JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
LEGALITAS FAJRI ~ LIANI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"SAH!" Kata para saksi.



"Alhamdulillah," ucap Ririen dan Putra. Tuntas sudah semua putra dan putrinya menikah.



Semua yang hadir saat akad nikah Fajri dan Liani juga plong karena akad tak ada kendala.



Saat acara sungkeman sebelum akad nikah tadi banyak tangis haru. Maklum Liani anak tunggal. Pasti berat untuk kedua orang tuanya melepas putrinya menjadi '*milik*' orang lain.



Fajri juga tadi menangis tergugu saat sungkem pada Putra, bukan saat sungkem pada Ririen.



Fajri menangis pada saat menggenggam jemari tangan Putra. Kita **FLASHBACK** ya.



"Aku nggak bisa ngomong Dadd. Semua cinta yang aku punya utuh sudah aku berikan padamu karena aku mendapat lebih darimu dan tak bisa terbalaskan."



"Kamu adalah sinar matahariku," kata Fajri sambil terisak.



"Aku mohon Daddy kasih aku restu. Kasih aku bimbingan terus walau aku sudah menikah." Pinta Fajri.



Untuk Fajri, sosok Putra bukan hanya seorang ayah, tapi juga hero dan rule modelnya.



Sejak dia mengenal sosok yang disebut *ayah*, maka fungsi dan peran itu sejak awal sudah diisi oleh Putra. 



Fajri sama sekali '*tak mengenal*' sosok Ricky. Karena sejak dia diperut Ricky sudah sibuk celap celup kemana-mana. Dan sejak Fajri satu tahun kedua orang tuanya tak bersama lagi. 



Sosok ayah yang Fajri tahu ya hanya Putra.



"Buat Daddy, semua anak itu sama walau kadarnya berbeda-beda karena kedekatan personalnya. Tapi tetap kalian semua anak Daddy."



"Semua Daddy restui, semua Daddy doakan. Tak ada satu pun yang luput baik anak mau pun menantu." Lanjut Putra.



"Daddy akan selalu berdoa untukmu. Kalau kamu minta saran Daddy akan kasih saran.  Tapi sekarang kamu sudah menjadi imam jadi nggak akan pernah Daddy mau bicara bila kamu tidak minta bantuan."



"Beda saat kamu masih sendiri Daddy pasti akan langsung ngomong karena tak ada orang di sebelahmu. Sekarang kamu punya pendamping. Jadi kalau kamu tidak *speak up* ke Daddy, Daddy hanya akan diam."



"Jangan salah persepsi, Daddy tetap sayang kalian walau kalian sudah nikah. Tapi tidak akan langsung bicara seperti saat kalian masih sendiri."



"Daddy tetap akan membimbing kalian kalau kalian minta," jawab Putra.



"Ya Dadd. Aku mengerti. Terima kasih," jawab Fajri.



Fajri langsung pindah ke kursi selanjutnya yaitu para eyang dan kakek neneknya.


__ADS_1


Alhamdulillah semua lancar pernikahan Fajri dan Liani sudah terjadi **FLASHBACK OFF** 



"Ibu sudah *dahar* ( makam )?"  tanya Alesha pada Ratna ibu mertuanya.



"Sudah tadi Ibu nyicipi ketan kuning dan serundeng."



"Yah, itu mah belum *dahar* Bu. Aku ambilin ya, *ngersak ake menopo* ( mau apa ) Bu?" kata Alesha.



"Nanti ibu ambil sendiri.  Sudah tenang aja."



"itu kan tadi sebelum akad, cuma ngemil," Alesha terus mendesak mertuanya untuk makan.



"Ya nantilah sekalian dengan yang lainnya."



"Ya terserah deh yang penting aku udah tawarinin ya Bu." 



"Iya,"  jawab Ratna. Ratna kagum Alesha terlihat cantik dengan kebaya yang digunakannya begitu pun dengan Garo karena mereka memang sudah ada seragam dari keluarga pria.



