
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Hari ini pengajian empat bulan kehamilannya Alesha.
Acara pengajian tentu saja Caroline datang dari Bandung ke Jogja.
Caroline tak mau membuang kesempatan untuk berkumpul dengan para besannya Ririen yang memang dekat dengannya.
Sekalian dia juga menengok cucu-cucunya.
"Aku udah ngusulin ke Iwan buat pindah rumah ke Jogja."
"Kenapa nggak betah. Cuaca di Bandung kan sesuai denga kota asalmu?" Tanya ibuny Liani.
"Aku lelah bolak-balik Jogja ~ Bandung," ujar Caroline.
"Lagian sih kamu pakai belagu pindah ke sana. Bukan langsung beli tanah disini aja," ejek Ririen.
"Ya aku pikir dulu toh kita udah deket, Sama-sama di Indonesia, sama-sama di pulau Jawa."
"Ternyata tetep aja berat jauh dari cucu-cucu," keluh Caroline.
"Kamu tahu nggak, rumah aku sama rumah Alesha di nursery dulu jaraknya seberapa jauh? Dalam satu kedipan mata aja rumahnya sampai."
"Nah pertama kali Alesha pindah ke depan setelah dua minggu melahirkan, itu aku seharian nangis sampai diketawain sama Fajri."
"Kenapa kok nggak langsung kamu samperin?" Tanya mama Icha.
"Buat apa mereka pisah kalau aku langsung samperin? Waktu itu memang kita berkomitmen kita harus paham supaya nggak tiap hari, tiap saat dia bersama kita."
"Bukan tiap hari, padahal cuma depan rumah nggak sampai lima menit bisa ketemu. Tapi aku nangis seharian seperti jarak kami jauuuuuh banget."
"Jadi aku bisa ngertiin kamu Bandung ~ Jogja itu kayak apa beratnya."
"Gimana kalau mbak masih di Aussie?" kata ibunya Liani
"Itulah, kebayang kan puluhan jam untuk bisa bertemu dengan cucu itu suatu penderitaan. Sekarang Bandung Jogja aja delapan jam udah tersiksa banget walau tiap hari bisa lihat mereka melalui video call."
"Ya udah kamu pindah aja ke sini."
"Aku lagi cari-cari lahan yang luas dekat dengan rumah mereka jadi aku di tengah rumah Leoni dan Leona," ujar Caroline.
"Jadi nanti kalau mau ke rumah salah satu dari mereka aku dekat."
"Cari lahan koq bingung. Minta carikan Fajri atau pak Putra aja, sekalian minta bangunkan rumah sesuai konsep kita. Kan beres," usul mama Icha.
"Eh iya, kenapa aku lupa mereka bergerak di bidang property?" Caroline senang dia tak perlu repot bila Putra atau Fajri yang mengurusnya.
\*\*\*
"Kak. Tolongin aku dong," bisik Fajri.
__ADS_1
"Kenapa?" Icha bingung saat Fajri menghampirinya.
Sejak pagi memang semua sudah standby di rumah Garo. Ririen dan Putra malah sejak kemarin sore. Mereka datang bersama Tama. Fajar dan Icha datang langsung dari kantor mereka masing-masing.
"Liani pusing," jawab Fajri.
"Sekarang dia di mana?" tanya Icha.
"Aku suruh rehat di kamar tidur tamu depan. Karena kamar buat anak-anak kan di pakai kakak dan mommy," ucap Fajri.
Memang Garo hanya membuat tiga kamar anak. Yang satu sudah dipakai Jingga. Dan dua kamar anak lainnya masih diisi kasur normal selama penghuni aslinya belum ada. Jadi Icha dan Ririen bisa tidur disana.
Sedang kamar untuk tamu Garo menyiapkan dua ruang.
"Baik suruh mas Fajar ambil alatku di mobil. Aku samperin Liani dulu."
"Iya Kak terima kasih," Kata Fajri.
Tadi Liani tiba-tiba miscall Fajri. Kala itu Fajri sedang di depan dengan Garo, Putra, Iwan serta George.
