JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
TAK MAU LANJUT DENGAN REZKY


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Mereka baru selesai salat Isya saat penjaga rumah bilang ada Rezky dan kedua orang tuanya di Gazebo depan.



“Mau kita terima di ruang keluarga atau di Gazebo aja Mom?” tanya Putra ayahnya Alesha pada istrinya.



“Gazebo aja Dadd!” jawab Alesha pasti, bukan Ririen yang menjawab pertanyaan Putra. 



Artinya untuk Alesha tamu tersebut bukan keluarga. Karena di rumah keluarga Purwanagara tak ada ada ruang tamu. Ruang tamu sengaja dibuat terpisah dari rumah utama. Ruang tamu berbentuk joglo besar terletak berdampingan dengan car port. 



Di gazebo tersedia satu set sofa, tapi juga digelar karpet tebal dengan 3 meja lesehan yang bisa menampung lebih dari 25 orang. Di joglo tersebut juga sudah tersedia lemari kecil berisi banyak cangkir dan gelas serta kopi, teh dan gula sehingga bila ada tamu tak perlu dibikinkan minum dari dapur di rumah utama



“Mbok, bawakan kue lumpur dan martabak telurnya ke depan lalu langsung buatkan minum disana ya, tambahan minumnya hanya buat mas Fajar dan bapak aja yang lain dari rumah tak perlu ikut dibikinkan minum,” perintah Ririen sambil bersiap untuk ke depan. Maksud tambahan minum yang diucap Ririen adalah selain jumlah untuk para tamu.



“Cha, kamu ikut ke depan temani Alesha, Abang kamu jaga Mas biar enggak emosi, Mommy akan temani daddy,” Ririen memerintah semua yang baru saja selesai salat bersamanya.



“Tapi Alesha wajib makan dulu atau makan martabak minimal tiga potong agar tidak kelaparan kalau pembicaraannya lama.”



“Ade dan Kakak, kalian makan duluan aja. Enggak usah tunggu kami,” perintah Ririen pada dua gadis kembarnya di ruang keluarga karena mereka sedang tidak salat


\*\*\* 



“Assalamu’alaykum Mas, Mbak,” sapa Putra pada para tamunya yang memilih duduk lesehan di gazebo itu.



Rezky menghampiri kedua mertuanya dan menyampaikan salam serta mencium kedua tangan mertuanya juga pada kedua kakak iparnya yang datang bareng dengan mertuanya. Dia belum melihat istrinya keluar dari rumah utama.



“Wa alaykum salam,” jawab pak Malik dan istrinya serta Farhat Malik, kakak Rezky yang kali ini ikut datang menemani adiknya.

__ADS_1



“Silakan diminum,” Ririen menawarkan para tamu untuk menikmati suguhannya. 



“Alesha sedang ganti baju, maklum ibu hamil perasaannya gerah terus,” Ririen berupaya menenangkan semua yang hadir, bahwa Alesha akan keluar, tak akan sembunyi. 



Hanya tadi Ririen meminta Alesha makan dulu, paling tidak dia harus banyak makan kue lumpur dan martabak karena takut pembicaraan berlangsung sangat lama membuat bumil kelaperan.



Tentu saja Rezky dan bu Fatmah tenang Alesha akan keluar menemui mereka. Alesha keluar dengan celana hamil corduroy biru dongker dengan atasan bunga-bunga kecil putih serta berbalut pashmina biru di bahunya ditemani Icha yang membawa dua sweater rajut tebal untuk calon mertuanya dan Alesha.



“Assalamu’alaykum,” sapa Alesha lalu dia mencium kedua tangan mertuanya tapi dia tak melakukan cium tangan pada Rezky dan Farhat.



Rezky mencoba menghampiri Alesha tapi dihalangi oleh Fajar.



“Assalamu’alaykum, karena Alesha sudah hadir maka izinkan saya sebagai tuan rumah dan wali dari Alesha menyampaikan terima kasih atas kehadiran Rezky dan kedua orang tua, serta mas Farhat memenuhi undangan saya untuk menyelesaikan kemelut yang sedang dihadapi oleh adik perempuan saya Alesha Putri Purwanagara,” Fajar langsung membuka pertemuan itu agar tak terlalu lama membuang waktu.




