
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Masalah kesedihan atau entah rasa apa akibat meninggalnya Ricky sudah mulai berlalu. Alesha mulai kembali normal.
Sekarang keluarga Purwanagara sedang bersiap untuk pernikahan Inda, anak pertama uwak Gilar atau Gumilar.
Karena kak Icha sedang hamil, mas Fajar memilih naik kereta. Tidak naik pesawat. Daddy akhirnya memilih ikut naik kereta agar Jingga juga nyaman.
Akhirnya semua rombongan dari Jogja akan naik kereta semua.
Karena belum resmi Alesha tak mengajak Garo. Dia masih sangat takut akan pengkhianatan.
Bahkan pada Garo dia sering acuh. Saat sadar baru dia ramah kembali.
Walau begitu Garo tetap terlibat dalam persiapan. Lelaki itu tak kecil hati. Dia banyak mendengar bagaimana jatuh bangunnya Putra mengejar cinta ibu gurunya yang lebih tua enam tahun dan mempunyai tiga anak.
Perjuangan panjang yang berbuah manis.
"Tiap hari kirimin foto Jingga ya. Biar Ayah enggak kangen," pinta Garo.
"Cuma Jingga aja kan?" Goda Alesha.
"Kalau kangen ama Bundanya mah gampang. Kalau kangen tinggal telepon sambil mandangin fotonya. Beres. Nah kalau ama Jingga kan belum bisa ngobrol, gimana ngilangin kangennya?" jawab Garo.
Ha ha ha, saat itu belum ada video call. Sabar yaaa. Ini aja udah masuk ke WA koq. Awalnya masih BBM an.
\*\*\*
"Alhamdulillaaaah. Kita sampai di Jakarta dengan selamat." Putra memasukkan koper-koper ke mobil yang telah dia sewa untuk jangka waktu satu minggu, dibantu Fajar dan Fajri.
Kali ini Putra tak menginap di rumah keluarga Purwanagara. Rumah itu banyak yang menginap sehingga tak akan nyaman bagi cucunya. Pikiran yankkung memang hanya kenyamanan cucu tercinta saja.
Putra memilih menginap di sebuah hotel dekat dengan lokasi acara pernikahan yang akan dilaksanakan lusa.
Ya pernikahan Inda baru akan diadakan lusa.
Hari ini Putra dan Ririen akan ikut ritual pengajian keluarga besar. Besok mereka akan ikut acara siraman.
Jingga dan Icha harus istirahat tak bisa mendadak ke lokasi pesta maka semua berangkat bareng bersama.
Alesha satu kamar dengan Jingga dan mbak Dwi pengasuh Alesha.
__ADS_1
Hanya Fajri yang satu kamar sendirian. Si kembar satu kamar.
\*\*\*
"Dua hari kita ngapain ya Mbak?" Leona bertanya pada Alesha. Dia sedang main kekamar kakaknya.
"Ih kalian mah ikut Mommy sana, hari ini ikut pengajian dan besok ikut siraman," jawab Alesha.
"Mbak emang dua hari cuma mau diem aja di kamar?" tanya Leoni.
"Mbak sebentar lagi mau ke rumah eyang. Nginap disana. Besok baru balik ke hotel lagi," jawab Alesha.
"Ih curaaang. Mas Fajar dan Abang kemana ya? Aku mau ajak Abang ke kota tua dan Monas aja deh. Udah sampai Jakarta enggak share lock ada disana kayaknya ada yang kurang dech," jawab Leona sambil keluar menuju kamar abangnya.
Alesha tentu sejak di Jogja sudah izin ada Ririen dan Putra kalau dia malam ini ingin memginap di Cempaka Putih rumah eyangnya.
Dia kangen taman anggrek milik athung.
\*\*\*
Alesha naik taksi ke rumah eyangnya bersama Mbak Dwi dan Jingga.
"Assalamualaykum, ini aku Jingga Uyut," Alesha membahasakan dirinya buat Jingga.
"Mbak Dwi taruh tas di kamarku aja. Mbak Dwi juga tidur di kamar aku aja biar kita malam nggak repot kalau nyari apa-apa."
"Itu Mbak kamarnya. Yang itu ya ya ya yang sebelah kiri iya yang itu," Alesha memberitahu Dwi letak kamarnya di rumah eyang.
"Kalian udah makan?" tanya Eyang Purbo.
"Sudah Eyang tadi siang." Alesha menjawab sambil mencium tangan eyangnya.
"Fajar dan Fajri ke mana?" tanya eyang.
"Abang sama si kembar, katanya sih mau ke Kota Tua Eyang tapi nggak tahu sih mereka mungkin berubah pikiran tapi yang pasti mereka mau ke Monas."
"Lihat Monas pas malam gitu. Kalo Mas Fajar di hotel aja karena kak Icha enggak boleh capek. Eggak boleh kemana-mana sama Mas Fajar."
"Oh ya udah udah kamu istirahat sana."
Boro-boro istirahat, Alesha malah ke kebun anggreknya eyang kakungnya, dia melihat banyaknya Nepenthes yang mulai bisa dipecah-pecah.
__ADS_1
"Eyang ini udah bisa dipecah. Aku mau dong," seru Alesha melihat banyak rumpun anggrek gendut-gendut yang bisa dia split.
"Eyang ini vinca-nya keren-keren." Alesha memberi penilaian pada bunga vinca warna warni yang terlihat di kebun belakang.
"Aku juga sekarang lagi piara itu Eyang anggrek tebu mini,"
"Lho namanya tebu kan panjang dan tinggi seperti tebu? Koq malah mini kui piye jal?" Eyang kakung jadi bingung.
"Jenis baru sih katanya. Aku juga baru belajar rawat Eyang. Entah dia berbunga seperti apa."
"Oh ya? Oke nanti kalau kamu berhasil kirim ya," pinta athung senang karena ada teman ngobrol tanaman sore ini.
"Siap Athung. Nanti aku siapkan. Aku banyak mecah rumpunnya koq. Udah bisa dikirim," jawab Alesha.
\*\*\*
Habis Mahrib Alesha merasa ada yang *hilang*. Entah apa.
Kayaknya ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. '*Apa aku kangen ya? Tapi masa sih kangen*?' Pikir Alesha ragu.
Akhirnya Alesha memberanikan diri menghubungi Garo.
'*Mungkin Mas Garo sibuk*,' akhirnya Alesha meletakkan lagi ponselnya karena dua kali panggilan darinya tak diangkat oleh Garo.
Tak lama masuk nada panggil dari nomor Garo.
"Bagaimana Jingga selama perjalanan? Rewel enggak?" Setelah saling bertukar salam Garo langsung menanyakan Jingga.
"Semalam karena jam tidur dia enggak rewel Mas. Sekarang kami sedang di rimah Eyang," jelas Alesha.
"Jangan lupa kirimin fotonya." Pinta Garo. Dia sangat rindu pada putrinya. Sejak pagi Garo berniat menghubungi Alesha tapi merasa tak enak, takut Lesha sibuk dengan keluarganya.
"Iya siap sebentar lagi aku kirim. Aku ganggu ya Mas?" Tanya Alesha karena tadi dua kali dia menghubungi Garo tak diangkat.
"Mas bingung enggak ada kalian. Dari pagi mau telepon takut ganggu. Mau nanya makan siang aja enggak berani. Ini sampai malam gini masih dikebun karena mau pulang malas. Tadi pas kamu telepon lagi pindah-pindahin Anthurium. Pas mau angkat teleponmu udah putus. Jadi Mas langsung telepon," Garo memberitahu mengapa dia terlambat mengangkat telepon dari Alesha.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.