"Mas suruh ambil tas kerja Kak Icha di mobil," bisik Fajari pada Fajar.
"Ada apa?" Fajar tentu kaget dan bertanya mengapa istrinya butuh tas alat kedokterannya.
"Liani badannya keringat dingin," jawab Fajri.
"Sekarang dia di mana?" kata Garo.
"Oh baguslah," tanpa buang waktu Garo menyuru seorang pegawainya yang dekat disana.
"Minta seseorang di dapur membuat teh hangat manis dan antar ke kamar depan. Jangan teh panas dan jangan antar kesini," Garo kalau memerintah selalu rinci agar orang tak salah mengerjakan perintahnya.
\*\*\*
Pengajian memang belum mulai. Para ibu yaitu Ririen dan barisan besannya sedang memperhatikan menu yang persiapan oleh Garo dan Alesha.
Garo memesan catering untuk prasmanan mau pun nasi kotak yang akan dibawa pulang oleh peserta pengajian.
"Cukup nggak ya?" tanya Ririen
"Cukup lah orang ini pesannya kan jauh di atas yang diundang," kata Ratna.
"Aku takut kurang aja," jelas Ririen.
"Insya Allah nggak kurang kok. Kita udah lebihin 100 box dari jumlah peserta undangan." Balas Ratna.
"Kalau sudah di lebihkan 100 cukuplah. Kamu enggak perlu khawatir gitu," Caroline menenangkan Ririen.
"Kalau kayak kita kan semua makannya kan yang prasmanan, bukan yang nasi kotaknya."
"Eh itu teh buat siapa?" Ririen kaget ada yang tergopoh-gopoh membawa teh.
__ADS_1
"Ini Mas Garo minta teh hangat buat Mbak Liani," jawab simbok yang dibawa Ririen buat bantu acara ini.
"Kenapa Liani?" Seru mama Icha.
"Enggak tahu Bu, saya belum ke depan ini suruh bawa ke kamar depan. Tadi saya lihat bu Icha sedang memeriksa Mbak Liani."
Tanpa perlu di komando para Ibu langsung ke kamar depan.
Saat itu Fajar sudah membawa peralatan kedokterannya Icha.
"Abang besok langsung bawa ke dokter kandungan aja," kata Icha pada Fajri sambil tersenyum.
Fajri dan Liani bingung.
"Kayaknya ini ada isinya. Tadi denyut tadinya udah beda aku lihat fundusnya juga beda," kata Icha.
"Alhamdulillah," jawab Fajri sambil menciumi wajah istrinya tanpa malu pada yang hadir disana.
"Semoga yang Kak Ica bilang bener ya Kak," gumam Liani. Dia malu pada Fajar dan Icha karena kelakuan suaminya.
"Insya Allah benar," kata Icha.
"Makanya untuk memastikan lebih baik kamu nanti beli testpack dan besok pagi langsung dicoba. lalu kamu juga langsung ke rumah sakit aja biar dicek dokter spesialis kandungan."
"Baik Kak." Liani dan Fajri menjawab bersamaan.
"Sekarang istirahat aja. Jangan lupa makan dan minum teh hangatnya itu."
"Iya Kak."
Ririen dan ibunya Liani sangat bahagia mendengar keterangan Icha.
"Sekarang semua keluar," kata Icha.
"Biar Liani istirahat dulu."
"Ya udah ayo semua keluar," Ririen memberi komando.
Fajri memeluk istrinya dengan lembut.
"Minum teh nya biar nggak lemas. Semoga kamu dan baby sehat."
"Insya Allah kami sehat Bang," kata Liani.
"Kamu mau apa?" Tanya Fajri.
"Aku mau bobo aja," kata Liani.
"Ya udah bobo."
"Maunya dipeluk," pinta Liani. Fajri langsung memeluk istrinya sampai Liani tidur. Tanpa diminta pun dia akan memeluk kekasih hatinya itu.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
__ADS_1