JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
REFRESHING BERTIGA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Alesha lupa nama villa yang pernah dia datangi ketika dia masih sangat kecil. Saat mereka mencari villa, kan mereka tak bisa tanyabpada anggota keluarga. Jadi dia dan Garo search saja nama villa dan kelengkapan serta kemudahan aksesnya.



Mereka menyewa sebuah villa di dekat patung botol kecap di arah ke puncak. 



"Enggak usah cari yang ada kolam renangnya Bun, kita enggak akan berenang. Terlebih Jingga." Sejak sebelum berangkat Garo sudah bilang tidak ada berenang karena udaranya dingin dia tidak mau Jingga sakit.



"Jingga, Jingga dan Jingga lagi," ucap Alesha.



"He he he jangan cemburu sama pacar Ayah ya. Karena buat Mas, kamu dan Jingga adalah matahariku." Garo mengecup kening Alesha yang sedang duduk bersandar di daddanya. Mereka sudah selesai makan malam. Sebentar lagi Garo akan pulang.



"Ya udah Mas kapan bawa bajunya ke sini?" Tanya Alesha yang bersiap berkemas.



"Mau pakai koper apa ransel?" Tanya Garo.



"Bagaimana kalau pakaian kita dijadiin satu aja? Pakaian kita berdua satu koper. Bajunya Jingga di koper lainnya sendiri," usul Alesha.



"Ya sudah, nanti Mas bawa pakaian pakai ransel aja kan?"



"Iya."


\*\*\*



"Yeeaaaayyy, Dedek Jingga sampai di villaaaaaa," Alesha segera membuka pintu mobil yang mereka sewa.



Villa yang di sewa Garo memang hanya dua kamar aja karena memang villa yang tersedia paling kecil 2 kamar.



Villa terletak di area yang agak tinggi dari jalan raya. Dan di bawah villa banyak kebun sayuran dan kebun bunga.


__ADS_1


"Aku ingat apa namanya JIPANG itu loh Mas yang kecil." Alesha melihat pohon labu siam di para-para teras villa mereka.



"Labu siam," kata Garo



"He he iya, jipang atau labu siam itu kalau masih kecil direbus buat lalap rasanya manis," jelas Alesha.



"Kamu tuh, udah Jawa banget ya," ujar Garo sambil menurunkan koper dari mobil.



"Aku dari ngerti bicara kan sudah di Jogja."



"Tapi kan kamu lahir di Jakarta, bahkan kuliah juga di Betawi," ledek Garo.



"Bunda mau jipang rebus buat lalap?" Tanya Garo.



"Kan kita janji liburan bebas masak?" Protes Alesha.



"Ya nanti pas makan di warung aja, kalau ada kita beli," Garo pun ingat mereka tak ingin repot. Mereka berniat makan di warung bukan rumah makan besar karena bosan. 




Walau sering juga tak pakai beras tapi diganti sumber karbohidrat lain.


\*\*\*



"Sudah mulai dingin loh Dede udah harus pakai jacket biar nggak sakit ya Dek," kata Garo saat sore ini mereka bersiap jalan-jalan sekitar villa.



"Jingga jangan dibikin rapat dulu Mas, biar dia juga ngerasain udara dingin, udara sejuk sini,"  kata Alesha.



"Iya tapi tetap dibawa  jacket dan topinya dia." Pinta Garo.



"Jaket dia udah ada topinya kok Mas," balas Alesha. Dia sedang memasukkan diapers dan tissue basah ke tas kecil milik Jingga. Takutnya Jingga ngompol terus basah atau pup saat jalan-jalan.



"Keren ya pemandangannya. Dan itu bunga Daturanya cantik," puji Alesha. Jingga dalam gendongan ayahnya.

__ADS_1



"Kayaknya foto-foto zaman kecilmu banyak deh dengan Datura," Garo ingat oernah lihat foto Alesha kecil di Bandung.



"Itu pas Mas mau masuk kuliah, kami liburan ke Jakarta lalu ke Bandung," jelas Alesha.



"Dia cantik, tapi bahaya sih kalau orang yang ngerti. Buat buat kecantikan bunga memang dia cantik banget. Banyak warna-warninya juga," jelas Garo.



Kecubung atau Datura  yang ngerti memang bisa disalah gunakan.



Mereka pun jalan-jalan sambil tentunya bikin-bikin foto.



Yang heboh adalah eyangnya. "Yanktie jadi kepengen liburan," kata Ririen melihat foto-foto Jingga sedang disekitaran kebun sayur atau kebun bunga. 



Memang yang dikirim oleh Alesha ke eyang uti dan yanktie hanya foto-foto Jingga saja nggak ada foto mereka bertiga.



Ratna sekarang juga tak mau ketinggalan minta foto cucu perempuannya itu.



KlGaro dan Alesha banyak mengunjungi kebun-kebun dilingkungan villa mereka. Baik kebun bunga mau pun kebun buah.



Banyak hal yang mereka serap dan akan mereka terapkan di Jogja baik di Kaliurang maupun di Sedayu. Mereka selalu mencatat apa yang kira-kira diperlukan buat pengembangan nursery mereka nanti.



Jadi walau pun refreshing otak bisnis mereka tetap jalan.



Mereka juga banyak membeli bibit-bibit kering, tapi ada juga sih beberapa bibit tanaman yang dikirim langsung ke Jogja ke alamat Ririen.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON MARRIAGE TO HIS DADDY ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1679047330454.jpg)


__ADS_2