JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
DIA TAK PERNAH INGAT PERKENALAN AWAL


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Garo memandang wajah Alesha istri tercinta yang tidur dalam damai. Garo ingat pertama kali dia melihat sosok Alesha ketika masih berseragam SMA dan membuatnya jatuh cinta :



Garo ingat pertama kali melihatnya delapan tahun lalu. Gadis itu baru saja memarkirkan motornya di parkiran nursery milik ibunya sepulang sekolah, dia masih berseragam SMA, sedang Garo mahasiswa akhir, tapi sejak awal kuliah dia sudah memiliki usaha nursery kecil-kecilan di tanah pakdenya di JAKAL ( singkatan jalan kaliurang ). 



“Mommy dimana Om?” tanya gadis itu pada pegawai disana kala itu.



“Baru aja masuk ke rumah Mbak, Tuan baru aja pulang jadi nyonya langsung masuk,” jawab si pegawai. Disitulah Garo tau, gadis SMA itu anak pemilik nursery.



Saat itu Garo tak berkenalan dengan Alesha, dia buru-buru karena lusa harus berangkat ke Thailand dengan beberapa temannya. Nah saat ke Wat Arun Garo berpikir '*aku berharap akan mengadakan foto prewedding disini. Tempat ini sangat indah*.' wajah gadis berseragam SMA dua hari lalu terlintas dalam bayangan foto halu prewedding Garo saat itu.



Siapa sangka impian halu prewedding di Wat Arun nya bisa terealisasi?



Garo ingat pertemuan ke dua satu tahun kemudian di pameran tanaman, Garo melihatnya dari jauh, karena saat itu dia ikut lomba Anthurium dan sedang menunggu hasil penjurian, dia melihat bu Dewi menjadi juri lomba Aglaonema dan gadis manis itu datang menghampiri ibunya sambil membawakan minum. 



Saat itu gadis mungil itu datang bersama dua gadis kecil berseragam SMP dan terlihat mereka kembar.



Garo sangat ingin mendekati. Sayang dia tak punya alasan apa pun buat kenalan. Tapi wajah imut gadis itu makin sering datang dalam mimpi-mimpinya. Baik mimpi kering mau pun mimpi basah. 

__ADS_1



Mimpi bukan kemauan kita kan? Kita tak bisa atur kalau kita sering memimpikannya. Termasuk Garo yang sering memimpikan gadis SMA itu.



“Kamu beli apa sayang?” tanya bu Dewi ketika anak gadisnya menghampiri ibunya. 



Garo mendengar karena dia sedang memilih buah Tin saat bu Dewi datang ikut memilih aneka jenis tin yang baru mulai masuk ke Indonesia kala itu.



Itu adalah pertemuan ketiga di pameran tanaman. Lebih tepatnya bukan pertemuan. Tapi apa ya?



Kesempatan ketiga melihatnya? Entah kata apa yang tepat. Yang Garo tahu itulah ketiga kalinya dia melihat sosok idamannya dari dekat!




“Ampuuun Mbak, teman-temanmu jajan tas atau make up, kamu malah jajan anggrek” goda bu Dewi  pada gadis kecil itu.



“Kayak mommy enggak aja. Dikasih uang daddy juga enggak pernah belanja apa pun kecuali tanaman,” jawab gadis itu dengan senyum kecil.



‘*Wah dia enggak suka hura-hura*,’ batin Garo, yang selalu bete kalau pacarnya minta traktir tas atau baju bahkan alat make up. 



Garo pikir semua itu tidak berguna karena tak bisa buat invest, beda dengan belanja tanaman, bisa dikembangkan dan bisa buat investasi. 


__ADS_1


Itu sebabnya akhirnya Garo malas pacaran dengan para pesolek, sehingga banyak yang mengira dia homo. 



Pertemuan ke empat lima tahun lalu baru Garo bisa salaman dengan gadis itu. Saat itu bu Dewi sedang berbincang dengannya di nursery bu Dewi, saat gadis itu datang sehabis belanja dengan adik-adiknya.



“Assalamu’alaykum Mom,” gadis tersebut menghampiri bu Dewi dan mencium tangan bu Dewi serta menciumi pipi ibunya dengan mesra, bukan sekedar cipika cipiki.



“Wa'alaykum salam cantik, sudah jalan-jalannya?” tanya bu Dewi penuh kelembutan."



“Enggak seru Mom, adek ma kakak senengnya ribut, Mbak malas jadinya, habis makan Mbak ngajak pulang aja daripada dengar mereka selalu ribut,” gadis tersebut mengadu manja pada ibunya.



Saat itu Garo mendengar keanehan, gadis itu menyebut adiknya dengan panggilan kakak.



“Ha ha ha, jangan gitu, malu ama tamu Mommy, kamu kenalan dulu, dia punya nursery di Jakal,” bu Dewi meminta anaknya berkenalan dengan Garo.



“Alesha”



“Garo”



“Mom, Mbak masuk ya, adek ma kakak tadi langsung masuk rumah tuh,” gadis tersebut pamit untuk masuk ke rumahnya. Gadis itu tak peduli dengan perkenalan mereka! Garo jadi gemas mengingat momen yang baginya sangat penting. Tapi tak berarti apa pun bagi istrinya! Bahkan saat bertemu kembali dua tahun lalu, sang gadis tak pernah ingat mereka pernah kenalan lima tahun lalu! 


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU

__ADS_1



__ADS_2