
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Mbak Dwi jangan lupa baju angetnya yang banyak loh nanti kedinginan. Kemarin udah aku beliin sarung tangan sama ponco, kan topi yang buat dingin. Jangan lupa bawa kaos kaki yang banyak," kata Alesha pada Dwi.
Alesha membawa Dwi ikut serta bukan hanya untuk momong. Tapi agar pengasuh Jingga juga merasakan liburan.
Kalau momong selama liburan diusahakan ayah sama bundanya aja yang pegang.
"Ro, ingat-ingat lho Ro, jangan asal beli aja. Belum tentu bisa tumbuh di Jogja," kata Ririen saat mereka akan berangkat.
"Kadang gelap mata ya Mom. Kita suka langsung belibtapi di Jogja nggak bisa hidup." Jawab Garo.
"Nah itu dia," kata Ririen. Mereka diskusi berdua saat menunggu Icha dan Tama yang sedang berganti diapers.
"Sepertinya kalimat pengingat tadi lebih tepat buat Mommy deh," goda George pada calon mertuanya.
"*Self reminder* ya George?" Timpal Garo.
"Eh kalian itu masih calon mantu lho. Kalau Mommy marah ditolak lho," ejek Gerry yang baru datang dengan istrinya.
"Wah yang udah legal berani ngejek nih," timpal Putra.
Fajar dan Fajri yang mendengar juga ikut tertawa bersama Garo, George dan Ririen.
Untuk wisata kali ini Putra menyewa satu bus wisata sehingga satu keluarga hanya satu kendaraan saja. Tak ada yang capek bawa mobil jadi mereka benar-benar istirahat.
Destinasi yang dituju juga sudah diberitahu ke drivernya. Juga destinasi wisata yang disarankan oleh pemilik bus wisata karena sebelumnya Ririen sudah bilang pemilik travel mereka itu pecinta tanaman.
Sedang pada driver Garo berpesan setiap ada Nursery atau tempat yang ingin mereka berhenti harus ditawarkan berhenti karena memang tujuannya selain liburan juga cari bahan buat dagangan dan driver setuju. Paling nanti Garo dan Ririen akan menambah tips bagi drivernya.
\*\*\*
__ADS_1
Sampai di Dieng mereka berbagi kamar.
Semua satu kamar dengan pasangan masing-masing kecuali Leony dan Liany akan satu kamar.
Fajri akan satu kamar dengan George.
"Kalian jangan tukeran teman satu kamar diam-diam ya," goda Fajar.
"Enggak diam-diam. Kami tukeran sekarang aja," pinta Leoni.
"Terserah kalian aja," jawab Ririen bijaksana.
"Kita juga bisa jaga diri kok," rengek Leoni. Dia pikir kalau mau dilarang, harusnya Garo juga dilarang dong.
"Ya terserah kalian. Memang Mommy melarang? Kan enggak."
Mereka pun akhirnya tidur dengan pasangan masing-masing.
Liani nggak masalah satu kamar dengan kekasihnya karena dia tahu Fajri nggak akan nyentuh dia lewat batas. Fajri tak akan berlaku kotor karena dia ingat papanya seperti apa. Kebetulan juga dia lagi mens jadi nggak ketakutan kan.
Mereka mengunjungi tempat-tempat wisata juga kebun-kebun dan seperti waktu di Malang dulu waktu hamilnya Jingga maka kali ini pun mereka memang menyewa tempat yang bisa bebakaran.
Padahal di situ sudah ada ubi dan pisang rebus tapi bebakaran tetap menu favorit buat mereka.
Enggak pernah bosan di mana pun padahal tiap minggu mereka bebakaran.
Tadi pagi Icha bikin nasi liwet buat bikin nasi bakar jadi dia sudah meramu nasi bakar buat malam ini.
Setelah puas dengan makan-makannya. Semua memberikan kado bagi Liany lebih dulu. Tadi Fajar memimpin semua berdoa untuk Liany dan Garo.
__ADS_1
Garo dan Liany yang sama anak tunggal bahagia dalam kehangatan keluarga besar Purwanagara.
Selesai kado untuk Liany, sekarang giliran semua memberi kado untuk Garo. Ririen memberi kado umbi bunga sungsang dari Thailand yang dia pesan ada temannya untuk Garo.
Alesha hanya mencium pipi Garo ketika berjabat tangan mengucapkan selamat ulang tahun.
"Kadonya mana?" kata Leoni.
"Mbak koq enggak kasih kado," kata Leona.
"Kadonya cuma kata-kata aja boleh?" kata Alesha pada Garo lembut.
"Kamu kasih senyum aja aku udah senang kok," balas Garo.
"Enggak ini serius kok. Kadonya serius kata-kata. Dan enggak akan aku ulang karena hanya ada satu stoknya. Jadi harus dengar baik-baik," pinta Alesha.
"Ya silakan. Aku akan dengar baik-baik," Garo deg deg an bila Alesha akan minta putus di depan semua keluarganya.
"Dengar semua ya. Kado dari aku buat Mas Garo kali ini adalah …," Alesha berhenti. Dia ingin semua mendengar kado spesialnya.
"**Aku siap dilamar**!" kata Alesha. Semuanya langsung senang dengan kado itu.
Garo langsung memeluk dan mencium kening Alesha di depan semua orang.
"Terima kasih ya Yank, terima kasih. Terima kasih banget ," kata Garo berulang-ulang dia tak menyangka kado kali ini adalah istimewa.
\*\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.
__ADS_1
