JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
TEAM MOMMY VS TEAM DADDY


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sore ini sesuai janji team mommy sedang pesta durian dan team daddy boleh ikut tapi tak boleh merusak suasana.



Kakek, nenek serta athung an uthi tak mau ikut. Mereka di rumah bersama Jingga buyut mereka yang tak dibawa oleh Alesha.



Team daddy makan durian manis dan menikmati dengan pelan.



Beda dengan team mommy yang makan durian pahit. Di TEAM MOMMY ada Garo, Fajri dan Fajar yang entah mengapa dia jadi pindah team! Mungkin karena kehamilan simpatik atau COUVADE SYNDROME.



"Yank. Maem durian nya jangan banyak-banyak ya," bisik Garo. Dia sangat perhatian pada kondisi Alesha yang sedang menyusui. Sama persis dengan Putra ketika Ririen menyusui Alesha dulu. 



 Bagaimana dengan Icha yang sedang hamil? 



Bumil itu malah tak ingin sama sekali mencicipi durian padahal kalau tak hamil dia berada di team mommy.



"Kayaknya ada yang tukar posisi nih. Kenapa Mas jadi masuk team Mommy?" Tanya Ririen.



Icha hanya tersenyum. Dia sejak tadi asyik ngemil duku sendirian. Gadis kembar makan durian dengan Putra dan Liani kekasih Fajri yang masih kaku masuk dalam kehangatan keluarga Purwanagara.



"Sekarang Mas juga gila kwetiauw seafood goreng Mom," Icha melaporkan kesukaan Fajar lainnya.



"Ha ha ha, daddy mode on. Saat Mommy hamil Daddy juga gitu. Semua kesukaan Mommy dia suka."



"Untung Daddy enggak kena *morning sickness*." Ririen ingat moment kehamilan terakhirnya.



Akhirnya semua puas. Bisa tetap bercengkrama dalam kehangatan cinta.



Sejak awal sudah ada komitmen yang bayar kali ini adalah Ririen dengan alasan syukuran atas keberhasilan konser tunggal Fajri. Jadi semua tak ada yang boleh membayari duluan.



Kalau tak ada kesepakatan awal tentu Fajri atau Garo akan membayari makan durian kali ini. 



Saat Ririen hendak membayar ponsel Putra berdering. Ada panggilan masuk dari nomor Fuad. Fuad adalah mantan mertua Ririen atau opa kandungnya Fajar, Fajri dan Alesha.



Assalamu'alaykum. Ada apa pak Fuad?" Tanya Putra yang hari ini dihubungi Fuad. Konser baru selesai dua hari lalu. Putra pikir Fuad mau pamit untuk kembali ke Jakarta.



"Maaf mengganggu. Kami baru sampai Jakarta tadi malam. Tapi saat di taksi Ricky kena serangan jantung dan siang ini dia bergumam nama Fajri dan kata maaf berulang kali."


__ADS_1


"Kalau berkenan, bisakah Fajri datang dan memaafkannya agar dia bisa berpulang dengan damai?"



"Sepertinya itu keinginan dia yang terakhir," suara Fuad tercekat.



"Saya tak berani menjanjikan sesuatu. Tapi saya akan berupaya mengatakañya padanya segera. Semoga Fajri bisa datang," sahut Putra pelan.



Semua terdiam mendengar kata-kata yang Putra . Mereka menduga-duga siapa yang telepon dan apa yang dikatakan.



"Opa Fuad telepon. Papa Ricky kritis sepulang dari Jogja." Putra menjeda kalimat nya. 



"Saat koma ini dia hanya bergumam maaf, maaf Fajri!"



"Opa minta kamu datang dan memberinya maaf agar dia bisa meninggal dengan tenang. Sepertinya itu permintaan terakhirnya," ucap Putra lirih.



"Seperti kalian dengar. Daddy tak menjanjikan kamu datang Bang. Daddy hanya bilang akan mengatakannya segera. Maka Daddy tak menunda sampai rumah karena saat seperti ini waktu sangat berharga."



