JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
SKENARIO MOMMY & DADDY


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Assalamu’alaykum Mom, Dad,” sapa Garo dengan sopan pada kedua orang tua pujaan hatinya yang memintanya datang jam sebelas ke nursery.



“Wa alaykum salam Nak, ayok kita duduk di gazebo, disana lebih aman karena tak ada yang bisa nguping. Orang yang mendekat akan ketahuan sehingga lebih aman bicara disana,” Putra mengajak Garo untuk duduk di ruang tamu keluarganya yang berupa gazebo terbuka, terpisah dari rumah utama.



Ririen menelpon saluran dapur di rumahnya.



“Bawa tiga gelas dawet ( cendol ) yang tadi Ibu minta siapkan ke gazebo ya,” pintanya pada asisten rumah tangga yang menerima sambungan telepon paralel dari gazebo.



“Mommy dan Daddy enggak akan basa-basi ya, kami langsung ke pokok persoalan aja. Apa kamu tau mengapa kami memintamu datang kesini?” tanya Putra to the poin.



“Kalau kamu nervous kamu boleh sambil merokok,” Ririen menimpali perkataan suaminya. Mereka duduk lesehan agar lebih santai.



“Saya enggak ngerokok Mom, dan saya enggak tau pasti alasan Daddy dan Mommy memanggil saya."



"Saya hanya memperkirakan pemanggilan ini berkaitan dengan hubungan saya dengan Echa,” Sejak semalam Garo sudah pasrah bila dua orang yang saat ini duduk di depannya memintanya untuk menjauh dari Alesha. 



Karena dia sudah teramat lelah dengan tiga kasus yang dia hadapi kali ini.



“Sebenarnya, bagaimana keseriusanmu terhadap putri saya?” tanya Putra. Dia bukan menyebut putri kami.



“Agar tidak simpang siur, saya ceritakan semua sejak awal. Saya pernah dekat dengan dua orang gadis."



"Pertama ketika SMA dan kedua saat masih kuliah. Dengan keduanya saya belum pernah merasakan jatuh cinta dari hati seperti yang saya rasakan pada Echa."



"Dengan yang pertama saya lakukan agar saya tidak dikatain cemen karena tak punya pacar."



"Dan dengan yang kedua karena perempuan itu aktive mendekati saya. Namun selain dua orang itu enam bulan lalu saya dijodohkan oleh ibu, tapi gagal karena ibu melihat sendiri perilaku buruk gadis yang ibu jodohkan itu,” Garo membuka awal cerita hidupnya.



“Saya melihat Echa saat dia SMA, saat itu saya belanja kesini dan melihatnya, lalu sejak itu saya melihatnya beberapa kali, mungkin tak sering karena ternyata dia kuliah di UI."



"Pertama kali saya bisa bicara dengannya ketika saya belanja di supermarket yang dia pimpin. Saat itu dia baru menikah dan belum hamil. Saya langsung patah hati ketika dia langsung memagari dirinya dan menyebut dia wanita bersuami,” Garo menarik nafas, mengingat kepedihannya dulu saat dia mengetahui pujaan hatinya telah bersuami.



“Saya langsung menjauh, karena tak pantas mengharap istri orang."

__ADS_1



"Tapi takdir bicara lain. Saat saya sedang belanja disini, barang-barang dari rumah Echa datang dan tak sengaja saya mendengar karyawan ibu menaruh iba akan nasib Echa yang terpaksa berpisah dengan suaminya padahal dia sedang hamil,” Garo kembali bertutur flash back.



"Sejak saat itu hati saya yang dormain kembali bertunas seperti keladi yang lama tertidur ( *dormain atau dorman adalah fase hidup pada tanaman yang umumnya berumbi, mereka tidur panjang untuk mensiasati kondisi alam yang tak bersahabat, dan tanaman akan kembali bertunas bila lingkungan kembali layak untuk tumbuh kembali* )". 



"Saya awali dengan say hello di chat maka selanjutnya hubungan kami semakin baik."



"Hanya pada Echa saya mempunyai rasa special yang membuat dunia saya bisa jungkir balik bila tak tau khabarnya lebih dari dua jam."



"Cuma dia yang bisa membuat saya menangis bahkan saya beberapa kali menangis didepannya."



"Dan khusus pada Jingga, saya jatuh cinta padanya sejak saya mengetahui dia akan lahir tanpa ayah disisinya. Saya jatuh cinta pada Jingga sejak dia dalam kandungan.” Garo sempat terbata saat sampai dipembicaraan ini.



“Apa orang tuamu tau kamu mendekati seorang janda beranak satu dan bagaimana tanggapan keduanya?” tanya Ririen mencegah Garo tambah sedih.



“Tapi ayok sambil ngobrol, dawetnya diminum.”



“Ayah saya sudah meninggal satu setengah tahun lalu. Ibu sudah tau saya suka Echa saat kami datang ke pernikahan mas Fajar, dan ibu bilang kalau saya suka ya saya harus berjuang mendapatkannya. Artinya ibu tak keberatan,” jawab Garo.



