
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Alesha langsung membersihkan kamarnya dan mengatur bajunya. Selain itu dia juga langsung mencuci baju sambil memotong belimbing yang ingin dia bikin juice.
Saat makan siang, semua cucian baju sudah selesai dan tinggal di jemur oleh mbak Dwi. Nasi juga sudah matang, Alesha segera makan karena dia harus segera memberikan ASI pada Jingga, putri kecilnya.
“Mbak, cucian tinggal jemur yo. Aku ke rumah mommy ya,” Alesha segera menuju rumah utama, dan kembali dia tak mau bawa handphone nya. Dia sengaja taruh handphonenya di meja rias kamar tidurnya.
\*\*\*
“Assalamu’alaykum” sapa Putra saat dia memasuki rumahnya.
“Wa alaykum salam,” jawab Ririen dan Alesha hampir bersamaan. Alesha langsung berlari untuk memeluk hero nya. “*I miss you Dadd*”
“*Miss U too my princess*” balas Putra sambil mengecup puncak kepala putrinya. Putra dan Ririen sudah sepakat tak akan menanyakan dan memberi saran terhadap masalah Alesha kali ini. Mereka akan membantu bila Alesha meminta saran atau bantuan. Namun tak akan memulai lebih dahulu.
“Kita mau makan dulu atau Daddy mau salat dulu?” tanya Ririen.
“Daddy sudah salat koq, kita langsung makan aja,” jawab Putra.
“Maaf, aku baru aja makan, aku kan tak bisa tahan lapar karena ada penikmat misterius yang nyedot energiku,” canda Alesha sambil menoel pipi Jingga yang baru saja pindah ke gendongan yankkungnya.
“Ya makan lauknya aja, karena pasti udah lapar lagi kan?” ajak Ririen.
“Jingga boboin di box aja Yankkung. Nanti habis Yankkung dahar baru gendong Jingga lagi,” saran Ririen. Dia tau Putra masih kangen pada cucu pertama mereka itu.
“Ok, Yankkung maem dulu ya” bisik Putra sambil menciumi cucunya lalu meletakkannya di box rotan.
\*\*\*
Menu yang terhidang dirumah utama sangat menggoda Alesha, leunca yang ditumis dengan oncom serta ikan peda bakar ditambah sambel tomat mentah.
“Mommy dapat dari mana oncomnya?” tanya Alesha semangat.

“Nenek kirim lewat travel. Dari Jakarta oncom sudah di kukus dulu, baru dikirim. Ada juga peda merah selain duku depan rumah,” jawab Ririen. Untuk orang yang memang lama tinggal di Jakarta seperti Alesha tentu kangen dengan aneka masakan yang dibuat dari oncom. Sayang saat itu oncom tak ada di Jogja. Sekarang juga masih sulit cari oncom kuning.
“Wah kalau lauknya begini Mbak ikut makan lagi” cetus Alesha tanpa ragu.
“Mama kirim duku juga?” tanya Putra.
“Iya Dadd. Ha ha ha ongkos kirim dengan harga duku disini lebih mahal ongkos kirim. Tapi itulah cinta orang tua. Mereka puas bila bisa memberi anaknya,” Ririen mengerti arti kiriman ibu mertuanya itu.
Jangan pandang dari harga barang. Tapi pandang sejumput cinta yang mengiringi kiriman itu.
Seperti harga oncom. Hanya dua ribu di Jakarta saat itu bisa untuk satu wajan. Ongkos kirimnya lima belas ribu ha ha ha.
Tapi di Jogja harga oncom itu jadi seharga berlian ha ha. Pokoknya mihil lah, lebih tinggi tingkatnya dari mahal.
“Kalau oncom dan peda sih oke lah, disini barang itu langka. Tapi kalau duku kan disini juga banyak,” protes Putra.
“Tapi dukunya beda Dadd. Yang dijual enggak ada rasa cintanya, beda ama kiriman nenek,” bela Alesha.
__ADS_1
Alesha ingat ketika masih kuliah di Jakarta. Saat panen duku nenek akan sibuk menyuruh om Tetuko suami tantenya agar mengantar duku ke rumah uwak Gilar dan uwak Hilman. Dan Alesha kebagian membawa duku ke rumah eyang.
“Bener Mbak, apalagi kalau nenek sampai mengirimkan kembang duren ya,” goda Ririen pada Putra.
Alesha dan Putra langsung tertawa karena Alesha juga tau sejarah cinta kembang duren antara mommy dan daddy nya. Yang ingin tahu sejarah cinta dari kembang duren baca cerita tulisan yanktie yang berjudul WANT TO MARRY YOU ya

"Sekarang belum musim Mom, nanti kalau sudah musim coba kita minta nenek kirim,” cetus Alesha. Dia pernah lama hidup di rumah neneknya, sehingga dia tau rasa masakan oseng kembang duren itu.
\*\*\*
Garo masih mengirim pesan cinta untuk Alesha, walau tak direspon setidaknya Alesha membacanya. Garo berprinsip sekuat-kuatnya batu, dia akan berlubang juga oleh tetesan air yang rutin.
Pagi ini Alesha akan mulai kerja dengan waktu lebih lama, karena usia Jingga saat ini sudah tiga bulan. “Mbak, aku mulai lebih lama kerjanya ya, kalau Jingga mulai terlihat lapar atau haus kasih ASI aja tak perlu di jam, tapi kalau sudah dua jam dia enggak rewel, dia tetap wajib dikasih ASI," begitu pesan Alesha saat mau berangkat kerja.
