
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Alesha kembali menjelajah stan terutama yang dari luar kota. Di stan dari Jakarta yang mengkhususkan caladium Alesha terpaku, uang cashnya habis.
Andai tadi mas Budi jadi datang kesini kan dia akan meminta mommynya membawakan uang cash, sedang untuk ke ATM lalu dia balik lagi kesini dia malas karena cukup jauh.
Garo melihat Alesha ragu memasuki stand orang Jakarta ini. “Kenapa Yank?”
“Enggak apa apa, liat-liat aja besok kesini ama mommy koq,” jawab Alesha.
“Kamu masih aja enggak bisa terbuka ke Mas ya?” keluh Garo sambil meremas jemari Alesha yang berada dalam genggamannya.
“Enggak apa apa koq, ayok jalan lagi,” ajak Alesha.
“Yakin enggak ingin beli apa pun di stand ini?” Garo tak yakin, tak ada satu jenis pun yang ingin dibeli oleh kekasihnya di stand ini.
“Besok aja sama mommy,” jawab Alesha lagi.
“Kamu kehabisan uang cash kan?” tebak Garo dengan tepat.
“Apa kamu enggak bisa anggap Mas sebagai temanmu yang bersedia menolongmu, kalau kamu enggak bisa anggap mas pasanganmu?” tanya Garo sedih.
“Bukan gitu maksudku Mas, jangan marah dong,” bisik Alesha dengan nada minta maaf.
“Enggak marah gimana kalau kelakuanmu ke Mas begini? Kalau kamu enggak mau anggap Mas pasanganmu, anggap Mas sebagai temanmu yang bisa kamu ajak berbagi cerita,” sesal Garo.
“Jangan marah, kalau ayahnya aja tukang marah gini, gimana karakter little princessmu kelak?” goda Alesha
“Bundanya little princess yang bikin Ayah marah,” balas Garo sambil memeluk bahu kekasihnya. Dia sadar ini di ruang umum, tak pantas berlaku lebih dari ini. Tapi Garo bahagia mendengar kata-kata Alesha yang menyebut dia ayahnya little princess. Itu artinya Alesha mengakui keberadaannya sebagai pendamping perempuan itu.
“Sekarang bilang, kenapa Bunda enggak belanja?” desak Garo.
__ADS_1
“Iya, Bunda kehabisan uang cash,” jawab Alesha lirih.
“Lalu dari tadi jalan ama Ayah, kenapa enggak ngomong?” cecar Garo tak percaya.
“Gini, Bunda bakal belanja, tapi enggak mau dibelanjain. Artinya Ayah harus kasih nomor rekening dulu, jadi nanti langsung Bunda ganti,” Alesha berupaya membuat kesepakatan sebelum dia meminjam uang Garo.
“Ya ampuuun Bund, perempuan lain berupaya morotin laki-laki, kamu mah malah nolak,” Garo terpana dengan sikap perempuan yang telah membuatnya pusing tujuh keliling ini.
“Beda Mas, yang mau aku beli itu untuk usaha, semua harus dihitung dengan cermat. Kalau untuk makan atau keperluanku aku enggak akan bersikeras seperti ini koq. Jadi mau kan kasih nomor rekening dulu sebelum Mas ngebayarin belanjaanku?” Alesha meminta pengertian Garo.
“Ya, Mas nurut deh sayankku,” Garo mengirimkan nomor rekening ke ponsel Alesha.
"Bahkan mommy waktu mau bangun nursery aja enggak mau pakai uang daddy. Padahal mereka sudah menikah lama dan sudah ada kami berlima," Alesha memberitahu prinsip dirinya itu tidak salah.
Sesudah mendapat nomor rekening baru Alesha memilih jenis tanaman yang akan dibelinya.
Jam lima sore Alesha bersiap pulang, dia sudah sangat lelah tapi puas. Semua belanjaannya tadi ditaruh di stand Garo karena nanti Juniar yang akan mengantarkan ke Sedayu.
“Ayah yang antar kamu pulang ya?” pinta Garo, tentu dia tak ingin menyia-nyiakan moment baru baikan hari ini.
“Motor Mas biar dibawa Ampi, nanti Mas pulang bareng Juniar saat dia antar pohon,” dengan ringan Garo mengatur semuanya.
“Terserah Ayah aja lah,” jawab Alesha.
Alesha tak ingin ribut lagi dengan Garo.
Sepanjang perjalanan, jemari Alesha tak pernah dilepas Garo, kadang dia kecupi. Alesha baru tersadar saat jemarinya basah kena tetesan airmata.
“Mas, kenapa?” tanya Alesha ketakutan.
“Mas hanya terlalu bahagia Yank, kamu tahu enggak Mas sudah *hopeless* bisa bersamamu lagi,” Garo mengakui perasaannya jujur tanpa malu.
“Enggak gitu juga ah, kalau memang takdir kita enggak bisa bersatu, kita mau gimana?” balas Alesha berupaya tegar.
__ADS_1
Ini mungkin yang dirasakan daddynya, sangat putus asa membayangkan berpisah dengan orang tercintanya. Daddy sampai di rawat dan di bawah pengawasan dokter jiwa akibat takut yang teramat dalam.
“Kamu enggak tau apa yang Mas rasa Yank,” keluh Garo lagi.
Alesha mengambil tissue dan mengusap air mata dipipi kekasihnya, lalu dikecupnya pipi kiri Garo.
“Ajari aku berjalan disisimu, ajari aku bersabar menerima seorang laki-laki yang banyak penggemarnya,” bisik Alesha dengan penuh keyakinan. Dia menetapkan hati menerima cinta Garo.
“Laki-laki yang kamu bilang banyak penggemarnya itu, hanya suka dan sayang pada perempuan ketus dan pemarah di sebelahnya,” balas Garo yang langsung mendapat reaksi cubitan di perutnya
“Sakit Yank,” keluh Garo.
“Habis Mas sih ngatain aku ketus dan tukang ngambeg,” rajuk Alesha.
“Kenyataan kan?” balas Garo sambil mencuri kecupan di bibir Alesha karena mereka sedang di lampu merah.
“Ih, ada yang liat aja,” protes Alesha.
“Kalau enggak ada yang liat boleh ya?” goda Garo, yang membuat Alesha kembali mendaratkan cubitan di perutnya.
“Suka banget sih nyubitin perut Mas?” tanya Garo.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang BARU dengan judul LOVE FOR AMOR ya.

Dan judul lain adalah ENGAGED TO HIS SON
MARRIAGE TO HIS DADDY
__ADS_1
