
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Mbak, bisa temani Mommy ke Kediri enggak? Minggu depan Mommy harus jadi juri lomba Aroid di Kediri dan daddy pas jadwal ke Jakarta urus berkas pajak disana,” Ririen memberitahu Alesha pagi ini saat Alesha sedang menjemur Jingga.
“Berapa hari Mom?” tanya Alesha.
“Lombanya sih cuma satu hari, hari Sabtu. Kalau naik kereta atau mobil jadi tiga hari kalau kita enggak sekalian hunting,” jawab Ririen.
“Masalahnya Jingga udah kuat belum ya Mom kita bawa? Kalau ditinggal dan kita berdua dan daddy engga ada, enggak mungkin kan?” balas Alesha bingung.
“Itu yang jadi pikiran Mommy sejak daddy bilang tiba-tiba harus urus berkas ke Jakarta, padahal daddy udah tau lama jadwal penjurian ini. Dan kamu tau kan daddy enggak ngebolehin Mommy berangkat sendiri. Sikembar jadwalnya padat,” jelas Ririen
“Coba mommy telpon kak Icha dan minta pendapat dia. Kalau Mbak sih siap aja. Dan mbak yakin Jingga siap dan kuat. Ya kan chantik?” kalimat terakhir Alesha dia tujukan pada putri kecilnya sambil dia menciumi perut Jingga membuat bayi kecil itu terkekeh kegelian.
\*\*\*
Sudah seminggu ini Garo sibuk dengan persiapannya untuk turun lomba aroid di Kediri. Selain itu dia juga panitia lomba sehingga sibuk mempersiapkan segala keperluan lomba. Sebagai panitia besok Kamis dia sudah harus meluncur ke Kediri agar H-1 sudah standby di lokasi lomba.
Walau dia kurang focus karena Alesha belum juga merespon semua pesannya, tapi dia masih bersyukur dia bisa melihat Alesha dari jauh.
Beberapa kali dia melihat Alesha tanpa sengaja, misal saat tanpa sengaja dia melihat Alesha memasuki warung gudeg dengan staffnya.
Awalnya Garo ingin menghampirinya, tapi diurungkannya karena melihat sesosok pria yang menghampiri pujaan hatinya itu. Garo tahu Alesha tak janjian dengan pemuda tersebut karena Garo mendengar Alesha bertanya *Kamu ama siapa*?
Dan juga Alesha bertanya *dalam rangka apa ke Jogja*? Apalagi saat itu mereka baru tukeran nomor telepon. Tak mungkin kan mereka janjian bila belum punya nomor telepon?
Selanjutnya Garo juga tak sengaja melihat Alesha pulang kerja, mobil mereka bersisian di lampu merah, namun Alesha tak menyadarinya. Saat itu Garo tumben membawa mobil karena membawa beberapa tanaman yang akan dia persiapkan untuk lomba.
'*Apa aku datangi dia sebelum berangkat ke Kediri ya*?' Garo bingung menentukan waktu kapan dia bisa menyelesaikan permasalahannya dengan Alesha.
__ADS_1
Garo tau dari daftar nama juri, ada nama bu Arienka Dewi sebagai juri tamu. Artinya Alesha pasti tau event lomba itu.
Apa Alesha tau dia ikut berperan aktiv di lomba itu? Apa Alesha tahu dia juga akan ikut lomba? Yang Garo yakini, Alesha tak akan hadir disana karena Jingga tak mungkin ditinggal lama
'*Alesha, kamu memutar balik duniaku*!!!!' keluh Garo.
\*\*\*
Akhirnya, hari ini Kamis pagi Garo berangkat ke Kediri tanpa sempat menyelesaikan permasalahannya dengan Alesha lebih dulu.
Garo Dia berangkat dengan seorang karyawannya. Sedang Ampi akan berangkat dengan mobil bak besok dengan karyawan lainnya. Di mobil Garo hanya membawa perlengkapan panitia dan beberapa tanaman kecil. Tanaman besar akan dibawa Ampi dengan mobil bak.
Sebaliknya Alesha sedang memberi pengarahan pada mbak Dwi tentang barang apa saja yang akan dibawa, serta sudah memberitahu pak Sugeng yang akan bertugas menjadi driver besok agar semua koper diatur sedemikian rupa sehingga ada space luas ditengah untuk menggelar kasur selama perjalanan.
Sehingga Jingga tidak dipangku yang akan membuatnya merasa sakit karena perjalanan jauh. Alesha juga mempersiapkan obat apa saja yang mesti dibawa.
“Mbak Dwi, aku berangkat kantor dulu ya, selama Jingga bisa disambi, mbak Dwi siapin barang yang sudah aku bikin catatannya” Alesha pamit pada pwngasuh putrinya, dia mencium Jingga sebelum dia keluar rumah.
\*\*\*
“Jun, kita makan dimana malam ini,” tanya Garo.
“Alun-alun wae Mas, pasti rame banyak pilihan. Tapi kalau malas keluar, depan hotel ini juga banyak rumah makan sih Mas,” jawab Juniar. Dia tahu, sudah dua minggu lebih boss nya seperti hilang semangat.
“Ya wis, kita ke alun-alun aja cari suasana baru,” Garo pun memutuskan mengikuti saran Juniar.
\*\*\*
Jumat pagi jam sembilan semua panitia harus sudah isi absent dan mulai bekerja. Garo dengan penampilan segar dan tampan tentu saja sudah standby dengan semua kelengkapan tugasnya.
“Itu mas Garo kan, yang tanamannya selalu jadi juara di tiap event lomba,” bisik-bisik para gadis yang tergiur wajah cool nya Garo. Dia enggak putih, tapi hitam manis. Tinggi dengan muka lonjong. Rambut ikalnya ditutup topi yang dikenakan terbalik. Mengenakan kaos biru dan jeans biru menambah pesona dirinya makin cetar.
__ADS_1
“Tahun lalu aku pernah kenalan, saat even di Blora,” jawab temannya.
“Aku jatuh cinta sejak lihat dia maju ambil piala kemenangannya dua tahun lalu,” kicau gadis lainnya.
Garo yang jadi titik focus pembicaran para gadis diujung ruang rapat tak peduli karena tak. tau. Dia tetap focus pada pembicaraan step by step langkah kerja hari ini. Dia melihat siapa saja juri yang sudah konfirmasi kehadiran. Selain juri dari Bandung dan Bogor, ternyata juri dari Jogja juga sudah melaporkan akan hadir.|
Kerja panitia berhenti untuk ishoma ( istirahat sholat makan ). Karena hari ini hari Jum’at maka ishoma lebih lama.
Sampai malam panitia masih sibuk menyiapkan arena lomba dan juga menerima para juri yang sudah hadir sejak tadi.
Saat akan salat Ashar, Garo terhenyak melihat bu Ririen dan Alesha yang baru keluar dari mushola tempat dia akan salat. “Assalamu’alaykum Mom,” sapa Garo yang sengaja menghampiri kedua wanita itu.
“Wa alaykum salam,” jawab Ririen “Kamu ada disini?”
“Kebetulan saya panitia lomba Mom,” jawab Garo sopan sambil salim pada bu Ririen.
“Apa khabar?” tanya Garo pada Alesha.
“Alhamdulillah baik,” balas Alesha serba salah.
“Maaf Mom, saya masuk dulu,” Garo izin untuk berwudhu, tanpa mengindahkan Alesha lebih lanjut.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.