JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
PROTESNYA JINGGA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Mereka sampai dirumah Alesha pas adzan Maghrib, Alesha memberikan T shirt dan sarung pada Garo, agar laki-laki itu bisa mandi dan salat. 



Dia sendiri langsung mandi dikamarnya. Sehabis mandi Alesha membawa mukena dan sajadahnya ke kamar Jingga, biasa dia dan Garo salat bersama disitu. 



Alesha dan Garo salat Maghrib bersama. Sehabis melipat mukena Alesha langsung mengambil Jingga dari mbak Dwi. Dia harus gantian karena mbak Dwi juga akan salat.



“Nanti habis salat, toto dahar ( atur makan ) yo Mbak. Nanti pulang seperti biasa wae Mbak, mas Garo mungkin pulang agak malam karena nunggu barang datang sekitar jam sepuluh atau jam sebelas malam,” Alesha kasihan kalau mbak Dwi harus nunggu mas Garo selesai bongkar barang.



Bisa sampai tengah malam.



Seperti biasa Garo tak meninggalkan sajadah sampai waktu Isya. 



“Mau jamaah lagi enggak?" Tanya Garo pada Alesha yang sedang menggendong Jingga.



“Ayah duluan aja, mbak Dwi lagi salat, Bunda pegang Jingga,” jawab Gita. Akhirnya Garo salat Isya lebih dulu dari Alesha. 



Alesha baru selesai melipat mukena nya saat mendengar celoteh Jingga yang bersahutan dengan Garo, entah apa yang mereka bicarakan. 



Usia Jingga sudah lima bulan, jadi sudah mulai bisa berceloteh ramai. Selain merangkak kemana-mana. 



“Maem dulu Yah, nanti main lagi sesudah maem,” perintah Alesha, dia mendekati Jingga ingin mengangkatnya untuk diberikan pada mbak Dwi. Namun entah mengapa Jingga tak mau dan menjerit keras.



“Sssstttt, iya enggak jadi Bunda angkat, kamu main ama Ayah aja. Diam ya sayang,” bujuk Garo ada putri kecilnya.


__ADS_1


“Kamu sombong sekali enggak mau ama Bunda?” goda Alesha pada Jingga yang memeluk Garo dengan erat.



“Mimik di kamar yok, kita bobo?” bujuk Alesha.



Jingga tetap menggeleng dan tak mau lepas dari dekapan Garo.



“Mbak Dwi liat itu Jingga tumben enggak mau ama aku,” lapor Alesha.



“Jingga tau ayahnya jarang kesini jadi kolokan,” jawab mbak Dwi yang baru kali ini melihat Jingga tak mau ikut bundanya. Padahal dalam gendongan siapa pun bila Alesha memberikan tangan akan menggendong, Jingga pasti mau.



“Antar ke kamar aja yok Mas, aku susui di kasur aja. Mbak ambilkan apron menyusui dong,” pinta Alesha.



Alesha menggunakan apron menyusuinya, “Ayok mimik yok?” ajak Alesha pada Jingga. Namun Jingga tetap menolaknya.



“Mas kelonin aja sana,” perintah Alesha pasrah melihat penolakan putri kecilnya. 




Garo tidur disisinya sambil mengusap kepalanya. Garo menyenandungkan shalawat, lirih di telinga Jingga. 



Alesha masuk ke kamar Jingga, dia mendengar Garo masih bershalawat. Hatinya tersentuh, akankah Rezky bisa sesayang itu terhadap Jingga? Buktinya lima anaknya yang lain aja dia tak pernah pedulikan!



Atau akankah Rama akan telaten mengurus Jingga seperti ini? Bahkan kemarin dia datang aja tak menegur Jingga walau hanya sekedar basa basi cari perhatian ibunya.



Didekatinya sisi ranjang Jingga dan dia duduk disana.



Garo yang merasakan gerak ranjang saat Alesha duduk memalingkan wajahnya dan melihat wajah cantik yang dia cintai sedang memandang dirinya dan Jingga yang sudah terlelap. 



Garo bangkit perlahan agar Jingga tak kaget dan terbangun. 

__ADS_1



“Makasih ya Mas” ucap Alesha lirih.



“Makasih buat apa?” tanya Garo, sambil duduk disisi Alesha.



“Udah bantu mboboin Jingga,” jawab Alesha tanpa ragu.



“Ucapan yang salah!” protes Garo.



“Kenapa?” tanya Alesha bingung, koq dianggap salah?



“Ya jelas salahlah, wong aku mbobo-in anakku sendiri koq dikasih ucapan makasih. Kan enggak pantas?” jawab Garo yakin. 



Dia mendekatkan wajahnya dan melihat bibir Alesha yang sudah beberapa kali dia kecup tapi hanya sekilas.



Alesha menundukkan wajahnya saat tatapan mata Garo menikam matanya lalu turun ke bibirnya. 



Alesha bukan gadis polos, tapi entah mengapa dia takut bila Garo akan menciumnya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1677787437632.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.

__ADS_1


__ADS_2