“Pada kesempatan ini  di depan kedua belah pihak yang berselisih dan didepan kedua orang tua kedua belah pihak saya tanyakan adik kandung saya : Alesha Putri Purwanagara, jalan apa yang hendak kamu pilih terhadap pernikahanmu, diteruskan atau selesai sampai sini?” tanya Fajar. Kata-katanya seperti yang biasa dia gunakan di ruang sidang pengadilan.



“Maaf Mas, saya tidak ingin pernikahan kami terputus,” sela Rezky.



“Maaf, yang saya tanya saat ini adalah Alesha sebagai pihak yang di dzolimi” jawab Fajar tegas.



‘*Ini rupanya pesan mommy tadi memintaku mendampingi mas Fajar, karena mommy tau mas pasti akan memperlihatkan taringnya seperti dipersidangan*,’ batin Fajri sambil melihat tajam pada kakak kandungnya yang saat ini seperti singa peradilan. 



Rezky diam dan tertunduk mendengar teguran Fajar padanya.



“Saya Alesha Putri Purwanagara, dengan lapang dada menerima kenyataan bahwa suami saya mempunyai dua anak dari dua perempuan lain sebelum menikahi saya,” jawab Alesha lirih tapi tegas dan sambil duduk tegak memandang Rezky.


__ADS_1


Tentu saja Rezky dan bu Fatmah sangat senang mendengar kata-kata Alesha itu, mereka menarik nafas panjang lega.



“Namun saya …,” lanjut Alesha, dan dia menghentikan sebentar kata-katanya, dia mengambil botol minum berisi lemon tea yang dipegang kak Icha, diteguk sedikit untuk membasahi tenggorokannya.



“Namun saya tak punya niat sedikit pun untuk merajut kembali hubungan dengan Rezky Kurnia Malik dalam ikatan rumah tangga,” Alesha jelas dan tegas memberi pendapatnya di depan forum itu.



“Monggo Rezky, saat ini giliranmu berpendapat,” Fajar memberi kesempatan pada Rezky.



“Pertama izinkan saya yang rendah ini memohon maaf atas kesalahan yang saya lakukan, pada Alesha serta Mommy, Daddy serta Mas dan Abang.” 



“Maafkan saya karena sudah membohongi semua dengan kelakuan kotor saya, saya mohon pada Alesha beri saya kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki kesalahan saya. Saya berjanji tak kan mengulangi kesalahan dan akan melepas semua perempuan yang dekat dengan saya,” Rezky memohon maaf pada semuanya.



“*Please beib*, maafin aku,” pintanya khusus pada Alesha.



“Saya sudah maafin kamu. Namun bukan berarti saya mau menerima kamu. Sekarang kamu tak usah pikirkan saya dan anak saya. Kamu pikirkan lima anak yang sudah kamu sia-siakan selama ini,” jawab Alesha datar.



Pak Malik kaget, karena semalam Rezky hanya bilang ada tiga anak, satu yang di Singapore dan dua yang datanya diketahui Alesha, lalu dua lagi yang mana? 



“Kamu kaget? Aku punya data tentang anak-anakmu semua, selain data banyaknya perawan yang kamu tiduri walau mungkin tak lengkap karena saking banyaknya korbanmu. Bodohnya aku baru dapat data itu tadi pagi setelah tau dibodohi oleh topeng kelembutan dan topeng ketaqwaanmu,” senyum smirk Alesha tersungging melihat kedua mertua serta kakak iparnya bingung tentang fakta yang Alesha beberkan.



“Hebatnya lagi kamu bilang nginap di rumah abi padahal kamu kelonan di losmen dengan Shinta penjaga counter pulsa depan show room mu kemarin. Jadi jelas kan mengapa saya tidak mau kembali menjalin hubungan rumah tangga denganmu?” tanya Alesha sambil menantang mata Rezky lalu berpaling ke mata kedua mertuanya.



“Sebelum saya tutup mohon Rezky menjawab pernyataan adik saya, kalau pernyataanya tidak benar kamu bisa meminta saya menjadi pengacaramu untuk menggugat Alesha dengan tuduhan pencemaran nama baik,” saran Fajar pada adik iparnya.



Rezky hanya diam tak menjawab.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.

__ADS_1


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.


__ADS_2