JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
YAM YAM YA YA YAP


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Dedek mau ke mana," tanya Dwi pada momongannya.



"Ain," jawab Jingga dengan penuh percaya diri.



"Mau main ke mana. Mbak diajak kan?" Dwi sedang memakaikan sepatu Jingga.



"*Ah ti*" balas Jingga.



"Oh kita mau ke rumah Yanktie ( ah ti )?"



"Iyaaaaaah," balas Jingga sambil mengangguk.



"Kita ke rumah Yanktie, tapi Dedek enggak boleh nangis ya," Dwi mencoba terus bicara dengan Jingga.



"*Nda ais*," Jingga bernjanji tak akan menangis.



Hari ini hari yang sibuk Dwi tidak boleh ngapa-apain hanya full jaga Jingga karena hari ini hari aqiqah baby twins. Kedua orang tua Jingga sibuk. Jadi hari ini Jingga memang full ditangan mbak Dwi.


\*\*\*



"Iya Pak sebelah situ aja kayaknya bagus deh," kata Garo yang sedang jadi mandor para pekerja untuk mengatur meja.



"Itu taruh sana ya Pak," pinta  Garo lagi.  Garo mengatur meja dalam dua sisi yang berbeda. 


__ADS_1


Sesuai arahan para orang tua, lokasi makanan berbahan baku kambing memang dipisah dengan yang berbahan ayam atau ikan karena banyak orang yang tidak makan kambing. Mungkin dengan alasan kesehatan atau memang tak suka. 



"Dwi kamu jangan bawa dia ke belakang nanti dilihat ayahnya langsung rewel."



"Iya Mbak," kata Dwi pada Icha yang menegurnya agar tidak membawa Jingga ke belakang karena takut mengganggu Garo yang sedang mengatur meja makan di belakang.



Fajar sedang menggendong Tama. "Ayo main sama mas Tama aja yuk."



"Kita main mobil-mobilannya mas Tama ya atau mau naik sepedanya dedek Jingga aja?"  kata Fajar lagi.



Mereka pun naik ke mobil-mobilannya Tama yang  sebenarnya itu adalah dorongan stroller yang berbentuk mobil-mobilan.



"Coba dedek Jingga sambil nyanyi Pakde mau dengar.



Fajar menyanyikan lagu  cicak-cicak di dinding dengan lambat.




"*Cak cak din din din*," Jingga mengikuti Fajar menyanyi.  



"Wow hebatnya  anak ayah."



Fajar melanjutnya nyanyi.



"Diam-diam merayap."



"*Yam yam ya ya yap*," lanjut Jingga. Dan Fajar terus bernyanyi sambil mendorong Tama mereka dibawa Fajar untuk dijemur sekalian.

__ADS_1



"Dedek Jingga sambil maem ya," Dwi membawa sarapan untuk Jingga yang tak ditolak gadis kecil itu. Tanpa sadar sambil di jemur dua balita itu diberi sarapan.



Dari jauh Garo hanya melihat putrinya. Dia tetap mengawasi para pekerja.



"Mas kita sarapan dulu yok. Habis itu aku mau pegang Jingga biar mbak Dwi gantian sarapan."



"Ok," jawab Garo. Kalau sedang seperti ini Ririen tak mengajak sarapan bersama. Semua dipersilakan sarapan sendiri-sendiri sesuai kapan sempatnya saja.



Alesha dan Garo makan bareng dengan kedua orang tuanya Gerald.



"Segini?" Tanya Alesha. Dia mengambilkan nasi goreng buat Garo.



"Iya cukup Yank." Garo merasa cukup porsi yang Alesha ambilkan.



Nasi goreng buat Garo ditambahi telur dadar dan kerupuk juga acar oleh Alesha.



"Terima kasih Yank," Garo menerima piring yang Alesha siapkan. Mereka makan dalam diam saat kedua orang tau Gerald datang dan makan bersama mereka.



"Oma dan Opa kenapa baru sarapan?"



"Kami melihat hebohnya baby A dan baby B di bersihkan pagi ini. Mami melihat bagaimana Gerry belajar memegang baby. So funny."



"Oma enggak bantu?" Pancing Alesha.



"Kami hanya mengarahkan saja. Kalau dibantu nanti begitu mereka pulang ke rumah mereka, mereka akan kaget dan belum siap," jelas Iwan.

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA



__ADS_2