
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Tapi kalau nyari ke sesama hobbies itu butuh waktu, negonya biasa ngabisin ber gelas-gelas kopi,,” jelas Garo.
“Hmm ….”hanya itu yang Alesha keluarkan dari mulutnya. Dia tahu proses belanja, karena dia sering ikut mommy nya, tapi dia belum pernah tahu tentang hunting barang pilihan antara sesama hobbies yang barusan di jelaskan oleh Garo. Selama ini dia hanya belanja di penjual saja. Bukan disesama hobbies.
“Kenapa koq jawabnya gitu?” tanya Garo penasaran.
“Enggak apa apa,” jawab Alesha singkat. Aku pindahin Jingga nya ya?”
“Boleh enggak Ayah aja yang pindahin dia ke kasurnya?” tanya Garo.
“Kamu bisa?” tanya Alesha tak yakin.
“Insya Allah bisa,” jawab Garo, dia lalu berdiri dan berjalan menuju kamar Jingga.“Bobo manis ya *little princess* Ayah, Ayah kerja dulu,” bisik Garo pada Jingga sebelum dia meletakkan bayi mungil itu di kasurnya secara hati-hati.
“Aku pamit ya,” Garo langsung mohon izin untuk pamit.
“Enggak maem dulu aja, nanti diluar kan juga harus cari makan, kecuali emang ada janji makan siang ama teman,” Alesha menawarkan makan siang dulu pada Garo.
__ADS_1
“Enggak usah lah, Bunda aja makan yang banyak,” tolak Garo tak enak ditawari makan.
“Iya sih, makanan di rumahku juga cuma sayur bening, jadi mending makan di warung aja lah,” tukas Alesha sarkas.
“Eh enggak gitu, aku enggak bermaksud gitu,” Garo jadi serba salah. Dia pernah baca bila ibu baru melahirkan hormonalnya juga belum stabil, dia jadi tak enak mendengar kata-kata Alesha barusan.
“Echa, aku enggak maksud gitu, ya wis yok kita makan siang,” Garo memegang pergelangan tangan Alesha mengajaknya ke ruang makan.
“Enggak usah, aku makannya nanti aja koq. Ya sudah aku antar Mas ke depan yok,” jawab Alesha dengan manis. Namun Garo tau Alesha masih marah padanya.
Diberanikannya lebih dekat pada Alesha dan dipeluknya lembut perempuan yang sedang terluka karena penolakannya.
“Jangan ngambeg gitu, Mas bukan mau nolak dan merendahkan lauk, tapi kan Mas malu. Datang pertama kali ke rumahmu koq langsung makan,” Garo menerangkan alasan penolakannya.
Tanpa sadar Alesha membalas pelukan Garo yang membuatnya merasa nyaman.
Garo menyibakan rambut yang menutupi wajah mungil Alesha, dia sengaja menengadahkan wajah Alesha agar bisa menatap matanya “Cukup nangisnya, kamu enggak boleh sedih karena akan membuat kualitas ASI mu enggak bagus. Kita enggak mau 'kan Jingga enggak dapat yang terbaik?” tanyanya lembut.
Alesha hanya menjawab dengan anggukan. Garo mencium kening Alesha lembut dan lama. “Mas enggak pernah niat nyakitin kamu Cha, Mas nolak karena Mas ngerasa enggak enak, tapi sekarang Mas akan hilangkan rasa enggak enak itu. Kita makan yok, kasihan Jingga kalau Bundanya kelaperan,” Garo membimbing Alesha keluar kamar.
“Mas minum sedikit dulu juice nya, aku atur meja makan,” balas Alesha sambil berupaya melepas pelukan Garo.
__ADS_1
Garo tau Alesha malu karena berada dalam pelukannya, tapi dia tak ingin melepas pelukan tersebut. “Mas, lepas dulu,” rengek Alesha.
“Janji dulu enggak ngambeg an,” goda Garo.
“Ih, lepas ah, nanti jadi lama kan kita makannya” kilah Alesha.
Cup
Garo mencium kening Alesha lama dan mengecup sekilas bibir Alesha sebelum melepas pelukannya.
Sebelum berlalu Alesha menyubit perut Garo.
“Sakit Bund” Garo meringis saat Alesha melepas tangannya
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.