
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Lusa adalah hari resepsi pernikahannya Garo dan Alesha.
Hari ini meeting terakhir dan sekarang mereka sedang membahas bagaimana penjagaan Jingga selama kegiatan berlangsung, karena anak itu kemungkinan ingin berdiri di tengah panggung terus di acara resepsi.
"Enggak mungkin ya kalau Jingga di buat sibuk dibelakang tanpa ke ruang resepsi seperti waktu konser Abang dulu?" kata Ririen.
"Enggak mungkin lah Mom, kan sesekali dia harus foto ikut kita, enggak mungkin foto tanpa Jingga," tepis Garo. Dia tak mau Jingga diungsikan satu hari full pada saat resepsi itu.
Garo juga tak ingin Alesha sedih karena anaknya disembunyikan. Tak akan boleh ada yang membuat Alesha berpikir demikian.
"Ya Mom enggak mungkin Jingga nggak nongol pada acara resepsi," kata Putra.
"Jingga harus tetap ada saat sesi foto," Fajar juga tak ingin Alesha merasa sedih bila Jingga disingkirkan. Dia tak mau Alesha tersinggung.
"Bukan maksud Mommy menyingkirkan loh," kata Ririen. Ririen sadar kata-katanya bisa disalah artikan.
"Maksud Mommy pas acara di gedung dia agak di tahan agar enggak selalu ada di panggung pengantin," Ririen memperhalus bahasanya agar putrinya tak tersinggung.
"Jingga nggak ngerepotin kok Mom. Walau sepanjang resepsi dia ada di pangkuanku," Garo memutuskan soal aktivitas Jingga yang tak perlu dibatasi.
"Yang penting selalu ada yang nemenin aja saat dia ingin turun atau menjauh dari kami. Nanti pas foto dia dipanggil gitu juga mudah karena kita tahu siapa yang harus dihubungi."
__ADS_1
"Kalau Jingga lihat aku dan bundanya, dia nggak akan rewel, paling pas ngantuk aja agak drama," kata Garo.
"Iya yang penting dia lihat bunda dan ayahnya ada disekitar dia," kata Icha.
"Jadi saat dia mau mendekat kalau memang timing-nya nggak tepat kita alihkan aja konsentrasinya," Fajar menimpali pendapat istrinya.
"Oh iya baik begitu. Jadi siapa yang bertanggung jawab terhadap Jingga?" Tanya Putra. Saat ini mereka diskusi di hotel tempat acara sekalian GR. Mulai malam ini Garo dan Alesha serta Jingga tentunya sudah mulai menginap di hotel.
"Semua," Fajri langsung bilang semua bertanggung jawab memperhatikan Jingga.
"Jangan hanya ke Dwi aja. Tetap Dwi yang pegang dan jaga dia, tapi kita semua membantu awasin dan kita yang bertanggung jawab. Tanggung jawab bukan berada di Dwi!"
"Masalah Jingga selesai," kata Putra. Lalu mereka melanjutkan pembicaraan masalah lainnya.
\*\*\*
"Alhamdulillah Bun. Alhamdulillah kita sampai ke titik Ini," kata Garo yang bergandeng tangan dengan Alesha berjalan menuju ruang resepsi.
Wajah keduanya sangat cerah dan bahagia..semua terpana melihat pasangan itu. Wajah para orang tua juga terlihat puas melihat pasangan itu masuk ruang resepsi. Bahkan kedua mantan mertua Alesha melihat rona bahagia di wajah Alesha. Rona itu tak terpancar seperti ini saat Alesha berjalan ke ruang resepsi bersama Rezky putra mereka.
\*\*\*
Di mana Jingga?
__ADS_1
**Jingga ada dalam gendongan Garo**!
Sejak meeting Garo menyatakan saat masuk ruang resepsi dia tak ingin berdua Alesha, tapi bertiga dengan Jingga. Untuk itulah Alesha minta penjahitnya membuatkan baju khusus dalam tempo 1 x 24 jam.
Untungnya sang penjahit tak pernah kaget akan permintaan Alesha. Belum sampai 12 jam baju spesial yang Alesha minta sudah diantar ke hotel.
Garo ingin memperlihatkan bahwa dia ayahnya Jingga. Dia ingin memberitahu pada khalayak dia tak malu punya anak diluar nikah kalau orang yang tak tahu akan pernikahan Alesha yang pertama dulu.
Sejak dirapat itu Garo bilang pada saat dia masuk ruang resepsi sampai panggung hingga awal duduk dan berdiri di panggung resepsi harus ada Jingga bersamanya dan berfoto bertiga.
Garo tak ingin Jingga fotonya nanti belakangan. Kalau belakangan Jingga sudah tidak rapi dan mungkin sudah ganti pakaian.
Buat Garo Jingga segalanya itu sebabnya dia ingin dari awal sebelum acara digelar dan para tamu menyerbu mereka sudah ada foto keluarga lebih dulu. Keluarga kecil mau pun keluarga besar dia minta foto saat ada Jingga. Saat putri kecilnya belum lelah.
Siapa yang tidak terpesona dengan prosesi pengantin seperti itu?
Jingga berada dalam gendongan Garo. Putri kecil berusia hampir dua tahun itu memakai kebaya dan jarik persis sama dengan yang Alesha kenakan.
Jingga menggunakan baju pengantin dalam size kecil hanya wajahnya saja polos tidak dirias.
Tak ada yang tak terpesona dengan kejutan Alesha kali ini. Ratna dan Ririen sampai bingung kapan Alesha menyiapkan sedang Garo baru minta dua hari lalu?
Mama Icha, Caroline mau pun ibunya Liani juga terpesona.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