Saat akan memasuki mobilnya Alesha berpapasan dengan Fajri yang sudah mau berangkat dengan motornya. Rambut Fajri juga mengikuti daddynya, panjang sebahu.
“Mommy bilang mulai hari ini kamu akan kerja setengah hari?” tanya Fajri.
“Iya Bang, aku akan mulai lebih lama kerja dari sebelumnya yang hanya di kantor dua jam. Aku juga akan mulai kontrol gudang secara berkala,” sahut Alesha.
“Yo wis, hati-hati ya. Dan jangan lupa jaga makanmu. *By the way* kamu bawa alat pompa ASI dan botolnya ga?” tanya Fajri
“Bawa, tas pengawet ASI juga aku bawa. Jadi ASI yang aku pompa akan aman enggak rusak sampai aku tiba di rumah menjelang sore nanti,” jawab Alesha. Perempuan itu bersyukur abangnya oerhatian apda dirinya.
Fajri memberikan jempolnya lalu dia melajukan motornya meninggalkan Alesha. Ganteng, muda, ngetop, banyak duit, tapi Fajri tak peduli. Dia lebih nyaman dengan motornya. Padahal dia punya mobil sport.
\*\*\*
“Siap Bu” jawab keduanya
“Mbak Sri ikut mobil saya aja. Pak Abidin kita mampir makan dulu ya, ikuti mobil saya aja” lanjut Alesha.
“Alesha?” sapa seseorang ketika Alesha dan dua orang pegawainya baru saja tiba di rumah makan gudeg di daerah Wijilan.
“Rama?” tanya Alesha, dia tak menyangka akan bertemu dengan mantan kekasihnya saat masih kuliah di Jakarta dulu.
“Apa khabar?” tanya Rama sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat.
“Alhamdulillah baik. Kamu ama siapa?” tanya Alesha ramah. Karena antara Alesha dan Rama tak ada dendam sejak perpisahan mereka yang disebabkan rekayasa Rezky dulu.
“Aku sendiri” jawab Rama santai.
“Kalau gitu gabung aja sini di meja ku,” Alesha menawarkan Rama untuk makan semeja dengannya.
“Enggak ganggu?” tanya Rama ragu.
“Ya enggalah, mereka teman sekantor denganku,” jawab Alesha merendah. Dia tak mau mengakui dua staff yang bersamanya adalah pegawainya.
“Kamu dalam rangka apa ke Jogja?” tanya Gita sambil menuliskan pesanan nya.
“Eh kamu pesan apa?” tanya Alesha pada Rama.
__ADS_1
“Gudeg komplit dan es teh tawar aja,” jawab Rama singkat.
“Pak Abidin dan mbak Sri tulis sendiri pesanannya,” Alesha menyodorkan buku kecil untuk memesan menu pada mbak Sri.
“Aku bisa minta nomor teleponmu?” tanya Rama.
“Nomorku tak pernah ganti sejak kita kuliah dulu. Apa nomor itu sudah kamu buang jauh-jauh?” goda Alesha.
“Ha ha ha, mana mungkin aku buang. Aku test ya,” Rama mendial nomor yang tersave dan Alesha merasakan getar disaku blazzer nya.
“Ya sudah masuk." Jawab Alesha tanpa mengambil ponselnya dari saku. Apa nomormu ganti?”
“Iya nomorku ganti saat HP ku hilang. Aku enggak tau kalau nomor itu bisa diurus minta ganti ke providernya. Jadi aku ganti nomor. Lalu aku melacak nomor semua teman termasuk nomormu untuk aku save ulang,” jelas Rama.
“Kamu belum jawab, dalam rangka apa ke Jogja?” desak Alesha.
“Aku baru naruh berkas ke UGM, mau lanjutin S2,” jawab Rama
“Wooow, hebaaaaaat…aku jadi iri pengen kuliah lagi,” Alesha senang mendengar Rama akan meneruskan kuliahnya.
“Lalu akan tinggal di daerah mana?”
“Kemarin sudah survey kost-kostan dekat kampus,” jelas Rama.
“Sambil makan yok” ajak Alesha saat pesanan mereka diantar ke meja mereka.
“Kamu tinggal daerah mana?” tanya Rama
“Aku daerah Sedayu. Cukup jauh kalau dari UGM. Yah setara rumah kakekku di Cilangkap ke UI lah,” Alesha berupaya menerangkan jarak rumahnya ke kampus UGM pada Rama.
“Nanti kapan-kapan kalau aku sudah menetap di Joga aku boleh main ya?” Rama berharap dia bisa menjalin pertemanan kembali dengan mantan kekasihnya yang dia tahu sudah menikah dengan Rezky tersebut.
“Pasti bolehlah, asal kamu kasih tau dulu, nanti kamu jauh-jauh datang kalau enggak ketemu kan kasihan,” balas Alesha.
“Sekarang aku langsung ke kantor ya, enggak enak kelamaan keluar kantor, telpon aku ya. Eh kamu sampe kapan di Jogja dan kapan mulai tinggal disini,” cerocos Alesha, sambil diam-diam dia menyodorkan uang pada mbak Sri untuk bayar makanan, agar jangan dibayarin Rama.
“Aku besok pagi balik ke Jakarta pakai flight pertama. Balik lagi ke Jogja minggu depan bawa mobil biar bisa sekalian punya kendaraan disini,” jawab Rama.
“Biar aku yang bayar,” cetus Rama.
“Tenang aja, sudah dibayar mbak Sri tuh disana,” jawab Alesha
“Sampe ketemu ya, sukses buatmu,” Alesha pun segera menuju ke mobilnya
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.