"Semua Daddy serahkan padamu. Tapi yang pasti daddy dan mommy akan berangkat."



"Mas berangkat. Nanti Icha biar di rumah mama papa selama Mas tinggal," Fajar sebagai anak sulung memutuskan berangkat.



"Pesan tiket sekarang. Abang pasti berangkat walau kalian tidak. Karena dia cari Abang," sahut Fajri.




"Kasihan Jingga. Dengan siapa dia saat aku di rumah sakit? Aku bukan tak mau. Tapi rumah sakit bukan tempat yang bagus untuk Jingga. Nanti biar aku bisikan aja bila abang atau mas sedang ada disisinya," jawab Alesha.



Akhirnya semua segera masuk mobil. Garo minta dia yang urus beli tiket pesawat. Semua dia minta kirim data sesuai KTP.



Garo tahu semua sedang panik.



Data diri Fajar yang mengirim ke Garo  adalah Icha, data Fajri juga yang kirim Liani . Fajri menyuruh mengambil KTP di dompetnya. Demikian juga data Putra, Ririen yang mengirimnya sekalian data dirinya.


\*\*\*



Garo mengirim barcode tiket mereka. 



"Iya Dadd?" Garo mengangkat telepon Putra.



"Kirim nomor rekeningmu sekarang juga bila masih ingin jadi calon suami anakku," tanpa basa basi Putra langsung menutup pembicaraan. Garo hanya nyengir mendengar ancaman itu.



"Kenapa Mas?" Alesha bingung melihat Garo nyengir-nyengir tak karuan.


__ADS_1


"Diancam daddy," sahut Garo.



"Kamu salah pesan tiket? Atau bagaimana?" Alesha takut bila rombongan tertunda keberangkatannya.



"Engga. Cuma suruh kasih nomor rekening sekarang juga buat ganti uang tiket," jawab Garo.



"Apa ancamannya?" Alesha jadi curiga. Putra pernah cerita sedang  beli durian, tiba-tiba Garo datang ikut beli dan dia yang bayar semua.



"Nanti tanya daddy langsung aja. Mas enggak enak kasih taunya," Garo menghampiri Jingga yang terdengar merengek.


\*\*\*



Alesha baru selesai  menyusui Jingga saat dia dengar suara ponselnya berbunyi. Pelan dia bangkit dari ranjang Jingga. 



"Daddy telepon. Mas mau angkat takut salah," Garo memberikan ponsel Alesha yang sudah berbunyi kedua kalinya.



"Assalamu'alaykum Dadd," sapa Alesha. Saat ini  Putra, Ririen, Fajar dan Fajri sedang dalam ruang ICU dimana Ricky terbaring lemah. Takut waktunya tak lama, Putra langsung menghubungi Alesha.



"Bisikkan kata-kata maafmu untuk dia," pinta Putra pada Alesha dan dia serahkan ponselnya pada Fajar yang berdiri dekat kepala Putra.



"Assalamu'alaykum Pa, ini Alesha. Cepet sembuh ya Pa. Aku sudah punya anak. Papa sudah punya cucu. Cepat sembuh ya Pa. Aku maafin semua kesalahan Papa ke aku. Maafin aku juga ya Pa." bisil Alesha untuk Ricky. Sosok yang katanya "ayah biologisnya" itu.



"Cucu. Maaf." Sahut Ricky. Dan tak lama dia membuka mata. Dicarinya sosok Fajri.



"Papaaaaaa!" Alesha mendengar pekik mas Fajar lalu ponsel daddy pindah tangan ke Putra.



"Papamu baru saja meninggal," bisik Putra. Lalu ponsel dimatikan karena Putra mengurusi istrinya.



Garo memeluk erat Alesha yang hanya diam tak menangis. Dia tahu kekasihnya sangat tertekan. 



"Keluarkan saja dukamu agar kamu plong. Kalau kamu tahan seperti ini kamu malah akan sesak," diciumi mata kekasihnya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1676655146799.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.

__ADS_1


__ADS_2