JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
PEREMPUAN LAIN LAGI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Assalamu’alaykum Sha” sapa Subi menggunakan ponsel Rama.



“Wa alaykum salam, siapa ya?” tanya Alesha, karena yang didengar bukan suara Rama, padahal yang menghubungi nomor Rama.



“Aku Subi, kamu lupa ama aku?” tanya orang diujung sana.



“Hai Subiiiiiiiiiiiiii, sudah sampai Jogja, jadi touring pakai motor?” tanya Alesha, karena waktu itu dia pernah memberikan info tentang sewa motor yang diminta Rama.



“Sejak kemarin aku sudah di Jogja, kita ketemuan dong, aku kangen ama kamu,” jawab Subi.



“Ya sudah kamu kerumahku aja. Kapan kamu mau kesini aku tunggu,” balas Alesha, dia juga kangen dengan sepupu Rama yang tengil itu.



“Gimana kalau sore ini? Trus kita keluar makan malam bareng!” saran Subi, dia tak mau menunda waktu karena banyak destinasi yang ingin dia kunjungi selama dia menginap di Jogja.



“Ok, aku tunggu di rumahku, nanti aku chat alamat serta ancer-ancer jalan ke rumahku biar kalian enggak nyasar ya,” Alesha segera bersiap membereskan berkas yang sedang ditelitinya. Dia harus pulang lebih awal karena Subi dan Rama akan mengunjunginya di rumah.


\*\*\* 



Sudah tiga hari sejak mereka pulang bareng dari Kediri. Alesha masih tak merespon semua pesan Garo, bahkan sejak kemarin Garo mulai menelponnya pun Alesha tak pernah angkat.



'*Apa aku harus menyerah sekarang*?' Tanya Garo dalam benaknya. 



Garo sudah putus asa menghadapi kebekuan hati Alesha. 


\*\*\*



“Mom, masih inget Rama?” tanya Alesha saat dia membawa Rama dan Subi ke rumah utama sore ini.



“Hai Rama, apa khabar? Sedang di Jogja atau memang pindah ke Jogja?” tanya Ririen ramah pada mantan pacar putrinya itu.



“Sementara akan jadi warga Jogja Tante, mau kuliah lagi disini,” jawab Rama sopan. 



“Wah kereeeen, semangat cari ilmu. Ayok masuk yok,” ajak Ririen



“Enggak Mom, Mbak cuma mau bilang Mbak mau temanin tamu dari Italia ini, dia pengen makan lesehan atau nongkrong di Alkid. Maka Mbak mau minta ada yang nemani mbak Dwi bwat jaga Jingga,” Alesha meminta mommynya menyuruh salah seorang pembantunya menemani mbak Dwi dirumah.



“Kalau gitu biar daddy dan Mommy aja yang ke rumahmu dan mbak Dwi istirahat. Sudah kalian pergi aja, Jingga biar ama Yankkung dan Yanktie,” jawab Ririen senang. 



Rama langsung berpikir, '*mengapa sejak tadi dia tak lihat sosok Rezky, tak ada photo Rezky juga dirumah Alesha*.' 

__ADS_1



'*Bahkan photo pernikahan mereka pun tak ada di ruang tamu rumah Alesha. Apa mereka sudah tak bersama*?'



'*Apa ada ada peluang untukku kembali*?'



Saat Alesha pergi dengan kedua temannya Ririen hanya terpaku. Dia yakin masih melihat cinta dimata Rama pada putrinya.



'*Apa feeling ku kali ini salah*?'


\*\*\* 



Di lapangan Selatan, atau alun-alun kidul ( ALKID ) Subi dan Rama mencoba ritual tutup mata untuk melewati tengah-tengan beringin kembar. Tawa lepas Alesha membuat Garo dan Ampi yang sedang bertemu kawan lamanya menjadi sangat terluka. 



'*Tawa itu sudah lama tidak kau lakukan di depanku lagi sayankku*,' keluh Garo dalam hatinya



“Kamu jangan ngetawain doang, coba kamu,” tantang Subi. 



