
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Garo dan Alesha sudah selesai mandi dan bersiap istirahat. Garo memandangi anak dan istrinya.
"Masih ingat ada nama Jingga dan tanggal lahir di gelang Jingga engga Yank?" Tanya Garo sambil jari telunjuknya dia usap di pipi Jingga nan lembut.
"Inget lah."
"Waktu bikin tulisan itu Mas nemuin bukti kebohongan Fitri, tapi tetap aja ibu enggak peduli itu."
"Ibu enggak ngelarang Mas deketin kamu, tapi belum mau ngebatalin pertunangan."
"Maksud Mas gimana?"
"Waktu itu jam makan siang saat Mas bersiap menuju rumah sakit Persada. Mas sengaja ke mall dahulu buat beli gelang bayi."
"Nah pas Mas pesan agar diukir nama JINGGA di gelang ternyata butuh waktu. Sambil menunggu gelang diukir Mas makan di food court yang berada di lantai teratas mall itu."
"Enggak sengaja Mas melihat Fitri yang lagi makan siang dengan teman-teman kerjanya, karena pakaian seragam mereka sama."
"Mas diam-diam bikin dua photo candid Fitri yang lagi merokok, karena jarak cukup jauh maka Mas zoom agar bisa terlihat jelas."
"Mas tahu ibu tidak suka orang merokok, jangankan perempuan, laki-laki merokok saja ibu tak suka. Eh pas dikasih lihat foto itu, ibu enggak marah apalagi mutusin perjodohan. Keqi kan?"
"Lha terus ibu bisa berbalik arah dan mutusin pertunangan tu gimana?"
"Ibu lihat sendiri Fitri di kamar hotel. Langsung malamnya ibu ngajak Mas ke rumah bulek Prapti buat mutusin pertunangan."
Garo menaikkan pintu ranjang Jingga sehingga bayi kecilnya tak akan jatuh bila tidurnya lasak atau dia bangun ingin menghampiri mereka.
Garo memeluk tubuh Alesha. Telunjuknya bermain di alis Alesha, lalu turun ke hidung dan bermain di bibir istrinya. Garo hanya mengusap bibir itu dengan telunjuknya.
__ADS_1
"Kamu tahu, momen indah saat tahu kita dicintai orang yang tak mau mengakui kalau dia cinta sama kita enggak Bun?"
"Mas mau nyindir aku?' Alesha balik bertanya.
"Enggak Yank. Cuma mau kasih tau fakta aja. Beberapa kali Mas bilang ayahnya Jingga. Bundanya Jingga. Tapi perempuan yang Mas cinta enggak mau mengakui kalau dia cinta ke Mas."
"Nah trus momen indah itu kapan?" Akhirnya Alesha terpancing bertanya pada Garo.
"Itu dimulai saat dia chat kalau Jingga mau aqiqah."
'*Mas, besok Jingga aqiqah*.'
"Dapat pesan seperti itu Mas kalang kabut Yank. Berasa Mas ingin terbang dan Mas yang urus aqiqah itu karena dia anak Mas. Tanpa sadar Mas menulis kalimat yang bikin dia ngambeq."
'*Ayah boleh datang*?'
'*Jam berapa acaranya*?' Mas kalang kabut Yank.
'*Bunda chantieq*'
'*Bundanya Jingga koq marah*?'
"Mas lihat dia mengganti PP nya dengan photo terbaru Jingga. Dia terus terlihat online tapi pesan Mas enggak dia baca apa lagi respon!"
"Gara-gara itu Mas berangkat salat Jumat dengan galau. Mas kepikiran ama istri Mas yang ngambeg."
\*\*\*
"Aku tu bete Mas, bukan marah ke Mas. Jadi mommy ngundang orang tua Rezky. Aku enggak suka. Nah pas Mas tanya apa Mas boleh dateng, langsung aja kemarahanku aku pindahin ke Mas," Alesha bercerita mengapa dia keqi pada Garo saat itu.
"Nah pas habis pulang salat Jumat Mas langsung aja hubungi istri Mas yang lagi ngambeg itu."
__ADS_1
“Assalamu’alaykum Bundanya Jingga,” Mas deg deg an waktu telepon diangkat.
“Wa alaykum salam.”
“Koq ketus gitu njawabnya, Mas ganggu ya?”Jelas banget suara dia tu kayak malas angkat telepon dari Mas.
“Biasa aja koq, enggak ketus,” jawabnya.
“Maaf kalau pertanyaan Mas bikin Bunda bete, lagi capek banget ya jadi ngambeg gitu? Ya udah, besok acara jam berapa?” akhirnya Mas berhasil tanya jam acara besoknya.
“Jam sepuluh acara dimulai.”
“Ya wis, Mas usahain enggak telat,” plong rasanya dia kasih tahu jam acara aqiqah putri Mas.
"Akhirnya dia request besok Mas disuruh datang dengan pakai baju koko hijau lumut yang warnanya dia kirim."
"Untungnya di mirota batik dekat nursery baju koko seperti yang dia inginkan ada."
"Besoknya jam sembilan pagi Mas sampai di rumahnya. Saat itulah Mas tahu, dia cinta sama Mas tapi enggak mau ngakuin."
"Tahu dari mana?"
"Mas tahu dia cinta ke Mas saat Mas lihat dia, Mas dan Jingga pakai baju kembaran!"
"Ih Mas ke ge er an," Alesha mencubit perut suaminya dengan gemas.
"Ha ha ha, kalau bukan tanda cinta, lalu apa dong? Ga mungkin karena iseng kan?"
"Tau ah," Alesha jadi malu sendiri karena itu memang faktanya! Dia peluk tubuh suaminya erat.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED
__ADS_1