
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Yah, dua hari sesudah pernikahan Leona nanti, Jingga ulang tahun. Enaknya kita kemana ya?” tanya Alesha saat sedang berbaring dipangkuan Garo di ruang tengah.
“Emang enggak dibikin pesta Bun?” tanya Garo, karena yang dia tau teman-temannya yang sudah punya anak sibuk bikin pesta.
Walau tak punya uang sekali pun mereka akan berupaya membuat pesta meriah. Terlebih keluarga kekasihnya sudah kaya sejak dia bayi.
“Ha ha ha, di keluarga mommy dan daddy tak ada acara ulang tahunan. Walau daddy lama di London sekali pun. Saat ulang tahun kami hanya makan keluarga tanpa pesta."
"Biasanya daddy mengajak kami menginap, bahkan camping agar ada kenangan berkesan yang kami ingat,” jelas Alesha.
“Ayah punya niat, setiap ulang tahun anak-anak kita, kita membelikan perhiasan untuk disimpan."
"Sehingga saat mereka butuh untuk dana kuliah, tabungan emas mereka cukup,” Garo mengemukakan niatnya yang dia pikirkan sejak dulu sebelum dia mengenal Alesha.
“Wah keren tuh pemikirannya. Bunda setuju” jawab Alesha.
“Ya sudah, sekarang Bunda istirahat. Ayah pulang ya?” sudah jam 5 sore, Garo bersiap pulang, karena dia sudah sejak pagi di rumah ini.
\*\*\*
Acara pernikahan Leona baru selesai semalam. Rasanya Alesha tak ingin segera bangun tapi Jingga sudah merengek sejak tadi.
__ADS_1
Semalam dari gedung pernikahan Garo memang hanya mengantarnya lalu dia pulang mengantarkan ibu.
“Dede kenapa? Lapar ya? Atau mau mimik?” tanya Alesha sambil ngantuk. Dia malah lupa kalau Jingga rewel karena tak betah diapersnya basah.
Semalam Alesha memang memakaikan diapers agar dia tidak terganggu tidurnya akibat rengekan Jingga yang ngompol.
“Mbak Dwi, pegang Jingga dong, aku masih cuapeeee banget,” keluh Alesha. Dia memang full terjun untuk persiapan pernikahan adiknya, tak seperti saat pernikahan mas Fajar. Saat itu dia tak dilibatkan karena sedang hamil . Sekarang yang tak dilibatkan full mbak Icha karena punya baby.
Mbak Dwi membawa Jingga ke kamar sebelah, langsung memandikannya dan memberi sarapan di halaman belakang sekalian Jingga berjemur.
Jam sembilan Garo sampai, Alesha masih belum bangun.
“Sayank, cape bangeet ya?” Garo menciumi pipi dan pelipis Alesha karena perempuan itu tidur meringkuk memeluk gulingnya. Dia tak bisa mencium bibirnya.
“Hmm, aku masih ngantuk Mas,” desah Alesha membuat adik kecil Garo terbangun.
“Udah siang banget lho, kalau kamu enggak bangun, Mas nemani kamu bobok ya?” Garo memeluk Alesha dan ikut berbaring dibelakangnya. Namun menggodanya dengan menciumi leher belakang Alesha.
“Mas …,” Alesha tentu terganggu dengan semua kelakuan Garo, dia segera berbalik badan dan kesempatan itu tak disia-siakan oleh Garo untuk \*\*\*\*\*\*\* bibir kekasihnya.
“Kalau masih mau bobo malah Mas boboin nih,” ancam Garo.
__ADS_1
“Iiiih, apaan sih,” Alesha segera turun dari pembaringannya. Dilihatnya jam dinding sudah pk 9.25.
“Ya ampuuuuuuuuuuun, ternyata sudah siang,” pekik Alesha kaget. Dia tak menyangka telah tidur cukup lama.
“Ha ha ha haa, baru sadar kan kalau sudah siang,” Garo terkekeh melihat Alesha terkejut bangun sudah sangat siang.
“Mandi sana, Mas main dengan Jingga dulu," Garo keluar kamar.
“Yaaaah” pekik Jingga melihat ayahnya keluar dari kamar.
“Jangan lari sayang, nanti jatuh lagi,” Garo memperingatkan putrinya yang masih sering terjatuh.
“Dede sudah maem?” tanya Garo.
“Aah aem,” jawab Jingga ambil mengangguk.
Garo menggendong Jingga menuju nursery. Dia ingin melihat beberapa bibitan Nepenthes yang baru dia dan Alesha beli minggu lalu.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.
__ADS_1
