JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
TURUN 50%


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Besok bisa ikut kegiatan enggak Yank?” bisik Garo saat Alesha memberikan air putih padanya. 



“Aku ngantor aja ya? Kalau pun enggak full kerja, aku malas ganggu kamu dikerubungi fans mu,” jawab Alesha santai.



“Sepertinya fans berkurang 50% saat tau aku sudah punya anak,” Garo senang karena banyak yang terlihat langsung tak minat padanya.



“50% lainnya itu bakal menerjang badai buat dapatin kamu, dan aku malas ngeliatnya,” sarkas bangeeeet jawaban Alesha. 



Alesha lalu segera pergi dari sisi Garo. Alesha kesal karena tadi saat dia sedang bicara dengan Widdyo tak sengaja mendengar Anna tak akan mundur untuk mendapatkan Garo.



Bahkan dia berniat datang ke rumah orang tua Garo dan sudah tanya jalur arah rumah Garo pada salah seorang pegawai di keboen sore tadi.



Sehabis makan malam, acara dilanjutkan dengan diskusi tentang prospek bisnis tanaman hias. Ada beberapa yang jadi pembicara, termasuk Widdyo dan Garo. 



Putra tetap hadir disana menemani istrinya. Dimana pun Ririen kerja, dibidang apa pun, Putra akan selalu ada disisinya. Memberi support untuk kekasihnya tercinta.



'*Serius banget mandangin yang lagi kasih materi*,' chat di BBM Alesha terbaca jelas olehnya.



'*Pasti seriuslah, kapan lagi bisa mandangin wajah ganteng tanpa perlu sembunyi-sembunyi dan malu-malu*?' Alesha malah membalas ketus.



Garo yang membaca balasan chat nya tentu saja keqi, mau ninggalin arena tak mungkin. Karena sehabis Widdyo, giliran dia yang jadi pembicara. 



Garo merasa ada yang salah melihat perubahan sikap kekasihnya kali ini. Namun dia tak sadar apa kesalahan yang membuat Alesha marah padanya.



'*Ayah salah apa Yank? Koq ketus gitu ngejawabnya. Mas cuma becanda lho. Jangan marah ya Cintaku*,' Garo segera mengajuk hati Alesha agar tak marah padanya.


__ADS_1


“Momm, aku masuk duluan ya,” Alesha memberitahu Ririen untuk pamit saat Widdyo sedang memberi kata-kata penutup.



Ririen hanya mengangguk, sedang Putra segera tahu ada sesuatu yang mengganggu hati putrinya. Kedekatan Putra  dan Alesha selama ini  bisa segera tahu ada yang tak beres dari intonasi suaranya saja.



“Garo kan belum bicara, koq kamu malah masuk?” tanya Putra memancing reaksi putrinya.



“Aku kan tiap saat bisa dengar mas Garo bicara Dadd?” Alesha berupaya menjawab santai saja.



“Ha ha haaaaa … ya kalah deh Daddy kalau tentang itu,” Putra hanya bisa terkekeh.



Garo melihat Alesha keluar dari Gazebo saat namanya dipanggil untuk mulai bicara.



“Mbak Dwi kalau mau pulang tutup aja pintu depan, takutnya mas Garo nanti masih masuk lagi. Aku ta' kunci pintu kamar wae,” Alesha memberitahu mbak Dwi lalu langsung masuk kamar, mengunci kamar dan berganti baju tidur.



Entah sudah berapa lama Alesha terlelap saat sayup dia mendengar ada ketukan pelan di pintu kamarnya.



Ternyata cukup larut, sudah pukul 23.20 saat ini. Alesha bangkit dan membuka pintu kamar nya dengan mata yang masih mengantuk.




“Kamu dah bobok tho, kirain ngambeg lalu enggak mau bukain pintu buat Mas,” Garo memeluk dan mengecup kening Alesha dengan lembut, lalu perlahan bibirnya turun ke bibir Alesha dan \*\*\*\*\*\*\*\*\*\* dengan lembut.



“Mas aku ngantuk,” tolak Alesha dengan pasrah.



“Ya wis, lanjut bobo deh,” Garo membimbing Alesha untuk kembali tidur di ranjangnya. 



"Trus siapa yang kunci pintu depan?”



“Tutup aja enggak apa apa koq, enggak usah dikunci,” jawab Alesha masih malas.



“Mas kunci dari dalam aja ya, mas bobok sini,” pancing Garo.

__ADS_1



“Terserah,” balas Alesha.



“Kamu kenapa sih Yank. Tolong bilang ke Mas biar Mas enggak salah langkah,” pinta Garo.



Alesha yang sudah berbaring memiringkan tubuhnya memeluk Jingga. Kalau malam memang Jingga tidur berdua dengan bundanya.



Garo ikut berbaring disebelah Alesha, dia memeluk erat tapi lembut. “Kamu enggak cuma ngantuk, tapi kamu marah makanya ninggalin gazebo sebelum acara selesai. *Please tell me why*?”



Alesha membalik badannya, kini dia menghadap Garo, Alesha sudah belajar, semua persoalan harus segera dibahas agar tidak berkepanjangan. 



Ditatapnya mata Garo lekat-lekat. Dia tahu Garo sama sekali tak bersalah. Namun tentu saja dia kesal karena titik focus masalah adalah keberadaan Garo.



**FLASH BACK ON**


”Ternyata Garo sudah punya anak lho Ann,” entah siapa yang bicara di belakang punggung Alesha.



“Waktu di Kediri pegawainya bilang Garo bujangan koq. Aku sudah dapat alamat rumah Garo. Aku juga sudah tanya ancer-ancer arah rumah Garo dari hotel tempat kita nginap. Besok aku akan tetap menemui calon mertuaku,” balas Anna.



“*Kowe edan yo Ann* ( kamu gila ya Ann )!” sahut temannya.



“*Pokoke aku mesti entuk Garo. Kui targetku teko kene* ( pokoknya saya harus dapat Garo. Itu tujuan utama saya datang kesini ),” jawab Anna tegas.


**FLASHBACK OFF**



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1678040412553.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.


__ADS_2