“Oke, Daddy dan Mommy sudah cukup jelas dengan latar belakangmu serta apa yang kamu rasakan." 




“Daddy dulu juga sama persis seperti kamu dan kondisi Alesha hampir sama dengan kondisi Mommy."



"Daddy adalah mantan murid Mommy. Dia janda anak tiga saat Daddy melihatnya setelah Daddy pulang dari London. Empat tahun enggak ketemu. Dan hari pertama ketemu Daddy langsung bilang cinta ke Mommy."



"Bukan hanya satu anak yang Mommy miliki melainkan tiga!  Dan yang jadi pokok persoalan adalah usia Mommy *lebih banyak* dari usia Daddy, dia tak lebih tua, hanya usianya lebih banyak,” Putra merengkuh bahu istrinya dengan penuh cinta.



“Papanya Alesha juga seorang player seperti mantan suami Alesha, tapi yang lebih parah, sejak Alesha dikandungan awalnya dia tak pernah tau kalau istrinya sedang hamil saat dia ceraikan."



"Itu sebabnya Daddy juga jatuh cinta pada Alesha di hari pertama Daddy liat dia, saat usia Alesha 36 hari. Alesha adalah motivasi terberat Daddy memiliki Mommy selain mas dan abang."



"Sedihnya percikan kami terjadi sejak saat pendekatan hingga saat awal pernikahan, saat Mommy hamil. Para wanita masa lalu dan yang pernah dijodohkan ke daddy datang menghampiri. Belum lagi Mommy pernah salah duga saat Daddy bertemu client, yang Mommy duga adalah pacar daddy."



"Jadi Daddy dan Mommy sudah tau apa yang kamu rasakan itu,” jelas Putra.



“Lalu bagaimana Daddy meng clearkan masalah itu? Sedang Echa sama sekali tak mau mendengar penjelasan saya sama sekali,” keluh Garo sambil mengaduk es dawetnya.

__ADS_1



“He he he, *like mother like daughter*” kikik mommy mengingat kelakuannya dulu. 



"Dulu sebelum menikah, mamanya Daddy membantu Daddy tanpa dia ketahui seperti kami saat ini. Mengajakmu bertemu tanpa Alesha tahu."



"Keluarga besar Daddy sampai kakeknya pun turun tangan karena mereka tahu hanya Mommy yang bisa membuat daddy kembali normal. Koq kesannya daddy enggak normal ya Dadd?” kilah Ririen.



“Maksud Mommy, Daddy tu sejak dikhianati pacar lalu benci perempuan dan ga punya keinginan nikah sama sekali. Maka saat Daddy bilang jatuh cinta ke Mommy semua langsung mendukung,” jelas Putra.



Ririen kembali meminta orang dapur mengantarkan makan siang untuk mereka. 



“Jadi kemarin, saat kami akan makan siang, Alesha ke toilet, saat itu datang mantan saya yang kedua, dia duduk mepet saya dan berbuat tak baik, mungkin itu membuat Alesha langsung ngamuk pulang padahal kami berniat belanja keperluan Jingga setelah kami makan,” cerita Garo.



“Bukan mungkin, tapi pasti. Lha Mommy melihat Daddy duduk berhadapan dengan seorang perempuan yang suaminya sedang ke toilet aja ngamuk, apalagi Alesha melihat kamu dengan perempuan yang sengaja menempelkan badannya kelenganmu,” potong Putra.



“Belum selesai masalah dengan Retno, saat di Kediri malah ada perempuan yang mendekati saya dengan membabi buta, sampai bilang minta kenalan dengan ibu dan ngatain kalau  Echa enggak mungkin jadi pacar saya karena Echa sudah punya anak.” Garo sangat pilu mendapat cobaan bertubi. 



Soal Anna ini Putra dan Ririen sudah tau karena Ririen melihat sendiri bagaimana agresifnya Anna mendekati Garo, bahkan saat Alesha tak ada.



“Dan semalam ditambah lagi, saya sedang duduk sendiri di ALKID karena Ampi mengantar Angga ke toilet."



"Mommy tau Angga yang anak Bandung kan? Semalam kami di lesehan Alkid. Saat saya sedang sendiri, Fitri perempuan yang pernah dijodohkan dengan saya datang ke meja saya dan Echa melihat ketika Fitri memegang erat tangan saya. Fitri meminta pertolongan karena dia hamil dan tanya pemecahannya."



"Saat Fitri cerita masalahnya ini Ampi dan Angga juga dengar karena saya tak mau duduk berdua dengan Fitri, takut Ecba salah paham lagi.



“Ayok kita ngobrol sambi makan aja. Kamu tau Ro, Daddy sengaja enggak pergi kantor demi pertemuan ini."



"Karena seperti yang tadi Daddy bilang, Alesha adalah segala-galanya buat Daddy.” jelas Ririen sambil mengajak Putra dan Garo makan.


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1677283410630.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.


__ADS_2