
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Garo sampai di rumah untuk mengantar ibu, tadi dia meminta Echa tidak bawa mobil, sehingga sekarang dia langsung melajukan mobilnya untuk menjemput Alesha atau yang dia panggil Echa.
Sampai di supermarket bahan bangunan, Garo langsung menuju ke cafe milik Alesha, dia tak mau mengganggu Alesha yang sedang bekerja. Dia tak menyangka disana ada Leona dan Leoni yang sedang menunggu pesanannya.
“Mas Garo,” sapa Leona lebih dulu dari Leoni, karena Leona duduk menghadap jalan masuk.
“Njemput mbak Alesha Mas?” sapa Leoni yang menoleh untuk melihatnya.
“Iya tadi pagi sudah bilang ke mbak mu mau Mas jemput,” balas Garo.
“Mas duduk sana aja ya, biar enggak ganggu kalian,”
Leona yang tadinya tak enak bila Garo duduk bersama mereka jadi plong saat Garo bicara seperti itu.
“Tapi mbak Alesha sudah tau kalau Mas sudah datang?” tanya Leona.
“Belum, biar dia selesaikan dulu kerjaannya, Mas juga masih harus jawab banyak chat beberapa konsumen sambil nunggu mbak Echa,” balas Garo.
“Mas kesana ya,” dia langsung melangkah ke kursi pojok.
“Kamu pasti lupa, pacarnya mas Garo bukan mbak Alesha, tapi mbak Echa,” bisik Leoni.
“He he he ... iya kan lupa,” jawab Leona sambil terkekeh.
Garo memotret coffee dan sosis solo yang sudah terhidang dimejanya lalu dia kirimkan ke BBM Alesha.
\*\*\*
Alesha masih sibuk meneliti data, dan sesekali menjawab telepon dari kliennya di telepon kantor saat notifikasi BBM dari Garo masuk. Dia lihat Garo mengiriminya photo secangkir coffee. Dia tersenyum karena dia tau dimana photo itu dibuat. Diliriknya jam, ternyata sudah jam sebelas. Alesha rapikan file-file laporan, lalu dia berjalan keluar ruangannya.
“Lho, kalian ada disini?” tanya Alesha pada kedua adiknya. Dia lupa kemarin Leona meminta Leoni untuk datang disana guna diskusi bagaimana mereka akan mengenalkan kekasih mereka pada mommy dan daddy.
“Disini tempat paling nyaman untuk ngobrol tanpa ketahuan teman-teman Mbak,” jawab Leona sambil nyengir. Mereka memang tak suka tampil berdua lalu jadi omongan orang.
“Kalau pas daddy lihat gimana?” tanya Alesha menggoda keduanya.
“Kalau ada daddy ya kita bilang kita sengaja mojok ditempat sepi biar enggak banyak yang naksir,” kini giliran Leoni yang menjawab pertanyaan kakak perempuan mereka itu.
“Udah sana, enggak usah kelamaan disini, sudah lama ditungguin arjunanya tu,” Leona menunjuk Garo menggunakan dagunya.
__ADS_1
“Ha ha ha, aku tau dia disini karena dia kirim photo cangkir coffenya ke aku,” balas Alesha.
“Ya wis Mbak kesana ya,” tanpa menunggu jawaban Alesha langsung menjauh dari meja kedua adik kembarnya.
“Sudah lama Mas?” tanya Alesha sambil berdiri disebelah Garo yang duduk membelakanginya. Alesha meletakan tangan kirinya di bahu kanan Garo yang sedang serius membalas chat konsumennya.
Garo menengadahkan wajahnya, diambilnya jemari perempuan yang berdiri disisinya, dibawanya jemari itu ke bibirnya untuk dikecup.
“Belum koq, tu kopi masih utuh,” jawab Garo sambil menarik tangan Alesha agar duduk di kursi sebelahnya.
“Kalau tolok ukurnya kopi masih utuh belum diminum, jadi ambigu bila sampai besok kopi itu sengaja enggak diminum” jawab Alesha sambil tersenyum manis.