"Wah perutmu tambah gede nih," kata ibu Ratna pada Leona.



"Iya Bu."



"Beda berapa bulan sih sama Leony?"




"Leony tokcer sedang aku walau nikah duluan kan enggak langsung dapat."



"Ibu bilang sih ini dua loh bayimu, kamu nggak bisa bohong sama Ibu." Ungkap Ratna.



"Ah Ibu kata siapa," Jawab Leona.



Leony sudah bilang bayinya tidak kembar karena dia memperlihatkan hasil usg-nya semua pun tahu tapi Leona tak pernah  bicara apa pun soal bayi dalam kandungannya.



"Hati-hati ya Nduk. Sepertinya bebannya berat banget kayaknya."



"Iya Ibu. Aku makan dulu ya Bu."



"Iya hati-hati,"  Leona jalan menuju area makanan. Gerald sejak tadi sebelahnya. Kemana pun Leona melangkah selalu ada Gerry yang tak pernah melepas istrinya jauh.



George  tidak seperti itu. Dia perhatian tapi nggak nempel seperti Gerry. George  hanya memandang dari jauh aja itu dia rasa cukup.


\*\*\*



"Dedek mana Mas?" tanya Alesha pada Garo yang menghampiri dirinya dengan membawa salad buah.



"Dedek baru saja sama Mbak Dwi.  karena dia lihat ada kucing jadi dia ngikutin kucing. Mas suruh Mbak Dwi ikut menemani."

__ADS_1



"Oh," jawab Alesha. 



"Ibu mau aku ambilan apa?" Tanya Garo pada ibu nya.



"Ibu masih *pegah*. Nanti aja. Tadi Lesha juga sudah nawarin mau ambilkan Ibu maem tapi Ibu belum pengen," jawab Ratna. Dia tak mau Garo menilai menantunya tak menghargai dia.



Garo menyuapi Alesha yang sedang duduk berdua ibunya.



"Enak nggak?"  



"Enak lah," jawab Alesha.



"Padahal tadi ada salad sayur kan Mas?"



"Aku pikir kamu mau ini."



"Ya enggak apa-apa, aku juga suka kok salad buah cuma kan ada salad sayur aku cuma bilang gitu."



"Mau salad sayurnya?" Tawar Garo.



"Nggak, cukup lah nanti aku nggak makan yang lain."



"Kan ini berdua pasti bisa makan yang lain," bujuk Garo.



"Nanti kita ambil kambing guling dan tongseng kambing tapi pakai lontong ya Mas," ucap Alesha sambil memegangi lengan Garo yang tetap berdiri di depannya.



"Kalian tuh ya selalu aja begitu," tanpa ujung tanpa pangkal Leoni datang protes melihat Garo dan Alesha. Ratna tentu bingung. Apa anaknya tak disukai adik iparnya ini.



"Kenapa?"



"Mbak Alesha nih dari dulu, dari belum nikah selalu bikin aku cemburu Bu," kata Leoni.



"Kamu kenapa cemburu?"  tanya Ratna penasaran.



"Dari dulu Bu, dari mereka pacaran ini mesranya kayak gini lho Bu. Sekarang tambah-tambah aja kalau udah nikah pasti mereka akan *show up* Bu."



Garo dan Alesha tersenyum. "Sekarang kami bebas gini Dek," Alesha mengecup dagu Garo yang dia tarik agar menunduk.



"Tuh kan Bu," rajuk Leoni. George suaminya nggak manis-manis gitu nggak kayak Gerald yang sering menampilkan kemesraan seperti Alesha.



Icha pun sering iri pada Gerry dan Garo karena semua itu persis dengan daddynya. Kalau Fajar jarang memperlihatkan walau pun Fajar cinta mati pada Icha.



Tapi untuk memperlihatkan di muka umum Fajar seperti jaim, malu-malu entah nanti Fajri. Tapi Fajri sepertinya kayak Putra persis, yang tak akan malu di mana pun memperlihatkan rasa cintanya.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR

__ADS_1



__ADS_2