
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kalian tadi sudah bilang mau nerima, maka besok malam Daddy sama mommy akan ke rumah Romo dan Ibu. Gimana?" kata Putra.
"Biar dihitung harinya, jadi kita bisa menyelamatkan Mommy."
"Serius saya nggak apa apa. Dimajukan sekarang pun saya nggak apa apa. Saya sudah siap lahir batin terlebih ini untuk mommy." Liani tahu buat Fajar dan Fajri, Ririen adalah segalanya.
Liani sudah mengerti bagaimana flashback kehidupan Ririen dengan tiga anaknya tanpa suami. Perjuangan berat seorang ibu yang harus Ririen pikul sendiri tanpa mengeluh. Wanita tegar itu membuat Liani kagum.
"Alhamdulillah," kata Putra begitu mendapat persetujuan dari Liani dan Fajri walau belum dapat lampu hijau dari kedua orang tua Liani.
Setidaknya dia sudah plong. "Oke jadi besok malam Daddy akan menemui romo berdua dengan mommy saja.
"Monggo, nanti pulang dari sini saya akan matur kepada Romo dan ibu tentang niat kunjungan daddy dan mommy," Liani menyanggupi akan lapor pada kedua orang tuanya.
"Terima kasih ya Liani," kata Fajar senang.
"Injih Mas sama-sama," jawab Liani lagi.
"Makasih ya love," kata Fajri.
__ADS_1
"Iya," kata Liani dengan lembutnya pada Fajri.
Lalu mereka ngobrol selintas masalah membantu agar Garo dan Alesha bisa bersatu kembali.
"Nyuwun sewu Dadd. Maaf," ucap Liani. Tetiba dia berpikir lain.
"Iya ada apa?" Putra jadi takut bila Liani berubah pikiran.
"Bagaimana kalau Daddy datangnya malam ini aja? Jangan buang waktu." Usul Liani. Dia pikir kalau bisa malam ini mengapa harus menunda besok?
"Boleh, kalau malam ini bisa ya lebih baik." Ujar Putra senang.
"Lebih cepat lebih baik," kata Liani.
Ririen minta diambilkan pakaian di rumah.
Fajri langsung memeluk Liani di depan Putra dan Fajar.
"Ya udah ayo kita bersiap semuanya. Mas ikut enggak?"
"Aku mau langsung pulang aja lebih baik aku main sama Tama. Yang penting aku dikabarin semuanya," Bukan tak mau membantu, tapi Fajar yakin Fajri dan Putra bisa meyakinkan Romonya Liani.
"Oke," Fajri langsung bersiap untuk pulang. Paling tidak dia harus pakai baju yang lebih rapi karena hari itu dia hanya pakai kaos saja.
__ADS_1
\*\*\*
"Alhamdulillah," kata Putra.
Orang tua Liani mau bekerjasama dengan baik. Keputusannya adalah nikahnya tiga hari sebelum resepsi. Karena perhitungan sesuai dengan weton atau hari kelahiran Jawa dari Riani atau Liani dan Fajri adalah tiga hari sebelum hari resepsinya.
Akhirnya semua selesai. Liani dan Fajri harus ngebut menyiapkan souvenir dan undangan.
Kalau baju nikah tentu mereka tidak perlu mempersiapkan karena baju nikah adalah menggunakan baju adat Jawa tinggal jahit baru ukuran sesuai dengan ukuran tubuh mereka.
Mereka tidak bisa memilih model tinggal ngepaske badan aja.
Ririen segera membuat seragam baru untuk anak dan menantu serta cucunya dengan warna yang sesuai favorite Liani. Ririen masih pegang ukuran badan semua anggota keluarga waktu akan membuat baju untuk mengukur pas di pernikahannya Alesha sehingga dia tak repot harus mengukur lagi semuanya.
Ririn dan Putra langsung kembali ke rumah tidak kembali ke Homestay. Mereka akan membiarkan Alesha cooling down dulu.
Ririen hanya berpesan pada Dwi agar memperhatikan makan dan keamanan Jingga karena Ririen yakin Alesha akan kurang memperhatikan putrinya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.
__ADS_1
