JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
HUNTING CAR SEAT


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Tak ingin penasaran, Ririen langsung menghubungi Putra.



"Ha ha ha," Putra tertawa ngakak ketika istrinya cerita Alesha membenci Putra.



"Daddy bikin kesel apa sih? Dia bilang tahu gitu dia enggak perlu nangis waktu berangkat kerja ninggalin Angel." Putra belum bilang apa yang dia buat.



"Daddy bikinin Jingga kamar di ruang kerja Alesha. Ada kasur berpagar kalau nanti Jingga udah mulai gulang guling bahkan berdiri."



"Kasurnya tu besar Mom. Sama dengan baby box yang Alesha belikan buat Jingga dikamarnya," jelas Putra.



"Pantes aja dia kesel. Kan tadi dia ritual nangis dulu waktu mau berangkat kerja. Kalau tahu ada kamar di sana paling dia beli car seat buat Jingga."


\*\*\*



Sesuai dugaan Ririen. Pulang dari supermarket bangunan yang dia pimpin sesudah ngobrol dengan Leona. Alesha langsung pergi ke toko peralatan bayi. Dia cari car seat disana tapi tak ada yang cocok.



Akhirnya Alesha ke toko yang menjual peralatan mobil. Dia sedang memilih warna dan bentuk ketika tak sengaja melihat sosok mantan suaminya.



Rezky terlihat sangat kurus dan lecek tak terawat . Tak ada gurat tampan lagi di wajahnya.



Alesha segera memilih dan membayar. Dia tak ingin bertemu dan bicara dengan mantan suaminya itu.


\*\*\*


__ADS_1


Alesha berlalu dari toko itu, dia masih ingat ritual pamitnya tadi pagi.



"Jangan rewel ya sayang. Bunda janji hari ini hanya akan sebentar aja," Alesha sedih ketika harus berangkat kerja pertama kali. 



Rasanya dia ingin resign saja. Akan dia katakan ada uwak Hilman dan kakek kalau dia lebih memilih tak bekerja saja.



Kalau hanya untuk makan dirinya dan Jingga hasil cafenya cukup. Bahkan lebih dari cukup.



Tapi Alesha ingat perjuangan daddy dan uwaknya bikin usaha ini. Dia tak mau mundur.


\*\*\*



“Aku sudah sampai rumah, sekarang mau bobo dulu berdua Jingga ya, kalau chat lama dibalas jangan berisik pang ping terus,” lapor Alesha via chat BBM pada Garo.



Alesha sudah bersih dan ganti baju, untung sesampai rumah Jingga belum bangun dan belum di beri sussu sehingga sekarang dia membawa Jingga ke kamarnya untuk diberi ASI




“Iya jadi, tapi apa enggak ganggu, takutnya pas lagi aduk serundeng Jingga bangun,” tukas Alesha. Dia tak ingin putrinya disambi masak. Lebih baik beli lauk matang daripada sang putri disambi.



“Ya di beli bahannya aja dulu, titip mbak Marni saat nyonya nyuruh belanja, nanti saat mbak Alesha sudah pulang kerja baru saya bikin,” saran mbak Dwi.



“Ok lah Mbak, besok titip mbak Marni aja saat dia mau ke pasar,” Alesha melanjutkan makannya.



“Eh sekalian titip buah Mbak, mangga dan buah naga boleh deh buat bikin juice.  Kalau juice apel enggak langsung diminum suka berubah warna sih walau sudah dikasih jeruk nipis. Juice apel buat dirumah aja,” jelas Alesha sambil meminum air putih dan juga meminum vitamin yang diberikan dokter untuknya selama menyusui.



Alesha langsung masuk kamarnya dan bersiap tidur siang menemani Jingga. Dilihatnya selintas banyak chat masuk di HPnya tapi tak dia buka. Alesha ingin istirahat dulu, karena dia belum biasa kembali beraktifitas kantoran setelah cuti melahirkan.


\*\*\* 

__ADS_1



“De, Abang mau bikin kejutan buat mommy dan daddy di penutup konser Abang, kamu bisa ikut berpartisipasi kan?” chat Fajri ada adik perempuannya.



“Mau bangeeeet Bang, kapan kita ngobrol?” tanya Alesha antusias.



“Nanti begitu Abang sampai rumah, Abang langsung ke tempatmu ya,” Fajri senang atas respon adiknya.



“Otreee,” balas Alesha lalu dia kembali memandangi putrinya yang saat ini masih lebih banyak tidur. 



Jadi wajah polos seperti ini yang membuat daddynya dulu jatuh cinta pada dirinya. Pria yang sejak dia bayi menggendong serta menciumi dan menyiraminya dengan cinta kasih. Sedang entah dimana laki-laki yang katanya ayah biologisnya.



Bahkan sejak bertemu pun laki-laki tersebut tak pernah menyapanya. Apalagi menciumi penuh cinta seperti yang daddy lakukan.



Air mata Alesha deras mengalir mengingat betapa dia tak pernah merasakan kehilangan kasih sayang sosok ayah dalam hidupnya, karena daddy tak pernah sekali pun memarahinya apalagi memukulnya. 



Daddy adalah sosok sempurna seorang ayah baginya dan bagi kedua kakaknya. Saat Alesha SMP dia pernah diskusi dengan mommynya, ternyata banyak anak yang hidup dengan ayah dan ibu kandung tapi tak se kaya dirinya akan limpahan kasih sayang orang tua.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1676532190907.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.

__ADS_1


__ADS_2