Sejak dulu Subi menganggap Alesha adalah kakaknya, karena awal kenalan dia tau Alesha adalah kekasih Rama.



Alesha pun menjawab tantangan Subi. Dia menutup matanya dan memulai ritual tersebut. Dan ternyata Alesha bisa melewati tengah-tengah dua beringin kembar tersebut. Subi langsung memeluk Alesha, mengangkatnya dan memutar badannya dengan Alesha dalam pelukannya.



“Subiiiiiiiiiiiiiiii … turunin aku!” pekik Alesha sambil memukul bahu Subi.




'*Siapa kedua orang itu, mengapa mereka sangat dekat dengan kekasihku*?' Garo makin panas melihat Alesha dengan dua orang pria tersebut. 



“Toilet dimana?” tanya tamu Garo .



“Ayok saya antar,” Ampi menawarkan diri, sehingga di meja lesehan itu Garo duduk sendirian.



“Kalian mau pesan apa?” tanya Subi saat pemilik meja lesehan menawarkan wedang ronde.



“Disini enggak ada makanan berat lho Bi, paling ya jajanan aja,” Alesha menginfokan cemilan sekitar. 



"Aku mau sosis bakar aja lah, ama jagung bakar."



“Aku sate ayam aja, kenyanglah makan sate ayam,” jawab Rama.



“Nah bener, sate ayamnya empat porsi aja,” jawab Subi.



Sementara di meja Garo, tetiba Fitri datang dan duduk di hadapan Garo. “Mau apa kamu?” tanya Garo ketus.


__ADS_1


“Mas, tolongin aku, aku enggak tau gimana caranya ngadepin persoalanku,” jawab Fitri tanpa prolog. 



Fitri memegang jemari Garo. Saat itu Alesha berpaling karena Subi menunjuk tukang jual roti bakar yang berada jauh dibelakang meja Garo sehingga tanpa sengaja Alesha melihat hal yang menyakitkan baginya. 



Alesha melihat Garo sedang berpegangan tangan dengan seorang perempuan yang memunggungi Alesha, dan Garo juga tepat melihat kearah Alesha yang sedang terpaku pada tangan Garo yang sedang dalam genggaman Fitri.



“Shit!!!” pekik Garo, kembali dia mengalami kejadian sial. Dilihat Alesha saat sedang posisi yang membuat masalah.



“Kenapa?” tanya Ampi dan tamu mereka.



“Perempuan ini tiba-tiba datang memintaku membantunya,” jelas Garo. 



"Dan sialnya dia menggenggam tanganku saat Alesha melihat ke arahku,” Garo menepuk meja lesehan di lapangan itu.



“Astagaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, masalah Retno belum tuntas, lalu kemaren kamu di Kediri dapat masalah karena Anna, sekarang ditambah lagi dengan perempuan ini,” kata Ampi sambl menujuk Fitri. 



Ampi tau semua tentang masalah yang dihadapi  Garo belakangan ini. Dia prihatin terhadap nasib sahabat sekaligus boss nya itu.



Rama, Subi dan Alesha makan dengan lahap. Empat porsi sate ayam, tiga jagung bakar dan tiga sosis bakar ludes dalam sekejap.



Jangan lupa, Alesha bila sedang marah makannya porsi jumbo!



“Waaaah, aku kekenyangan dan susah jalan nih,” keluh Alesha.



“Ha ha ha , kamu masih kayak dulu aja, enggak pernah jaim kalau makan,” tawa Subi.



“Jaim soal makan ya rugilah” jawab Alesha lugas. Sejak dulu dia bergaul memang tak pernah jaim. 



“Ayok pulang ah, kasihan anakku.” Alesha mengajak dua teman lamanya pulang.



“Ayok,” Rama berdiri dan memberikan tangannya untuk membantu Alesha berdiri, Garo melihat Alesha menyambut tangan teman lelakinya. Itu membuat Garo tambah terluka. Garo ingat, lelaki yang tadi membantu kekasihnya berdiri sama dengan lelaki yang Garo lihat di gudeg saat makan siang dulu.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1677178175576.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.


__ADS_2