untung daddy mengingatkan. Kami berjalan dengan santai sambil menikmati pemandangan dan kemegahan kuil."
\*\*\*
Setelah sarapan Garo dan Alesha menuju stasiun BTS skytrain. Garo dan Alesha naik ke arah Saphan Taksin Stasiun.
Setelah sampai di Stasiun Saphan Taksin Garo dan Alesha berjalan ke arah dermaga Than Thiem. Jarak stasiun ke dermaga hanya sekitar 5 menit saja. Tapi Garo dan Alesha memerlukan waktu 20 menit!
Mereka membuat banyak foto kenangan ditiap sudut sehingga memang membuat agak lama tiba di dermaga.
"Mas masih ingat perahu mana yang ke arah Wat Arun?" Tanya Alesha.
"Kalau enggak salah dari dermaga ini ada lima rute perahu ya Yank? Atau enam? Mas lupa. Yang Mas ingat kita disuruh pilih perahu dengan bendera orange, karena perahu inilah yang berhenti tepat di dermaga kuil. Tapi lebih baik kita bertanya agar enggak bingung dna lebih yakin," ujar Garo.
Akhirnya Garo dan Alesha niak perahu yang akan menuju Wat Arun. Nantinya mereka akan turun di dermaga N8 yang merupakan pintu masuk kuil.
Lama perjalanan naik perahu ini hanya sekitar 10 menit saja. Dalam perahu Alesha dan Garo menyempatkan diri berpose berdua juga membuat video dan membuat foto candid pasangannya.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
__ADS_1