“Ha ha ha, maksud Mas kopi belum diminum karena masih panas. Artinya tu kopi baru saja dihidangkan, dan itu berarti belum lama kan?” jelas Garo.
“Ya kalau di jabarkan seperti itu semua juga akan mengerti,” balas Alesha.
“Ya wis minum lah, sekarang udah dingin koq, katanya mau jalan makan dulu sebelum pulang.”
“Paroan ya?” pinta Garo.
“Mas lupa aku lagi puasa ngopi?” tanya Alesha. Perempuan itu takut Garo sengaja mengujinya.
Alesha melihat *bill* yang dibayarkan Garo.
'*Mengapa banyak sekali*?' pikirnya.
“Kenapa Mas bayar? Dan kenapa banyak banget?” protes Alesha.
“Aku kan konsumen, masa enggak boleh bayar.” kilah Garo. Dia memang membayarkan makanan yang dipesan kedua adik kembar Alesha.
“Ayo kita jalan,” ajak Garo mengalihkan protes Alesha.
“Mbak dan Mas duluan ya,” pamit Alesha pada kedua adiknya.
Alesha mengajak Garo masuk ke ruang kerjanya untuk mengambil tas di lemarinya. Karena tadi dia ke cafe tanpa membawa tas.
Garo melihat di meja kerja Alesha ada pigura cukup besar berisi photo dirinya dan Alesha bersama Jingga saat aqeqah an Jingga.
“Wah Mas malah lupa kita pernah bikin photo ini. Mas mau dong photo ini dan photo lainnya ketika itu,” pinta Garo.
__ADS_1
“Ayo ah”, ajak Alesha, dia malu ketahuan memajang photo Garo di meja kerjanya.
“Yank, koq gitu, bagi dulu photo itu” rengek Garo.
Alesha membuka file album photonya, lalu membuka album dengan judul “bertiga” dia berikan ponselnya ke Garo untuk dilihat sendiri photo mana yang diinginkan lelaki itu.
Mumpung memegang ponsel Alesha, Garo memindahkan banyak photo Jingga dari album LITTLE PRINCESS serta photo Alesha dari album ME.
“Koq lama banget?” tanya Alesha.
“Mas lihat-lihat dulu,” jawab Garo santai sambil menepis tangan Alesha yang ingin mengambil ponselnya.
“Ihh, Mas koq photo ku juga dibuka?” protes Alesha.
Alesha tentu saja serba salah, dia tak menyangka Garo akan mencuri photo-photonya didepannya. Mencuri terang-terangan.
“Mas curang, bahkan photo jaman aku kuliah juga diambil,” protes Alesha.
Garo menyerahkan ponselnya agar Alesha bisa melihat koleksi photonya. “Ponsel Mas enggak banyak photo Mas, cuma ada photo tanaman.”
Mereka sudah sampai mobil. Alesha meminta Garo focus di kemudi aja “Ponselnya taruh dulu, nanti aku kasih lagi. Sekarang Mas focus nyetir dulu.”
Garo mengembalikan ponsel Alesha, dia menyetir sambil menggenggam tangan kanan Alesha, dan sesekali mengecup jemari perempuan yang dia kasihi itu.
Otomatis Alesha membuka file photo di HP Garo dengan tangan kiri. Memang di album HP Garo lebih banyak tentang tanaman, ada beberapa photo dirinya juga dengan tanaman yang diburunya atau Garo dengan teman-teman.
Namun yang jadi kejutan ada beberapa photo Alesha dan Jingga yang diambil secara candid. Ada juga photo Jingga sendiri di box kamarnya dan dipangkuan Garo. Alesha jadi berniat bikin photo Garo berdua Jingga.
“Ngapain bikin photo candid gini?” tanya Alesha
“Mau tahu *behind the scene* nya enggak?” goda Garo.
“Maksudmu?” tanya Alesha bingung.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.